
Rin harus mengigit jari kesal setelah melihat melihat hubungan Hana dan Jun masih tetap harmonis bahkan lebih romantis dari hari biasanya, bukan Rin namanya jika sesuatu yang diinginkan kannya belum terjadi maka dirinya tak akan menyerah sampai di situ. Masih ada satu senjata lagi yang akan di keluarkannya untuk memisahkan mereka berdua.
Rin menatap sebuah bangunan besar di hadapannya yang bertuliskan kantor pusat redaksi Tokyo, Di tangannya sudah ada sebuah cip memori yang akan menjadi senjatanya untuk merusak hubungan Hana dan Jun, sebelum itu Rin memastikan apakah ada orang yang memperhatikannya atau tidak dan setelah di rasanya tidak ada yang aneh Rin pun langsung memasuki gedung redaksi berita populer Jepang itu dengan tergesa-gesa, Kedatangannya secara tiba-tiba ini membuat kepala redaksi sekaligus teman dekatnya cukup terkejut terlebih lagi ketika ia memberikan sebuah cip memori kepada pria yang bernama Hatori itu.
" Kau ingin berita palsu lagi? " Ucapnya seakan-akan telah mengenal Rin dengan segala kecurangan yang di lakukannya.
" Lakukan saja, Kau harus membuat berita yang dapat menghebohkan hingga ke seluruh dunia. " Lontar Rin penuh antusias
Hatori terkejut ketika melihat foto yang terdapat dalam cip tersebut, ada dua foto dan keduanya benar-benar akan menggemparkan seluruh Jepang. Sebagai gantinya Rin ikut terlibat dalam berita itu nanti namun hal itu tidak akan menjadi masalah baginya karena apapun yang akan terjadi nanti dirinya masih mempunyai rencana lain.
" Kau benar-benar licik Rin, Tapi terima kasih karena sudah memberikan foto-foto ini dengan begini perusahaanku akan mendapat keuntungan banyak. "
" Ku harap beritanya segera keluar secepatnya, Kalau begitu aku permisi dulu masih ada hal lain yang harus ku kerjakan. " Begitu Rin pamit undur diri wanita itu segera meminta supirnya untuk mengantar Rin ke rumah keluarga Misugi.
\*
Hana terpaku sejenak setelah melihat berita yang di siarkan di televisi, Tampaknya semua media sudah membahasnya dengan kompak seakan menjadikan berita ini menjadi tranding nomor satu di Tokyo, Hana merasa kakinya lemas hingga tak dapat menahan berat tubuhnya seketika itu ia melangkah mundur hingga mendapat sofa kemudian menjatuhkan tubuhnya dengan lemah.
Baru-baru ini tersiar kabar tentang hubungan intim yang di lakukan oleh Misugi Jun dan Rin Sakuragi di sebuah hotel yang terletak di New York, media bahkan menambahkan kalau keduanya memang sengaja menghabiskan waktu libur bersama di luar negeri dan yang di takutkan Hana terjadi lagi, Entah kenapa ia teringat saat ia menelpon Jun dan mendengar suara orang yang sedang berhubungan, Hana yang mencoba untuk tidak mempercayai berita itu pun harus menerima bukti nyata dengan tersebarnya foto Jun ketika hendak menidurkan Rin di tempat tidur.
__ADS_1
" Mana yang harus ku percaya? Berita ini atau Jun, Kenapa hal ini terus terjadi pada hubungan kami. " Keluh Hana yang mulai tak bisa membendung air matanya lagi.
Suara bel yang berbunyi secara beruntun membuat Hana menoleh ke arah pintu namun ia masih berada di posisinya, Belum melihat siapa yang datang Hana sudah tahu kalau yang datang saat ini tak lain adalah Jun. Setelah membunyikan bel Jun kembali menghubungi Hana namun masih tak di gubris oleh wanita itu.
" Aku butuh waktu untuk sendiri, Tolong jangan menemuiku dulu. " Ucap Hana yang hanya dapat menatap panggilan dari layar ponselnya
Jun yang berada di luar tak mau menyerah untuk bertemu dengan Hana, Setelah mendengar berita itu Jun juga merasa syok alih-alih mencari tahu siapa yang menyebarkannya ia lebih memilih untuk menemui Hana terlebih dulu agar dapat menjelaskan bahwa berita itu tidak lah benar.
Teriakan Jun yang cukup kerasa memanggil nama Hana dapat terdengar olehnya namun Hana masih tidak ingin keluar untuk menemuinya, Jun yang merasa tak berdaya akhirnya mengirimkan sebuah pesan untuk Hana yang berbunyi ajakan untuk bertemu dan membahas masalah ini. dua puluh menit lamanya Jun menunggu Hana membalas atau setidaknya membaca pesannya sayangnya hal itu tak terjadi, Dengan berat hati Jun pun meninggalkan halaman rumah Hana menuju suatu tempat untuk meminta tolong mengatasi masalah ini.
\*
" Paman kau tidak perlu khawatir, Aku sudah merencanakan semua ini dengan baik, Berita ini hanya untuk merusak hubungan mereka saja setelah itu aku akan mengadakan pers yang menyatakan bahwa ada kesalahpahaman di foto itu, Kau tenang saja. " Balas Rin kembali membuat Arata lantas terdiam dan kembali duduk.
" Ku rasa mereka sudah marahan karena berita itu, dan sebentar lagi Jun akan mendatangi kantor redaksi tempat berita ini berasal, Semua berjalan sesuai rencana ku. "
" Awas saja jika berita ini sampai meragukan perusahaanku, Nama Jun sudah sangat baik saat ini dan aku tidak mau sampai dia terlibat skandal seperti itu. "
__ADS_1
Belum selesai mereka berbincang pintu tiba-tiba terbuka dengan lebar sehingga membuat Arata dan Rin berbalik melihat seseorang yang datang dengan wajah terkejut mereka.
" Misugi Dono, Di luar ada tuan muda yang ingin menemui anda. " Rupanya yang masuk adalah sekretaris pribadi Arata, begitu mengetahui Jun sedang berada di rumah Rin pun bergegas meninggalkan ruangan itu sebelum Jun tiba.
Saat Rin berhasil pergi saat itulah Jun datang dan langsung menemui Ayahnya dengan wajah yang sangat khawatir.
" Apa ayah sudah melihat beritanya? " Tanya Jun terlebih dulu.
" Ayah sudah melihatnya."
" Tolong jangan percaya soal berita itu, Aku hanya membantu Rin yang mabuk untuk dapat berbaring itu saja, dan soal foto itu aku tidak tahu kenapa mereka bisa mendapatkannya dan membuat berita yang tidak benar ini. " Belum sempat Jun melanjutkan omongannya, Arata sudah menyuruhnya untuk diam.
" Ayah percaya padamu nak, Kamu tidak mungkin melakukan hal tidak baik itu pada seorang gadis bahkan Hana sekali pun. "
" Bantu aku mengatasi masalah ini, Aku tidak bisa membuat Hana bersedih karena berita ini. " Pinta Jun dengan wajah sendunya
" Soal itu ayah akan menemui kepala redaksi dan meminta mereka mencabut artikel yang telah keluar pagi ini, Kau tidak perlu khawatir. " Ucap Arata berusaha menenangkan putranya
Setelah selesai meminta bantuan kepada sang Ayah, Jun segera pergi dan mencoba memikirkan bagaimana cara agar Hana mau bertemu dengannya. Setelah meninggalkan kediaman sang ayah, Jun kembali menghubungi Hana namun kali ini ponselnya dalam keadaan nonaktif tidak ada cara lain selain kembali ke rumah Hana, kali ini Jun akan menunggu Hana keluar bagaimana pun caranya, Ia bahkan tidak memperdulikan apapun selain Hana saat ini.
__ADS_1