Stay With Me

Stay With Me
Kerinduan


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu sejak kepergian Misugi Arata, dan saat inibJun menjalani kehidupannya seperti robot yang bergerak atas dasar kehendak tuannya, Setiap pagi hingga menjelang malam di lakukannya seperti biasa, bekerja, bertemu dengan klien, rapat hingga menandatangani dokumen. Setelah pulang ke rumah dirinya mulai mabuk-mabukan seperti sebelumnya, tak ada yang dapat menghentikan rasa frustasi Jun selama di tinggal Ayahnya, Kini dirinya resmi menyandang status yatim piatu untungnya Jun masih punya Rey dan Ibu tirinya walaupun saat ini beliau masih menjalani masa hukumannya.


Jun bangkit dari tempat tidur menuju rak buku yang terdapat di kamarnya, Ia meraih sebuah kotak berukuran sedang berwarna coklat kemudian kembali ke tempat tidurnya untuk membuka kotak tersebut. Jun mulai membukanya dan di lihatnya beberapa benda yang menjadi kenangan saat bersama Hana, majalah yang pernah di borongnya atas foto Hana ada di sana, berbagai benda kecil yang di nilai tak berguna pun masih ada di sana hingga Jun menemukan sebuah cincin yang sempat mengikat mereka walau hanya sebentar.



" Bagaimana cara melupakanmu? Kalau kenanagan ini masih ada di rumahku, Aku bahkan tidak bisa membuangnya. " Gumam Jun menatap cincin tersebut dengan teliti


Suara dering ponsel baru saja membuat Jun menoleh dan segera meraih ponselnya, Tampaknya Urahara Kyosuke sahabatnya baru saja menelpon. Jun menjawab telepon itu dan mulai mendekatkan ponselnya ke telinga.


" Kau sedang apa? " Tanya Urahara di seberang sana.


" Sedang istirahat, Kenapa? "Tanyanya lirih


" Dua hari lagi pernikahan ku tiba, Kebetulan kami mengadakan pesta kecil-kecilan apa kau bisa datang.? "


" Aku sibuk. "


" Eeey.. Ayolah, Dia juga akan datang. "


Jun mengerjap cepat ketika Urahara menyebut kata 'Dia' dan dia yang di maksud tak lain adalah Hana, Setelah tiga bulan tidak bertemu dan saling berkabar tampaknya membuat Jun merasa ingin segera menemuinya.


" Aku akan datang. " Jawabnya dan di akhiri kata terima kasih oleh sahabatnya itu.


 


\*


 


Kebetulan Urahara dan keluarga mengadakan pesta di Tokyo sehingga Jun tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke Kyoto, hanya setengah jam dari rumahnya kini Jun telah tiba tanpa di temani siapa-siapa. Ketika memasuki pelataran entah mengapa Jun mulai merasa tidak karuan entah itu karena dirinya akan bertemu Hana atau hal lainnya.

__ADS_1


Setelah Jun memasuki venue ia di sambut hangat oleh Urahara namun raut wajah Jun tampak sedang kebingungan mencari sosok Hana, lalu Urahara mengajaknya ke tempat Mimi yang sedang video call dengan seseorang.


" Hana lihat siapa yang datang. " Sahut Urahara yang memperlihatkan Jun pada Hana yang sedang melakukan panggilan video.


Hana tampak membeku melihat Jun yang berdiri di belakang Mimi dengan ekspresi datarnya, Jun menangkis tangan Urahara kemudian meninggalkan tempat itu, Urahara mengejarnya dan berusaha menahan langkah sahabatnya itu.


" Kau mau kemana.? "


" Katamu Hana datang kemari, Tapi itu hanya video call nya saja kau sudah menipuku. "


" Bukannya itu sama saja, Aku tahu kalau kau merindukannya makanya aku mengundangmu untuk melihatnya walaupun itu hanya melalaui panggilan video. "


" Aku tidak mau, wajahnya berubah tidak senang setelah melihatku. "


" Kalau begitu nikmati pesta ini selagi Nao menyelesaikan panggilan videonya dengan hana. "


Jun kembali ke tempat itu namun duduk di sebelah meja tempat Mimi dan Urahara melangsungkan panggilan video. Alasan Hana melakukan panggilan video pada Mimi saat ini di karenakan Hana yang belum bisa kembali ke Jepang karena suatu urusan sehingga Mimi merasa sedih walaupun begitu Hana berjanji dia akan datang tepat pada hari pernikahannya.


Selama panggilan video berlangsung Urahara sengaja menekan tombol pembalik kamera sehingga yang dapat di lihat Hana saat ini adalah Jun yang sedang duduk termenung, Melihat ekspresi Hana yang mendadak sendu membuat Urahara dan Mimi saling melirik satu sama lain keduanya memikirkan hal yang sama namun menyampaikannya melalui telepati.


" Mungkin jaringan Hana sedang jelek atau bisa jadi dia tidak sengaja menekan tombolnya. " Ucap Urahara tertawa receh


Jun sendiri mengira bahwa Hana bukan tidak sengaja mengakhiri panggilannya, tetapi karena sampai saat ini dia belum bisa memaafkan Jun. Bahkan Jun sendiri tidak bisa membenci Hana lama-lama sejak kejadian Ayahnya meninggal, hal itu sangat berat untuk di lakukan Jun namun sampai saat ini dirinya hanya mencoba untuk menahan diri dari Hana.


 


\*


 


Selama tiga bulan berada di Perancis tampaknya tak membuat Hana bosan menghabiskan waktu dengan berwisata kemana-mana, Dia pun masih betah dengan menetap di rumah terkadang dirinya mengambil job fotoshoot hanya untuk model busana Sana saja alasan Hana tidak mengambil banyak pekerjaan selain untuk memulihkan perasaanya ia juga ingin menikmati hidup layaknya Hana yang dulu.

__ADS_1


Hari ini dia dan Sana akan mengunjungi salah satu toko kain yang berada di pusat kota, Mereka ke sana dengan mengendarai mobil kakek Hana yang kebetulan stay di rumah. Selama Sana memilih kain untuk gaun yang akan dia buat, Hana hanya duduk di sebuah sofa yang tertera di toko itu sambil memesan secangkir teh hangat.


Hana mengedarkan pandangannya keluar toko dan tidak sengaja menemukan sosok yang tak asing di penglihatannya. Hana beranjak keluar toko dan memanggil orang tersebut.


" Dean. !!!" Panggil Hana yang kemudian membuat orang yang bersangkutan itu berbalik ke arahnya.


" Hana? " balas Dean seakan tak percaya dengan kehadiran Hana saat ini.


" Kau berada di sini? Kenapa waktu itu pergi hanya memberiku bunga? " Ucapnya ketika sudah berada di hadapan pria itu.


" Aku hanya datang kesini untuk pemotretan, dan soal itu.., aku tidak bisa menemuimu karena merasa sangat malu. "


" Bagaimana keadaanmu? " Tanya Hana mencoba mengalihkan topik yang sendu itu.


" Aku baik-baik saja.., dan kamu? Aku sudah mendengar kabar batalnya pernikahan mu, tapi sampai sekarang aku tidak tahu apa yang sudah terjadi sehingga kau batal menikah dengan Jun. "


" Bisa kita tidak membahasnya, aku sedang malas untuk memikirkan hal itu. "


Dean yang masih sangat penasaran hanya dapat terdiam dan mendengarkan apa yang Hana ucap, Sana yang baru saja keluar dari toko langsung menyapa pria itu , melihat jam yang sudah menunjukan waktu makan siang Sana meminta Dean untuk menemani Hana makan selagi dirinya pergi menemui klien.


Setelah Sana pergi keduanya segera memilih restauran yang akan mereka tempati makan siang, Karena Hana yang sudah menghafal segala tempat yang ada maka Hana lah yang akan menentukan tempatnya.


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Jangan lupa untuk meninggalkan like yah readers 💞💞💞


.


.


.

__ADS_1


.


Aku juga mau rekomendasi novel bagus buat kalian, Judulnya I want u to love now... ceritanya asyik dan menarik jangan sampai kelewatan, burun di kepoin !!!!!


__ADS_2