Stay With Me

Stay With Me
Terus Berusaha


__ADS_3

Sekedar informasi untuk kalian semua... Tinggal beberapa episode lagi Stay With Me bakal tamat, aku cuma minta kalian untuk like dan comment kok itu aja :)


Happy Reading 💞💞💞💞


Untuk mengembalikan ingatan Jun, Hana mencoba berbagai cara mulai dari mengirimkan Jun makanan yang di titipnya pada Katakura, Makanan itu merupakan menu favorite Jun saat mereka tinggal bersama dan Hana sangat yakin Jun pasti akan sangat menyukainya dan perlahan membuatnya ingat akan dirinya. Dari jendela pintu Hana mengintip bagaimana respon Jun menerima bekal itu, sayangnya Jun menolak untuk makan sehingga membuat Hana harus memikirkan cara lain.


Cara kedua Hana mencoba untuk memakai kostum maskot yang dulu di pakainya saat bekerja di Dreamland, dengan menyamar sebagai maskot pembagi balon gratis Hana pun mencoba masuk dan menemui Jun, alih-alih menerima balon pemberian Hana, Jun malah menyuruh Hana untuk kembali bekerja karena Jun pikir bahwa yang ada di dalam kostum tersebut adalah maskot yang sebelumnya Hana gantikan.


Lagi-lagi gagal, Hana yang kepanasan berada di dalam kostum langsung membuka kepala kostum itu dan duduk menyender di lobby rumah sakit, Hana mencoba memikirkan cara lain untuk membuat Jun ingat dengannya dan satu-satunya cara adalah dengan menemuinya langsung.


Setelah Hana melepas semua kostumnya ia pun kembali ke kamar Jun dengan dirinya yang asli, Jun heran menatap kedatangan Hana yang tiba-tiba itu, perlahan tapi pasti Hana mulai mendekat dan meraih wajah Jun. Satu ciuman singkat berhasil mendarat di bibir Jun sehingga membuat pria itu terbelalak kaget.


" Kau sudah mengingatku??? " Ucap Hana menatap mata Jun dengan tajam.


" Apa yang kau lakukan, lepaskan aku. " Jun mendorong Hana dari hadapanya dan sejurus kemudian wajahnya mendadak memanas, Hana tersenyum simpul karena berhasil membuat Jun tersipu malu.


Walaupun kali ini gagal Hana merasa cukup legah, setidaknya ada satu kejadian yang akan diingat Jun untuk hari ini dan seterusnya. Begitu selesai menjalankan aksinya Hana pun segera pergi dari ruangan itu.


\*


Setelah menghabiskan waktu selama seminggu di rumah sakit, Kini Jun sudah di perbolehkan pulang oleh dokter walaupun ingatannya masih belum kembali dokter tetap menyarankan Jun untuk tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya stress dan meminta nya untuk lebih banyak beristirahat.


Bukan Misugi Jun namanya jika tidak over dengan yang namanya bisnis, karena ingatannya yang masih belum kembali Jun mengira bahwa dirinya masih seorang direktur Dreamland dan bukannya CEO Dream Corp, Soal meninggalnya Ayahnya pun belum di beritahu karena takut akan mengganggu kondisi Jun nantinya.


Setelah keluar dari rumah sakit Jun langsung ke Dreamland, ketika tiba di sana semua orang menyapanya dengan sebutan Presdir yang membuat Jun melongo heran. Katakura pun menjelaskan bahwa dirinya memang sudah bukan direktur lagi namun Jun tetap tidak mempercayainya.


Setibanya di mantan ruangannya dulu, Direktur Dreamland yang asli pun datang dan menyambut kedatangan Jun dengan ramah, pria yang menjabat sebagai direktur saat ini dulunya adalah ketua tim pengembangan namun karena ingatannya Jun dia akhirnya di minta kembali ke ruangannya.

__ADS_1


" Ikuti saja dulu, kalau dia sudah mengingatnya kau bisa kembali ke ruangan ini. " Ucap Katakura rada berbisik.


Jun memperhatikan mantan ruangannya dengan tatapan aneh, di meja kerja terdapat papan nama Yasuke Nito dan bukan dirinya terlebih lagi ketika melihat foto keluarga Nito yang membuat Jun meminta Katakura untuk memindahkan semua barang-barang itu dan menggantinya dengan miliknya.


" Apa yang harus ku lakukan agar Jun percaya kalau dia bukanlah direktur lagi. " Batin Katakura yang mulai frustasi di buatnya.


\*


Hana menjatuhkan wajahnya di atas meja setelah membaca pesan dari sang ibu untuk menyuruhnya kembali ke Perancis, Hana mendengus pelan lantaran masih ingin berada di Jepang sampai Jun kembali mengingat dirinya. Pandangan Hana tertuju pada pintu galeri Sana yang membuat nya bangkit dan langsung menuju ruangan itu.


Untungnya Sana selalu menyimpan kunci cadangan di atas pintu sehingga Hana bisa masuk ke dalam, Tujuan Hana memasuki ruangan itu tak lain untuk melihat gaun pengantinnya, entah kenapa rasanya ia ingin memakai lagi gaun itu.


Beberapa saat kemudian Hana yang telah selesai memakai gaun itu segera melihat dirinya di depan cermin, Ia memutar ke kanan dan ke kiri secara bergantian agar dapat melihat segala sisi gaun tersebut, hal ini tiba-tiba membuat Hana sedih dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kursi.


" Apa yang harus ku lakukan lagi untuk membuat Jun mengingatku. " Ucapnya memelas sedih


Hana tiba-tiba berpikir untuk mengirimkan Jun pesan, Barangkali dengan mengajaknya bertemu di cafe dan berjalan-jalan di tempat yang pernah mereka kunjungi dapat membuat ingatan Jun kembali. Walaupun kesempatan untuk bertemu Jun sedikit Hana tetap melakukannya dengan mengirim sebuah pesan singkat untuk bertemu di Ueno Park.



Ueno Park merupakan tempat yang paling Indah di datangi jika sedang musim semi seperti saat ini, keindahan bunga sakura yang berwarna merah muda menghiasi sepanjang jalan belum lagi ketika bunga-bunga cantik itu terbang di bawa oleh angin sehingga siapaun yang ada di bawahnya akan berusaha menangkap kelopaknya.


Seperti yang di lakukan oleh Hana saat ini, wanita cantik itu terlihat sedang berdiri di bawah pohon sakura yang sedang berguguran, Hana mendongakkan kepalanya ke atas sambil menengadahkan tangannya untuk menangkap kelopak bunga. Senyuman manis dibibir merahnya membuat wanita itu terlihat sangat bahagia tapi sebenarnya tidak, dia sedang menunggu kedatangan Jun dan berberapa kali mencoba untuk mengecek apakah pesannya sudah di balas apa belum dan ternyata belum ada balasan dari pria itu.


" Dia pasti akan datang. " Gumam Hana yang mencoba untuk sedikit lebih bersabar


Hana mencoba untuk menghubungi Jun tapi gagal karena panggilannya sedang sibuk, selain itu dia juga kembali mengirim pesan pengingat agar Jun tidak lupa untuk segera datang.

__ADS_1


Waktu berjalan cukup lama bagi Hana yang sedang menunggu, orang-orang yang mengunjungi Ueno perlahan meninggalkan taman itu dan langit yang awalnya berwarna biru kini berubah menjadi jingga, tanpa sadar Hana sudah menunggu Jun sekitar 6 jam lamanya. Tak ada ekspresi kelelahan di wajahnya ia bahkan semakin bersemangat ketika melihat pesannya sudah dalam keadaan di baca oleh Jun.


" Sepertinya dia tidak akan datang. " Ucap Hana setelah melihat jam yang menunjukkan pukul 9:00 malam, sudah 7 jam lebih Hana menghabiskan waktu seperti orang bodoh di sana dan tiba saatnya untuk Hana pulang dengan perasaan kecewa yang amat sangat besar.


Hana berjalan menelusuri trotoar jalan menuju halte bus, jalanan yang sepi dan cuaca yang dingin membuat Hana mempercepat langkahnya, entah kenapa perasaan aneh tiba-tiba menghampirinya terlebih lagi ketika sebuah mobil terus mengikutinya dari belakang.


" Kenapa mobil itu terus mengikutiku. " Gumam Hana yang tak berani menoleh ke belakang.


Semakin Hana mempercepat langkahnya semakin cepat juga mobil itu melaju, hingga membuat Hana menahan langkahnya dan memberanikan diri untuk menoleh.


" Berhenti mengikutiku atau aku akan melaporkanmu ke polisi. " Teriak Hana seketika membuat mobil itu ikut berhenti tepat di sebelahnya.


Ketika pintu mobil itu terbuka Hana langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang orang yang telah mengikutinya itu, Manik matanya sukses menangkap seorang pria yang di tunggunya sejak tadi sore, Wajah datar Jun menatap Hana sontak membuat Hana memarahi Jun karena sangat terlambat.


" Kau sudah lama menungguku? " Tanya Jun dingin.


" Tentu saja, kakiku sampai sakit berdiri di sana menunggumu. " jawab Hana kesal.


" Apa kau bodoh, aku bahkan belum menyetujui akan datang apa tidak dan kau sudah menungguku tanpa ada kesepakatan. "


" Karena aku yakin kau pasti akan datang. " Jawabnya cepat



" Aku sibuk, dan tolong untuk tidak menghubungi ku lagi..., Aku tidak ingin bertemu dengan wanita sepertimu. " Lontarnya pedas.


" Lalu untuk apa kau datang kalau kau tidak peduli, Alasanmu datang karena kau merasa khawatir kalau aku akan menunggumu kan.??" Sahut Hana ketika Jun hendak kembali memasuki mobilnya.

__ADS_1


Jun membeku sejenak tanpa menoleh ke arah Hana yang saat ini menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, " Aku kebetulan lewat, " Lanjutnya kembali membuka pintu mobil dan melaju dengan cepat.


Tangisan Hana kembali membanjiri pipinya ketika melihat mobil Jun yang mulai menghilang di balik kegelapan, hatinya sangat sakit sampai dirinya tidak bisa berkata-kata lagi. Harapan Hana untuk melihat Jun kembali seperti dulu telah sirna dan sekarang dirinya tidak memiliki kemampuan untuk mencobanya lagi.


__ADS_2