
Teriakan Hana yang melengking berhasil membuat seisi ruangan itu menoleh ke arahnya, Setelah sadar karena telah menarik banyak perhatian Hana pun meminta maaf dan segera menarik lengan Mimi dan Urahara keluar dari ruangan itu. Begitu mereka berada di luar Hana kembali berteriak kegirangan sambil memeluk Mimi dan mencubitnya gemas.
" Aku senang mendengar kalian akan segera menikah. " Ucapnya yang telah berhasil mengendalikan emosinya barusan
" Reaksimu terlalu berlebihan tahu, Aku sampai malu saat orang-orang berbalik ke arah kita. " Protes Mimi mencubit lengan Hana sehingga membuat sahabatnya memohon ampun
" Selamat yah.., Urahara San selamat, Mimi sahabatku selamat... " Lontar Hana masih kegirangan
" Kamu dan Jun kapan ? Seharusnya kalian duluan yang menikah, Kau bahkan pernah menolak lamaran Jun waktu itu. " Ucap Mimi tiba-tiba membuat raut wajah Hana berubah
" Soal itu aku masih memikirkannya, Aku takut kejadian waktu itu terulang lagi. " Kata Hana lirih
" Kau pasti bisa melaluinya, Sampai kapan kau akan takut dengan masa lalu, Apa kau mau ketakutan itu terus menghantuimu sampai kalian tua? Kau harus percaya kalau tuhan pasti akan memberikan jodoh yang terbaik untukmu, Jika bukan Jun itu artinya tuhan masih menyiapkan yang lain. " Sahut Urahara berhasil membuat Hana merasa percaya diri kembali
" Soal aku dan Jun itu urusan nanti, Yang terpenting semoga pernikahan kalian lancar sampai hari H, Aku akan datang bersama Jun nanti. "
Setelah melihat keadaan Hana dan memberitahu soal pernikahan mereka, Hana dan Mimi pun berpisah dengan saling memberikan pelukan dan semangat , Begitu Hana kembali ke ruang tunggunya ia berpas-pasan dengan Dean yang terlihat spontan menyodorkan Hana segelas kopi.
" Terima kasih, " Jawab Hana setelah menerima secangkir kopi dari Dean.
Keduanya segera memasuki ruang tunggu sembari membaca part naskah berikutnya dengan secangkir kopi yang menemani mereka, Untuk menambah penghayatan Hana meminta Dean untuk beradu akting dengannya, Seperti biasa semua akan berjalan lancar jika Hana dan Dean yang berlatih bersama, Hana jadi ingat ketika dirinya pertama kali berakting di mana saat itu Dean mengajarkannya cara berakting yang baik dan benar sehingga sampai detik ini Hana paham betul apa yang harus di lakukan.
\*
__ADS_1
Sampai di penginapan Hana langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk sambil memeluk bantal gulingnya, Ia meraih ponselnya yang masih dalam keadan di charger, Tak ada notifikasi pesan yang masuk sehingga membuat wajah Hana berubah kecut.
" Pasti dia sedang sibuk sampai tidak sempat mengirimkan kabar. " Gumam Hana mencoba untuk mengerti situasi Jun di sana
Karena bosan Hana pun mencoba untuk mengunggah foto terbarunya melalui akun instagramnya, Sebuah foto yang memperlihatkan sisi manis Hana menjadi pilihan wanita itu untuk segera di unggah.
Hana mulai memikirkan caption untuk unggahannya, Sejenak ia teringat dengan Jun dan ingin memberikan kode agar Jun segera melamarnya lagi, Setelah mendengar ucapan Urahara tadi sore tampaknya membuat Hana kepikiran dan ingin mencoba melawan ketakutannya itu.
Selesai, Hana telah berhasil mengunggah foto dirinya dengan caption yang berbunyi ' 戻ってきて、もう一度あなたを受け入れます ' ( Datanglah dan aku akan menerimamu lagi) . Setelah selesai mengunggahnya Hana tak sengaja melihat salah satu postingan Rin yang menarik perhatiannya, Pada foto yang diunggah Rin tepat pada hari ini memperlihatkan pemandangan yang Indah dengan background kota New York namun pada foto tersebut terdapat siluet pria yang membuat Hana merasa kalau pria itu adalah Jun.
" Mungkin hanya postur tubuhnya saja yang serupa. " Ucap Hana segera menghiraukannya
Tak tinggal diam Hana pun langsung menelpon Jun via video call agar langsung dapat mengetahui apa yang sedang di lakukan olehnya, Panggilan Hana berhasil terhubung dan langsung di jawab oleh Jun saat itu juga. Dan tebakan Hana benar, Saat ini Jun sedang makan siang bersama dengan Rin sesuai dengan postingan yang Rin unggah baru-baru ini.
" Bagaimana kalian bisa bersama? " Tanya Hana.
" Rin datang ke New York untuk menghadiri fashion week dan Kebetulan kami menginap di hotel yang sama, Rin ini Hana kau ingin menyapanya. " Jun menyerahkan ponselnya pada Rin sehingga membuat Hana sempat kesal namun di tahannya setelah Rin melemparkan kabar pada Hana
Taka lama setelah itu Hana menyudahi panggilannya dengan alasan mengantuk, Padahal ia mengakhiri panggilan itu karena kesal dengan Jun yang tidak memberikan kabar seperti biasanya. Entah sejak kapan Hana merasa dirinya saat ini sudah over protektif kepada Jun.
\*
__ADS_1
Waktu berjalan begitu cepat dan saat ini proses syuting yang di kerjakan Hana sudah memasuki angka 70 %, Tinggal beberapa persen lagi dan proses syuting ini berakhir dengan begitu Hana dapat menghabiskan waktu dengan beristirahat di rumah rasanya ia begitu rindu dengan tempat tidurnya yang jauh lebih nyaman dari pada tempat tidur yang ada di penginanapan.
Sebelum syuting di mulai, Hana yang sedang menyendiri di sebuah kursi tampak sibuk dengan layar ponselnya yang menampilkan feed instagram miliknya, Sejak saat ia memosting unggahan terkahir kali tampaknya Jun belum memberikan tanda suka sehingga membuat Hana mendesah pelan padahal itu adalah sebuah kode agar Jun dapat melamarnya lagi.
Beberapa hari terkahir ini Hana menyimpan kekesalannya dalam diam, Setiap hari ia harus melihat story Rin yang memperlihatkan kedekatannya dengan Jun, waktu itu Jun bilang kalau Rin datang untuk menghadiri fashion week, mana ada fashion week yang berlangsung selama ini sehingga menimbulkan kecurigaan tersendiri untuk Hana.
" Hana kau tidak boleh cemburu, Rin itu temanmu.., Dia sudah baik dengan mendonorkan darah untukmu waktu itu, jangan cemburu oke. " Hana mencoba meyakinkan dirinya dengan kata-kata yang di lontarkannya barusan, Panggilan untuknya baru saja terdengar sehingga membuat Hana segera mengambil tempat untuk memulai aktingnya.
Dean pun ikut mengambil bagian, Hari ini akting Dean yang akan menyatakan perasaan pada Hana telah di persiapkan dengan matang oleh pria itu. Sorakan action terdengar jelas di telinga Dean sehingga membuatnya langsung memulai aktingnya.
Naoki ( Dean) menghampiri Yuki ( Hana) yang terlihat tengah asyik bermain dengan seekor kucing, Kemudian Naoki ikut merunduk menyamakan tinggi Yuki dengan tatapan penuh kasih , Yuki membalas tatapan itu dan refleks bangkit dari tempatnya di ikuti oleh Naoki yang menatapnya heran.
" Kau kenapa menatapku seperti itu ? " Tanya Yuki malu-malu.
" Yuki, ada yang ingin ku katakan padamu. " Lontar Naoki terdengar lugas
" A-apa? "
" Aku menyukaimu, Sejak pertama kita bertemu di toko buku waktu itu aku sudah sangat menyukaimu hingga saat ini. " Lanjutnya sontak membuat Yuki membelalak kaget
" Apa kau serius menyukaiku ?" Ulang Yuki mencoba meyakinkan ucapan Naoki.
" Aku bahkan lebih serius dari ucapanku pada akting ini. " Batin Dean yang sebenarnya
__ADS_1
Adegan mereka berakhir ketika Naoki kembali mengulang kalimatnya sehingga membuat Yuki membalasnya dengan mengatakan bahwa dirinya juga memiliki perasaan yang sama. Begitu adegan pertama berakhir sorak sorai kru yang berdecak kagum dengan akting mereka membuat keduanya tampak malu-malu sementara itu Dean yang masih terbawa suasana berharap Hana paham dengan kalimat yang di katakannya barusan, Ia ingin Hana mengerti bahwa yang di katakannya bukanlah sebuah akting melainkan kenyataan.