
" Sampai kapan kau akan tinggal di sini? Bukannya kegiatan mu sudah selesai dari jauh-jauh hari? " Lontar Jun pada Rin yang tengah asik menyeruput capucinonya.
" Aku masih mempunyai waktu libur sampai kegiatanku yang berikutnya di mulai. " Balasnya terlihat santai
" Bukan seperi itu, tapi aku tidak enak saja setiap ingin bekerja kau selalu menemaniku seperti ini. "
" Apa selama ini aku mengganggumu ?" Rin beranjak dari kursinya dan menatap Jun penuh penyesalan.
" Bukan begitu, Maksudku aku kasihan padamu mungkin kau bosan jika hanya duduk sembari menungguku bekerja. "
" Aku tidak masalah, Lagi pula perjalanan bisnis mu ini pasti akan sangat melelahkan dan kau belum mengenal betul daerah di Amerika, Santai saja aku membantumu agar pekerjaanmu cepat selesai dan kita bisa sama-sama kembali ke Jepang. " Lanjut Rin kemudian
Jun membuang nafasnya pelan kemudian lanjut mengerjakan tugasnya, Jika di pikirkan baik-baik keberadaan Rin di sini memang sangat membantu mulai dari ia datang hingga seminggu terakhir di sana Rin selalu membantu Jun walaupun dia tidak memintanya.
Rin nampak melirik Jun dengan senyum penuh kemenangan, Akhirnya rencana yang di buatnya bersama Dean mulai terlaksana sisanya akan mereka lalukan malam ini. Melihat gelas Americano Jun telah habis Rin pun segera memesankan yang baru untuknya lengkap dengan cemilan yang akan menemani Jun bekerja di sebuah cafe yang mereka tempati sejak satu jam yang lalu.
\*
Hari sudah malam dan Hana terlihat duduk di paviliun penginapan sambil menatap dedaunan yang jatuh akibat hembusan angin musim semi, sejak pagi ini Hana terus kepikiran soal Jun yang masih bersama Rin di Amerika sekuat apapun Hana menolak untuk memikirkannya rasanya tidak mungkin sehingga pemikiran itu semakin membendung dan sulit untuk di tahannya lagi.
Hana meraih ponselnya kemudian menatapnya nanar, Tak ada notifikasi dari Jun dan jika di ingat-ingat selama Jun berada di sana ia sangat jarang menghubungi Hana bahkan pesan yang di kirim Hana tadi siang belum di balasnya sampai sekarang.
" Kau tidak boleh berpikiran negatif Hana. " Ucapnya sambil menepuk-nepuk pipi agar kesadarannya kembali
Seseorang menghampiri Hana dengan membawa dua gelas coklat hangat yang di berikan satu kepada Hana, Dia tak lain adalah Dean yang tidak bisa tidur kemudian menghampiri Hana dan duduk di sebelah gadis itu.
__ADS_1
" Tidak terasa besok adalah syuting terakhir kita. " Gumam Hana memecah keheningan
" Benar, apa kau bisa melakukannya? " Lirik Dean ragu-ragu.
" Aku akan melakukan yang terbaik, Lagi pula ini hanyalah akting dan aku juga sudah memberitahu Jun kalau besok aku dan kamu akan melakukan adegan ciuman. "
" Kau benar ini hanya akting, " Dean tak tahu harus mengatakan apa yang jelas saat ini ia merasa berdebar-debar mengingat besok akan menjadi hari yang bersejarah Dean.
" Aku mengantuk seperti aku ingin kembali ke kamarku, Terima kasih atas coklat hangatnya " lontar Hana dan langsung di balas anggukan mantap oleh Dean.
Begitu Hana pergi Dean mengecek ponselnya dan segera menghubungi Rin di sana, Panggilan yang langsung terhubung itu membuat Dean memberitahu Rin kalau saat ini Hana sedang dalam masa bad moodnya, Sebenarnya ada sesuatu yang tidak di ketahui Jun dan Hana di mana Rin sudah menyadap nomor telepon Jun dimana ketika Jun mendapat pesan maka Rin lah yang akan menerimanya duluan sehingga ia bisa memilih pesan apa yang akan di teruskan kepada Jun, Untungnya Jun sangat sibuk sehingga tidak bisa mengecek ponselnya sesering mungkin.
" Oke kalau begitu besok akan menjadi akhir dari segalanya, Ku harap rencana ini akan berhasil. " Gumam Dean segera mengakhiri panggilannya bersama Rin.
" Maafkan aku Hana, Aku melakukannya karena aku sangat menyukaimu. " Dean menatap langit malam yang tampak Indah dengan taburan kemintang yang bersinar terang.
\*
" Apa dia marah sampai tidak membalas pesanku? " Hana kemudian mencoba melihat jam sebelum akhirnya menelpon Jun, masih pukul 8 malam di sana dan Hana merasa ini waktu yang tepat untuknya menelpon Jun.
Begitu Hana berhasil menekan panggilan untuk Jun ia pun langsung menempelkan ponselnya di telinga sembari mendengar dering telpon yang masih belum terhubung, Sejurus kemudian ketika panggilannya terjawab Hana tiba-tiba mendengar suara aneh yang membuatnya memikirkan hal yang aneh.
" Jun, Apa kau mendengarku? " Sahut Hana
Suara itu kembali terdengar jelas, Suara seorang perempuan yang terdengar mengerang kesakitan, Hana yang tak tahan mendengarnya langsung mengakhiri panggilan itu, tangannya tiba-tiba bergetar hebat dan matanya mulai berkaca-kaca dengan perasan yang tak karuan itu, Hana berharap ada kesalahpahaman ketika ia mendengar suara barusan, Semenit kemudian Hana mencoba untuk kembali menghubungi Jun.
Kali ini di jawab dengan cepat oleh Jun, Hana merasa lelah dan mulai menganggap bahwa yang tadi hanyalah sebuah kesalahpahaman, Baru saja Hana akan menanyakan soal pesannya tiba-tiba saja ia mendengar suara yang tak asing di seberang sana.
__ADS_1
" Jun berikan handukku. " Seru Rin yang membuat Hana sempat mendengarnya.
Yang lebih parahnya Jun menjawab bahwa handuknya masih basah dan menyuruh Rin untuk memakai handuk hotel saja, Hana membeku sejenak sebelum Jun kembali mengajaknya menelpon. Dalam sekejap Hana mengakhiri panggilannya tanpa memberitahu Jun, Saat ini perasaan Hana benar-benar hancur, Dan saat ini juga di pikirannya sudah melayang tentang bagaimana Rin bisa ada di kamar Jun dan kenapa handuk Rin sampai ada pada Jun dan suara aneh sebelumnya, Apa yang sudah terjadi di sana yang Hana tidak ketahui? Hal ini benar-benar mengganggu pikiran Hana sekarang.
\*
Syuting terakhir di langsung kan di sebuah pedesaan yang sangat kental dengan budaya Jepang, Ceritanya hari ini Naoki dan Yuki akan bertemu setelah 2 tahun berpisah di mana sebelumnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan karena Yuki yang tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh, Setelah 2 tahun itu Naoki baru menyelesaikan kuliahnya di Australia dan setelah itu mereka bertemu tanpa sengaja di sebuah tempat wisata yang menyajikan pameran lukisan.
Cerita singkat yang mempertemukan mereka nampaknya masih menyisakan perasaan suka satu sama lain, Hingga saat di mana Naoki kembali mengutarakan perasaannya dan membuat yuki ikut menerimanya juga. Adegan yang menjadi penutup film ini adalah Naoki yang langsung menarik tengkuk Yuki dan menciumnya dengan lembut.
" Cut " Sorak sutradara segera membuat Hana mendorong Dean pelan.
" Bagus, Akting kalian benar-benar Bagus " Decak Sutradara yang di anggap setuju oleh yang lain
Hana dan Dean kompak mengucapkan terima kasih pada sutradara dan kru yang ada, Setelah itu mereka kembali ke kursi mereka masing-masing untuk menghilangkan lelah setelah seharian melakukan syuting di luar ruangan.
" Apa kau baik-baik saja.? " Yamato yang heran melihat wajah Hana melontarkan pertanyaan yang hanya dapat di balas Hana dengan anggukan kecil
" Aku ingin secepatnya pulang ke rumah, Bisa kan kalau hari ini kita pulang lebih awal. " Ucap Hana yang sudah tidak tahan dengan perasaan aneh yang mengganggunya.
" Aku akan memberitahu sutradara untuk memulangkanmu lebih awal, Kau bisa masuk ke mobil duluan. " Balas Yamato segera menemui Sutradara
" Hana, Apa kau baik-baik saja? " Kali ini Dean lah yang bertanya
" Sepertinya aku tidak enak badan, Sore ini aku akan kembali ke Tokyo. " Balas Hana yang sedang merapihkan tasnya
" Kalau begitu aku juga akan pulang malam ini, Untuk apa mengadakan pesta perayaan tanpa ada kamu, Itu pasti sangat membosankan. "
__ADS_1
" Pestanya pasti akan sangat membosankan jika kita berdua tidak datang, " Lanjut Hana di balas senyuman kecil dari Dean.