Stay With Me

Stay With Me
Sebuah Rencana


__ADS_3

Sejak 25 tahun yang lalu Hana di besarkan oleh seorang wanita paruh baya yang di panggilnya Naori San, walaupun Hana tumbuh dengan kasih sayang Naori tak menutup kemungkinan untuk Hana ingin melihat rupa orang tua kandung yang sebenarnya, Sejak saat itu hingga sekarang Hana akhirnya bertemu dengan ibu kandungnya yang selama ini ingin di temuinya walau hanya sebentar. Dan saat ini kata sebentar itu akan berubah menjadi selamanya, Setelah bertemu dengan Sana akhirnya Hana memutuskan untuk tinggal bersamanya di rumah Sana.


Dengan bantuan kurir pengantar barang beberapa barang Hana kini telah di pindahkan ke rumah Sana, Di rumah barunya yang sekarang sudah di siapkan kamar spesial untuk Hana, Walaupun mereka hanya tinggal berdua bagi mereka itu sudah cukup untuk menyebutnya sebagai sebuah keluarga.


Hana bersyukur kecantikannya ada berkat ibunya, Bahkan dirinya sampai iri karena masih merasa kalau Sana jauh lebih cantik darinya. Sore itu keduanya menghabiskan waktu bersama dengan belanja di derpatemen store hingga mengunjungi cafe untuk sekedar berwisata kuliner, Tak sampai di situ Hana juga mengajak Sana untuk mencicipi jajanan yang di jual di kedai kecil, Walaupun saat ini Hana sudah menjadi artis tak menutup kemungkinan bagi Hana untuk tetap mencoba jajanan tersebut.


Sejujurnya ini bukan kali pertama Sana mencoba jajanan di pinggir jalan, Dulu saat dirinya masih berpacaran dengan mendiang ayah Hana, mereka pun sering kencan di tempat murah seperti ini. Mendengar kisah tentang orang tuanya Hana tiba-tiba mengingat Kaji yang di mana nasibnya sama seperti mendiang ayahnya, Sayangnya Ibunya masih sempat menikah dan memiliki Hana sebelum akhirnya meninggal.


Setelah berkeliling menikmati udara sore, Hana dan Sana memilih taman Ueno sebagai pemberhentian terakhir mereka jalan-jalan bersama hari ini. Melihat ada penjual es krim keliling Hana pun berinisiatif untuk memesan dua cup es krim kebetulan Ibunya juga menyukai rasa coklat vanila sama dengan yang Hana sukai.


Tak menunggu waktu lama Hana kembali dengan dua cup es krim coklat vanila di tangannya yang di sodorkannya langsung kepada Sana yang sudah duduk di kursi taman sebelumnya, Hana ikut menjatuhkan tubuhnya di sebelah Sana dengan tangan yang sibuk menyendok es krim itu masuk ke mulutnya.


" Aku sudah lama menantikan hari di mana bisa menikmati waktu bersama ibu. " Ucap Hana manja kemudian mendapat belaian lembut dari Sana


" Kalau begitu mari sering-sering melakukan hal bersama, Ibu tahu ini sudah terlambat tapi tidak ada salahnya kan kalau kita memulainya sekarang. " Lontar Sana dan langsung di balas anggukan mantap dari Hana


\*

__ADS_1


Wanita itu tampak memandang keluar jendela dengan tatapan yang kosong, Entah sudah berapa lama dirinya berada di sana dengan pemikiran yang hanya dia dan tuhan yang tahu. Di sudut ruangan ada satu wanita lagi yang menunggunya dengan sabar dia adalah Ayana kakak dari Rin, Setiap hari Ayana menemani Rin ke praktek untuk terapi pengobatannya. Hari di mana Ayana tahu kalau adiknya mengidap bipolar merupakan hari yang paling menyedihkan baginya, Ayana sangat menyesal karena tidak pernah menyadari akan hal itu, Kesibukan yang di lakukannya benar-benar membutakan perhatian untuk sang adik.


Sudah tiga hari ini Rin mengikuti terapi pengobatan dan setiap kali selesai melakukannya Rin selalu duduk di dekat jendela ruangan tempat praktek dengan memandang keluar jendela, Dedaunan warna warni musim gugur sudah nampak berjatuhan yang di mana akan menandakan musim segera berganti. Suara ketukan pintu baru saja membuat Ayana segera membuka pintu, Ketika pintu terbuka wanita itu terkejut dengan kedatangan Hana dan Jun.


" Kalian datang.? "


" Boleh kami melihat Rin.? " Tanya Hana dan langsung di balas anggukan setuju dari Ayana


Hana mulai menghampiri Rin dengan sebuket bunga di tangannya, Begitu Hana menjatuhkan tubuhnya di sebelah Rin ia pun mulai menyapa serta menanyakan keadaan Rin. Wanita itu sempat menoleh ke arah Hana dengan tatapan sendu kemudian berubah menjadi air mata yang mengalir deras.


" Tidak apa-apa, Aku paham dengan situasimu, Semoga kau cepat sembuh. " Ucap Hana sambil mengelus lembut tangan Rin


Emosi yang di keluarkan Rin kali ini adalah luapan rasa bersalahnya terhadap Hana, Di mana saat ini dirinya tidak dapat mengontrol kesedihannya dan hanya dapat menangis histeris sejadi-jadinya. Melihat hal itu tentu berhasil menyayat hati Ayana sebagai kakaknya, ia merasa sudah gagal menjadi seorang kakak namun Hana dengan baik hati memaafkan segala kesalahan Rin dan ikut mendoakan agar Rin secepatnya kembali pulih.


\*


Hari damai kembali lagi dan kali ini Hana yang telah kembali menjalani jadwalnya harus memenuhi berbagai panggilan syuting iklan hingga pemotretan majalah, Sementara itu Ayah Jun yang sudah membaik sudah dapat di pulangkan juga. Semua orang kembali ke aktifitas mereka masing-masing tak terkecuali Jun yang saat ini sedang membuat projek besar untuk anak perusahaan Dream corp yaitu Dreamland, mengingat sebentar lagi akan musim dingin sama seperti tahun sebelumnya di mana Jun akan membuat pergelaran besar untuk Dreamland.

__ADS_1


Sirkus, Itulah yang tiba-tiba muncul di pikiran Jun ketika sendirian di ruangannya, Pria tampan itu kemudian meraih laptonya sembari mencari kata kunci sirkus pada pencarian internet. Beberapa tampilan parade sirkus di tampilkan di sana dan wajah Jun seketika berubah senang sembari menyambar telepon dan segera menghubungi seseorang untuk datang ke ruangannya.


Beberapa menit kemudian seorang pria yang tak lain adalah Katakura masuk dengan wajah melongo kebingungan, Ia menghampiri Jun yang sudah tersenyum aneh di penglihatan Katakura. " Ada apa memanggilku ?" Lontarnya datar.


" Aku berencana untuk membuat sirkus tahun ini, Bagaimana menurutmu? " Ujar Jun kemudian membuat Katakura ikut memikirkannya.


" Ide Bagus, tapi bukannya sirkus cukup sulit, di mana kau bisa mendapatkan orang-orang yang bekerja di sirkus? " Lontar Katakura kemudian.


" Soal itu aku menungaskanmu untuk mencarinya, Masih ada satu bulan untuk melaksanakannya, sebagai gantinya aku akan memberikan reward untukmu karena sudah membantuku selama ini. "


" Kita sudah mengenal hampir 29 tahun dan kau baru mau memberiku reward bukannya itu sangat kejam. " Katakura memasang wajah memelasnya sehingga membuat Jun langsung menghampirinya kemudian merangkulnya dengan gemas.


" Katakura Sannn kau jangan marah, Kau tau sendiri kalau di dunia ini kaulah orang yang paling ku percaya, mulai sekarang kalau kau mampu mencari anggota sirkus maka aku akan memberikan tiket liburan untuk mu sekeluarga berlibur selama sebulan penuh, Bagaimana.??? " Mendengar tawaran Jun yang menggiurkan itu Katakura pun langsung setuju walau dengan ekspresi tidak senang, jika bukan karena dirinya juga menganggap Jun sebagai saudaranya maka perjanjian ini tidak akan pernah terjadi.


" Jika aku mengurus semua ini, apa yang akan kau lakukan? " Lontar Katakura ketika Jun telah kembali duduk di kursinya.


" Aku.. ? Tentu saja melakukan sesuatu yang sempat gagal ku lakukan. " Jawab Jun seketika membuat Katakura kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2