Stay With Me

Stay With Me
You Did Well


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu dengan sangat cepat dan di habiskan Hana dengan mempersiapkan pergelaran busana yang sebentar lagi akan mendekati harinya, Siang itu Sana memanggil dua modelnya yaitu Hana dan Rin untuk fitting gaun yang telah selesai di buat oleh Sana sendiri. sana memilih tema biru laut yang Indah dengan desain anggun yang menggambarkan seorang Putri kerajaan yang akan melangsungkan sesi dansa dengan sang pangeran.


Gaun biru yang Indah telah di siapkan untuk Hana dengan desain yang berbeda dari gaun milik Rin, Tersimpan kecemburuan tersendiri bagi Rin saat Sana memperlihatkan koleksi gaun buatannya yang di mana gaun itu adalah gaun yang sangat di sukai oleh Sana, Rin merasa ini tidak adil sebab dialah orang pertama yang mengenal Sana dan selalu menggunakan brand miliknya, Apa kata orang nanti jika yang lebih menonjol saat di panggung bukanlah dirinya melainkan Hana.



" Sana San apa kau tidak salah memberikan gaun padaku? Bagaimana mungkin gaunku lebih sederhana dari milik Hana? " Sahut Rin ketika ia selesai memberikan gaun pada Hana.


" Rin kau itu sudah menjadi model top yang di kenal banyak orang, dengan menggunakan busana apapun semua mata pasti akan tetap tertuju padamu. " Balasnya kemudian membuat Rin tercengang mendengarnya.


" Tapi tetap saja dengan memberikan gaun yang terbaik untuk Hana yang akan di sorot nanti bukanlah aku, Kau tahu siapa aku kan? Aku tidak bisa menggunakan gaun yang berbeda dari segi bentuk dan kualitas. " Rin menyerahkan kembali gaun yang di berikan Sana tadi dan bergegas meninggalkan tempat itu.


" Rin jangan pergi kumohon, Acaranya tinggal dua hari lagi kau tidak boleh melarikan diri seperti ini. " Cegah Sana ketika ia berhasil menahan langkah Rin


Hana yang baru saja keluar dari ruang ganti melirik mereka dengan heran, Rin ikut menatap Hana dengan tatapan tajam terutama ketika melihat Hana mengenakan gaun yang mewah itu, Bagaimana pun juga Rin harus bersikap tenang dan kembali meraih gaun yang di kembalikannya barusan.


" Aku akan melakukannya tapi aku minta saat cat walk di mulai bagianku harus lebih banyak dari Hana. " Ucapnya sambil membisik agar Hana tidak mendengarnya.


Sana menatap Rin yang berlalu menuju ruang ganti, Kemudian Hana menghampirinya sambil bertanya apa yang telah terjadi, Sana tahu ada ketidakcocokan antara Rin dan Hana namun ia mencoba untuk tetap merahasiakan apa yang terjadi barusan dengan memuji kecantikan Hana ketika mengenakan gaun buatannya.


\*


Fashion week yang telah di tunggu-tunggu kini tiba, Panggung besar yang di buat untuk para model melakukan cat walk sudah berdiri kokoh dengan dekorasi panggung yang berdominan klasik, Di belakang panggung tepatnya di ruang masing-masing desiner, sudah ada Hana Rin dan dua make up artis mereka.


Selama di make up Hana merasa begitu nervous hingga membuat kedua tangannya ikut gemetar, Rin di sebelahnya tampak memberikan dukungan agar Hana merasa lebih baik, Selang beberapa menit Sana memasuki ruangan itu dengan wajah panik sambil membawa sebuah gaun namun hanya satu gaun yang ia bawa saat itu.


" Gawat.. Gawat.., Seseorang telah merusak gaun untuk Hana, Aku tidak tahu siapa pelakunya sehingga membuat gaun Indah itu rusak. Apa yang harus ku lakukan acaranya sebentar lagi akan di mulai. " Sana mulai terlihat frustasi sambil memegang kepalanya yang mulai pusing.

__ADS_1


" Apa kau sudah melihat rekaman cctv? " Tanya Rin.


" Sayangnya cctv di galeri tidak terpasang beberapa hari terkahir ini, Aku tidak bisa menemukan bukti siapa pelakunya. "


" Biar Rin saja yang tampil kalau begitu. " Sahut Hana


" Tidak bisa, Kau harus tetap tampil. " Lanjut Sana tegas


" Lalu apa yang harus aku kenakan jika gaunnya rusak? " Hana menatap Sana dengan ekspresi kebingungan namun tak sampai di situ Sana yang cekatan segera menelpon seseorang yang memakan waktu beberapa menit.


Selang beberapa waktu Sana kembali setelah menelepon seseorang, Kemudian ia meminta Hana untuk melanjutkan riasannya sebab sebuah gaun akan datang untuknya, Rin tampak kesal karena Hana tetap ikut tampil padahal semalam dirinya sudah membayar seseorang untuk merusak gaun Hana.


" Rin, Kau kenapa? " Tegur Sana ketika Rin melamun di hadapan cermin.


" Aku tidak apa-apa, Oiya sebaiknya aku segera mengganti baju. " Balasnya yang mulai beranjak mengambil gaunnya kemudian memanggil dua stylistnya untuk membantunya memakai gaun tersebut.



Hana beruntung dapat memakai gaun tersebut, Walaupun sebelumnya gaun yang Sana buat memang sangat spesial namun gaun yang ini tidak kalah spesial dari karya yang telah ia buat, Hana menatap gaun itu dengan mata berbinar, Cantik. Itulah kata yang terlintas di kepalanya saat pertama melihat gaun itu.


" Apa aku layak memakainya? " Tanya Hana merasa ragu.


" Gaun ini sangat berharga bagiku, Maka dari itu kau harus menampilkan yang terbaik di atas sana. " Ucap Sana membelai lembut kepala Hana.


\*


Dentuman musik yang mengawali acara telah berbunyi, Seorang wanita dan pria yang mengenakan pakaian yang stylish telah muncul dan menyambut para juri serta tamu yang datang hari ini, Ada 20 juri yang di datangkan dari 20 negara berbeda di mana mereka akan menentukan siapa yang karyanya akan menjadi pemenang tahun ini.

__ADS_1


Jun, Dean, Mimi, Urahara dan yang lain telah memasuki tempat acara dan mengambil tempat di barisan penonton, Jun mulai merasa sangat risih sebab ia ingin cepat-cepat melihat Hana, dari pesan terakhir yang di kirimnya Hana mengatakan Jun boleh melihatnya di back stage melalui pintu di seleah panggung, Jun mengajak Katakura untuk menemui Hana di belakang sebelumnya ia meminta Katakura untuk mengambil buket bunga yang ia pesan sebelumnya.


Dengan jabatan Jun yang terkenal ia dengan mudah mengakses masuk ke dalam, Setibanya di depan pintu ruangan Sana, Jun mengetuk pintu tiga kali hingga seseorang membukanya, Begitu Jun di persilahkan untuk masuk ia pun langsung dapat melihat Hana yang sangat mempesona.


" Kau cantik sekali. " Ucapnya dengan penuh takjub


" Terima kasih " Jawabnya malu-malu.


" Ini untukmu Hana. " Katakura menyerahkan sebuket bunga Mawar kesukaan Hana


Rin melihat Hana yang tersenyum lepas saat Jun datang seketika membuatnya geram dan kesal, Belum lagi ketika gaun yang di kenakan Hana lebih baik dari punyanya.


Tak lama setelah itu, Jun dan Katakura kembali ke kursi mereka dan menunggu Hana tampil dengan sabar. Begitu pembawa acara mempersilahkan para model untuk berjalan di cat walk, Satu persatu perwakilan model dari desiner ternama berjalan dengan anggun di panggung, Begitu Rin Sakuragi keluar semua orang tampak heboh dan langsung mengeluarkan ponsel serta kamera mereka untuk mengabadikan wanita cantik itu.


Puluhan paparazzi yang datang menghadiri acara tersebut berbondong-bondong memotret Rin dengan seribu gaya berbeda, Para juri pun di buat takjub dengan kecantikan serta keindahan gaun dan juga modelnya, Di penghujung panggung ketika Rin hampir kembali ke back stage ia dapat melihat Hana yang begitu nervous hingga Sana yang terus menemaninya banyak memberi dukungan untuk Hana.


" Sekarang giliranmu, good luck yah. " Lontar Rin saat berpaspasan dengan Hana.


Hana tersenyum singkat pada Rin kemudian melangkah menuju tengah panggung dengan penuh percaya diri, Semenit yang laku dirinya merasa gugup hingga tidak mampu menahan tubuhnya untuk berdiri setelah Sana memberikan sebuah cincin permata entah kenapa kepercayaan diri Hana meningkat.


Semua mata kembali tertuju pada Hana, Tak sedikit yang berdecak kagum atas keindahan gaun yang ia kenakan saat itu, Karena ini kali pertama Hana cat walk di panggung besar dan di hadapkan oleh orang-orang baru yang belum mengenalnya, sebagai kesan pertama mereka ketika melihat Hana adalah cantik yang alami, dia terlihat seperti seorang Dewi yang datang dari negeri dongeng, Gaun indahhya membuat Hana benar-benar mendapatkan perhatian banyak orang.


Ada satu hal yang aneh ketika Hana keluar, Paparazzi yang sebelumnya banyak memotret Rin tampak tak satupun ada yang memotret Hana, Dean yang menyadari hal itu segera bangkit dari kursinya dan mencoba untuk maju ke depan mengambil potret Hana dengan kamera miliknya, Jun yang tak mau kalah pun ikut menyuruh Katakura, Mimin dan Urahara untuk maju memotret Hana.


Walaupun paparazzi itu tidak tertarik dengan Hana, yang menentukan menang tidaknya hanyalah juri, Namun hanya ada yang janggal saja ketika Rin yang keluar semua kompak memotret namun ketika Hana yang keluar tidak ada satupun yang memotretnya, Padahal ini adalah salah satu cara Hana agar dapat lebih terkenal hingga di luar Jepang.


" Sepertinya ada yang tidak beres. " Ucap Dean yang menyadarinya sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2