
* Flashback *
Pria itu mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat hingga tak peduli beberapa pengemudi lain yang juga sedang melewati jalur yang sama, Sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 10:00 dan sudah waktunya untuk memasuki altar pernikahan. Dering ponselnya tiba-tiba membuat pria yang bernama Kaji itu menoleh dan menangkap nama Hana pada layarnya namun ia tak menjawab panggilan tersebut dan semakin melajukan mobilnya dengan cepat.
Di persimpangan jalan tak sengaja kotak cincin yang ia pegang terjatuh di bawah kakinya, Kaji berusaha meraihnya sambil sesekali melihat jalan, karena tidak fokua saat mengambil kotak cincin, Kaji tak melihat pengendara bermotor lewat dan secara spontan Kaji menabrak pengendara motor itu hingga membuat kecelakaan beruntun yang cukup parah.
Mobil Kaji sempat di kendalikan kembali untuk menghindari tabrakan beruntun namun sayang ia kembali menabrak sebuah mobil sport berwarna putih yang hendak berkelok, Kecelakaan pun terjadi hingga membuat kedua mobil terpental ke pembatas jalan. Kaji tak sadarkan diri di tempat kejadian dengan memegang kotak cincin yang telah berhasil di dapatkannya.
Begitu pun dengan mobil sport yang di tabraknya hingga membuat mobil mewah itu ringsek di baguaj depan dan pengemudinya pun ikut tak sadarkan diri.
Beberapa orang yang melihat kejadian tersebut kini berkumpul melihat korban yang mengalami luka parah, Ada yang memanggil ambulans dan ada juga yang mencoba menghubungi pihak keluarga seperti yang di lakukan oleh seorang pria yang mencoba menghubungi nomor keluarga korban mobil sport yang mengalami luka sangat parah.
Di rumah sakit...
Pria setengah baya itu berlari tergesa-gesa menelusuri koridor rumah sakit bersama seorang wanita yang tak lain adalah istrinya, Setelah mendapat kabar kalau putra bungsunya baru saja mengalami kecelakaan.
Di ruang UGD tampak terlihat ramai dengan beberapa orang yang melihat keadaan keluarganya yang mengalami kecelakaan yang sama. Arata yang tidak ingin putranya berada di rumah sakit itu segera menemui dokter untuk memindahkan Jun ke rumah sakit Misugi yang di mana fasiltas serta tempatnya jauh lebih Bagus dari tempatnya sekarang.
Begitu Jun di pindahkan ke rumah Sakit Misugi, beberapa dokter khusus di datangkan hanya untuk menangani Jun yang saat ini sedang kritis, Di tambah lagi soal penyakit jantung yang di alami Jun saat ini sedang tidak stabil, Jantungnya tiba-tiba melemah dan menandakan keadaan yang sangat darurat.
Dokter keluarga Misugi keluar untuk memberitahu soal ini, Mereka menyarankan Arata untuk segera mencari pendonor untuk Jun jika nyawanya masih ingin di selamatkan. Arata memiliki waktu 24 jam sampai masa kritis Jun di tangani oleh para dokter. Arata yang tidak tahu harus melakukan apa-apa langsung mengeluarkan berita terkait pendonor yang bersedia mendonorkan nya untuk Jun, Dan Arata tidak main-main atas hadiah yang di tawarkan jika saja ada yang berani memberikan jantungnya untuk Jun.
Waktu berjalan sangat cepat dan sisa 6 jam lagi batas yang di berikan, Hingga saat ini Arata tidak memiliki kesempatan untuk pendonor Jun, Awalnya Arata bersedia untuk mendonorkan jantungnya kepada Jun namun karena jantung Arata juga bermasalah hal itu pun di tentang oleh para dokter. Pria itu sudah putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, Saat itu sekretarisnya datang dan memberitahu bahwa pelaku yang menyebabkan Jun celaka saat ini sedang kritis dan tidak ada tanda-tanda untuk bangun.
Tak ada cara lain, Arata menyuruh seseorang untuk meminta jantung Kaji pada keluarganya, namun setelah mengetahui bahwa Kaji tidak memiliki siapapun Arata segera menyuap dokter yang telah menangani Kaji untuk memberikan jantungnya kepada Jun. Arata pun meminta para dokter untuk membawa Jun ke rumah sakit sebelumnya untuk segera melangsungkan operasi transplantasi.
Malam itu juga Para dokter segera mengambil tubuh Kaji yang masih dalam keadaan bernafas namun sedang dalam keadaan kritis yang di mana nyawanya sedang di ambang kematian, Di ruang operasi Jun dan Kaji di baringkan bersebelahan dan proses perpindahan jantung pun di lakukan.
Selama beberapa jam operasi di lakukan dengan rahasia di mana hanya beberapa orang yang tahu, dan waktu itu mereka sempat menipu Hana dengan mengatakan kalau Kaji di pindahkan ke ruang ICU karena kondisinya yang tiba-tiba berubah kritis. Begitu operasi berakhir dengan lancar tanpa kendala apapun, Arata mendatangi tubuh Kaji yang sudah tak di tukar jantungnya dengan jantung Jun yang sebentar lagi akan berhenti berdetak.
__ADS_1
" Maafkan aku, Aku terpaksa melakukan ini agar putraku dapat meneruskan hidupnya. " Ucap Arata sambil membungkuk hormat di hadapan Kaji
Tepat tengah malam ketika rumah sakit sedang sepi Kaji segera di pindahkan kembali ke ruangannya, dan untuk mengantisipasi adanya kecurigaan dokter memasang alat elektrokadiograf yang sudah rusak dengan begitu jika detak jantung Jun sudah berhenti maka Kaji di nyatakan telah meninggal dunia, memang kejam namun inilah cara sang Ayah untuk menyelamatkan nyawa putranya.
Satu bulan setelah Jun melangsungkan operasi kondisinya mulai membaik namun sayang sampai saat ini dirinya belum juga sadarkan diri, Arata yang sibuk mengurus perusahaan terpaksa menitipkan Jun pada Katakura, Soal pendonor jantung ini tak ada yang tahu kecuali Arata, sekretarisnya dan juga beberapa dokter yang terlibat. Arata ingin rahasia ini tetap di sembunyikan dan tak boleh ada yang mengetahuinya bahkan Jun sekali pun.
Hari di mana Hana datang pun tiba, Hari itu Jun merasa dirinya berada di dalam sebuah ruangan yang gelap dan hanya satu satu cahaya yang berada di ujung perlahan cahaya itu hampir menutup hingga dirinya mencoba untuk berlari mengejar ke arah cahaya tersebut, Jun berhasil menahan cahaya yang di lihatnya ternyata adalah sebuah pintu itu kembali di bukanya dengan lebar.
Deg... Deg.. Deg..
Jun membuka mata untuk pertama kalinya saat dirinya menjalani operasi, Tangannya spontan memegang tangan seseorang yang tak lain adalah Hana. Kedua mata mereka yang saling menatap satu sama lain membuat Jun merasa begitu senang, Jantungnya berdegup kencang seakan ingin meledak.
" Kenapa jantungku berdetak sangat kencang. " Benak Jun ketika melihat Hana yang melepas pengangannya dengan cepat.
\*
Setelah mendengarkan cerita panjang sang Ayah tentang kejadian itu rupanya membuat Jun merasa sangat bersalah pada Kaji, Ia tahu kalau sebelumnya Hana sangat mencintai Kaji terbukti ketika dirinya mencoba mendekati Hana dan saat itu juga Hana terus menolak karena masih mencintai mendiang tunangannya itu.
Jun takut jika Hana sampai tahu hal ini, hanya ada satu kemungkinan yang pasti di mana jika Hana tahu soal ini maka Jun harus bersiap-siap untuk di tinggalkan Hana selamanya, Hana pasti tidak akan menerima begitu saja jantung Kaji ada pada kekasihnya yang sekarang mengingat perpisahan Hana dan Kaji tidak berujung baik dan itu pasti akan membuatnya sangat terpukul.
" Kenapa.. Kenapa.. Kenapa....!!!" Jun memecahkan botol wine itu hingga melukai tangannya, Kini tetes darah segar mengalir begitu saja tanpa di perdulikan oleh Jun
Jun menjatuhkan kepalanya di atas meja sambil menatap sebuah foto besar yang terpajang di dinding ruang santainya, tangis Jun pecah ketika melihat foto itu.
" Aku bahkan tidak berani menatap fotomu, Bagaimana dengan dirimu yang asli. " Gumam Jun yang menatap lurus foto Hana
Dering ponsel Jun baru saja membuat pria itu menoleh dan mendapat nama Hana di sana, Jun tak bergeming bahkan untuk menjawab panggilan itu pun dirinya tak sanggup, Dalam benak Jun hanya meminta maaf karena hanya bisa menjadi pria pecundang seperti sekarang.
\*
__ADS_1
Hana menatap layar ponselnya dengan wajah kebingungan, Sudah sepuluh kali Hana mencoba untuk menghubungi Jun namun tak juga di angkat olehnya. Hana mencoba berpikir positif dan meletakkan ponselnya di atas meja.
Hana beranjak keluar kamar menuju dapur untuk mengambil segelas air, Ketika melintasi pintu kamar sang ibu yang masih terbuka Hana pun iseng untuk mengintip. Tampak Sana yang sedang sibuk mendesain gaun pengantin Hana yang di lakukannya dengan penuh Cinta.
Kemudian Hana kembali ke dapur berniat untuk membuat cemilan malam untuk Sana, Sebagai anak yang baik hanya ini yang dapat di lakukan oleh Hana memang tidak seberapa dengan kerja keras sang ibu dalam membuat gaun pengantin. Selang bebera waktu Hana yang telah selesai membuat cemilan segera menghampiri Sana, Ia mengetuk pintu kamar Sana dengan wajah tersenyum ketika Sana menoleh ke arahnya.
" Aku membuatkanmu cemilan dan teh sakura untuk menambah semangat Ibu mendesain gaunku. " Ucap Hana yang sudah meletakkan nampan yang di bawanya ke atas meja.
" Wah Arigatou Hana chan. " Balasnya gemas
" Pasti ibu capek, Setelah mendesain baju lanjut membuatnya dengan tangan mungil ini. " Gumam Hana sembari memberikan pijitan lembut untuk ibunya
" Ibu senang melakuan hal ini, terlebih lagi ketika harus membuat gaun untuk Putri cantik ibu. " Godanya sukses membuat Hana tersipu malu
" Terima kasih yah bu sudah repot-repot membuatkan gaun untukku. "
" Tentu sayang. "
Setelah cukup memberikan pijitan kepada Sana, Hana beralih ke tempat tidur Sana sambil menutup separuh dirinya dengan selimut. " Sepertinya malam ini aku akan tidur denganmu, boleh kan? " Gumam Hana dan di balas anggukan setuju oleh sang ibu
" Oiya sayang, Sebentar lagi kau akan menikah, Kau harus ingat satu hal jika setelah menikah nanti kau harus patuh dengan suamimu jangan melawan apalagi memarahinya, pernikahan itu berbeda saat masih pacaran. "
" Iya ibu.., Aku paham kok. Aku akan menjadi wanita paling bahagia nantinya, karena aku telah menemukan lelaki yang sempurna seperti Jun. " Gumam Hana sambil membayangkan wajah tampan kekasihnya itu
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Gimana Readers pasti kalian udah pada nebak sebelumnya kan???? kalian yang nebak bener selama ini aku kasih 100 poin 😘😘..., Terus gimana kelanjutannya yah ? kalian pada penasaran enggak nih?? ayo dong like dan komen manisnya mana nih, biar author semangat up yang banyak...
Sekedar info juga kalau Stay With Me udah masuk 80% dan bentar lagi bakal tamat..., Huuu sedihh bakal kangen nih sama kalian yang selalu menyempatkan untuk membaca Stay With Me.., Sekali lagi author ucapkan terima kasih yang banyakkkkkk.. 😍😍😍😍
__ADS_1