Stay With Me

Stay With Me
Two Face


__ADS_3

Saat-saat yang mendebarkan untuk Sana pun di mulai, Pembaca Acara sedang bersiap-siap mengumumkan karya busana desiner mana yang akan mendapat predikat juara 1 sedunia tahun ini, Sana yang di apit oleh Rin dan Hana saling menggandeng tangan dengan perasaan yang mendebarkan.


Setelah mendapatkan hasil dari pemenang, Si pembawa acara wanita tampak terkejut melihat pemenang yang akan mendapatkan gelar tersebut, Dengan setengah hati ia pun menyebutkan bahwa yang mendapatkan Juara pertama adalah karya dari Desiner Perancis yang memenangkan event ini dengan mengambil tema musim gugur yang hangat, Sementara itu Sana hanya mengambil juara kedua sebagai desiner berbakat di mana sebelumnya ia sudah mendapatkan gelar tersebut.


Banyak yang menyayangkan atas tidak terpilihnya Sana sebagai juara satu, Begitu pun dengan Jun dan yang lain mereka bersorak bahwa ini adalah kecurangan, Jika ingin di bandingkan karya Sana dan desiner asal Perancis itu sangat jauh berbeda, Walaupun demikian Sana masih berlapang dada mendapatkan peringkat tersebut.


" Sana san maafkan aku, Ini pasti karena aku tidak melakukannya dengan baik sehingga kau tidak mendapat juara pertama. " Ucap Hana yang merasa sangat bersalah


" Ini bukan salahmu sayang, Mungkin gaun buatanku belum cukup sempurna di mata mereka, Setidaknya aku masih mempertahankan kategori desiner berbakat. " Serunya mencoba agar Hana tidak berkecil hati.


\*


Setelah acara selesai Rin memilih untuk mengganti bajunya lebih awal, Begitu selesai mengganti pakaiannya sambil menunggu manajernya kembali dari suatu urusan ia pun mencoba untuk meraih ponsel dan mencari namanya di media sosial, Nama Rin menjadi trending nomor satu begitu ia berhasil menarik perhatian para paparazzi, Selain itu ia merasa senang karena tidak ada satu artikel pun yang membahas soal Hana.


Mendengar suara pintu terkuak lantas membuat Rin mengira kalau yang datang adalah Managernya " Bagaimana apa kau sudah membayar kepala redaksi dan juri yang datang hari ini? " Sahut Rin yang masih fokus pada layar ponselnya.


" Sudah ku duga ini pasti ulahmu. " Sahut seseorang berhasil membuat kedua mata Rin membelalak kaget


" Dean? " Ucap Rin ketakutan.


" Kau telah bermain kotor Rin, Apa gunanya semua ini? " Lanjutnya menatap Rin dengan kecewa.


" Kau berkata begitu karena kau menyukai Hana kan? " Lontat Rin mulai serius.


" Ini bukan soal Hana atau siapapun, Kau sudah bermain curang selama ini, Kau selalu mempermudah kemauan mu dengan uang dan ketenaranmu, Kau harus ingat harta dan tahta bukanlah segalanya, Kerja keras yang sesungguhnya yang akan membuatmu bangga pada dirimu sendiri. "

__ADS_1


" Kau terlalu naif Dean, Memangnya karena siapa kau bisa menjadi artis terkenal sampai saat ini? Itu karena aku, Aku mendongkrak karirmu dengan bantuanku kau seharusnya paham situasi ini. " Serang Rin dengan tegas


" Tapi ini sudah keterlaluan Rin, Dulu kau pernah melakukan hal yang sama dengan pendatang baru, Kau menyewa paparazzi untuk tidak menyorotinya agar namamu selalu ada di daftar pencarian sosial media, Kau terlalu serakah tolong hentikan itu. "


" Terus, Kau ingin aku mengaku pada Sana Kalau aku yang membuatnya tidak mendapat juara satu, Apa pentingnya juara satu bodoh itu dengan diriku yang sudah menjadi superstar. "


" Kau harus berhati-hati, Hana memiliki potensi yang dapat mengalahkanmu kapan saja, " Dean mulai berbalik dan hendak meninggalkan Rin, namun saat di ambang pintu ia menahan langkahnya dan kembali menoleh ke arah teman se agensinya itu.


" Aku tidak akan memberitahu mereka apa yang ku ketahui sekarang, Tapi cepat atau lambat sesuatu yang busuk pasti akan tercium. " Itulah kata-kata terakhir yang Dean ucap sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan Rin.


\*


Tubrukkan suara gelas beer yang secara bersamaan terdengar jelas dengan sorakan meriah dari Hana dan yang lain, Setelah acara selesai rupanya Sana mengajak mereka semua untuk makan bersama di sebuah restauran daging sapi, Walaupun di sana tak ada Rin dan Dean namum semua tamapak bersemangat menikmati menu yang tersedia.


Melihat semuanya yang ceria sambil bercerita kecil membuat Sana yang berada di tengah-tengah anak muda itu merasa ikut senang, Terutama ketika melihat putrinya yang begitu bahagia saat Jun menyumpitkan daging ke atas mangkuk nasinya.


" Tentu, " Balas Jun dan segera mengikuti Sana menuju tempat lain


Setelah berada jauh dari tempat mereka makan tadi, Sana mulai menjatuhkan tubuhnya pada sebuah kursi yang di mana ikut membuat Jun menjatuhkan dirinya di sebelah Wanita itu.


" Besok aku akan menemui Ibu panti yang membesarkan Hana, Aku akan menjelaskan semuanya pada Ibu panti itu, Apa menurutmu Hana akan menerimaku sebagai Ibunya jika aku melakukannya sekarang? " Tanya Sana melirik Jun meminta jawaban.


" Hana pernah memberitahuku kalau dia ingin sekali bertemu dengan Ibu kandungnya walau hanya sekali, Ku rasa ini waktu yang tepat untuk Hana mengetahuinya. " Balas Jun kemudian


" Kau benar, Aku sempat khawatir Hana akan membenciku. "

__ADS_1


" Apa benar kau adalah Ibuku ?" Sahut seseorang yang membuat Sana dan Jun bangkit dan menatap kedatangannya dengan mata yang membulat.


" Hana, itu.., Apa yang lain sudah selesai makan ?" Jun mencoba untuk mengalihkan perhatian Hana, namun sayangnya Hana menyuruh Jun untuk diam dan membiarkan Sana menjawab pertanyaannya barusan.


" Apa kau akan percaya kalau aku adalah Ibumu? " Sahut Sana.


" Aku tidak mengerti apa yang kalian bahas dan kenapa Sana san bisa mengatakan kalau kau adalah Ibuku, Jun apa ada yang kau ketahui dan tidak memberitahuku soal ini? " Hana mulai menatap Jun dengan tajam seakan memberikan aura intimidasi yang sangat kuat.


" Aku bukannya ingin merahasiakan apapun darimu, Hanya saja untuk saat ini timingnya belum tepat untuk memberitahumu."


" Kau memintaku untuk selalu berkata jujur kan? Tapi kenapa kau menyembunyikan sesuatu yang penting seperti ini.?"


" Ini bukan salah Jun, Biarkan aku menjelaskan semuanya dulu, Jangan menggunakan emosi seperti ini karena kau tidak akan mendapat apa-apa kalau hanya mengandalkan emosi. " Sana mulai menarik tangan Hana menuju kursi untuk mereka membicarakan soal kebenaran itu.


" Sebaiknya aku pergi, Biarkan kalian saja yang memulainya. " Jun segera pergi setelah Sana mengganguk setuju.


\*


Hana menangis setelah Sana menceritakan apa yang telah terjadi padanya sehingga ia bisa bertemu dengan Naori san, Ini bukan sebuah kebetulan melainkan takdir yang harus di terima Hana, Ibunya masih hidup dan sekarang wanita cantik itu sudah berada di depannya bahkan jauh sebelum itu mereka sudah cukup dekat, Tapi kenapa Hana masih merasa ada yang salah dengan semua ini seakan ia belum bisa menerima kenyataan yang tiba-tiba ini.


" Kau pasti sangat membenciku bukan, Aku sungguh minta maaf karena tidak mencari tahu tentangmu lebih banyak waktu itu, Aku minta maaf. " Ucap Sana yang ikut menangis sambil menggenggam kedua tangan Hana


" Tolong beri aku sedikit waktu, " Hana melepas tangan Sana kemudian beranjak pergi, Sementara itu Sana hanya dapat melihat kepergiannya dengan tangis.


Di dalam Restoran, Jun dan yang lain masih diam tanpa kata menunggu Sana dan Hana kembali, Namun setelah beberapa saat kemudian Sana kembali dengan senyum yang terpaksa tanpa ada Hana, Jun bertanya pada wanita itu tentang Hana dan Sana pun menjawab bahwa Hana pulang lebih dulu karena tidak enak badan.

__ADS_1


" Aku akan menyusul Hana. " Jun beranjak dengan cepat kemudian meninggalkan mereka semua.


__ADS_2