
Di restauran, Hana dan Dean sibuk membahas tentang kesibukan mereka Hana pun ikut menceritakan bagaimana dirinya melepas kontrak dengan H&M yang telah membuatnya terkenal begitu pun Dean yang sebentar kontraknya dengan JM akan berakhir, Dean mengaku akan menjalani bisnis individu tanpa adanya kontrak yang mengikatnya dan Hana setuju akan ide Dean tersebut.
Selesai makan siang bersama, Keduanya mengunjungi taman Jardin du Luxembourg yang terletak di perbatasan antara Saint-Germain-des-Pres dan Latin Quarter, Taman ini memiliki 106 patung yang tersebar di seluruh taman, air mancur Medici yang monumental, Orangerie, dan Pavillon Davioud. Ada banyak kegiatan dan fasilitas untuk anak-anak seperti boneka, wahana dan slide. Banyak orang Paris atau wisatawan, dapat bermain catur, tenis, dan jembatan atau kapal kendali jarak jauh di taman tersebut.
Selain pemandangan yang Indah dengan taman bunga warna warni yang berkemaran dengan Indah membuat siapaun melihatnya dapat merasa rileks, Dean dan Hana duduk di bangku taman sambil menikmati es krim yang di bagikan secara gratis di taman itu. Keduanya asik memperhatikan anak-anak yang bermain dengan asyiknya di lapangan, banyak yang datang sore itu sehingga membuat taman menjadi sangat ramai.
" Malam ini aku akan ke Jepang. " Ucap Hana pelan
" Untuk apa? " Tanya Dean penasaran.
" Mimi sahabatku akan menikah, bagaimana pun juga dia adalah sahabat dekatku aku harus kesana mengucapkan selamat. "
" Kenapa kau tampak tidak senang? Sahabatmu akan menikah bukannya kau harus bahagia mendengarnya. "
" Aku bahagia.., yah.. Aku sangat bahagia. " Hana menjawabnya dengan nada yang aneh seakan dia tidak sungguh-sungguh saat menjawab pertanyaan Dean.
Tidak begitu lama dan juga tidak sebentar Hana dan Dean menghabiskan waktu di taman Luxembourg, Karena Dean harus kembali syuting ia pun memutuskan untuk berpisah dengan Hana di taman itu, untungnya jarak taman dan rumah Hana tidak jauh sehingga Dean tidak merasa bersalah jika meninggalkannya di sana.
\*
Malamnya Hana sudah berada di Bandara dengan di temani oleh Sana dan Kakeknya, Rencananya Hana akan menghabiskan waktu di Jepang selama seminggu karena acara pernikahan Mimi yang kebetulan di adakan di Hokkaido sehingga ia bisa tinggal bersama Naori selama seminggu itu, begitu mereka berpisah Hana segera melakukan boarding pass.
Sambil menunggu pesawatnya berangkat, Hana menjatuhkan tubuhnya di kursi lounge sambil mengecek ponselnya, Hana sengaja memberitahu Mimi kalau dirinya tidak sempat datang rencananya Hana akan memberi kejutan ketika dirinya tiba-tiba datang nanti. Seorang pria di sebelah Hana tampak sibuk membaca sebuah surat kabar hingga menutupi sebagian wajahnya, yang membuat Hana terus meliriknya karena pria itu selalu berdeham tidak jelas sehingga membuat Hana menjadi risih.
" Sendirian saja? " Gumam pria itu ketika menutup surat kabar kemudian melirik ke arah Hana.
" Dean? Apa yang kau lakukan di sini? " Tanya Hana sempat terkejut mengetahui bahwa pria yang berada di sebelahnya adalah Dean.
" Aku? Tentu saja kembali ke Jepang. " Balasnya santai
__ADS_1
" Bukannya kau masih ada jadwal di sini??? "
" Sudah ku selesaikan sore ini, Kebetulan Presdir agensi ku ingin bertemu denganku dan membahas soal pengakhiran kontrak. "
" Kau membuatku terkejut tau. "
Dean hanya terkekeh saat Hana mencubitnya pelan, Setelah itu keduanya kembali menunggu sampai pesawat yang akan mereka naiki siap.
\*
Jun meraih stelan jasnya dengan malas kemudian meliriknya di depan cermin, Tanpa berpikir panjang pilihannya pun jatuh pada jas berwarna hitam dengan dasi berwarna merah untuk di kenakannya menghadiri pesta pernikahan Urahara dan Mimi. Setelah mengetahui Hana tak akan hadir di sana entah mengapa semakin membuat Jun malas, Walaupun ia tahu Hana tidak akan menyapanya jika mereka bertemu.
Katakura mengetuk pintu kamar Jun sembari menanyakan apakah dia telah siap atau belum, Selang beberapa saat Jun keluar dengan wajah datarnya, Katakura hanya memandangnya memelas kemudian melangkah mengikuti langkah Kaki Jun.
Di perjalanan Jun tidak banyak bicara, Jiwanya seperti menghilang dari raga membuat suasana di dalam mobil terasa sangat aneh. Karena ini merupakan perjalanan jauh dan Jun tidak ingin repot dengan kekuasaan yang di miliknya Jun sampai menyewa jet pribadi untuk terbang ke Hokkaido bersama sekretaris nya itu.
Dia adalah Hana dan Dean yang datang secara bersamaan, Urahara dan Mimi yang melihatnya terkejut bukan main sebab sebelumnya Hana mengatakan tidak sempat hadir ke acara mereka dan yang lebih mengejutkan lagi adalah kehadiran Dean yang sekarang sudah berada tepat di hadapan Hana dan Mimi.
" Selamat yah, akhirnya kalian melangsungkan pernikahan juga. " Ucap Hana setelah memeluk Mimi.
" Ku pikir kau tidak akan datang, aku hampir saja memarahimu. " Ucap Mimi kesal
" Aku sengaja membohongimu supaya bisa memberikan surprise. "
" Kalian datang bersama? " Tanya Urahara dan di balas anggukan mantap dari Hana.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan Jun datang menghampirinya mereka awalnya Jun tidak tahu kalau di situ ada Hana namun ketika mata mereka saling bertemu suasana seketika hening, waktu seakan berhenti dan hanya mereka yang terdapat di tempat itu.
" Hana.. Hana.. Jun.. Jun.. " keduanya tersadar dan kembali memalingkan wajah.
" Selamat atas pernikahan kalian. " Ucap Jun berusaha tetap semangat di depan Hana
Setelah mereka selesai memberikan ucapan selamat, Hana dan Jun tampak duduk di meja yang cukup berjauhan dengan Hana namun masih dapat melihat satu sama lain. Jun yang melihat Hana datang bersama Dean seketika membuat hatinya sakit, nyatanya perasaan Jun terhadap Hana masih sangat besar hingga sekarang, melihatnya dalam keadaan baik-baik saja entah mengapa ingin membuat Jun memeluknya walau hanya sebentar.
" Bukannya itu Dean dan Hana.., "
" Benar, itu mereka. "
" Wah ternyata rumor itu benar, Hana membatalkan pernikahannya karena Dean, ku dengar mereka berada di Pernacis kemarin, "
" Benarkah?? "
" Foto mereka tersebar di situs online tadi malam, Nampaknya mereka sedang berkencan. Tidak ku sangka keduanya datang ke acara ini. "
" Tapi lihat, di sana ada mantan tunangannya, kasihan sekali dia terlihat sedih. "
Cuap-cuap omongan orang itu hanya di dengar Jun seperti angin berlalu, Bodohnya mereka menceritakan tentang Hana di dekat Jun yang masih dapat mendengar omongan mereka. Jun melirik Hana yang tampak asyik mengobrol bersama Dean, Jun merasa bahwa Hana memang terlihat bahagia berbeda dengan dirinya yang bahkan untuk tersenyum pun terasa sulit.
Ketika Jun beranjak pergi, Hana sempat meliriknya dan berpura-pura ke toilet untuk mengikuti Jun yang tiba-tiba keluar ruangan. Diam-diam Hana membuntuti Jun yang berhenti di luar gedung sambil membungkuk memangi lututunya.
Tampaknya Jun sedang menangis, sesekali ia mengusap air matanya dan suara isakan tangisnya terdengar jelas di telinga Hana yang sedang bersembunyi di balik tembok, Hana mengintip lagi kemudian kembali bersembunyi tanpa sadar air matanya terjatuh, ia ikut sedih melihat Jun yang menangis sendirian seperti itu.
" Jun... " Panggil seseorang dari arah yang berlawanan. Pria yang barusan memanggil Jun adalah Katakura yang berhasil menemukan Jun, sontak Jun segera menghapus air matanya agar katakura tidak khawatir.
" Kita harus pulang, Klien kita tiba-tiba datang dan memutuskan untuk bertemu denganmu. "
Begitu mereka meninggalkan tempat itu Hana keluar dan menatap punggung Jun yang mulai menghilang di balik bangunan.
" Apa kau menangis karena aku ???" Gumam Hana sambil menyeka air matanya.
__ADS_1