Stay With Me

Stay With Me
Kenapa?


__ADS_3

Lagi dan lagi, di saat Dean berusaha untuk melupakan Hana seutuhnya takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah film pendek yang akan mereka perankan, Dalam film ini Hana akan menjadi pemeran utama wanita sementara Dean akan menjadi pemeran prianya, Mereka bertemu di salah satu studio perfilman yang akan mereka bintangi di daerah Kanto.


Hana menyapa Dean seperti biasa namun Hana tak tahu sapaan itu berhasil membuat Dean merasa sangat senang, Bahkan ketika mereka berdua duduk bersebelahan entah kenapa Dean merasa jantungnya akan meledak sesuka itukah dirinya pada Hana padahal dulu ia masih bisa menahan perasaan ini, tapi sekarang rasanya benar-benar tidak sama lagi.


Selama sutradara menjelaskan tentang alur filmnya, Dean tampak melirik Hana tanpa mendengarkan dengan baik arahan yang di berikan, Saat sutradara menegur Dean sontak pria itu langsung berkata " Cantik, " Dengan menatap Hana yang saat itu di balas tatapan heran oleh Hana.


" Kau tidak mendengar apa yang ku katakan barusan Dean? " Sahut Sutradara seketika membuat Dean meminta maaf.


" Aku sudah memberikan arahan selama setengah jam dan kau tidak mendengarkan dengan baik, Sebagai gantinya biarkan Hana saja yang menjelaskan ulang, Aku harus pergi untuk mengurus sesuatu pertemuan kita cukup sampai di sini. " Lanjutnya segera meninggalkan ruangan itu yang di mana hanya menyisahkan Hana dan Dean.



" Apa kau sakit? " Tanya Hana pada Dean yang terlihat memegang kepalanya.


" Sepertinya begitu. " Balas Dean dengan arti yang merujuk pada sakit hati yang sulit di kendalikan.


" Sebelum syuting di mulai apa kau ingin pergi bermain denganku? " Ajakan Hana barusan seolah-olah memberikan semangat yang besar untuk Dean, Pria itu mengangguk mantap dan segera pergi bersama Hana kesuatu tempat.


Masih ada tiga jam sebelum pesta perayaan ulang tahun Ayah Jun di mulai, Dengan begitu Hana akan menghabiskan waktu yang tersisa bersama Dean dengan mengunjungi pusat game yang menjadi tempat favorite anak-anak remaja sehabis pulang sekolah, Kebetulan saat itu sedang sepi sehingga mereka berdua dapat bermain dengan leluasa.


Salah satu permainan yang di mainkan mereka adalah balap motor, Hana dan Dean sudah berada di posisi masing-masing ketika layar sudah menyatakan di mulai mereka pun mulai menggerakkan motor mainan yang mereka kendarai sesuai alur yang di lihatnya pada layar. Setelah asyik bermain motor-motor mereka beralih pada permainan lempar basket di permainan ini sayangnya Hana kalah dengan skor 4 sementara Dean berhasil mencetak skor sempurna.


Terkahir Hana yang tertarik dengan capit boneka segera memasukkan koin ke dalam mesin tersebut dan mulai mengarahkan pencapit pada sebuah boneka tupai, Saat pencapit berhasil mencapit boneka Hana pun dengan hati-hati menggerakkannya ke lubang masuk namun sayang boneka tupai itu jatuh sebelum memasuki lubangnya.


" Sayang sekali. " Keluh Hana memanyunkan bibirnya seperti bebek


" Biarkan aku yang mencobanya. " Dean yang tertarik ikut melakukan hal yang sama, Dan setelah beberapa saat rupanya Dean berhasil mengambil boneka yang sebelumnya Hana inginkan.


" Yeaahhhh kau berhasil, Aku sangat menyukai boneka ini, Aku akan menyimpannya di kamarku sebagai salah satu boneka favorite, terima kasih Dean kau berhasil mendapatkannya. " Seru Hana memeluk dan mencium boneka tupai itu


" Aku tidak bilang kalau boneka itu untukmu. " Lontar Dean seketika membuat Hana memelas sambil menyodorkan boneka itu padanya.


Dean meraih kepala Hana kemudian mengelusnya sambil tertawa kecil, Hal itu membuat Hana yang terkejut menatap Dean dengan heran sebaliknya Dean salah tingkah dan segera melepas tanganya.


" Aku bercanda, boneka itu untukmu. " Lanjutnya berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah akibat malu.


\*

__ADS_1


Pesta perayaan ulang tahun Misugi Arata di adakan private oleh Jun dan Rey, Alasan Jun memilih merayaknnya secara private untuk menghargai ibu tirinya yang sedang di penjara, Mereka bisa saja mengadakan pesta yang besar dan meriah namun apa kata orang nanti, Anggota keluarga lain sedang kesusahan di balik jeruji besi sementara mereka mengadakan pesta besar-besaran.


Pesta ulang tahun di adakan di sebuah gedung yang telah di sewa oleh Jun sebelumnya, Ayah mereka tidak tahu soal pesta ini sehingga Jun sendiri lah yang akan datang untuk menjemputnya. Di tempat acara sudah ada Katakura dan Rey serta istrinya yang mengatur segala keperluan, Sementara itu Hana yang baru saja tiba ikut membantu sebisanya.


Ada satu orang lagi yang datang di pesta tersebut, Dia adalah Rin sakuragi yang sebelumnya mendapat undangan khusus dari Jun. Rin di sambut hangat oleh semuanya dan wanita cantik itu pun ikut mengambil posisi saat Jun dan Ayahnya tiba nanti, Sebuah pesan singkat masuk melalui ponsel Rey yang berbunyi arahan untuk bersiap-siap memberikan kejutan.


Pintu besar itu terbuka dan memunculkan dua orang pria yang berjalan bersama memasuki ruangan itu, Semuanya langsung kompak meneriakan kejutan pada Arata sehingga membuat pria paruh baya itu terkejut dengan senyum yang perlahan mengembang di wajahnya.


" Selamat ulang tahun ayah. " Ucap Jun terlebih dulu


" Ayah sudah tua kenapa di adakan pesta kejutan seperti ini. " Ucapnya rada geli


" Ini ide Jun dan Aku untuk menghibur ayah, " Sahut Rey yang mendekat ke arah beliau.


Arata kemudian meraih kedua putra tampannya itu ke dalam pelukan singkat dan mengucapkan banyak terima kasih, Setelah itu tiba saatnya Jun memberikan kadonya di mana saat Arata menerima kado dari Jun ia kembali mengatakan hal yang tidak perlu, Itu adalah pemberian pertama Jun selama ini dan di anggap Arata sebagai pemeberian teristimewa, Tak mau kalah Rey pun ikut memberikan Arata sesuatu yang berupa kotak kecil persegi panjang.


" Apa ini ?" Ucapnya dengan penasaran, Kemudian Rey menyuruhnya untuk membuka penutup kotak tersebut.


Arata yang telah membuka kotak tersebut tiba-tiba di kejutkan dengan sebuah tespek kehamilan yang memperlihatkan dua garis merah, Arata menatap Rey dan Himeka dengan tatapan tak percaya kemudian dengan bangga memeluk kembali Rey dan menantunya itu, Akhirnya yang di tunggu-tunggu telah tiba saat di mana Arata akan menimang seorang cucu dari putra pertamanya, Jun yang merasa hadiahnya lah yang paling istimewa langsung merasa down namun di samping itu ia juga ikut bahagia karena akan mendapat seorang ponakan.


Rin kembali beraksi dengan memberikan hadiahnya, Arata yang menerima nya pun langsung tersenyum senang sembari memeluk Rin sebentar sebelum ia membuka kotak hadiah pemberian Rin.


Selanjutnya giliran Hana yang menyerahkan kotak hadiahnya, Namun sayang ketika Hana memberikan kotak tersebut Arata hanya menerimanya tanpa membuka isi kotaknya, Lantas Hana merasa sedih di perlakuan berbeda dari Rin.


" Saatnya kita tiup lilin agar Ayah dapat mengucapkan permintaannya di hari spesialnya ini. " Sahut Rey yang tiba-tiba membuat suasana kembali meriah.


\*


Hana menjatuhkan tubuhnya di atas sebuah kursi taman setelah ia meninggalkan tempat pesta, Wajahnya sendu dan tak bersemangat entah kenapa rasanya seperti orang asing saat berada di pesta ulang tahun itu. Hana yang pergi tanpa sepengetahuan Jun tampaknya tak membuat Jun peka dengan ketiadaannya di sana terbukti sampai saat ini Jun bahkan belum mencarinya atau setidaknya menghubungi Hana.


" Kenapa Presdir sekarang terlihat seperti dia yang menentang hubunganku dengan Jun dulu? Sebenarnya apa yang dia inginkan untuk bisa menyukaiku. " Batin Hana yang mulai berpikiran yang tidak-tidak


" Hana. " Seseorang baru saja membuat Hana menoleh melihatnya.


" Ryota? " Ucap Hana terkejut melihat kehadiran teman kecilnya yang bekerja di JM Entertainment itu.


" kau sedang apa malam-malam begini dengan pakaian seperti itu. " Ucap Ryota menunjuk Hana yang saat itu memakai sebuah gaun malam.

__ADS_1


" Aku dari pesta Ayah Jun, Kau sendiri apa yang sedang kau lakukan di sini? " Tanya Hana balik.


" Aku tinggal di dekat sini. Kau ingin mampir ke rumahku? " Hana berpikir dengan ajakan Ryota barusan setelah memikirkannya cukup lama ia pun tertarik dan mengiyakan ajakan tersebut.


Setibanya di kediaman Ryota, Hana di sambut ramah oleh Ibu yang telah mengadopsi Ryota dulu rupanya Ryota di angkat menjadi anak oleh orang kaya yang memiliki apartemen mewah seperti yang Hana datangi saat ini, Keduanya berlalih menunuju paviliun untuk melanjutkan percakapan mereka.


" Bagaimana kehidupan seorang artis, Apa kau menyukainya? " Tanya Ryota sembari mengupas kulit jeruk.


" Menyenangkan, Tapi seperti itulah semuanya tidak berjalan mulus sesuai rencana, terkadang kau ingin melakukan ini tapi tidak boleh, Yah seperti itu ."


" Seandainya waktu itu kau bergabung dengan JM pasti aku akan selalu membantumu. "


" Sudah takdirku berada di agensi lain. " Ucap Hana tersenyum kecil


\*


Sepulang dari rumah Ryota, Hana tiba-tiba bertemu dengan Jun di taman yang di tempati Hana sebelum bertemu dengan Ryota. Jun melirik Hana tajam mulai melontarkan beberapa pertanyaan seputar menghilangnya Hana saat acara di mulai. Apalah daya Hana yang tidak bisa berkata jujur kalau dirinya merasa tidak nyaman saat berada di sana.


" Aku mendapat panggilan mendadak dari Yamato San, Jadi ku pikir aku pergi menemuinya sebentar kemudian kembali lagi. " Elak Hana


" Ku pikir kau bosan dan melarikan diri tanpa memberitahu ku dulu. "


" Itu tidak mungkin, Bagaimana pestanya? Apa sudah berakhir ?" Tanya Hana ketika mereka sudah menjatuhkan tubuh mereka pada kursi taman.


" Ayah sudah pulang karena kelelahan, Di sana hanya ada Katakura Yang menunggurus tempat. "


" Bagaimana dengan Rin? Apa dia sudah pulang? "


" Aku baru saja mengantarnya pulang lalu setelah itu mencarimu di sini. "


" Sepertinya Ayahmu sangat menyukai Rin. " Lontar Hana pelan


" Ayah juga menyukaimu, Dia mengatakan kalau hadiahmu sangat Bagus. " Jun terpaksa berbohong pada Hana agar senyum wanita itu kembali terlihat


Benarkah ? Aku senang mendengarnya. " Lanjut Hana sesuai yang di harapkan oleh Jun


" Kau tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak, Ayah sangat menyukaimu jika tidak kenapa dia memberi restu waktu itu. "

__ADS_1


" Kau benar. " Ucapnya dengan meyakinkan diri bahwa semua ini akan baik-baik saja.


__ADS_2