Stay With Me

Stay With Me
Tolong Jangan Pergi Tanpa Kabar


__ADS_3

Jun tampak kewalahan saat mendiamkan Hana yang masih menangis ketika mereka tiba di rumah Jun, Sebelumnya Jun sudah memberitahu Hana bahwa dirinya pergi ke luar kota untuk menemui klien dan soal tangannya Jun berkata bahwa semalam Katakura datang ke rumahnya untuk minum dan Jun beralasan bahwa saat itu botol Wine yang di pegangnya tak sengaja terjatuh hingga membuat luka gores pada telapak tangannya.


Hana masih menangis sambil memeluk lengan Jun seakan tak ingin pria itu pergi jauh darinya, Jun mulai mengusap kepala Hana dengan lembut seraya menenangkan wanita itu untuk berhenti menangis. Melihat Hana yang menangis seperti itu membuat Jun merasa terpukul, Jun berpikir bagaimana jika Hana sampai tahu hal ini apakah dia akan tetap memeluknya seperti ini, Bahkan di mimpi terliar Jun dia tak pernah berpikir akan memimpikan hal ini.


Tanpa sadar air mata Jun terjatuh di tangan Hana sehingga membuat wanita itu berhenti menangis dan menatap Jun dengan wajah keheranan, Jun dengan cepat menyeka air matanya kemudian melemparkan senyum seakan tak ingin memperlihatkan kesedihannya.


" Kenapa kau juga menangis ? " Tanya Hana meliriknya penuh tanya.


" Aku menangis karena kau tidak mau berhenti menangis sambil memeluk ku seperti ini. " Lontar Jun bohong


" Jangan pergi tanpa memberiku kabar, Aku takut waktu itu terulang lagi. " Hana kembali meraih tangan Jun dan menggenggamnya sangat erat


" Apa perasaanku saat ini bukanlah perasaanku yang sesungguhnya terhadap mu? Apa perasaan Cinta ini sebenarnya masih milik Kaji.? " Batin Jun menatap Hana dengan tatapan kosong


" Jun.. Jun..., Kau baik-baik saja??? " Hana menggerakkan tangan ke wajah Jun untuk mengembalikan kesadaran Jun.


" kau bilang apa tadi? " Ucap Jun yang kembali tersadar dan tidak mengingat pertanyaan Hana sebelumnya.


" Kau kenapa Jun? Kenapa aku merasa kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku??? " Tanya Hana membuat Jun tak dapat berkata-kata.


" Aku sudah bilang kalau aku baik-baik saja. " Jun meraih wajah Hana mengecup keningnya agak lama dengan perasaan bersalah yang di bendungnya saat ini.


" Aku sangat mencintaimu. " Ungkap Jun dengan tulus.

__ADS_1


\*


Hari demi hari telah di lewati Jun dengan penyesalan yang di tanggungnya sendiri, Berusaha tersenyum di depan Hana sama sulitnya dengan melupakan wanita itu. Meski begitu Jun tidak mau sampai Hana ikut sedih dan selalu bersikap seperti biasa jika sedang bersama Hana. Jun sampai lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun dan kematian Ibunya, setelah mengingat bahwa hari ini adalah hari kematian sang ibu, Jun segera mengunjungi taman makam dengan membawa dua buket bunga yang akan di berikan satu untuk sang ibu dan makam palsu Kaji.


Setibanya di sana, Jun menatap nisan ibunya dengan wajah sendu seraya meletakkan buket bunga lily di sana, Jun mulai berdoa untuk sang ibu semoga selalu di tempat kan di tempat yang layak. Kemudian ia mengangkat wajahnya dan kembali meneteskan air mata. Entah sudah berapa banyak Jun menangis akhir-akhir ini, dan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang pria sejati tetap terbantahkan dengan sosoknya rapuh di saat seperti ini.


" Ibu, Apa aku layak hidup dengan merenggut nyawa orang lain seperti ini ? Tolong beri aku kekuatan untuk menghadapi semua ini, buat aku untuk tidak merasa bersalah pada Hana, buat Hana untuk tetap berada di dekatku selalu dan selamanya. " Pinta Jun dengan harapan yang besar


Setelah selesai mengunjungi makam sang ibu, Jun keluar dan meletakkan buket untuk Kaji di atas makam palsunya, Tak ada yang di katakan Jun saat itu karena sebelumnya dia sudah mengunjungi makam Kaji yang asli.


Begitu Jun pulang ia mendapati Hana yang sedang menunggunya dengan wajah sedih, Seketika itu Jun takut, Ia takut melihat ekspresi Hana yang seperti ingin mengatakan sesuatu.


" Orang tua Mimi mengalami kecelakaan dan mereka baru saja meninggal, Kita harus ke Hokkaido untuk melihatnya. " Ucap Hana sukses membuat jantung Jun hampir berhenti, Jun mengira kalau Hana sudah mengetahui semuanya namun di samping itu Jun ikut terkejut dengan berita meninggalnya orang tua Mimi di saat putrinya akan melangsungkan pernikahan.


\*


Pernikahan mereka yang sebentar lagi di laksanakan terpaksa di undur karena kabar duka ini, Mimi merupakan anak satu-satunya di keluarganya dan sekarang mereka telah meninggalkan Mimi sendirian. Hana dan Jun yang telah tiba di rumah duka ikut bersedih atas kehilangan yang di alami mimi.


Hana sebagai sahabatnya paham betul bagaimana rasanya menjadi anak yatim piatu dan saat ini Hana sedang memeluk Mimi berusaha untuk menguatkan sahabat nya itu.


Setelah kedua orang tua Mimi di makamkan di tempat yang sama dengan pemakaman Kaji, Semua para penggiring segera pulang dan menyisahkan mereka berempat. Mimi tak berhenti menangis di pelukan Urahara sementara Jun tampak sibuk melihat ke arah lain di mana pandangannya sedang melirik makam Kaji yang berada tak jauh dari tempat orang tua Mimi di makamkan.


Jun tak sadar kalau Hana sedang memperhatikannya sejak tadi, Hana tahu arah padangan Jun ke mana namun dia tak tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Jun saat ini. " Kau ingin mengunjungi makam Kaji? Sebentar lagi Kita akan menikah, sebaiknya kita ke sana untuk meminta restu. " Sahut Hana sontak membuat Jun tercekat kaget.

__ADS_1


Hana memberitahu Urahara kalau mereka akan mengunjungi makam Kaji sebentar dan Hana pun langsung menarik tangan Jun menuju makam Kaji, Jun hanya dapat pasrah saat itu walau hatinya saat ini sedang tidak karuan.


Kini Hana dan Jun berada di depan makam Kaji, Namun Hana heran ketika melihat ada buket bunga Mawar yang sudah layu di sana seingat Hana dia tidak pernah mengirim bunga atau pun menyuruh orang lain menaruhnya, Jun mencoba untuk terlihat tenang dan berharap Hana tidak akan curiga kalau dia lah yang telah meletakkan bunga tersebut.


" Siapa pun itu terima kasih karena telah mengirimkan bunga untuk Kaji. " Gumam Hana kemudian mulai berdoa


Jun menatap punggung Hana degan senyum kecil, Hari di mana Hana akan mengetahuinya pasti akan tiba dan sebelum itu terjadi Jun mau menghabiskan waktunya dengan Hana sedikit lebih lama, Dan dengan spontan Jun meraih tangan Hana dan menatap makam Kaji dengan serius.


" Kami akan segera menikah, Aku berjanji akan menjaga Hana sampai maut memisahkan kami. Mohon restunya. " Jun menunduk hormat di depan makam Kaji di susul oleh Hana yang mulai tersenyum senang


\*


Kembalinya mereka ke rumah Mimi membuat Hana dan Jun memilih untuk tinggal di sana sekaligus menemani Mimi agar tidak kesepian, Urahara yang selalu ada untuk Mimi pun tak cukup untuk menghibur wanita itu dan malam ini mereka berempat akan tinggal bersama di rumah orang tua Mimi.


Setelah Mimi berhasil tidur, Hana bergegas ke dapur untuk membuat makan malam, Sementara itu Jun dan Urahara tampak mengobrol di paviliun rumah Mimi, Selain Mimi yang berduka hari ini Urahara pun ikut berduka, Siapa yang tidak sedih melihat wanita yang di cintainya baru saja kehilangan kedua orang tuanya tepat di hari menjelang bahagianya.


" Kau harus sabar, Pernikahan kalian mungkin akan di tunda.. Selama itu kau harus tetap berada di sisi Mimi untuk menghiburnya. " Ucap Jun sambil mengusap pundak Urahara


" Sepertinya kau dan Hana duluan yang akan menikah, Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar. " Sahut Urahara kemudian.


" Semoga saja. " Lanjut Jun menatap langit yang mulai menurun kan bulir-bulir benda kecil berwarna putih


" Makanan sudah siap, Ayo kita makan. " Seru Hana membuat kedua pria tampan itu menoleh sambil menyahut membalas ajakan Hana.

__ADS_1


Ketika Jun dan Urahara masuk ke dalam, Kedua mata Jun membelalak sempurna saat melihat meja makan yang di penuhi dengan makanan lezat dan sekotak kue tart, Jun sampai lupa kalau hari ini masih ulang tahunnya dan Hana yang telah membuat kejutan kecil ini berhasil membuat Jun terharu.


Mimi yang terbangun pun ikut merayakan ulang tahun Jun walaupun hari ini dia masih dalam keadaan berduka, Mereka berempat memulai pesta ulang tahun Jun sekaligus mengirim doa bersama untuk kedua orang tua Mimi yang telah meninggalkan mereka lebih dulu.


__ADS_2