Stay With Me

Stay With Me
Penolakan


__ADS_3

Jun duduk di sebelah Ayahnya sambil memegang tangan beliau yang sangat lemah tak berdaya, Saat ini mereka kembali berada di ruang ICU tampaknya kondisi Arata kembali memburuk setelah mengetahui Hana sudah mengetahui kebenaran itu, Arata melirik Jun dengan kesadarannya yang masih tersisa akibat suntikan obat yang di terimanya beberapa saat yang lalu.


" Temui dia, Minta maaf dan sampaikan permohonan maaf Ayah padanya, Maafkan Ayah karena telah berbuat jahat dan melampiaskan semua ini kepadamu nak... ayah tidak pernah bermaksud menyusahkan mu.. " Gumam beliau dengan suara yang parau


" Jika aku menjadi dirimu waktu itu mungkin aku akan melakukan hal yang sama, Aku tahu Ayah sangat mencintaiku sampai melakukan apapun untuk melindungiku, seharusnya aku yang minta maaf karena tidak pernah menjadi anak yang baik. " Lontar Jun yang mulai berkaca-kaca.


" Kamu anak yang baik, Pasti ibumu sangat bangga melihatmu tumbuh seperti ini, Sekarang pergilah temui Hana dan jelaskan semuanya kalau kamu tidak tahu apa-apa soal ini, Pasti Hana akan memaafkan mu. " Suruh Sang Ayah kemudian membuat Jun beranjak pergi.


Setelah keluar dari ruang ICU, Jun menghampiri kakaknya dan meminta Rey untuk menjaga Ayah nya selama dirinya pergi. Tak ada yang berani bertanya soal kejadian ini bahkan Katakura pun masih diam dan menunggu Jun untuk menjelaskan semuanya nanti.


\*


Kini Jun sudah berdiri di depan rumah Sana untuk menemui Hana, Tanpa babibu lagi Jun langsung menekan bel rumah tersebut sebanyak tiga kali hingga pintu terkuak dan memunculkan sosok yang tak asing bagi Jun, dia adalah Naori ibu panti yang telah membesarkan Hana.


" Aku sudah mendengar semuanya dari Ibunya, aku tidak tahu pasti apa yang sebenarnya sudah terjadi di masa lalu, aku sangat kecewa padamu Jun.., kau sudah membuat putriku sedih hingga mengalami dua kali batal menikah, Apa kau tahu itu akan membekas di batinnya???? "


" Naori san aku sungguh tidak bermaksud melakukan hal inj pada Hana, tolong biarkan aku menemuinya dan menjelaskan apa yang belum dia ketahui, kumohon. " Pinta Jun dengan sangat


" Bukannya aku tidak mau kalian bertemu, Tapi sayangnya Hana sedang tidak di rumah, Dia pergi beberapa jam yang lalu dan dia tidak memberitahu kami kemana dia akan pergi. "

__ADS_1


Jun merunduk bingung sambil mengacak-acak rambutnya frustasi, Kemudian Sana keluar dan memberitahu Jun bahwa kemungkinan besar Hana pergi ke tempat yang menghubungkan dirinya dengan Kaji, dan saat itu timbul di pikiran Jun tentang Taman makam. Jun berterima kasih pada keduanya dan pamit undur diri.


Setibanya di sana, Jun mendapat seroang wanita yang mengenakan dress motif bunga tampak memandang satu batu nisan di luar danau dengan wajah yang begitu sayu. Langkah kaki Jun mendadak berat mendekatinya, hingga Hana tersadar dengan kedatangannya dan melihatnya sinis.


" Hana biarkan aku bicara denganmu. " Ucap Jun namun tidak di gubris oleh Hana, wanita itu beranjak dari tempatnya dan berjalan pergi.


" Aku lupa kalau tempat ini adalah makam keluarga kalian, Untuk hari ini sebaiknya makam Kaji tidak di sini lagi, Dia tidak sudi berada di tempat keluarga yang sudah membunuhnya. " Lontar Hana ketika melangkah meninggalkan tempat itu.


" Hana kumohon, dengarkan aku dulu.., Aku tidak tahu apa-apa soal ini dan aku juga baru tahu kalau ternyata jantung Kaji ada dalam diriku. " Sahutnya sempat membuat langkah Hana terhenti sejenak


" Bagaimana dengan kemarin saat kau mengetahuinya? Kenapa kau tidak memberitahuku ketika kau sudah tahu semuanya.? " Jawabnya tanpa berbalik menengoknya


" Tolong jangan temui aku mulai hari ini dan seterusnya. "


" Hana.. " Panggil Jun menghentikan langkahnya ketika Hana sudah berlari meninggalkan tempat itu.


\*


Hana menatap sebuah bingkai foto lama yang di temukan nya dalam sebuah kotak berwarna coklat, Air mata membanjiri pipi chubbynya suara isak tangis ikut mewarnai suasana saat itu. Entah sudah berapa kali dirinya meminta maaf pada benda mati itu dan saat ini hatinya seperti di hantam oleh benda keras. Sakit.. Sakit sekali.

__ADS_1


" Pantas saja selama ini jika berada di pelukan Jun aku selalu merasa ada kamu, Pelukan hangat dan nyamannya sama seperti saat memelukmu, bahkan aku tidak lupa suara debaran jantung mu ketika kita bersama... Tapi kenapa aku baru tahu hal ini sekarang, Seandainya waktu dapat terputar kita tidak akan terpisah seperti ini kan kamu tidak akan meninggalkan aku kan???? " Isak Hana terus mengusap foto Kaji.


Hana tak sadar kalau di ambang pintu sudah ada Naori yang memperhatikannya sejak tadi, Naori yang ikut sedih melihat Hana seperti itu merasakan hal yang sama sehingga ia mengurungkan niatnya untuk menghibur Hana karena tangisnya pecah duluan sebelum menghampirinya. Sana muncul dan menggantikannya untuk menghibur Hana.


" Hei.. Putri ibu kenapa masih menangis saja? Wajahmu akan bengkak kalau kau terus menangis seperti ini. " Sahut Sana mengelus kepala Hana dengan lembut


" Ibu.., apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus membalas kejahatan mereka, Apa sebaiknya aku melaporkan kejahatan ini pada kepolisian.., Pasti Kaji juga menginginkan hal ini, Dia sudah meninggalkanku selama setahun dan selama itu juga aku tidak tahu kalau dia meninggal dengan cara yang sadis. "


Sana meraih Hana ke dalam pelukannya, Membelai putrinya dengan penuh kasih sayang kemudian menyuruhnya untuk tenang dulu, sesuatu yang di ucapkan jika dalam keadaan marah biasanya akan mendatangkan penyesalan di akhir dan itulah yang Sana tekankan kepada Hana saat ini.


" Cobalah untuk mengikuti kata hatimu, Sesuatu yang di ucap ketika sedang kesal biasanya datang dari pemikiran yang sudah tidak jernih lagi, Apa kau masih mencintai Jun setelah mengetahui hal ini? "


Hening, Hana terdiam memikirkan kata apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan sang ibu melihat Hana yang kesulitan menjawab membuat Sana mengerti walau Hana tidak menjawabnya.


" Jangan menyiksa diri mu oke, Naori san ada di rumah dia tidak bisa melihatmu bersedih maka dari itu bersikap ceria di depannya sampai besok dia pulang. " Pesan Hana sebelum meninggalkan kamar putrinya.


Benar, Bukan hanya Hana saja yang merasa sedih saat ini orang di sekitar nya pun pasti merasakan hal yang sama jika melihatnya sedih seperti ini. Hana kemudian memanggil ibunya dengan wajah ceria.


" Apa makan malam sudah siap? " Tanya Hana kemudian di balas anggukan mantap oleh Sana

__ADS_1


Wanita itu menghambur ke pelukan Sana dan bergegas menuju ruang makan, Untuk saat ini Hana mencoba untuk menutupi kesedihannya dan segera menemui Naori yang katakan nya sedih melihat nya seperti ini.


__ADS_2