
Pukul 12 malam, Agrif tiba di rumah, dengan wajah sangat datar, membuat siapapun yang melihat nya akan bergedik takut.
Agrif turun dari mobil, dan langsung di hampiri oleh satpam, "den, ada orang yang datang cari den Agrif. Dia baru aja pulang," kata satpam itu dengan sopan.
"Siapa?" tanya Agrif.
"Dia nggak kasi tahu namanya. Tapi dia bilang, den Agrif pernah memanggilnya dengan kakak cantik, " jelas satpam.
Deg...
Ucapan sang satpam membuat jantung Agrif berdetak kencang, sudah beberapa lama dirinya di sini, dia belum mencari dimana Lea tinggal, bagaiamana pun, Lea adalah wanita yang sangat berjasa dalam hidup cowok itu.
"Dia dimana?" tanya Agrif, padahal satpam baru saja menjelaskan jika wanita itu sudah pulang.
__ADS_1
"Saya sudah bilang den, dia sudah pulang. Katanya besok dia akan kembali kesini," jelas satpam itu lagi membuat Agrif mengusap wajah nya.
"Kalau dia datang kesini lagi, suruh langsung masuk kerumah. Kalau saya nggak ada, langsung telfon Jonatan." Agrif memberikan penahanan kepada satpam di depan nya, dan dibalas anggukan paham.
Lepas itu Agrif masuk kedalam rumah, Lea sampai menghampiri dirinya di rumah, seharusnya dia yang menghampiri Lea, bukan malah sebaliknya.
Karna sibuk dengan ajang balas dendam, membuat Agrif lupa tujuannya yang satu itu, jika dia ke Jakarta juga untuk menemui sosok Lea.
Agrif mulai fokus mengerjakan pekerjaan nya, hingga jam dinding sekarang sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, sebentar lagi subuh. Sekitar sepuluh menit, pekerjaan nya selesai, cowok itu langsung merebahkan dirinya di atas kasar empuk, mungkin karna Agrif kecapean dia langsung tidur tanpa membersihkan wajah lebih dulu.
***
Sedari tadi Farel bergerak gelisah, bagaimana tidak jika nomor ponsel Dyta sampai sekarang belum aktif juga, dia mengirimkan pesan kepada Dyra, dan gadis itu mengatakan jika Dyta sedang bepergian dengan cowok lain, padahal Farel tahu jika pesan balasan dari Dyra adalah suatu kebohongan yang tidak boleh ia pikir, namun sialnya dia terus-terusan memikirkan nya, membuat Farel belum tidur padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 subuh, cowok itu belum tidur sama sekali .
__ADS_1
"Awas aja lo, Ta. Besok bakal gue habisin lo," desis Farel sembari mencari posisi yang nyaman untuk tidur, namun dia tidak menemukan posisi nyaman itu. "Sialan!" Dengan kesal Farel bangun dari tempat tidurnya.
Pukul empat subuh, Farel malah berjalan menuju dapur untuk masak mie, kelamaan begadang membuat nya lapar.
Cowok itu mulai memasak mie dengan pikiran yang terus-terusan memikirkan Dyta, sedang apa gadis itu, mungkin Dyta sudah tertidur pulas saat ini, sementara dirinya masih memikirkan gadis curiting itu.
Ting...
Dengan cepat Farel menyambar ponselnya, dia pikir yang membalas pesan nya adalah Dyta, ternyata yang mengirim pesan pada nya adalah kembaran Dyta.
Farel mengerutkan dahi saat membaca pesan aneh, menurut nya dari Dyra, "nih centil kesambek apa."
"Kak Farel, besok ajak Dyra jalan-jalan ya. Udah itu, Dyra nggak akan minta sama kak Farel lagi. Selama-lamanya." Ini adalah isi pesan Dyra untuk Farel.
__ADS_1