
" Apa? Mengakui Dean sebagai pacarku? Tapi bagaimana mungkin, Aku dan.. " Hana menggantung ucapannya ketika teringat sesuatu, Ucapan Presdir Agensinya yang baru-baru saja membuat Hana kehabisan kata-kata lagi.
" Ini hanya untuk menutupi rumor itu, lagi pula hubungan palsu ini tidak akan merugikanmu apa kau mau kalau sampai Media terus memberitakan yang lebih buruk kalau kalian berdua tidak mengumumkan hubungan kalian secepatnya. " Lanjutnya lagi-lagi membuat Hana menggeleng tidak setuju.
" Namakato San anda harus mengerti posisi Hana juga, Dia sudah punya kekasih, Dan kekasihnya itu bukan orang biasa, Dengan mengumumkan hubungan Dean dan Hana ku rasa itu bukan jalan terbaik. " Yamato mulai angkat bicara seakan mewakili perasaan hati Hana.
" Bagaimana pun juga ini kesalahan Hana, Dia sudah melakukan hal yang dapat merusak citranya di masyarakat. "
Hening seketika, Hana terlihat berusaha menahan tangisnya sementara itu Yamato sang manager terus menguatkannya dengan menepuk pundak Hana pelan.
" Baik, Aku akan melakukannya.. Dengan begini masalah selesai. " Hana meninggalkan ruangan itu di susul langkah kaki Yamato.
Kedua artis dan manager itu baru saja memasuki mobil dan saat itu juga Hana mulai mentihkan air matanya, Ia menangis sesegukan dan itu pertama kalinya Yamato melihat Hana menangis sampai seperti itu
" Kalau kau tidak bisa melakukannya kau tidak perlu sampai memaksakan kehendak seperti itu. " Sahut Yamato sambil menyerahkan beberapa lembar tisu untuk Hana.
" Terima kasih Yamato San " Balas Hana setelah menerima tisu pemeberian managernya.
" Apapun yang terjadi aku akan tetap mendukungmu, Walaupun kita belum lama saling mengenal tetapi aku sudah menganggapmu seperti adik perempuanku sendiri. Sudah jangan menangis lagi yah. " Ucap Yamato sambil mengusap kepala Hana dengan lembut.
" Sebenarnya aku dan Jun sudah putus setelah dia mengetahui masalah ini, dan yang membuatku menangis saat ini sebenarnya bukan tentang pengumuman palsu itu, tetapi karena hubunganku dan Jun yang sudah berakhir. " Hana kembali terisak setelah menyelesaikan kalimatnya, Sementara itu Yamato terlihat syok mendengar kalau Artisnya itu sudah mengakhiri hubungan dengan Jun Misugi.
*
Setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Hana, Jun tampak lebih pendiam dari biasanya, Tak ada satu orang pun yang tahu tentang hubungannya yang telah kandas bahkan Katakura sendiri di buat heran dengan atasannya itu, Sejak tadi pagi wajah datar yang di tekuk terus membuatnya sangat penasaran.
" Apa kau ingin sesuatu? Makanan, Minuman atau benda lain? " Katakura mulai melayangkan pertanyaan namun tak di gubris oleh Jun.
Katakura sendiri mulai menebak mengapa Jun bersikap seperti ini, Masalahnya pasti tak jauh dari Hana dan benar saja saat Katakura menyebut nama gadis itu sontak wajah Jun langsung berubah, Bukan ceria seperti biasanya melainkan wajah sendu di campur emosi yang meluap.
" Sebenarnya ada apa lagi dengan mereka berdua. " Batin Katakura mulai menuju ruangannya, Berada di ruangan Jun terus membuatnya seakan mendapat aura intimidasi yang sangat kuat.
__ADS_1
Ruangan Katakura yang berada tepat di depan ruangan Jun hanya di batasi oleh dinding kaca yang dapat melihat kedua sisi dari meja kerja mereka, Sejak kepergian Katakura dari ruangan pria itu wajahnya terlihat masih sama, Katakura sendiri mencoba mencari tahu apa yang telah terjadi hingga membuat Jun seperti itu.
Alangkah terkejutnya Katakura begitu melihat artikel dua hari yang lalu, Ia tak tahu apa-apa soal ini karena kemarin sibuk mengurus pekerjaan Jun yang di tinggalkan, Melihat berita yang tidak mengenakkan tersebut tentu membuat Katakura langsung paham dengan sikap Jun saat ini.
Baru saja Katakura hendak menutup Platform yang menyediakan berita terkini tiba-tiba di buat penasaran dengan artikel yang baru di rilis, Pada artikel tersebut terdapat foto Hana dan Dean dengan judul artikel Konfirmasi Hubungan Dua Artis. Suara gebrakan pintu baru saja membuat Katakura melotot melihat seroang pria yang meninggalkan ruangannya dengan cepat.
" Gawat, Dia pasti sangat marah sekarang. " Ucap Katakura yang mencoba untuk mengerjar langkah Jun.
*
Setelah mengonfirmasi berita kemarin di muka puluhan paparazzi, Kini Hana dan Dean segera meninggalkan tempat itu namun sebelumnya Dean meminta Hana untuk berbicara sebentar.
Keduanya memilih atap bangunan sebagai tempat pembicaraan mereka, Di sana Hana tampak menatap luasnya kota Asakusa dengan wajah sendu sejak beberapa saat yang lalu sementara itu Dean meliriknya dengan perasaan bersalah yang amat sangat besar.
" Kau bisa menjelaskan tentang ini kepada Jun, Dia pasti akan mengerti. " Sahut Dean
" Mana mungkin, Aku sudah membuatnya sakit hati dan sekarang mungkin sakit itu semakin bertambah besar. " Balas Hana pelan
" Kalau dia benar-benar mencintaimu, Apapun kebenaran yang terjadi pasti dia akan menerimanya, Apa kau akan terus seperti ini? Media sudah mengetahui kalau kita berdua pacaran, Tapi kenyataanya kita tidak lebih dari seorang teman, Jangan memaksakan dirimu seperti itu kalau ujungnya kau hanya terluka. "
" Terima kasih, Setiap aku merasa down seperti ini kau bahkan terus mendukungku, Aku akan mencoba menemui Jun dan meminta maaf sekali lagi, Kalaupun kami tidak bisa kembali bersama setidaknya aku sudah meminta maaf kepadanya, Sekali lagi terima kasih Dean, Terima kasih atas bantuanmu. "
Hana yang baru saja meninggalkan atap menyisakan Dean yang terlihat menahan perasaannya sejak tadi, Walaupun dirinya juga menyukai Hana tapi bukan berarti di saat seperti ini dia memanfaatkan semuanya, Dean juga ingin Hana bahagia dengan pilihannya senduri, bukan karena sebuah paksaan.
*
Hana menatap rumah besar yang ada di hadapannya dengan tatapan nanar, Ia mulai ragu ketika ingin melangkah lebih dekat, Di halaman rumah terdapat sebuah mobil sport merah yang merupakan milik Jun dan saat itu Hana yakin kalau pria itu ada di dalam sana.
" Hana.. Chan? " Seseorang baru saja membuat Hana terkejut, Kemunculan seorang wanita dari balik semak-semak membuatnya hampir terjatuh karena kaget.
" Miyu san, apa yang kau lakukan di tempat itu? " Tanya Hana ketika Miyu keluar dari semak-semak.
__ADS_1
" Aku baru saja membersihkan kebun anak nakal itu, Walaupun dia kaya dan banyak uang aku heran kenapa dia tidak memiliki tukang kebun ataupun pelayan, Semua pekerjaan aku yang mengurusnya membuatku ingin cepat-cepat meninggalkan Jepang lagi. " Keluhnya sambil membuka kedua sarung tangan yang sejak tadi di kenakannya.
Hana yang mendengarnya hanya tersenyum kecil dengan tatapan yang tertuju pada rumah Jun.
" Kau pasti sedang mencari anak itu kan? " Sambung Miyu sontak membuat Hana tercekat dan mengangguk pelan.
" Di baru saja pulang dari kantor, Seprtinya dia sedang dalam suasana hati yang buruk, Oiya bagaimana kalau kita mengobrol di dalam, " Ajak Miyu sempat membuat Hana menolak namun wanita itu tetap bersih keras mengajak Hana memasuki rumah Jun.
Setibanya di dalam, Hana yang di persilahkan duduk di ruang santai segera mendapat pelayanan dari Miyu, Wanita yang bekerja sebagai produser film itu terlihat membuat secangkir teh sakura untuk Hana, Di saat Miyu membuatkan teh, Hana tampak sibuk memperhatikan sekitar ruangan dan sesekali melirik pintu kamar Jun yang ada di lantai dua, Sudah lama dirinya tidak ke rumah itu dan bayang-bayang saat dirinya tinggal bersama Jun kembali mencuat.
" Ini dia teh hangatnya, Silahkan di minum. " Seru Miyu dengan membawakan secangkir teh bersama biskuit manis di atas sebuah piring kecil.
" Arigatou Miyu San " Balas Hana tersenyum manis.
" Aku sudah tahu semua tentang masalah kalian, Dan aku turut prihatin atas kandasnya hubungan kalian. " Miyu tiba-tiba membuat Hana yang hendak menyeruput tehnya langusng terhenti.
" Apa Jun memberitahumu soal hubungan kami? " Tanya Hana.
" Tentu saja tidak, Jun bukan orang yang dapat curhat kepada siapapun, Aku mengetahuinya dari beberapa sumber saja, Berita kalian sudah menyebar dan siapapun pasti bakal tahu. "
Hana tertunduk sedih kemudian sekali lagi melirik kamar Jun, entah kenapa Hana berharap pria itu keluar dan mau bertemu dengannya, Beberapa saat kemudian harapan Hana terwujud, Pintu kamar Jun baru saja terbuka dan memunculkan pria itu dengan stelan kasual ala anak rumahan.
" Kenapa membawa orang lain masuk kerumahku? " Jun yang menyahut dari lantai dua sukses menbuat Hana dan Miyu terkejut.
" Jun, Kau ini bicara apa? Hana bukan orang lain. " Sahut Miyu tegas
" Tapi bagiku dia orang lain sekarang. " Jun mengalihkan pandangannya ke arah lain
" Jun ada yang ingin ku bicarakan denganmu, Tolong dengarkan aku kali ini saja. " Sahut Hana menatapnya penuh serius
__ADS_1
"Tidak ada yang perlu di bahas, Tinggalkan rumah ini sekarang. " Setelah Jun menagataknnya ia pun berbalik Dan kembali masuk ke kamarnya.
" Miyu San, Sebaiknya aku pulang dulu... Terima kasih atas tehnya, Aku permisi. " Begitu Hana pamit dari Miyu, Gadis itu segera meninggalkan rumah Jun dengan perasaan hati yang kacau.