
Farel melajukan mobil nya meninggalkan rumah sakit, tujuannya saat ini adalah ke sekolah untuk menberikan pelajaran pada Agrif.
"Awas aja lo Agrif!" geram Farel sembari memukul setir mobil nya, dengan penuh emosi.
Mendengar Dyta masuk rumah sakit, karna dibully, ini semua di sebabkan oleh Agrif. Siapa lagi pelakunya kalau bukan cowok itu, gara-gara kejadian di lapangan sekolah, dengan lantang Agrif mengatakan itu, membuat semua orang di sekolah mengetahui nya.
Mata tajam Farel menatap jalan dengan pikiran sibuk memikirkan kondisi Dyta, dan memikirkan sosok Agrif.
Tidak butuh waktu lama, mobil milik Farel singgah di gerbang sekolah, cowok itu langung masuk.
Saat masuk, Farel langsung memejamkan matanya, melihat kebawa bekas telur busuk, tepung dan air comberan. Farel sangat yakin, jika tempat ini adalah tempat dimana Dyta di bully, semua bahan bukti masih ada di sini.
Farel kembali melangkah masuk, tujuannya saat ini adalah Agrif, dia akan membrikan pelajaran pada cowok itu.
__ADS_1
Untung saja pak satpam tengah berada di toilet, sehingga dia tidak melihat Farel masuk menggunakan kunci cadangan, yang selalu ia simpan di dalam mobil. Kalau satpam ada, sudah pasti Farel tidak akan diberi akses masuk karna dia tidak mengenakan seragam.
Dengan wajah dingin, Farel berjalan menulusuri koridor sekolah, kelas Agrif berada di lantai dua, sehingga Farel harus menaiki anak tangga.
Untung saja jam pelajaran sudah berlangsung, sehingga tidak ada murid yang berlalu lalang melihat ada Farel di sekolah ini tanpa mengenakan atribut sekolah.
Farel sudah tiba di lantai dua, lalu dia kembali menelusuri koridor menuju kelas Agrif.
Langkah kaki Farel tertenti, karna dia sudah berada di depan kelas Farel, pintu kelas di depannya tertutup rapat, dapat Farel denger dengan samar suara guru menjelaskan dari dalam.
Farel membuka pintu, membuat guru di dalam terkejut dengan murid lainya, siapa yang berani membuka pintu kelas tanpa mengetuk ny lebih dulu, apa lagi dia tahu, kelas ini tengah berlangsung pelajaran.
Lalu muncullah sosok Farel di depan pintu, membuat guru yang mengajar gregetan melihat Farel, tidak ada sekali sopan santun nya, di tambah lagi cowok itu tidak mengenakan seragam sekolah.
__ADS_1
Mereka bisa melihat raut wajah Farel yang sangat menyeramkan, mereka tentu saja mengenal Farel, meski mereka tidak satu kelas, tapi mereka tahu jika Farel adalah cowok tengil di sekolah ini.
Baru saja guru itu ingin menhampiri dan mencaci maki Farel, namun Farel lebih dulu melangkah masuk, berjalan kebelakang membuat guru lagsung memanggil nya, namun Farel hanya abai.
"Sini lo!" Farel menarik kerah baju Agrif, lalu dia menyertnya keluar, membuat mereka di dalam kelas memekik.
BUGH....
"SEMUA GARA-GARA LO SIALAN!" Setelah berhasil membawa Agrif keluar kelas, Farel langsung membogem wajah tampan itu.
Agrif mengusap sudut bibir nya mengeluarkan darah segar, smentara guru yang mengajar di kelas panik, lalu dia menelfon satpam agar membawa Farel pergi dari sini.
Agrif menatap tajam Farel, "apa yang gue lakuin? Gue belum lakuin apa-apa sialan!" balas Agrif tak kalah sangar nya dengan Farel.
__ADS_1
"Karna lo, semua orang tahu. Dan ngebully Dyta. Mereka ngebully Dyta sampai masuk rumah sakit. Dyta itu sahabat lo, asal lo sialan!" balas Farel dengan nafas memburu.