
Pria itu tiba di depan sebuah rumah besar kemudian menekan bel beberapa kali hingga memunculkan seseorang yang membuat Jun memohon untuk bertemu dengan Hana.
" Hana tidak ingin bertemu denganmu, tolong jangan mengganggunya. " Ucap Mimi membuat perasaan Jun semakin berkecamuk.
" Tolong biarkan aku bertemu dengannya, ada kesalahpahaman di antara kami dan aku ingin menjelaskan semuanya kepada Hana. " Jelas Jun namun tetap membuat Mimi menolak untuk membiarkan Jun masuk.
Dengan berat hati Mimi kembali menutup gerbang dan segera memasuki rumah, Jun melirik kamar Hana yang masih menyalah, Ia yakin Hana ada di sana dan dengan keras meneriakkan namanya berulang kali.
" Hana aku akan menunggu sampai kau keluar, Tidak perduli sampai kapan aku akan tetap di sini menunggumu " Teriak Jun yang di mana langsung dapat di dengar oleh Hana.
Di dalam kamar, Hana terlihat melinangkan air mata kesedihan, beberapa jam yang lalu ia kembali dalam keadaan seperti itu dan tampaknya dia sudah menunggu lama di taman makam sebelum akhirnya memutuskan untuk pulang, kekesalannya terhadap banyak hal tentang Jun membuat Hana enngan untuk menemui pria itu.
Suara gemuruh petir membuat Hana sempat menoleh ke arah jendela dengan perasaan cemas, Langit yang menghitam dan tak memunculkan Bintang menandakan sebentar lagi akan turun hujan dan Jun masih berada di luar dengan teriakan yang terdengar melemah.
Mimi masuk ke dalam kamar Hana dan memeluknya dengan erat, Ia berbisik untuk menyakinkan Hana agar bertemu dengan Jun, Mimi menambahkan bahwa sebenarnya ada kesalahpahaman di antara mereka.
" Aku tidak mau bertemu dengannya. " Balas Hana tetap pada keyakinannya.
Hujan mulai turun mengguyur kota dan Jun masih ada di luar menunggu Hana turun untuk menemuinya, Bagaimana pun juga Hana masih peduli dengan Jun sehingga ia tidak tega membiarkan pria itu kehujanan di luar sana.
Dengan membawa sebuah payung besar, Hana menghampiri Jun yang bertekuk lutut di depan pintu gerbang, Gadis itu meraih tangan Jun untuk segera masuk ke dalam, tubuh Jun sudah dingin dan wajahnya pun pucat serta semangat yang sebelumnya meluap-luap kini menyisakan tatapan sendu yang membuat Hana semakin khawatir.
Hana meminta Jun untuk mengganti pakaiannya dengan kaos oblong yang berukuran cukup besar kepada Jun, ia juga memberikan celana kain pendek kepada pria itu, Setelah beberapa saat mengganti pakaian kini Jun berjalan dengan pelan menuju tempat tidur Hana, ia menatap seisi kamar Hana yang di penuhi oleh foto-foto mereka berdua, Jun merasa sangat sedih kalau Hana sampai tidak mau memaafkannya.
__ADS_1
Pintu terkuak dan memunculkan Hana yang membawa semangkuk bubur dan secangkir teh hangat, Perlahan Hana meletakkan nampan itu di atas meja kemudian beralih menuju meja riasnya, Ia mengeluarkan hair dryer dari dalam kotak kemudian menghampiri Jun dengan wajah yang datar.
Hana menyuruh Jun untuk duduk selagi dirinya mengeringkan rambut Jun dengan hair dryer itu, Tak ada percakapan yang terjadi saat itu, Jun pun masih bungkam dan memikirkan bagaimana cara menjelaskan kepada Hana agar gadis itu dapat mengerti.
Setelah Hana selesai mengeringkan rambut Jun, Ia menyuruh pria itu untuk menghabiskan bubur buatannya, Walaupun Hana sudah membiarkannya masuk ke dalam Hana masih terlihat tidak ingin berbicara dengan Jun, Saat Hana hendak keluar dari kamarnya, Jun dengan cepat menahan pintu agar tidak terbuka dan meminta Hana untuk tetap menemaninya.
" Aku minta maaf karena tidak memberitahumu yang sebenarnya, Wanita yang kau temui di rumahku hari ini dia bukan calon istriku, Tapi dia sepupuku. "
" Sepupu? "
" Benar, Dia anak dari saudara ibuku, kami sudah bersama sejak kecil tapi dia pergi ke luar negeri dan memutuskan untuk menjadi produser film, setelah 20 akhirnya aku dan Miyu bertemu kembali, Jadi kau tidak perlu marah lagi denganku. " Jun meraih tangan Hana kemudian mengajaknya untuk duduk
" Kenapa kau masih terlihat marah padaku? " Tanya Jun memandang wajah Hana yang tertekuk kesal.
" Aku sadar kalau waktu itu aku memang sudah bertingkah seperti anak-anak, Jadi aku memutuskan untuk tidak mengganggu pekerjaanmu dulu. "
" Tapi bukan seperti ini caranya, kau tidak harus menghindar seolah-olah kau sudah tidak peduli padaku. "
" Aku peduli makanya aku seperti itu. "
Hana menoleh ke arah lain dengan perasaan jengkel lantaran Jun tidak mengerti maksudnya, Sebuah pelukan hangat baru saja membuat pupil Hana melebar, Jun membenamkan wajahnya di bahu Hana dan mengutarakan kalimat yang berhasil membuat Hana tersentuh.
" Soal itu..., Kenapa kau memilih Rin Sakuragi sebagai model Dream Corp? " Hana tiba-tiba membuat kemesraan yang terjadi selama dua puluh menit itu buyar.
__ADS_1
" Soal itu, Aku tidak memilihmu karena di iklan kali ini ada seorang model pria yang akan menemaninya, Jadi aku tidak mau kalau sampai kamu yang menjadi modelnya, Cukup si Aktor payah itu saja yang berakting denganmu, pria lain tidak boleh. "
Hana melongo mendengar jawaban Jun yang terdengar lucu, Ia tak menyangka kalau Jun sampai perhatian seperti itu padanya, perasaan kesal dan amarah yang sebelumnya meluap-luap membuat Hana kembali luluh dan mulai tersenyum kembali.
" Kau sudah tidak marah lagi? " Tanya Jun menatap Hana serius
" Tidak marah lagi. " Jawab Hana sambil mencubit gemas kedua pipi Jun hingga pria itu meringis kesakitan.
" Aku takut kalau kau sampai tidak mau memaafkanku, Mendengar sepupuku berkata seperti itu padamu sempat membuat jantungku hampir copot. " Seloroh Jun kemudian
" Jangan seperti itu lagi, Aku juga sedih sampai jantungku juga mau copot " Balas Hana sambil mem-Poutkan bibirnya.
Jun meraih wajah Hana kemudian menatapnya dengan hangat sejurus kemudian mulai mendekatkan wajahnya ke arah Hana, hanya beberapa centi lagi keduanya akan bersatu namun sayang Mimi baru saja masuk secara tiba-tiba dan membuat keduanya saling menjauh dengan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
" Apa kalian sudah baikan? " Tanya Mimi dengan wajah tanpa berdosanya.
" Kami sudah baikan, Ada apa tiba-tiba masuk? " Sahut Jun dengan nada kesalnya karena telah di ganggu.
" Aku hanya mau memberitahu kalian kalau di luar sudah redah, Hana tadi pesan kalau hujan redah kau bisa segera pulang. "
Jun melirik Hana yang berpura-pura tidak pernah mengatakannya, Dan malam itu juga Jun harus pulang ke rumahnya karena permintaan Hana langsung, Ia tak enak jika mereka berduaan sementara Mimi sendiri, Prinsip Hana tetap sama sejak dulu ia tak mau sahabatnya sampai sendiri dan dirinya asyik menghabiskan waktu bersama orang orang lain.
__ADS_1