Stay With Me

Stay With Me
Bertengkar


__ADS_3

Setelah dua minggu penuh Dean mengajari Hana cara berakting yang baik dan benar, Walaupun dalam masa pengajaran itu Dean selalu merasa ada yang salah dengan perasaannya, Hana sendiri merasa tidak ada yang salah dan terlihat sangat serius berlatih.


Di waktu istirahat mereka tiba, Hana dan Dean menghabiskan waktu dengan makan siang bersama, Mereka hanya memesan makanan dan menyantapnya di ruang latihan, Saat sedang asik asik nya makan Dean tak sengaja tersedak sehingga membuat Hana dengan cepat mengusap punggungnya dan perlahan menyuruhnya untuk minum.


Dean yang refleks dengan cepat menyambar botol air yang di berikan Hana, meneguknya kemudian mengatur nafas yang sebelumnya tidak teratur.


" Kau harus hati-hati kalau makan, Apalagi makan makanan seperti ini. " Hana mulai mengomel dan kembali duduk di tempatnya.


" Terima kasih " Sahut Dean dengan malu-malu.


Dering ponsel Hana tiba-tiba berdering nyaring membuat gadis itu dengan cepat meraih ponselnya dan memasang wajah kegirangan saat melihat siapa yang baru saja menelponnya, Hana izin menjawab panggilan yang berasal dari Jun, Melihat Hana yang pergi menjawab panggilan itu sempat membuat Dean menjadi risih, Ia bertanya dalam benaknya, ada apa ini? Kenapa rasanya sangat menjengkelkan?.



Kembalinya Hana dari percakapan panjangnya dengan Jun, Membuat wajah Dean berkerut kesal menunggunya sejak tadi, Melihat Dean yang memasang wajah kesal seperti itu lantas membuat Hana segera meledeknya dengan menyebut Dean seperti seeokor bebek, Lelucon itu baru saja membuat Dean tersenyum simpul dan membuat Hana jingkrak-jingkrak kegirangan.


" Ayo kita lanjutkan latihannya. " Dean meraih skirpnya dan langsung diikuti oleh Hana.


Adegan kali ini agak sedikit intim, Di mana Dean akan berakting seolah-olah keduanya baru saja bertemu setelah sekian lama, Drama yang mengusung tema roman kali ini tentu akan banyak mengandung unsur percintaan sehingga keduanya harus berlatih ekstra agar tidak canggung saat take drama yang sebenarnya di mulai.


" Hana.., Aku sangat merindukanmu..," Dean dalam aktingnya mulai meraih Hana ke dalam pelukannya dan ini pertama kalinya Dean memeluk Hana sampai membuat jantungnya berdegup sangat kencang.


" Aku juga sangat merindukanmu. " Saat Hana membalas pelukannya, Dean semakin gugup dan mencoba tetap tenang dengan memerankan perannya tersebut.


Setelah cukup lama berpelukan, Dean melepas pelukannya dan menatap Hana dengan tulus, Perlahan tapi pasti Dean mulai mendekatkan wajahnya namun saat itu juga Hana mendorongnya dan menjauh dari hadapan Dean.


" Maafkan aku, Ini hanya akting, Aku tidak ingin ada adegan yang lebih dari pelukan. " Tolak Hana sukses membuat Dean tercengang.

__ADS_1


" Aku juga minta maaf kalau sudah kelewatan terhadapmu. " Sahut Dean mencoba mengembalikan suasana.


Dan begitulah latihan mereka hari ini, Hana meninggalkan ruang latihan lebih dulu sementara itu Dean masih dalam keadaan di mana ia harus memahami perasaanya.


  


                             *


Waktu berlalu sangat cepat, Dan dua bulan telah di lewati dengan melatih akting Hana, Kini gadis itu sudah dapat berakting depan sepenuh hati dan penuh penjiwaan lagi-lagi dia mendapat pujian dari CEO agensinya karena bakat terpendamnya itu.


Hari ini merupakan syuting perdana Hana untuk drama barunya ini, syuting hari ini di lakukan di Ueno Park sebagai pengambilan Thriller dari drama panjang yang akan Hana bintangi.


Hari yang cerah untuk memulai syuting, Hana yang memakai pakaian casual dengan memperlihatkan pundaknya terlihat sangat cantik dan mempesona sementara itu Dean yang memakai jas biru laut dan jeans putih membuatnya juga terlihat sangat tampan dan keren.


Adegan pertama di lakukan Hana dan Dean dengan mempertemukan keduanya di sebuah taman, Ceritanya Hana dan Dean baru saja bertemu setelah sekian lama dan Hana harus berlari ke pelukan Dean dan setelah itu mereka berpelukan dan saling berputar-putar dengan tawa yang bahagia.


" CUTTTTT... " Teriakan seseorang berhasil membuat semua kru bahkan sutradara berbalik heran ke arah sumber suara yang mengatakan Cut barusan.



" Jun? " Hana terkejut melihat kehadiran Jun saat ini.


" Apa-apaan ini, Mana ada adegan seperti ini, Tolong di ubah alurnya. " Perintah Jun sukses membuat sutradara tercengang.


" Maaf, Saya tahu kalau anda adalah orang yang berpengaruh di Tokyo, Tapi tolong jangan mengganggu proses syuting hari ini. " Sutradara Yabuki Ryo mulai bertindak dengan aksi Jun barusan


" Aku tidak peduli, Pokoknya aku tidak setuju kalau adegan tadi di jadikan Thriller untuk Dramamu ini. "

__ADS_1


Hana mulai bergerak dengan menarik lengan Jun meninggalkan tempat itu, Jun mulai melepaskan tarikan Hana ketika mereka berada cukup jauh dari lokasi syuting.


" Kau ini apa-apaan? Jangan membuatku malu dengan datang tiba-tiba seperti ini. " Protes Hana


" Tapi aku tidak setuju dengan adegan yang kau lakukan bersama pria itu. "


" Jun, Bukannya kau sudah berjanji untuk tidak protes dengan drama ku ini? "


" Ya tapi aku kan tidak bisa melihat pacarku beradu akting dengan pria yang menyebalkan itu, Pokoknya aku tidak mau. "


" Kau jangan khawatir, Aku tidak akan melakukan apapun pada Dean, Lagi pula selama ini aku hanya menganggapnya sebagai teman. "


"Baik.. Aku akan mengizinkanmu, dan tidak akan mengacaukan syuting kalian. "


Begitulah perjanjian Jun dengan Hana sebelum syuting kembali di mulai, Namun selang beberapa saat begitu syuting kembali di lakukan lagi-lagi Jun meneriakkan kata-kata yang mengganggu proses syuting, Beberpa kru sudah meminta Jun untuk tidak banyak bicara namun pria itu tetap melakukannya.


Setelah beberapa kali mengambil gambar, Kini mereka berhasil mendapatkan satu potongan film yang di mana seharusnya menjadi lima karena ulah Jun, Proses syuting di lanjutkan besok dan semua orang bergegas untuk merapihkan properti.


Kini Hana dan Jun sudah berhadapan kembali, Wajah kesal Hana akibat perbuatan Jun membuat pria itu berpura-pura tidak melakukan apa-apa, Dean tiba-tiba datang menghampiri mereka dan sontak membuat Jun meraih Hana agar tidak dekat-dekat dengan pria itu.


" Kau ini sudah besar, Bersikaplah yang wajar dan jangan mementingkan ego sendiri, Hana punya kehidupannya juga dan kau tidak boleh mencampuri urusannya. "


Baru saja Jun hendak melayangkan tinjuan kepada Dean atas perkataanya, Hana dengan cepat merelainya kemudian menyuruh Dean untuk pergi agar Jun tidak sampai melukainya, Begitu Dean pergi Hana kembali menatap Jun dengan tajam.


" Besok jangan datang kesini lagi, Aku tidak mau semuanya menjadi kacau karena kecemburuanmu itu. "


Bagai di sambar petir Jun melihat langkah Hana yang meninggalkannya dengan cepat, Dalam benak ia mulai merasa tidak enak pada gadis itu, Memang benar kelakuannya ini sangatlah kekanak-kanakan dan Jun tahu itu.

__ADS_1


__ADS_2