
Setibanya di lokasi syuting, Hana mendengar obrolan orang-orang tentang Rin Sakuragi yang bekerja sama dengan Dream Corp, Yang membuat Hana terusik saat itu ialah kata-kata di mana orang-orang membandingkan dirinya dengan Rin, Mengapa bukan dirinya yang menjadi model Dream Corp sementara dia adalah kekasih yang memiliki perusahaan terbesar itu.
Mimi menarik tangan Hana untuk tidak mendengar omongan mereka, Mimi sadar Hana sudah merasa tidak enak mendengar berita itu dan sekarang harus mendengar ucapan orang-orang yang seharusnya tidak di dengarkan, Begitu mereka tiba di ruangan Hana, Sahabatnya itu menyerahkan sebotol air untuk Hana minum.
" Kau tidak perlu mendengarkan mereka yah, Aku yakin Jun punya alasan kenapa dia memilih orang lain. " Mimi mengusap pundak Hana seraya memberinya semangat.
" Emm.. Terima kasih karena sudah menemaniku, " Balas Hana mencoba untuk tetap semangat.
Seorang pria baru saja memasuki ruangan Hana dan menyapa Mimi karna baru pertama kali bertemu, Hana mulai memperkenalkan pria itu sebagai managernya kepada Mimi begitu pun sebaliknya.
Tak begitu lama mereka saling mengobrol, Styles Hana telah memasuki ruangan dan bersiap mendandani Hana untuk syutingnya hari ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidup Mimi datang ke lokasi syuting dan menyaksikan langsung orang-orang yang berakting di depan kamera, antusias Mimi kembali meningkat seraya melihat Hana mulai melakukan aktingnya, Kedua mata Mimi seakan menolak berkedip begitu Hana memulainya senyuman Mimi terus mengembang dan perasaan bangga itu terus mencuat.
*
Hana menatap rumah besar yang ada di hadapannya dengan tatapan sendu, Ketika jari telunjuknya hampir menekan tombol bel ia mulai merasa tubuhnya bergetar hebat bahkan sebelumnya tidak pernah seperti ini, tapi kenapa sekarang rasanya sangat berat bahkan untuk membuka password rumah.
" Apa aku tidak sopan kalau langsung masuk menemuinya? Aku hanya ingin membawakan makanan untuknya, Lagi pula aku kan pacarnya, Jun pasti tidak akan marah hanya karena aku masuk sendiri. "
Setelah meyakinkan diri akhirnya Hana mengalihkan jarinya dan mulai menekan tombol password rumah, Setelah di coba dan hasilnya gagal membuat Hana mengernyitkan dahi heran.
" Apa dia mengganti nomor passwordnya? Tapi kenapa, Sebelumnya dia memasang tanggal lahirnya tapi kenapa sekarang tidak bisa terbuka.? "
Di saat Hana kembali memasukkan password itu lagi pintu terbuka dan membuatnya terkejut, Seorang wanita baru saja keluar dari dalam sana dan membuat Hana memandangnya dengan tanya.
__ADS_1
" Kau siapa? Sejak tadi ku perhatikan di layar Intercom kau terlihat berusaha masuk? " Wanita itu kembali membuat Hana tertegun.
" Kau sendiri siapa? Dan kenapa ada di rumah ini, bukannya pemiliknya adalah seorang pria? " Tanya Hana balik.
" Aku calon istri pemilik rumah ini, memangnya apa yang salah? "
Hana merasa tubuhnya lemas tak bertenaga mendengar ucapan wanita itu, Dari ucapannya barusan ia seperti tidak main-main mengatakannya.
" Tolong berikan ini pada pemilik rumah, Beritahu dia untuk datang ke taman makam malam ini. " Hana menyerahkan kotak bekal pada wanita itu kemudian meninggalnya dengan menyimpan pertanyaan untuk Hana.
*
Pria itu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa berwarna coklat tua sambil menatap langit-langit ruangan, Pikirannya melayang saat kejadian waktu itu di Ueno Park di mana wajah kesal Hana saat memarahinya masih terbayang jelas. Sejurus kemudian ia meraih ponsel kemudian membuka pesan dari Hana yang kemarin tidak sempat di bacanya, Dari rentetan pesan yang telah di kirim Hana untuknya Jun mulai merasa semakin tidak enak jika harus mengganggu lagi, untuk itu dia memutuskan untuk tidak menghubungi Hana sampai proses syuting selesai.
Suara ketukan pintu berhasil membuat Jun menoleh belum sempat ia mempersilahkan orang itu masuk seorang wanita cantik tiba-tiba membuka pintu dan membuat Jun menatapnya dengan heran. .
" Bersikap lah yang sopan, Aku ini lebih tua darimu. " Lontrnya ketus.
" Dasar, Selalu saja seperti itu. "
Wanita yang bernama Miyu Haruka itu tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan sepupunya. Kemudian ia mengeluarkan kotak bekal dari totebag yang ia bawa sejak tadi, Jun mengernyitkan dahi saat Miyu menyerahkan kotak bekal itu kepadanya.
" Wah sejak kapan kau bisa masak seperti ini? " Jun terkejut ketika membuka isi kotak bekal dan mendapat beberapa makanan yang begitu enak walau hanya di lihat sekilas.
" Itu bukan dari aku, Tapi seorang wanita yang tiba-tiba datang di rumahmu, Ku fikir dia seorang penguntit karena berulang kali mencoba membuka pintu rumahmu. Tapi setelah bertemu dengannya dia seperti orang baik buktinya dia menyuruhku memberikan ini kepadamu."
" Apa dia orangnya? " Jun memperlihatkan foto Hana pada sepupunya itu dan sontak langsung mendapat respon dari Miyu.
__ADS_1
" Dia siapa? Kenapa kau menyimpan fotonya? " Tanya Miyu penasaran.
" Dia pacarku, tapi saat ini aku sedang tidak ingin bertemu dengannya. "
Miyu tiba-tiba menggebrak meja dan menatap Jun dengan kedua mata yang terbelalak kaget, Jun heran melihatnya dan menyuruh wanita itu bersikap layaknya seorang wanita.
" Gawat, Sepertinya kau harus menemuinya sekarang. "
" Kenapa? " Tanya Jun heran.
" Aku sudah mengatakan kalimat yang membuat hatinya hancur, Sebaiknya kau menemuinya sekarang juga. "
" Apa yang kau katakan padanya? " Jun berdiri dengan spontan menatap sepupunya tajam.
" Aku hanya bercanda kepadanya dengan mengatakan kalau aku ini calon istrimu, Wajahnya berubah sedih saat aku mengatakan hal itu dan dia pergi meninggalkanku dengan pesan menyuruhmu ke taman makam malam ini dan, " Belum sempat Miyu menyelesaikan kalimatnya, Jun sudah pergi dengan meraih jas serta kunci mobilnya.
" Sepertinya aku dalam bahaya sekarang. " Kata Miyu menatap kepergian Jun dengan lesuh.
*
Jun memarkirkan mobilnya dengan asal kemudian berlari memasuki taman makam dengan wajah penuh cemas, Ia berharap Hana masih berada di sana menunggunya untuk menjelaskan kesalahpahaman yang telah terjadi akibat ucapan Miyu.
Jun menghentikan langkahnya tepat di depan danau dan melirik keseluruh tempat itu, Tak ada sosok Hana di sana, Jun sudah mengitari seisi tempat itu namun tak berhasil menemukan Hana.
" Dia di mana? " Jun mulai resah dan mencoba menghubungi Hana.
Nihil, Jun pun segera meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju rumah Hana, Ia berharap gadis itu berada di rumahnya.
__ADS_1