
" Jadi Dean adalah lawan mainku di Drama ini? " Tanya Hana pada Sutradara.
" Benar sekali, Aku memilih kalian berdua untuk memerankan Drama baruku yang berjudul Spring Love, Dean merupakan aktor yang benar-benar berbakat sementara kamu adalah pendatang baru yang akan ku buat seperti Dean, Kau paham maksudku kan ? " Hana menggeleng pelan dan di sambut tawa Sutradara Yabuki Ryo.
" Aku akan membantumu menjadi hebat seperti Dean, Dengan memasangkanmu main di Drama ini kau bisa mendapat ilmu dari dia, Dan soal kelas akting yang akan kau ikuti nanti, Dean akan menjadi salah satu guru aktingmu. "
Hana melirik Dean tak percaya, Sementara pria itu hanya menyunggingkan senyuman khas dari dirinya.
" Selama dua bulan kau akan mengikuti kelas akting sampai di mana kita akan melangsungkan pers untuk mengumumkan Drama ini. "
Begitulah pertemuan mereka yang di akhiri dengan perasaan Hana yang meletup-letup, Sejak tadi ia tidak dapat berpikir jernih, mendengar kelas akting yang hanya di lakukan dua bulan apakah cukup untuk dirinya yang seorang pendatang baru itu.
" Jangan khawatir, Aku akan membantumu. " Sahut Dean sukses membuat lamunan Hana barusan buyar.
" Yoroshiku onegaishimasu " Hana menunduk pelan kepada Dean dengan meminta bantuan agar dirinya dapat di latih sebaik mungkin.
*
Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas sebuah sofa berwarna pink pastel, Rasa lelah akibat merapihkan rumah barunya membuat Hana benar-benar merasa nyaman menyandar pada sofa barunya itu, Padahal baru dua puluh detik dirinya mendarat di sana dan kini rasa kantuk mulai menghantuinya.
Baru beberapa detik dirinya menutup mata, Dering ponsel membuat gadis itu terbangun dan menggapai ponsel yang terletak di atas meja. Hana menempelkan ponsel miliknya di telinga Tanpa melihat siapa yang baru saja menelponnya.
" Halo.., "
" Apa aku membangunkanmu? " Suara Jun baru saja membuat Hana merubah posisinya, Ia membenarkan intonasi suaranya agar tidak membuat Jun mengira bahwa dirinya baru saja bangun.
" Tidak, Aku hanya habis berbaring, Ada apa menelponku.?"
__ADS_1
" Aku kebetulan pulang cepat malam ini, Apa kita bisa bertemu? Kita sudah lama tidak keluar bersama."
" Baiklah, Jemput aku 20 menit lagi, Aku akan mengirim alamatnya ."
Begitu Hana menyudahi percakapannya dengan Jun, Ia segera mengirimkan alamat rumah barunya, Hana yakin Jun pasti akan terkejut melihat rumah baru Hana yang tidak jauh dari rumahnya.
Dua puluh menit kemudian, Jun tiba di depan sebuah rumah yang di tujukan alamat yang di berikan oleh Hana, Pria itu menggerlingkan matanya dengan heran kemudian menuruni mobilnya dan sekali lagi memastikan apakah alamatnya sudah benar, Dari tempatnya berdiri Jun sudah dapat melihat rumahnya yang berada di ujung kompleks, Apakah Hana baru saja memainkannya.
Pintu gerbang baru saja terbuka dan memunculkan sosok Hana, Sontak Jun kembali terkejut, Pria itu meminta jawaban atas apa yang di lihatnya malam ini. Hana tersenyum kemudian mengajak pria itu untuk masuk ke dalam mobil dahulu.
Di perjalanan menuju tempat kencan, Hana menceritakan kepindahannya yang memang sengaja tidak di beritahu kepada Jun, Alih-alih marah karena tidak di beritahu Jun malah terlihat kegirangan sebab akhirnya ia dan Hana memilki rumah yang berdekatan.
Mereka tiba di sebuah tempat yang tak asing bagi Hana, Tempat itu adalah Taman makam keluarga Misugi, Hana sampai melupakan sesuatu selama ini, Saat menginjakkan kaki di sana Hana tak henti-hentinya meminta maaf pada Kaji karena tidak pernah mengunjunginya lagi setelah sekian lama, Selagi Hana berada di makam Kaji, Jun pergi memasuki ruangan tempat ibunya.
Setelah menyudahi pertemuan mereka masing-masing, Hana mengucapkan banyak terima kasih pada Jun, Jika bukan karena dia mungkin Hana tidak akan bisa ke tempat ini, Keduanya kembali meninggalkan makam setelah itu menuju tempat untuk menghabiskan waktu berdua.
*
Hari pertama latihan akting bersama seorang aktor senior membuat Hana sangat gugup, Artis senior itu bernama Yamanaka Nao dan dia merupakan artis yang dulu bernaung di agensi H&M Entertainment, Untuk melatih akting Hana, Yamanaka menyuruhnya untuk meresapi sebuah film pendek kemudian memahami setiap emosi yang terdapat di sana.
Sekitar setengah jam mempelajari film tersebut, Hana di berikan selembar skrip Percakapan singkat antara dua orang, Kemudian Yamanaka mengajaknya untuk berdialog dengan menggunakan ekspresi sedih, Akting dan modeling merupakan dua pekerjaan yang berbeda dan berakting seperti ini sangat sulit untuk Hana.
" Oke, Latihan hari ini cukup. Tugasmu sekarang terus meresapi setiap emosi yang ada di dalam film ataupun drama, Kemudian resapi dan praktekkan secara perlahan, Dua hari kedepan aku akan mengetesnya lagi. " Hana menunduk hormat seraya mengucapkan terima kasih kepada Yamanaka Nao karena sudah melatihnya.
Hana menjatuhkan tubuhnya dengan malas pada sebuah sofa kemudian meraih skrip drama dengan wajah kelelahan, Rasa percaya dirinya muncul tatkala mengingat dukungan dari orang-orang terkasih, Hana kembali bangkit kemudian memergakan skrip yang ada di kertas terebut dengan menatap dirinya di pantulan cermin.
__ADS_1
Di sela-sela latihannya, Hana tak menyadari kalau Dean baru saja tiba dan memperhatikan adegan di mana Hana berlatih akting pada sebuah boneka beruang, Dean tersenyum kecil kemudian berdeham pelan, Hana berbalik dengan wajah malu dan memarahi Dean karena datang secara tiba-tiba.
" Kenapa kau ada di sini? Kau tidak ada jadwal? " Tanya Hana meletakkan skripnya di atas meja.
" Ada. Ini aku sedang mengerjakan jadwalku" Dean meraih skrip yang di letakkan Hana barusan kemudian membacanya dengan cermat.
" Maksudmu? Kau datang untuk melatihku akting? "
" Benar. "
" Bukannya jadwalmu minggu depan? "
" Aku ada jadwal dua minggu ke depan makanya aku meminta sutradara untuk melatihmu lebih awal. "
Hana hanya dapat mengangguk paham, Kemudian meminta Dean untuk mengajarinya dengan baik dan benar.
" Di dalam drama, klimaks paling penting adalah adegan pameran utama dan pria dapat memainkan chemistry yang alami sehingga para penonton mendapat feel dari drama tersebut, Kau beruntung bisa berlatih akting denganku yang sekaligus pemeran pria di drama kita, Kau harus bersiap-siap untuk mendapatkan pelatihan dariku."
Di latihan kali ini Dean mengajarkan Hana bagaimana cara mendapatkan chemistry antara dua pemeran utama, Perlahan tapi pasti Dean mendekatkan dirinya ke arah Hana kemudian menunduk pelan menjajarkan wajahnya di hadapan Hana kemudian menatap kelereng mata Hana yang terlihat sangat berbinar.
" Baik aku akan serius sekarang. " Hana mulai berakting serius dengan menatap balik pupil mata Dean.
Dua puluh detik terakhir Dean merasakan ada yang aneh saat melihat Hana dengan jarak yang dekat seperti itu, Akibatnya ia jadi tidak fokus dan mengacaukan akting yang baru saja di lakukan Hana dengan serius.
" Ada apa? Kenapa kau berbalik seperti itu? " Tanya Hana heran.
" Bagaimana aku bisa berakting dengan perasaan semacam ini. " Benak Dean masih membelakangi Hana.
__ADS_1