
Jun menatap ponselnya dengan serius berharap ada pesan yang masuk namun sejak beberapa hari terakhir ini dia tidak mendapatkan satu pesan pun dari Hana, Yang membuatnya heran lagi kenapa Hana tiba-tiba marah kepadanya sehingga semalam dia mematikan telepon tanpa mengatakan apa-apa.
Untungnya malam ini Jun akan kembali ke Jepang setelah menyelesaikan tugas dari Ayahnya, dengan begitu ia dapat bertemu dengan Hana dan menanyakannya langsung. Suara ketukan pintu berhasil membuat Jun menoleh dan segera membuka pintu kamarnya.
Sosok Rin yang muncul dalam keadaan mabuk sontak membuat Jun menangkap wanita itu ketika hampir terjatuh karena tak sanggup menahan beban tubuhnya. Jun mencoba menyadarkan Rin dengan menepuk pipinya pelan namun Rin hanya membalasnya dengan erangan kecil kemudian merangkul Jun dengan kuat sehingga membuat pria itu Hampir terjatuh namun dengan cepat ditahannya menggunakan satu tangan.
" Rin, Kenapa kau sampai mabuk seperti ini? " Keluh Jun kemudian mencoba untuk menggendong Rin dan menidurkannya di tempat tidur.
Suara jepretan kamera baru saja membuat Jun menoleh namun ia tak mendapati siapa-siapa di sana, Dengan cepat Jun berlari keluar kamar memastikan apakah benar tadi ada orang yang memotret atau hanya halusinasinya saja, dan setelah di selidiki lebih lanjut tampaknya tak ada siapa-siapa sehingga membuat Jun kembali menghampiri Rin.
Rin yang sudah tak sadarkan diri di atas tempat tidur lantas membuat Jun pasrah kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh Rin, Setelah itu ia keluar untuk mencari sup pereda mabuk dimana dia sendiri yang akan mencoba membuatnya. Setelah Jun pergi Rin yang berpura-pura mabuk barusan mulai membuka kedua matanya dan menatap seisi kamar Jun dengan penuh tawa.
" Menarik sekali, Aku yakin saat ini Hana pasti akan terbakar api cemburu. " Ucap Rin yang baru saja mengeluarkan ponselnya.
Setelah kemarin malam menyadap ponsel Jun dengan suara orang berhubungan intim dan akting meminta handuk pada Jun kini ada satu lagi yang di siapkannya untuk mengalahkan Hana, Semenit kemudian sebuah kiriman foto baru saja masuk di ponselnya, Melihat hasil yang sempurna saat Jun meletakkan Rin di atas tempat tidur pasti akan membuat Hana semakin mengira bahwa dia dan Jun sudah melakukan hubungan itu.
Mendengar suara pintu terbuka Rin pun dengan cepat kembali pada posisinya semula, Jun yang baru saja datang dengan membawa sup pereda mabuk segera menyiapkannya di atas meja, Kemudian dengan lembut membangunkan Rin yang perlahan mulai memberikan respon baik terhadapnya.
__ADS_1
" Aku sudah membuat sup untukmu, Kau harus menghabiskannya agar mabuk mu segera hilang, malam ini kita akan kembali ke Jepang. " Ucap Jun yang mencoba membatu Rin untuk menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur.
\*
Pagi-pagi sekali Hana mendatangi bandara Narita untuk menjemput Jun, Sebelumnya ia mendapat pesan dari Jun kalau besok pagi dia akan pulang, Sudah Satu setengah jam Hana menunggu kedatangan Jun tanpa di temani oleh siapapun dan untuk menutupi identitasnya Hana memakai hoddie berwarna merah muda dengan masker berwarna putih agar orang-orang tidak langsung mengenalinya.
Pandangan Hana terus menatap pintu keluar kedatangan dengan tatapan tajam tak sedetik pun ia mengalihkan padangannya hingga beberapa saat kemudian sosok yang di tunggunya muncul, Langkah Hana yang tiba-tiba terhenti membuat wajahnya seketika langsung berubah ketika melihat Jun bersama Rin, Bukan soal kedatangan mereka bersama melainkan Hana melihat Jun yang sedang membantu Rin berjalan membuat Hana merasa sedih.
Hana kembali melangkah mendekati mereka dan saat Jun melihat Hana pria itu langsung melambaikan tangan dengan wajah kegirangan, Jun tidak menyangka Hana akan datang menjemputnya pagi ini, Namun wajah Hana yang berubah serius membuat Jun keheranan dan dengan cepat Hana menarik Jun ke arahnya sehingga membuat Rin terlepas dari pegangan Jun, Rin langsung terjatuh saat itu juga dan spontan membuat Jun kembali membantunya untuk berdiri.
" Apa yang kau lakukan Hana? Kaki Rin sedang sakit akibat menolongku tadi, Kenapa kau tiba-tiba menarikku seperti itu.?" Jun menatap Hana yang sudah memasang wajah sedih akibat aksi Jun kepada Rin.
" Tidak apa-apa, Mungkin Hana mengira kalau aku sengaja merangkulmu. " Sahut Rin yang sudah kembali berdiri dengan bantuan Jun
" Aku akan mengantar Rin pulang, Kebetulan Managernya sedang sakit. "
" Aku akan ikut bersama kalian. " sambung Hana cepat
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga segera meninggalkan bandara dan memberhentikan sebuah taxi untuk mengantar Rin setelah itu barulah Hana dan Jun pulang bersama, Di perjalanan Jun kembali menceritakan kepada Hana bagaimana Rin bisa terluka seperti itu. Kejadian di mulai saat Jun dan Rin baru saja memasuki pesawat saat di New York dan kejadian tidak enak pun terjadi di mana salah satu penumpang tidak sengaja menjatuhkan tasnya yang cukup besar yang hampir mengenai Jun untungnya saat itu Rin dengan cepat menepisnya namun nahas kakinya lah yang menjadi korban sehingga mengalami pembengkakan yang cukup parah.
Yang dapat Hana lakukan saat ini hanyalah meminta maaf atas emosinya yang berlebihan, Meski mengetahui kalau Rin sedang sakit tetap saja melihat Jun dekat dengannya membuat Hana risih, Sekeras apapun ia mencoba untuk tenang nyatanya itu tidak membuatnya tenang.
\*
Hana memasuki rumahnya di susul langkah pelan dari Jun yang masih bingung dengan sikap Hana setelah mengantar Rin pulang tadi, Hana yang menjatuhkan tubuhnya di atas sofa lantas membelakangi Jun seolah-olah ia meminta Jun untuk menjelaskan soal semuanya yang masih terasa ambigu di pikiran Hana.
" Kau sedang datang bulan ya? Sejak di bandara hingga sekarang kau terlihat bad mood, Sebenernya ada apa hmm? " Jun melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Hana kemudian menenggelamkan kepalanya di pundak wanita itu
" Seharusnya aku yang bertanya padamu, Kenapa selama kamu berada di Amerika tidak sedikitpun kamu membalas pesan dariku, Bahkan ketika aku mencoba untuk menghubungimu waktu itu kau bahkan tidak menjelaskan kenapa Rin masih ada di sana. Hatiku sakit memikirkannya dan kau pulang tanpa merasa bersalah sama sekali. " Keluh Hana berusaha menahan air matanya yang hampir terjatuh.
" Pesan? Aku belum mendapatkan pesan penting darimu, Apa kau sudah mengecek informasi terkirimnya? " Jun mulai melepas pelukannya dan menarik Hana untuk balik menatapnya.
Hana segera meraih tasnya kemudian merogoh isinya dan setelah berhasil menemukan ponselnya ia pun langsung menunjukkan semua isi pesan yang dikirimnya sejak hari pertama Jun ke Amerika, Kedua mata Jun mencoba meneliti satu persatu isi pesan tersebut lama kelamaan ia merasa ada yang aneh sebab selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan pesan yang Hana kirim, Hingga Jun memperlihatkan ponselnya dan membuka isi pesan yang di terimanya selama ini, tak ada satupun pesan dari Hana yang masuk dan hal itu membuatnya bingung.
" Kau benar-benar tidak pernah menerima pesan ku? " Tanya Hana menatap Jun tak yakin
" Aku tidak menerimanya sama sekali, Sekarang aku tahu alasanmu marah padaku, Aku minta maaf karena mengira kalau selama ini kau tidak mengirimkan pesan untukku. " Jun kembali meraih Hana ke dalam pelukannya dan di balas pelukan hangat oleh Hana.
__ADS_1
Di samping itu Hana masih merasa ada yang mengganjal hatinya saat ini, Entah yang di rasakan feelingnya kali ini benar atau tidak tetapi semua masalah ini tiba-tiba merujuk kepada Rin, Sebagai sesama wanita Hana paham betul bagaimana seorang wanita bersikap pada pria yang di sukainya, Belum 100 % yakin namun Hana masih mencoba memikirkan cara untuk menguak rasa penasarannya ini.