Stay With Me

Stay With Me
Situasi Darurat


__ADS_3

Hari pertama syuting Hana dan Dean di langsung kan di luar kota sehingga selama dua bulan penuh Hana akan meninggalkan Asakusa, Karena pagi ini Jun tidak bisa melihat kepergian Hana ia pun hanya dapat mengirimkan sebuah video singkat tentang kerinduannya yang sudah di rasakanya saat ini jiga, Hana hanya dapat tertawa saat memutar video tersebut kemudian membalaskan sebuah rekaman video balik untuk menyemangati Jun.


Untungnya kepergian Hana dengan Dean kali ini tidak membuat Jun cemburu, Tampaknya Jun sudah tidak takut lagi jika Hana dekat dengan Dean walaupun seperti itu ia harus tetap waspada karena sebelumnya Dean sudah mengatakan sendiri kepadanya bahwa ia juga menyukai Hana.


Tujuan Hana dan Dean kali ini adalah Kyoto tempat di mana Urahara dan Mimi tinggal, Hana sangat senang mendengar lokasi mereka yang berada di Kyoto sebab dirinya bisa sering bertemu dengan Mimi di sana. Seluruh pemain dan kru perfilman telah menaiki bus menuju Kyoto sementara Hana dan Dean di pisahkan menggunakan mobil pribadi sutradara.


Setelah lima jam menempuh perjalanan, Semuanya telah tiba dengan selamat di sebuah penginapan yang menyajikan daun warna warni di pertengahan musim gugur ini. Kyoto sendiri terkenal dengan budaya Jepang yang begitu kental bangunannya pun masih menggunakan bangunan modern berbeda halnya dengan yang ada di Tokyo di mana semua fi dominasi oleh bangunan yang modern.



Tempat mereka tinggal malam ini merupakan penginapan yang paling mewah dengan desain asli bangunan Jepang, Di sana juga ada Onsen sehingga pengujung bisa dapat berendam air panas untuk menghilang rasa penat setelah seharian bekerja.


Hana yang saat itu ingin segera berendam di air panas segera menarik koper dan menyimpannya di dalam kamar, Setalah itu ia pun segera pergi sendirian menuju Onsen untuk berendam.



Hana yang telah tiba di permandian air panas itu segera masuk ke dalam kolam yang berukuran cukup besar kemudian merendamkan tubuhnya ke dalam air yang terasa begitu hangat, Hana yang menenggelamkan tubuhnya hingga batas leher itu memejamkan mata sembari memikirkan hal yang menyenangkan.


Tiba-tiba Hana mendengar seorang pria yang tengah bercakap-cakap di balik pintu besar yang menghalangi antara kolam dan ruang ganti, Hana yang mulai panik pun bingung harus melakukan apa sementara saat ini ia tidak memakai sehelai pun benang.


Tepat pada saat pintu terbuka Hana segera menenggelamkan dirinya agar tidak ketahuan, Kedua pria yang baru saja masuk dan merendamkan tubuhnya adalah Dean dan Maito managernya, Hana tak tahu kalau yang di masukinya adalah kolam untuk pria sehingga ia merasa sangat malu saat ini.


Dean yang melihat ada gelembung air yang keluar dari sudut kolam membuatnya penasaran, Ia melirik Maito yang sudah ketiduran dengan posisi mengadap ke arah pintu. Dean yang penasaran pun segera mengecek gelembung tersebut, perlahan tapi pasti Dean dapat melihat kepala Hana yang muncul akibat tak tahan berada di dalam sana hingga akhrinya Hana memunculkan kepalanya untuk mengambil sedikit udara.


Dean yang melihatnya membeku sejenak sebelum akhirnya Hana menyuruh nya untuk diam, Dengan posisi yang tidak nyaman itu Hana meminta Dean untuk tidak berteriak atau apapun yang dapat membangunkan Maito.

__ADS_1


" Bagaimana kau bisa ada di kolam pria? " Bisik Dean begitu hati-hati.


" Aku tidak memperhatikan tandanya saat aku masuk tadi, Yang terpenting saat ini bantu aku keluar dari sini. " Ucap Hana tak kalah pelan dari Dean


Baru saja Dean hendak memikirkan cara agar Hana dapat keluar tanpa sepengetahuan siapa pun tiba-tiba saja beberapa kru film masuk ke dalam area itu untuk berendam, Hana kembali menenggelamkan dirinya dan Dean yang hanya menenggelamkan sebagian badannya berusaha menutupi Hana.


" Maaf, apa kalian bisa memakai kolam lain? " Sahut Dean tiba-tiba membuat mereka terheran-heran.


" Oh ada orang, Aku benar-benar mengantuk berendam di air hangat. " Ucap Maito yang sudah terbangun


" Sepertinya aku tidak sengaja buang air kecil, Jadi kalian bisa pindah kolam. " Dean mengatakan hal itu dengan nada terpaksa, Untungnya mereka semua langsung jijik dan bergegas meninggalkan tempat itu termasuk Maito yang mengumpat ke Dean karena sudah mencemari tubuhnya.


" Huftt.. Bohong sedikit tidak apa-apa lah yang terpenting kau bisa keluar sekarang. " Ucap Dean memberi kode kepada Hana dengan menggerakkan air.


Dean yang mulai panik segera mengambil handuknya dan menutupi tubuh Hana dengan menerka-nerka. Setelah berhasil ia pun langsung menggendong Hana dan membawanya ke kamar wanita itu.


\*


Perlahan tapi pasti Hana mulai membuka kedua matanya, Ia mengerjap pelan sambil memikirkan bagaimana dirinya bisa ada di tempat tidur saat ini. Suara Dean tiba-tiba membuat Hana mengingat apa yang telah terjadi kemudian dengan refleks menutupi tubuhnya dengan selimut sembari menatap Dean meminta penjelasan.


" Kau tiba-tiba pingsan dan aku terpaksa membawamu keluar dari air, Tapi kau tidak perlu khawatir aku menutup mataku saat memakaikan handuk untukmu. " Jelas Dean yang ketakutan Hana akan marah padanya


" Kau yakin tidak melihatnya. " Ucap Hana masih dengan posisi yang sama


" Tentu saja, Aku berjanji tidak pernah melihatnya walau sedikit. "

__ADS_1


Ucapan Dean yang cukup meyakinkan berhasil membuat Hana kembali tenang, Kemudian ia menanyakan apakah ada yang melihatnya di kolam pria dan Dean menjawab bahwa sejauh ini aman.


" Aku takut rumor lain akan muncul dan membuat hubunganku dan Jun kembali runyam. " Gumam Hana yang entah kenapa membuat hati Dean teriris.


" Aku yakin itu tidak akan terjadi lagi, Kau istirahat lah lebih banyak jangan sampai sakit besok kita akan melangsungkan syuting. " Dean segera bangkit dan beranja pergi meninggalkan Hana


Setelah Dean menutup pintu kamar Hana, Ia mencoba untuk tenang dan menerima kenyataan bahwa sekuat apapun ia mendekati Hana hal itu tidak akan membuat Hana jatuh hati kepada Dean, Pria itu kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemudian mencoba menghubungi seseorang yang sejak tadi ada di fikirannya.


" Bantu aku memisahkan mereka. " Ucap Dean setelah panggilan tersebut berhasil tersambungkan.


\*



Pagi yang cerah dengan nuansa khas Kyoto mengawali syuting perdana Hana di sebuah toko buku, Pagi ini mereka akan take video untuk awal pertemuan Hana ( Yuki) dan Dean ( Naoki), Proses syuting berjalan sangat lancar sampai di pertengahan naskah untuk hari pertama ini, Setelah break sejenak Hana segera meminta ponselnya pada Yamato untuk mengecek pesan dari Jun yang belum sempat di bacanya.


Pesan itu berbunyi tentang Jun yang akan melakukan perjalanan bisnis ke beberapa negera selama dua bulan, Hana tidak merasa khawatir sebab dirinya pun sedang sibuk syuting sehingga ketika mereka selesai nanti akan ada waktu untuk mereka dapat bersama-sama.


Ketika syuting kembali di mulai, Hana segera bersiap-siap di tempatnya sesuai arahan naskah yang sebelumnya di baca. Dari jauh tampak dua orang kenalan Hana mendekati lokasi syuting dengan wajah bangga melihat Hana yang sudah pandai dalam berakting mereka tak lain adalah Urahara dan Mimi yang menyempatkan hadir untuk melihat proses syuting Hana.


" Apa sebaiknya aku juga menjadi artis? " Gumam Mimi melirik Urahara menunggu persetujuan.


" Ku rasa sebaiknya kau menjadi wanitaku saja" Ledek Urahara yang langsung membuat wajah Mimi berubah kecut.


Selain untuk melihat Hana, Keduanya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting di mana Mimi dan Urahara akan segera melangsungkan pernikahan mereka di mana sebelumnya Urahara telah melamar Mimi di depan kedua orang tuanya sehingga hari ini mereka akan memberi tahu Hana terlebih dahulu baru setelah itu Jun dan juga semua orang yang mereka kenal.

__ADS_1


__ADS_2