
Hana menjatuhkan tubuhnya di sebelah Jun dan berusaha meraih tangan pria itu, Namun sayangnya Jun menarik tangannya dengan cepat tanpa melirik Hana sama sekali.
" Aku dan Dean tidak melakukan apa-apa di hotel itu, Dean hanya mengantarku karena aku mabuk saja, Setelah itu dia pergi tanpa melakukan apa-apa." Jelas Hana
Jun meraih tabletnya dan memperlihatkan Hana foto ketika mereka berciuman, Hana tidak bisa berkata kalau itu tidak benar, dan saat ini aura di sekitar ruangan itu terasa begitu dingin.
" Karena aku mabuk saat itu, Aku tidak tahu kalau yang ku cium itu adalah Dean, "
Jun mulai melirik Hana dengan tajam, " Apa yang kau tahu jika di kamar kalian berdua sudah melakukannya? Kau dalam keadaan mabuk kan? Kau tidak akan tau di telah berbuat apa padamu dan... " Jun menggantung ucapannya dan kembali memalingkan wajahnya.
" Jun.. Aku ingat semuanya, Dean tidak melakukannya aku yakin itu. " Lanjut Hana
" Aku sudah sabar menahannya sejak kemarin dan menunggumu untuk menjelaskan semuanya, Tapi bahkan sejak semalam kau tidak mengatakan apa-apa padaku hingga artikel baru ini muncul kau baru akan menjelaskannya, Apa jadinya kalau artikel ini tidak muncul, Mungkin kau akan terus merahasiakannya dariku. "
" Aku tidak ingin kau sampai terluka, Makanya aku merahasiakan ini darimu. "
" Sejak kita berpacaran kau selalu saja merahasiakan sesuatu dariku, Bahkan aku tidak pernah membuatmu kecewa sama sekali, Kadang aku bertanya-tanya apa kamu benar-benar menyukaiku atau tidak, setiap hari tidak ada satu haripun aku tidak memikirkanmu tapi kau selalu bertentangan denganku, kau sudah membuatku terluka sejak dulu tapi aku berusaha kuat menerimanya, karena aku sangat mencintaimu Hana. "
Kata demi kata yang keluar dari ucapan Jun berhasil membuat air mata Hana terjatuh, Melihat Jun yang mengeluarkan keluh kesalnya semkain membuat Hana ketakutan.
" Aku minta maaf, " Ucap Hana dengan parau
" Sepertinya cukup sampai di sini saja, Kita akhiri hubungan ini, " Ucap Jun beralih meninggalkan Hana dengan ekpresi kaget.
__ADS_1
" Jun jangan lakukan ini ku mohon, Aku tidak mau kita putus. " Sahut Hana mencoba menahan langkah Jun namun tak berhasil.
Jun semakin berjalan dengan cepat setelah menangkis tangan Hana, Melihat kepergian Jun yang seperti itu membuat Hana benar-benar terpukul. Dan pagi itu juga Jun kembali ke Tokyo tanpa mengajak Hana, namun ia telah memesankan tiket untuk Hana pulang juga, Apakah ini adalah akhir dari hubungan mereka setelah hampir setahun berpacaran, apa yang harus Hana lakukan setelah ini, dia tidak ingin berpisah seperti ini.
*
Setibanya Hana dari Paris seorang diri membuat gadis itu harus di hadang oleh banyaknya paparazzi yang menunggunya di bandara, Hana yang tidak dapat berkutik tampak sangat ketakutan flash cahaya yang mengarah ke arahnya membuat gadis itu kesulitan untuk mencari celah agar dapat melarikan diri.
Banyaknya pertanyaan yang keluar dari mulut mereka terasa begitu menyesakkan, Hana beraharap Jun ada di sisinya untuk membantunya, Tapi sayang seribu sayang setelah kemarin memutuskan hubungan keduanya tidak saling berkabar, bahkan pesan yang Hana kirim pun tak ada satupun yang di balas.
" Hana San, Kenapa diam saja? Apa yang sebenarnya anda rahasiakan? Siapa yang sebenarnya kekasih anda??? " Pertanyaan-pertanyaan itu kembali membuat Hana bungkam.
Suara teriakan seseorang yang memanggil nama Dean membuat semua paparazzi itu menoleh mencari keberadaan Dean, Sekilas kemudian seseorang masuk di kerumunan itu dengan pakaian yang tertutup dan langsung menarik lengan Hana menjauh dari mereka, Walaupun Hana tidak tahu siapa yang baru saja menariknya ia merasa tertolong karena dapat menghindar dari mereka semua.
" Bagaimana kau bisa ada di sini? "
" Mengetahui kamu akan pulang membuatku segera kemari, Aku sudah tau kalau ini pasti akan terjadi, Kau baik-baik saja kan? "
" Aku baik-baik saja, Tapi bagaimana kita bisa meninggalkan tempat ini kalau mereka masih ada di sini? " Hana kembali melirik kesana kemari memastikan tidak adanya orang-orang yang membawa kamera.
" Kau tenang saja, Ikut aku. " Dean kembali menarik lengan Hana menuju tempat yang membuat mata Hana melebar.
__ADS_1
" Kenapa kita ke tempat ini? " Hana menahan langkahnya begitu keduanya berada di depan toilet.
" Aku hanya ingin memberimu pakaian ini, Mereka tidak akan mengenalimu kalau kau memakainya. " Dean menyerahkan pakaian yang tidak mencolok kepada Hana sehingga membuat gadis itu malu karena sudah mengira yang tidak-tidak.
" Kau tunggu di sini, Aku akan mengganti pakaian dulu. " Dean membalasnya dengan mengangguk pelan setelah itu giliran dirinya yang mengubah penampilan agar tidak mengundang perhatian juga.
Setelah beberapa saat, Hana keluar dengan pakaian yang menyerupai wanita tua lengkap dengan wig berwarna putih, Entah apa yang di pikir Dean sampai memilih pakaian seperti itu untuk menyamar, Sementara itu Dean yang baru saja keluar dari toilet pria tiba-tiba mengundang tawa Hana.
" Kau lucu sekali, " Seru Hana melihat Dean yang berpenampilan layaknya kakek-kakek tua.
Begitu mereka siap, Hana dan Dean berjalan layaknya orang tua, Keduanya berjalan dengan sangat hati-hati ketika melewati paparazzi dan setelah mereka berhasil melewatinya keduanya segera menuju tempat parkir untuk secepatnya meninggalkan tempat itu.
" Terima kasih karena sudah menyelamatkanku " Ucap Hana begitu mereka berada di dalam mobil.
" Aku kan sudah bilang akan menyelesaikan masalah ini juga, Ini baru awalan, masih banyak yang harus kita selesaikan untuk membersihkan nama kita berdua. " Mendengar akan hal itu Hana kembali teringat dengan Jun, kata-kata putus yang di ucapkannya saat di Paris masih terbayang nyata di ingatannya.
" Kau kenapa ?" Tanya Dean yang penasaran.
" Tidak apa-apa, Hanya bingung saja. " Jawabnya ringan namun jauh di dasar hatinya ia sedang bersedih.
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Makasih sahabat Author yang udah menyempatkan membaca cerita ini, Untuk kalian yang belum like and share jangan lupa yah, Dukung Author terus biar bisa menamatkan cerita ini dengan cepat. Sekedar info besok libur yah... sampai jumpa di bulan Maret See You guys 💚😘
__ADS_1