
" Kau yang melakukan hal ini kan, " Dean menunjukkan ponselnya yang berisi artikel tentang dirinya dan Hana pada Rin yang masih duduk dengan santai di atas sofa.
" Bukannya kau sudah setuju untuk bekerja sama denganku? Kenapa sekarang kau protes seperti ini? " Sahut Rin yang tidak mau kalah
" Aku hanya memintamu untuk merenggangkan hubungan Hana dan Jun, Bukan merusak nama baik Hana. Dan soal foto ini bagaimana kau bisa mendapatkannya? "
Rin yang tak suka di bentak oleh Dean lantas langsung beranjak dari sofa kemudian menatap Dean yang hampiri sejajar dengannya.
" Kau harus ingat kalau aku bisa melakukan apapun yang ku inginkan, Kau sudah memutuskan untuk bekerja sama denganku maka kau harus menerima semua yang telah terjadi. "
" Tunggu dulu, Apa foto saat aku berciuman dengan Hana di hotel waktu itu kau juga yang melakukannya? " Dean tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang selama ini sudah di curigainya sejak dulu.
" Kalau iya kenapa? Apa kau ingin aku balas dendam padaku ?"
Dean spontan menendang meja kecil yang berada tepat di depan Rin sehingga membuat keributan yang membuat Rin tiba-tiba bergetar takut, Rin tak menyangka kalau Dean akan Semarah itu hingga merusak mejanya.
" Tarik semua berita palsu ini, atau aku akan membuatmu malu. " Ancam Dean sebelum meninggalkan rumah itu.
\*
Dua berita besar hari ini tiba-tiba di tarik dan kepala redaksi mengeluarkan pernyataan terkait tentang berita palsu yang sempat menyebar, mereka juga menambahkan bahwa foto yang tersebar merupakan hasil dari editan dan oknum yang tidak bertanggung jawab, Jauh di samping itu sebenarnya Arata lah yang membuat kepala redaksi untuk menarik beritanya sebagai orang yang cukup berkuasa tentu melakukan hal itu sangatlah mudah.
Berkat bantuan Ayahnya itu Jun merasa sedikit lebih tertolong, Walaupun pada berita kedua dia merasa kesal mendengar Dean pernah satu kolam dengan Hana. Untuk saat ini Jun dan Hana lebih memilih untuk tidak mempercayai omongan orang-orang dan lebih mempercayai diri mereka satu sama lain.
__ADS_1
Selain itu bukan hanya Ayah Jun saja yang membantu mereka membersihkan skandal tersebut, Ibu Hana yaitu Sana yang telah kembali dari Milan baru saja mengeluarkan pernyataan melalui pers bahwa dirinya adalah ibu kandung dari Hana Yui dengan begitu nama Hana yang sebelunmnya di cap buruk kembali di kenal baik dengan bantuan Sana. Tidak semua kisah yang sebenarnya di ceritakan saat pers berlanjut, namun semua mencakup bagaimana fakta mengatakan bahwa keduanya memang memiliki hubungan darah.
Di samping itu Rin yang merasa muak dengan perbuatan Ayah Jun segera menemui pria setengah baya itu di rumahnya, Emosi yang meluap yang tak dapat terbendung lagi membuat Rin seenaknya masuk tanpa di persilahkan terlebih dulu. Wanita itu mengatakan kata-kata yang kasar dan cukup keras kepada Arata yang baru saja menyelesaikan bacaanya.
" Apa anda tahu kalau cara anda ini akan merugikan anda sendiri? Aku sudah bilang untuk tidak melakukan apapun. "
" Aku seorang Ayah yang tidak bisa melibatkan putraku dalam skandal kotor seperti rencanamu itu, Untuk memisahkan Jun dari Hana aku tidak perlu memakai cara seperti itu. "
" Dasar pria tua tidak tahu diri! " Baru saja Rin hendak mendorong Arata tiba-tiba saja Arata berekasi aneh sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, Sejurus kemudian Sekretaris pribadinya masuk dan langsung membantu beliau untuk mengatur nafasnya secara perlahan.
" Tolong anda segera meninggalkan ruangan ini atau saya akan melaporkan anda atas kasus kekerasan. " Ucap Sekretaris Arata sontak membuat Rin segera beranjak meninggalkan ruangan itu
\*
Sana menyodorkan lapotpnya kepada mereka dan langsung memutar sebuah rekaman cctv yang di mana memperlihatkan dua orang wanita yang merusak gaun Sana yang waktu itu ingin di berikan pada Hana, Awalnya mereka berdua heran namun setelah Sana memperlihatkan rekaman lain saat Rin memberikan uang kepada dua pelaku di saat itulah mereka baru tahu kalau selama ini Rin memang tidak sebaik yang mereka kira.
" Aku sudah cukup lama mengenal Rin, Dia wanita yang gigih dan tidak mau kalah dalam hal apapun, Tapi sampai saat ini tidak ada artikel yang menjelaskan tentang sifat aslinya itu. " Ucap Sana begitu mereka telah selesai menonton videonya
" Tapi kenapa Ibu merahasiakannya dari kami kalau ternyata Rin lah yang telah merusak gaunmu? " Tanya Hana.
" Soal itu, Sebenarnya ada satu hal lagi yang membuatku diam sampai saat ini. "
Sana yang tiba-tiba menghentikan ucapannya sontak mulai menceritakan pada Hana dan Jun bahwa dulu saat Rin pertama kali menjadi artis dia pernah mendapat kejahatan berupa cyber bullying yang membuatnya sempat depresi, Setelah di nyatakan sembuh rupanya penyakit yang di alami Rin berkembang menjadi Bipolar disorder, bipolar sendiri merupakan gangguan mental yang di tandai dengan perubahan sikap yang kadang berubah-ubah.
Selain itu Sana juga mengaku bahwa belum ada yang mengetahui soal hal ini selain keluarganya, Sana menjadi orang satu-satunya yang mengetahui masalah ini karena saat itu Rin sendiri yang menceritakannya pada Sana.
__ADS_1
" Aku tidak bisa beranggapan kalau tindakan Rin ini dapat di maklumi atau tidak, Cara satu-satunya kita harus menemui Rin dan mengajaknya bicara baik-baik, Kita tidak bisa menyalahkan orang yang sedang terganggu mentalnya untuk itu kita harus segera mencarinya. " Lanjut Sana yang di balas anggukan mantap oleh Jun dan Hana.
\*
Malam itu Hana yang baru saja pulang dari galeri Ibunya segera menuju kamar untuk beristirahat, entah mengapa rasanya hari ini sangat melelahkan sehingga membuatnya ingin cepat-cepat berbaring di tempat tidur.
Saat Hana hendak membuka pintu kamarnya ia tak sengaja mendengar sesuatu di belakangnya yang perlahan namun pasti perasaan aneh muncul, Ketika Hana menoleh sosok yang tak terduga muncul dan hampir memukul Hana dengan sebuah tongkat sapu untungnya Hana dapat menghindar dengan cepat.
" Bagaimana kau bisa masuk ke rumahku? " Lontar Hana yang masih berusaha untuk menghindari Rin yang bersiap untuk mengayunkan tongkat sapu tersebut ke arah Hana
" Kau tidak boleh ada di sini, Aku sudah memperhatankan karirku selama 10 tahun dan kau datang kemudian mengacaukan semuanya, Aku tidak ingin kau menjadi nomor satu di Jepang, Aku tidak mau!!! " Gertaknya kembali mengayunkan tongkat itu, Hana yang tidak bisa menghindar lantas hanya dapat melindungi diri dengan tangannya.
Hana mencoba membuka kedua matanya setelah beberapa saat di tutup karena takut dengan ayunan tongkat Rin, Begitu Hana menoleh tampaknya sudah ada Jun yang berhasil merebut tongkat itu.
" Berikan padaku, Aku tidak akan membiarkan dia menempati posisiku. " Rin mencoba untuk merebut tongkat sapu di tangan Jun namun tak berhasil.
" Sadarlah Rin!!! " Sorak Jun berhasil membuat Rin terkejut
" Aku kecewa padamu, Ku pikir kau adalah orang yang baik, Hanya karena karir mu kau tega merusak dirimu sendiri bahkan kau dengan tega menyeret orang-orang yang tidak bersalah kedalam perangkapmu. "
" Aku tidak sendirian asal kamu tahu, Ayahmu dan Dean juga ikut terlibat, Kami bekerja sama untuk merusak hubungan kalian, Dan untukmu Hana, apapun itu selama kau menderita aku akan melakukan segala cara !!!"
Pakkk...
Satu tamparan yang cukup keras mendarat di wajah Rin hingga membuat wanita itu sempat terhuyung ke lantai, Hana yang baru saja menamparnya kini menatap Rin dengan tatapan tajam.
__ADS_1
" Sadarlah Rin, Aku tahu kau sebenarnya orang yang baik. " Ujar Hana mencoba bersikap lebih lembut saat Rin meluapkan emosinya dengan menangis tersedu-sedu.