
Suara gesrekan kantong belanjaan berhasil membuat Hana terbangun, Dengan masih setengah sadar gadis itu mendapati seseorang yang tengah mengeluarkan sesuatu dalam kantong belanjaan, Kedua mata Hana membulat tatkala mengetahui bahwa yang datang saat itu adalah Mimi sahabatnya.
" Mimi.., Kapan kau datang ?" Ucapnya sambil merubah posisinya dengan menyandar pada kepala tempat tidur.
Mimi terdiam sejenak kemudian menatap Hana dengan lirih, Kedua matanya mulai berkaca-kaca hingga mengeluarkan tetesan bening di pelupuk matanya, Hana menatapnya heran kemudian menanyakan alasan Mimi menangis seperti itu.
" Maafkan aku...., Aku bukanlah sahabat yang baik untukmu, di saat masa sulitmu seharusnya aku ada tapi aku malah pergi ke Kyoto, Aku sangat menyesal. " Keluh Mimi pada akhirnya
" Hey.. Jangan seperti itu, Aku paham kok dengan situasinya, Jangan merasa bersalah hanya karena kau tidak bersamaku saat aku terluka. "
" Aku sudah bicara dengan Kyosuke untuk menemanimu sementara waktu, Dan dia juga berkata akan menengokmu setelah pekerjaanya di sana beres. " Hana hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum senang
Mimi kembali mengeluarkan isi dari kantong belanjaan yang di bawanya di mana isinya penuh akan makanan sehat seperti sayur dan buah, Dengan telaten Mimi mulai mengupas kulit buah apel tersebut sehingga menyerupai seekor kelinci kemudian ia menyodorkan piring kecil berisi buah itu kepada Hana.
" Bagaimana, Apa penjahatnya sudah ketahuan? " Tanya Mimi yang sudah menjatuhkan tubuhnya di sebelah Hana.
" Yamato san belum memberitahuku, Sepertinya dia belum tertangkap, Aku berharap dia segera tertangkap agar aku bisa merasa sedikit legah. "
" Kau mengingat wajah penjahatnya? " Pertanyaan Mimi membuat Hana terdiam dan mulai mencoba untuk mengingat wajah penjahat tersebut.
" Aku tidak tahu, Wajahnya sulit untuk ku ingat. "
" Ya sudah jangan terlalu mengingatnya, Kepalamu bisa sakit nanti. "
\*
Siang ini Hana sudah dapat keluar dari rumah sakit, pergelangan kakinya pun sudah membaik hanya saja masih menggunakan gips sampai batas yang di tentukan, Walaupun sudah boleh pulang bukan berarti dia harus kembali bekerja, Presdir Agensi telah mengeluarkan pernyataan bahwa Hana harus beristirahat lebih banyak di rumah.
__ADS_1
Setelah semua beres Hana tampak gelisah dengan harap bahwa Jun datang melihatnya walau sekali, Bahkan sejak berita sakitnya keluar di media sosial mungkin Jun sudah melihat namun sayangnya pria itu belum menunjukkan Batang hidungnya sehingga membuat hati Hana begitu sakit.
Ketika pintu terkuak Hana sempat menoleh dengan wajah penuh harap tapi sayangnya yang datang saat itu adalah Yamato yang hendak menjemput Hana untuk pulang, Lagi-lagi Hana harus menerima kenyataan bahwa Jun tidak akan datang menemuinya.
" Berikan tasnya padaku. " Ucap Yamato yang langsung mengambil alih membawakan barang Hana ke mobil
Mereka bertiga langsung berjalan menuju parkiran, Mimi yang membantu Hana berjalan tiba-tiba di tahan oleh Hana ketika mereka melewati lobby, di sebuah televisi yang tertera di sana tampak menyiarkan sebuah berita yang membuat Hana penasaran.
Dalam berita di umumkan bahwa Misugi Jun selaku CEO Dream Corp dan Rin Sakuragi Artis top akan melangsungkan pertunangan malam ini di gedung mewah yang sebelumnya pernah di jadikan acara untuk keluarga Misugi melangsungkan pernikahan Rey, Mimi dan Yamato melirik Hana yang membeku tanpa kata.
" Hana, Sebaiknya jangan melihat berita itu ayo kita pulang. " Ajak Mimi kembali membantu Hana untuk berjalan, Dengan pasrah Hana pun melanjutkan langkahnya walau hatinya saat ini sedang pecah berkeping-keping.
\*
" Apa yang harus ku lakukan Mimi? Jun akan bertunangan malam ini, Aku tidak mau itu sampai terjadi. " Ucap Hana menatap Mimi dengan wajah sedihnya
" Lupakan saja Hana, Dia bahkan sudah tidak peduli lagi padamu saat kau sakit dia bahkan tidak datang melihatmu, Lupakan saja dia yah jangan mengingatnya lagi. " Balas Mimi membuat Hana kecewa mendengarnya tapi ia tidak bisa menyalahkan pendapat sahabatnya itu.
" Tapi tidak semudah itu. " Hana kembali menangis sejadi-jadinya, Mimi hanya mampu menenangkannya sambil mengelus lembut pundak Hana.
Di tempat lain, Jun yang telah siap-siap untuk pertunangannya nanti malam tiba-tiba mendapat kunjungan yang tak terduga dari seseorang yang selama ini di bencinya, Pria itu adalah Dean yang saat ini sudah berdiri di depan pintu rumah Jun, Miyu yang hendak membuka pintu langsung di tahan oleh Jun dan beralih untuk menemuinya langsung.
" Apa yang kau lakukan datang kemari? " Tanya Jun dengan wajah dingin.
" Apa kau yakin ingin bertunangan dengan Rin? Apa kau tidak memikirkan perasaan Hana? " Ucap Dean membuat Jun tersenyum getir
" Untuk apa kau menanyakan ini padaku? Bukannya kau sudah memilikinya. "
__ADS_1
" Aku dan Hana tidak menjalin hubungan yang serius, itu hanya media play perusahaan untuk menghapus rumor waktu itu. "
" Rumor? Kau menganggap itu sebagai rumor, bukannya waktu itu kalian benar-benar berciuman. " Serang Jun kemudian
" Percayalah saat itu Hana sedang mabuk dan tidak sengaja melakukannya padaku, Kau harus tahu kalau Hana saat ini sangat membutuhkanmu, Jadi tolong maafkan dia dan batalkan pertunangan itu. "
" Sudah terlambat, Aku tidak bisa membatalkannya. "
" Oke baiklah, Kalau kau masih memelihara egomu seperti ini aku yang akan melindungi Hana seterusnya, Aku akan menyatakan padanya kalau aku menyukainya, Jangan pernah menyesal kalau hal itu sampai terjadi. " Setelah Dean mengatakan hal tersebut ia pun segera pergi meninggalkannya, Jun masih mematung di depan pintu sembari menatap kepergian Dean.
\*
Urahara Kyosuke tampaknya sudah datang dari Kyoto bersama keluarganya untuk menghadiri pesta pertunangan Jun malam ini, setibanya di sana Urahara langsung menemui sahabatnya bukan untuk mengucapkan selamat melainkan untuk memarahinya atas apa yang ia perbuat pada Hana, Begitu Urahara masuk ke dalam ruangan Jun ia langsung mencengkram erat kerah baju pria itu dan melontarkan beberapa kalimat yang tajam.
" Apa kau tega melanjutkan pertunangan ini? " Sahut Urahara masih mencengkram erat kerah Jun.
Jun dengan kuat melepas cengkraman sahabatnya itu dan kembali pada posisi sebelumnya, Ia menatap dirinya di pantulan cermin dan mendapat dirinya yang terlihat seperti orang lain, Urahara yang masih berada di sana tetap menentang pertunangan itu namun tak ada satupun ucapan Urahara yang membuat Jun mendengarnya.
" Aku sudah memutuskannya, Kau tidak perlu membuatku berubah pikiran. " Jawab Jun seketika membuat Urahara muak dan beralih meninggalkannya
Acara akan segera di mulai dengan mempertemukan kedua keluarga sebagaimana yang telah di lakukan orang-orang yang akan melangsungkan pertunangan, Jun kini sudah duduk menghadap Rin yang terlihat begitu cantik malam ini, Selanjutnya tiba saatnya untuk memasangkan cincin Jun berdiri lebih dulu di susul oleh Rin kemudian mereka saling berhadapan dengan jarak yang tak terlalu jauh.
Di saat Jun hendak membuka kotak cincinya, Tiba-tiba saja sebuah teriakan membuat semua orang berbalik menatap ke arah sumber suara bersamaan dengan teriakan tersebut sebuah bunyi pistol mendarat tepat di tubuh Hana yang berhasil mendorong Jun agar sasarannya tidak mengenai pria itu.
Hana jatuh dengan darah yang mengalir deras tepat di bagian dadanya, Jun menatap Hana dengan wajah penuh terkejut sementara itu ia melirik kesana kemari berusaha mencari tahu siapa yang telah melakukan hal ini, Jun berhasil menangkap seorang pria yang mencurigakan di saat semua orang berlarian karena panik.
Tanpa melihat Hana terlebih dulu Jun segera mengejar pria tersebut, Urahara dan Rey ikut membantu mengejar setelah mereka melihat pria itu memasukkan sebuah pistol ke dalam jubahnya. Dengan berlari kencang Jun berhasil menangkap pelaku tersebut namun ketika mereka melakukan kontak mata sesuatu terjadi pada Jun, Ia tiba-tiba membeku sejenak dan di saat Jun terdiam pria itu hendak kembali melarikan diri namjn nihil sebab Katakura yang kebetulan menjaga di pintu telah berhasil menangkapnya.
__ADS_1
" Jun..., Jun..., Kau kenapa? " Teriakan itu terasa pelan di pendengaran Jun seakan dirinya sedang di rasuki ketakutan yang membuatnya tiba-tiba keringat dingin.