
Jun terlihat menahan ngantuk ketika sedang mengerjakan tugas kantor yang menumpuk, Matanya mulai tertutup secara perlahan dan tubuhnya tanpa sadar hampir terhuyung ke samping jika saat itu Rey tidak segera menahannya, Wajah terkejut Jun seketika membuat Rey tersenyum simpul.
Rasa kantuk yang di rasakan Jun beberapa saat yang lalu menghilang seiring datangnya Rey, Untuk mengembalikan kesegaran tubuhnya Jun pun mencoba untuk merenggangkan otot serta kepalanya yang terasa sakit, Bekerja dari pagi hingga malam tentu membuatnya babak belur di tambah lagi dengan saham yang kembali merosot saat Brand New Corporate memberhentikan kerja samanya kemarin.
Rey merasa kasihan dengan Jun yang di perlakukan seperti ini oleh Ayahnya, Namun hal itu tak membuat Rey memberitahu pada Jun tentang apa yang sebenarnya terjadi sebab ia pun sudah tahu maksud dan tujuan ayahnya melalukan hal ini kepada Jun.
" Kau ingin pergi minum denganku? " Ajak Rey tiba-tiba membuat Jun menatapnya heran.
" Kau mengajakku minum sementara pekerjaan di sini sangat banyak? " Lontar Jun tertawa kecil.
" Biarkan saja, Aku akan membantumu malam ini, Ayo pergi. " Ajak Rey yang sudah tahu kalau pun Jun tidak mengerjakannya saham akan baik-baik saja.
Jun mencoba berpikir sejenak, Entah apa maksud kakaknya itu mengajaknya untuk minum namun di sisi lain Jun sangat tertekan dan membutuhkan minuman keras untuk menghilangkan rasa lelahnya itu. Tanpa menunggu waktu lama ia pun menyetujui ajakan Rey dan segera meraih jasnya.
Setibanya di sebuah bar, Dua kakak beradik itu langsung memesan dua gelas whiskey dan setelah bartender menyodorkan dua gelas kecil ke arah mereka, Jun dan Rey mulai menubrukkan gelas mereka kemudian meneguknya dengan cepat, Sensasi pahit whiskey terasa lebih manis ketika beban pikiran tertumpuk seperti yang di alami oleh Jun saat ini.
Gelas demi gelas telah di habiskan Jun selayaknya meminum air putih biasa, Kini dirinya mengalami mabuk total yang membuatnya melontarkan kata-kata yang aneh, Rey yang ahli dalam meminum alkohol tidak merasa mabuk sama sekali walaupun dirinya sudah menghabiskan satu botol whiskey lebih banyak dari yang Jun minum.
Dering ponsel Jun yang di letakkan di atas meja tiba-tiba berbunyi yang memunculkan nama Hana pada layarnya, Rey yang melihatnya hanya terdiam sambil melirik Jun sesekali kemudian pandangannya kembali pada panggilan Hana yang tiba-tiba berakhir, Semenit kemudian ponselnya kembali berbunyi namun kali ini Rey meraih ponsel Jun kemudian me reject panggilan Hana sekaligus menonaktifkan ponsel Jun.
" Maafkan aku Hana, Aku melakukannya karena aku peduli pada Jun. " Ucap Rey menatap ponsel Jun dengan nanar
\*
__ADS_1
Pria itu menatap sebuah foto di layar ponselnya dengan tatapan sendu, Suara desahan yang menandakan dirinya sedang tertekan terdengar cukup jelas bagi siapapun yang berada di sekitarnya. Sebuah tepukan singkat membuatnya refleks sambil menyembunyikan ponselnya.
" Kau tidak perlu menyembunyikannya, Aku sudah melihat kau sedang menatap foto Hana. " Ucapnya yang baru saja menjatuhkan tubuhnya di sebelah pria itu.
" Aku hanya tidak sengaja melihatnya. " Lanjut Dean mencoba mengelak
" Aku tidak bodoh Dean, Terlihat jelas kalau kau menyukai Hana. " Sambung Rin menatap Dean dengan tawa kecil
" Apa yang kau lakukan di sini, Tidak biasanya kau berada di studio ini. " Dean mencoba untuk mengalihkan topik namun Rin tetap ingin membahas soal Hana
" Kalau kau menyukainya jangan berdiam diri seperti ini, dekati dia dengan caramu sendiri. "
" Hana tidak akan pernah menyukaiku, Dia sangat mencintai Jun bagaimana pun aku berusaha mendekatinya. "
" Aku lebih memilih untuk mencintainya dengan caraku sendiri saja, Melihat Hana yang kembali bahagia setidaknya membuatku merasa sedikit tenang. "
Rin beranjak dari tempatnya, Ia benar-benar muak mendengar ucapan Dean yang payah, namun sebelum Rin pergi ia menitipkan pesan kepada Dean jika suatu hari nanti dirinya membutuhkan bantuan untuk mendekati Hana maka hubungi saja dirinya, Rin akan membantu Dean sebagai bukti persahabatan mereka sejak kecil.
\*
Di sebuah pusat perbelanjaan, Rin yang baru saja memasuki tempat itu tak sengaja menangkap sosok Hana dan Jun yang hendak memasuki lift, Tak tinggal diam Rin pun segera berlari menuju ke arah mereka. Kakinya menahan pintu lift agar tidak tertutup dan seketika membuat Jun dan Hana menatapnya terkejut.
" Rin. " Ucap mereka kompak
__ADS_1
" Kebetulan aku ingin naik ke lantai yang sama dengan kalian. " Lontarnya segera masuk ke dalam ruangan kotak itu.
" Apa kau ingin belanja juga ?" Tanya Hana penasaran .
" Benar, kebetulan ada pakaian yang ingin ku beli untuk wawancara ekslusif ku besok. " Jawabnya lirih
" Kalian sendiri tumben jalan berdua seperti ini? Apa kalian berdua tidak sibuk? " Lontar Rin lagi.
" Kebetulan besok adalah ulang tahun Ayah Jun, Kami berdua menyempatkan diri untuk mencari hadiah di sini. " Jawab Hana
" Benarkah? Besok ulang tahunya paman. " Seru Rin
" Paman? Rupanya Rin sudah sedekat itu dengan ayah Jun, Aku sendiri saja masih memanggilnya tuan. " Benak Hana
" Kalau kau mau kau bisa ikut mencari hadiah bersama kami. " Sambung Jun membuat Rin mengangguk setuju sementara Hana menatapnya rada bingung.
Setibanya di lantai empat di mana pusat tersebut menyediakan berbagai barang-barang mewah menjadi pilihan Jun untuk membelikan hadiah spesial kepada sang Ayah, Rin yang saat itu melihat sebuah dasi meminta Jun untuk memilih satu yang paling Bagus, Jun pun memilih dasi berwarna hitam putih garis-garis namun Rin berkata bahwa pilihan Jun sangat kuno, Rin kemudian memilih dasi berwarna biru dongker namun mendapat respon tak baik dari Jun.
Hana yang sedang melihat kemeja tampak memperhatikan keduanya dengan wajah sendu, Entah kenapa rasanya seperti ada yang menusuk hati Hana ketika melihat Jun yang tertawa saat Rin bermain-main dengannya, bahkan perasaan ini belum pernah muncul sebelumnya tapi kenapa baru sekarang, Rasanya sangat menyesakkan.
" Apa kau sudah mendapat hadiahmu? " Sahut Jun berhasil membuat Hana tercekat kaget.
" Aku memilih kemeja ini saja. " Hana meraih sebuah kemeja berwana biru pastel dan langsung mendapat acungan jempol dari Jun, Warna yang Hana pilih kebetulan adalah warna kesukaan Ayahnya.
__ADS_1
Hari ini Rin memilih hadiah untuk Ayah Jun sebuah dasi dan sepatu mahal, Sementara Hana memilih kemeja dan Jun sendiri telah memilih sebuah jam tangan edisi terbatas yang hanya ada 5 seri di dunia, Begitu mereka selesai memilih waktu berpisah pun mereka lakukan di lantai satu pusat berbelanjaan, Hana pun harus kembali ke tempat kerja setelah Yamato datang untuk menjemputnya sementara Jun kembali ke kantor dan Rin yang memutuskan untuk kembali berbelanja.