Stay With Me

Stay With Me
Curiga


__ADS_3

Hana masih dalam keadaan bersedih yang membuatnya membatalkan semua jadwalnya hari ini, Dia mengunci diri di kamar tanpa membiarkan siapa pun menemuinya bahkan ponselnya sengaja di biarkan nonaktif agar tak ada dapat menghubunginya. Entah sudah berapa banyak air mata yang di keluarkannya mengingat skandal Jun dan Rin baru-baru ini.


Suara teriakan Jun kembali terdengar membuat Hana sempat menoleh refleks tetapi masih enggan untuk bertemu dengannya, Diam dan menghindar seperti ini setidaknya lebih baik dari pada harus bertemu dengan Jun.


Di luar, Jun yang berusaha untuk masuk ke rumah Hana tiba-tiba terhalang dengan semua pintu dan jendela yang sudah di kunci rapat oleh Hana sebelumnya, Tak sampai di situ ia mendekati sebuah pohon yang menjulang naik tepat di sebelah kamar Hana, Pria itu segera memanjatnya tanpa rasa takut dan mencoba untuk berhenti memanjat tepat di dahan yang bisa memapah tubuhnya.


" Hana tolong buka kan pintu, biarkan aku masuk dan menjelaskan semuanya padamu " Teriak Jun sontak membuat Hana terkejut ketika mendapati Jun di atas pohon di sebelah balkon kamarnya.


Rupanya cara Jun ini berhasil membuat Hana turun dari tempat tidurnya kemudian berjalan menuju ke arah Jun yang sudah memasang wajah bahagia karena aksi Hana barusan, Sayangnya kedatangan Hana saat itu hanya untuk menutup tirai agar Jun tidak bisa melihat ke dalam dan setelah itu Jun kembali meneriakkan nama Hana hingga membuatnya hampir terjatuh akibat tidak memperhatikan posisi berdirinya pada dahan pohon itu.


Seandainya dahan pohon itu dekat dengan balkon maka Jun akan dengan mudah meloncat ke dalam namun sayangnya jaraknya cukup jauh dan dahan yang merujuk pada pohon cukup kecil dan sedikit rapuh, Hana yang masih ada di balik tirai sebenarnya merasa khawatir pada Jun jika tiba-tiba ia terjatuh dari atas sana namun keegoisan Hana seakan menguasai dirinya untuk tidak bertemu dengan pria itu dulu.


" Hana berita itu tidak benar, Foto itu di ambil saat aku menolong Rin karena mabuk aku sungguh tidak pernah melakukan hal kotor itu pada wanita lain bahkan padamu pun aku belum berani melakukan nya, Hana ku mohon percayalah padaku. Aku sungguh tidak melakukannya. " Sahut Jun yang dapat terdengar hingga ke dalam kamar Hana


Jun berhasil membuat Hana membuka tirai penutup pintu kemudian membuka pintunya dan menuju balkon untuk menemui Jun, Melihat Hana dengan mata sembab seperti itu rasanya membuat Jun ikut sakit, Ia tahu benar kalau berita ini pasti akan sangat membuat Hana hancur.


" Turunlah, Kita bicara di bawah. " Ucap Hana sontak membuat Jun bersemangat untuk segera turun, Tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi Jun terjatuh tepat pada saat dirinya hendak turun dan itu membuat Hana berteriak memanggil namanya.


\*

__ADS_1


Jun menatap wajah Hana saat wanita itu mengobati pergelangan tangan Jun yang terluka akibat jatuh dari pohon tadi, Wajah serius Hana ketika mengoleskan obat merah terlihat sangat manis hingga membuat Jun sangat ketagihan untuk terus menatapnya.



" Jangan lupa kalau aku masih marah padamu, Jangan menatapku dengan senyum seperti itu. " Lontar Hana seakan-akan menusuk jantung Jun dengan ucapannya buruan


" Kenapa kau tiba-tiba mau untuk menemui ku? Apa kau sekarang sudah percaya padaku? " Lanjut Jun setelah Hana selesai mengobati lukanya.


Hana memilih untuk kembali meletakkan kotak obat ke tempatnya sebelum menjawab pertanyaan Jun, Lirikan mata Hana yang tajam kembali membuat Jun bergidik takut dan setelah Hana kembali duduk di hadapannya atmosfer di ruangan itu mendadak berubah menjadi dingin.


Lagi-lagi Hana mendesah berat ketika menatap Jun yang memasang wajah bersalahnya, sejujurnya ketika Jun menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya saat di atas pohon tadi membuat Hana mendapat sedikit petunjuk sehingga ia mau merubah pikirannya untuk bertemu Jun.


Jun kembali menjelaskan kepada Hana atas apa yang sebelumnya terjadi, Hana hanya dapat mendengarnya dengan cermat di mana sebuah pertanyaan-pertanyaan baru mulai bermunculan di benaknya.


" Apa kau tahu Rin bukanlah pemabuk berat, Dia bisa bertahan walau meminum 2 botol wine sekaligus , Aku pernah minum bersamanya dan tentu saja aku tahu kalau dia bukanlah pemabuk berat. "


" Apa maksudmu Rin sengaja melakukan ini ?" Lontar Jun kemudian.


" Sebagai seorang wanita tentu aku memiliki perasaan yang bisa membedakan orang-orang yang ingin merusak hubungan kita, Dan Rin termasuk salah satu di antaranya. Aku tidak tahu kenapa aku bisa mencurigai Rin lah yang melakukannya tapi sepetinya dia melakukan ini karena dia menyukaimu. " Jelas Hana

__ADS_1


" Tapi itu terdengar mustahil, Rin tidak mungkin melakukan hal ini, Dia pasti akan merusak karirnya sendiri. "


" Jika memang benar Rin yang melakukannya itu artinya dia ingin merusak hubungan kita, Kalau begitu bantu aku untuk mengetahui yang sebenarnya. "


" Bagaimana caranya? " Tanya Jun penasaran.


\*


Setelah lirisnya artikel yang menyangkut tentang Rin dan Jun, Kini ada artikel baru lagi yang keluar dan jauh lebih menggemparkan dari artikel sebelumnya. Dalam artikel kali ini Hana dan Dean lah yang menempati tranding hot setelah sebelumnya di tempati oleh Rin.


Dalam berita kali ini menyebutkan bahwa Hana dan Dean sebenarnya masih menjalani hubungan diam-diam walau sebelumnya sudah mengumumkan putus hubungan, Foto mereka saat berada di penginapan lebih tepatnya ketika Hana dan Dean keluar dari Onsen di mana saat itu Hana pingsan dan di gendong oleh Dean untuk segera membawanya ke kamar, Namun berita kembali menyebarkan informasi palsu agar nama Hana semakin jelek di mata masyarakat, Hal ini di lakukan Rin untuk menjatuhkan Hana bukan agar hubungannya dan Jun semakin renggang.


Banyak komentar negatif yang menyerang Hana, Di mana tidak sedikit yang mulai menyudutkan Hana dengan kalimat yang di sangkut pautkan dengan pendidikan serta identitas diri Hana. Ada satu orang yang amat berbahagia dengan rencananya yang telah berhasil dia adalah Rin Sakuragi yang saat ini dengan santainya menikmati secangkir Melati dan sepiring cheese cake favoritenya.


Rentetan dering notifikasi yang berbunyi pada ponselnya tak di hiraukannya sama sekali, Ia masih fokus dengan layar televisi yang menyiarkan tentang berita yang baru saja hangat di perbincangkan ini.


" Tidak ada yang bisa mengalahkan seorang Rin termasuk tikus kecil seperti mu Hana hahahaha. " Tawa Rin yang sangat nyaring terdengar di sepenjuru ruangan yang ia tempati


Dering bel yang berbunyi secara beruntun terdengar sangat menggangu Rin yang sedang asyik menonton siaran televisi, Wanita itu menoleh dengan kesal kemudian memanggil pembantu rumah tangganya untuk segera melihat siapa yang datang.

__ADS_1


Setelah pembantu rumah tangga Rin membuka pintu, tamu yang datang barusan segera masuk sebelum dirinya di persilahkan. Dia adalah Dean yang kini sudah ada di hadapan Rin dengan wajah penuh serius.


__ADS_2