
Pria itu menyodorkan sekaleng minuman bersoda pada Hana yang sedang duduk merenung, Hana menerimanya sembari mengucapkan terima kasih, Setelah pesta berakhir Hana dan Dean meninggalkan venue setelah Jun pamit beberapa saat kemudian. Dean tak tahu apa yang terjadi pada Hana sehingga memasang mimik yang sendu saat ini.
" Apa tidak apa-apa melakukan hal seperti pada Jun? Sepertinya dia cemburu melihat kuta datang bersama. " Ucap Dean begitu menjatuhkan tubuhnya di sebelah Hana
" Dean.. " Panggil Hana lirih dan membuat Dean menyahut heran
" Apa yang akan kau lakukan jika seseorang yang dulu kau cintai meninggal dan di gantikan dengan orang lain yang memiki jantungnya. ?"
" Itu pasti sangat berat, tapi jika aku sudah mencintai orang itu mungkin aku tidak akan meninggalkannya, Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini ?" Tanya Dean melirik Hana penuh tanya.
" Itulah yang ku alami saat ini, Di tubuh Jun ada jantung Kaji, Ayahnya mencoba mengambil jantung Kaji dan memberikannya untuk Jun agar dia tetap hidup. " Dean terbelalak kaget mendengar cerita Hana yang terdengar tragis, Sekarang Dean mengerti kenapa Hana membatalkan pernikahannya serta berusaha terus menghindar dari Jun.
" Apa ini kesempatan ku untuk mengatakannya lagi, Aku masih sangat menyukai Hana sampai sekarang, Tapi apa dia mau menrerimaku setelah apa yang di alaminya kemarin? " Batin Dean yang hanya dapat memandangi wajah Hana.
" Kau tidak pergi? Bukannya kau akan kembali ke Tokyo setelah menemaniku hari ini? " Seloroh Hana kemudian
" Aku akan segera pergi, Tapi managerku belum datang untuk menjemputku. " Balas Dean yang beralasan agar bisa berlama-lama dengan Hana.
\*
Setelah bertemu dengan Hana dua hari yang lalu sikap Jun tampak lebih pendiam dari sebelumnya, Tiap Katakura mengajaknya untuk makan dia selalu menolak dan lebih memilih untuk tinggal di ruangannya sampai waktu pulang tiba. Keesokan harinya bahkan sudah tiga hari berturut-turut ini Jun masih menolak untuk di ajak makan, wajahnya pucat dan tak berenergi seperti seorang manusia yang terserang penyakit zombie.
__ADS_1
Katakura tak pernah lupa untuk meletakkan cemilan serta vitamin di atas meja kerja Jun begitu pun dengan Rey yang selalu membawakan adiknya makanan yang telah di buat oleh istrinya, Untungnya hari ini Jun mau menyentuh bekal yang di bawa oleh Rey sehingga membuat mereka berdua merasa lebih legah sekarang.
Jun meraih ponselnya yang di lihat menandakan ada pesan yang masuk, semenit kemudian matanya membelalak sempurna saat mendapat pesan tentang ajakan kumpul bersama di sebuah cafe yang terletak di daerah Asakusa, Pesan yang datang dari Urahara itu baru saja membuat Jun meraih jas dan juga kunci mobilnya. Ketika ia pergi meninggalkan kantor Katakura yang ber pas-pasan bertemu dengannya langsung membuat pria yang lebih tua darinya itu melontarkan pertanyaan pada Jun, Dan Jun hanya menjawab bahwa dirinya akan keluar sebentar.
Setibanya di sebuah cafe yang di katakan Urahara sebelumnya Jun yang baru saja tiba seketika memasang raut wajah sayu begitu melihat Hana yang juga meliriknya dengan heran, Hana tak tahu kalau Jun akan datang untuk mengantar keberangkatannya kembali ke Perancis, Sebelumnya mereka memang berencana untuk kumpul bersama di sebuah Cafe namun tidak mengundang Jun, suasana seketika canggung saat Jun ikut menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi yang hampir berdekatan dengan Hana.
Setelah kedatangan Jun, Hana merasa sangat sesak dan sulit melanjutkan ceritanya yang sebelumnya Hana membahas bagaimana kehidupannya saat di Perancis. Tiba-tiba saja Hana meneguk minumannya tanpa jeda, semua orang meliriknya heran sebab saat ini Hana benar-benar terlihat seperti seseorang yang sedang salah tingkah.
" Teman-teman aku ingin memberitahu kalian sesuatu, Aku dan Dean sebenarnya sudah berpacaran sejak kami bertemu di Paris benar kan Dean?? " Ucap Hana sontak membuat Dean tersedak ketika sedang menyeruput Expreso nya.
" Kenapa Hana tiba-tiba berbohong seperti ini. " Batin Dean yang menutup mulutnya ketika baru saja membersihkan sisa expreso yang ada di sudut bibirnya.
" Boleh aku pulang? Ada rapat yang harus ku lakukan sore ini. " Ucap Jun terdengar dingin
" Tapi Hana... "
" Biarkan saja dia pulang, kau tidak boleh menahan orang lain untuk tetap tinggal jika dia tidak mau. " Sambung Hana berhasil membuat Jun menoleh ke arahnya.
" Orang lain? Jadi aku sudah menjadi orang lain di hatinya. " Benak Jun kembali memelas
Delapan menit tiga puluh dua detik kemudian Jun bangkit dan meninggalkan meja itu, Semua mata tertuju padanya kecuali Hana yang menunduk menyesali semua kebohongan yang di ucapnya, Alasan Hana melakukan hal itu karena Rey telah memohon kepada Hana untuk membuat Jun merasakan sakit yang lebih dalam lagi agar dapat melupakannya seutuhnya.
__ADS_1
Setelah Jun menghilang di balik pintu dan mereka yang kembali sibuk dengan makanan mereka masing-masing, Hana yang terlambat menoleh hanya dapat mencium aroma parfum Jun yang masih tercium di ruangan itu.
Suara hantaman yang keras baru saja membuat seisi cafe terperangah sambil melirik satu sama lain, Beberapa orang yang berada di luar cafe tampak berlari menghampiri sesuatu sehingga membuat Hana dan yang lain penasaran kemudian ikut keluar melihatnya. Kedua manik mata Hana melebar dengan sempurna ketika melihat kecelakaan mobil di ujung jalan, orang-orang mulai ramai mengerumuni tempat itu terkecuali Hana yang hanya bisa mematung melihatnya.
Suara panggilan dari Mimi tampaknya tidak membuat Hana bergeming, Urahara dan Dean terlihat berlari lebih dulu ke tempat itu seketika tubuh Hana bergetar hebat entah kenapa rasanya sangat sulit untuk berjalan mendekat, Mobil sport merah yang tak asing di penglihatannya kini telah rusak parah akibat tertabrak sebuah truk pengangkut barang yang sekarang berada tak jauh dari tempat mobil sport itu.
" Ini hanya mimpi kan.., Jun... Jun... " Hana mulai berlari semakin kencang menerobos orang-orang yang sudah berkumpul mengelilingi mobil tersebut.
Hana semakin terkejut ketika melihat seorang pria yang masih berada di dalam mobilnya, di wajahnya nampak darah segar yang mengalir deras membuat Hana tak kuasa melihatnya dan langsung menutup wajahnya dengan takut.
" Katakan kalau ini hanyalah mimpi.. Kumohon.. Jangan biarkan dia pergi. " Ucap Hana yang masih tak berani melihat keadaan Jun
Suara sirene ambulans baru saja membuat Hana tersadar dan mulai merasakan bahwa yang di lihatnya saat ini bukanlah sebuah mimpi, Beberapa tim medis berusaha mengeluarkan Jun dari dalam sana, Tangis Hana pecah dan menghampiri tubuh Jun yang sudah tak sadarkan diri ketika berhasil di tidurkan di atas brangkar.
" Jun.. Sadarlah kumohon.., jangan pergi meninggalkan ku... " Pinta Hana yang menangis sangat histeris saat itu
Pihak medis meminta Hana untuk ikut naik ke atas ambulans dan segera di turuti oleh wanita itu, Sepanjang perjalanan Hana terus memegang tangan Jun tak peduli saat itu tubuhnya ikut terkena darah yang ada pada diri Jun.
" Cepat tangani dia... Jangan biarkan dia mati kumohon. " Pinta Hana pada tim medis yang mulai memberikan penanganan awal pada Jun
Sejenak Hana merasa bersalah, Ia mulai berpikir Jun mengalami kecelakaan ini akibat kehilangan fokus karena mendengar ucapan bohongnya saat di Cafe, Kalau saja dia tahu ini akan terjadi maka Hana tidak akan pernah mengatakan hal itu. Tangisnya semakin menjadi-jadi sehingga membuat tim medis hanya dapat menenangkannya selama mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit.
__ADS_1