Stay With Me

Stay With Me
Menyesal


__ADS_3

Berkat usulan dari Jun kini Rin sedang mengalami terapi penyembuhan dengan salah satu psikiater yang sempat menangani Jun saat trauma akan benda tajam, Untungnya Rin mau menerima penyembuhan yang di berikan dan soal skandal kemarin tampaknya sudah tidak menjadi masalah lagi untuk mereka semua.


Untuk saat ini Jun kembali di sibukan dengan urusan kantor bersama Rey dan Katakura tentunya, Sementara itu Hana yang memutuskan untuk istirahat sejenak dari dunia hiburan sedang fokus dalam merawat Arata agar secepatnya dapat di pindahkan ke ruangan biasa.


Selama ada Hana yang merawat ayahnya, Jun merasa tenang jika harus berkeja seharian penuh selain itu hal ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan Ayahnya kepada Hana, Mungkin Jun tidak akan membahas soal kerja sama Rin waktu itu akan tetapi mereka memutuskan untuk menarik perhatian Ayahnya dengan cara mendekatkan Hana sebagai gantinya.


" Pulanglah, kau pasti harus bekerja bukan. " Sahut Arata melirik Hana yang sedang mengupas buah


" Anda tak perlu cemas, Saya sedang libur jadi tidak masalah jika harus menjaga anda. " Balasnya menatap arata sebentar kemudian kembali mengupas buah.


Arata hanya dapat pasrah ketika Hana mengatakan hal demikian, Tak ada salahnya jika Hana terus berada di sisinya namun dirinya merasa semakin bersalah saja setelah apa yang di lakukannya pada Hana.


" Kenapa kau tidak memanggilku paman? "


Hana melongo kaget mendengar hal barusan ia sampai tak percaya kalau Arata barusan mengatakan hal yang tak terduga, Karena kurang yakin dengan pendengarannya Hana pun meminta untuk Arata mengulang kalimatnya.


" Kenapa kau tidak memanggilku paman seperti yang di lakukan Rin padaku? " Ulangnya dengan nada yang terkesan lembut.


" Apa aku boleh menyebut anda sebagai paman juga? " Sahut Hana masih terlihat shock dengan situasi ini


" Boleh, Kau boleh memanggilku paman atau bahkan Ayah sekalipun. "


Hana yang tersentuh hampir meneteskan air mata kebahagiaan jika saja dokter yang menangani Arata tidak datang saat itu, Melihat kondisi Arata yang sedang membaik tampaknya memberikan dampak yang baik untuk segera pindah ruangan, dengan begitu tidak hanya Hana saja yang bisa masuk untuk menjaganya tetapi Jun atau Rey pun bisa ikut masuk.


Siang itu juga Arata di pindahkan ke ruang VVIP pribadi miliknya dengan bantuan Hana yang siap kapan pun membantu memindahkan barang-barangnya, Setibanya di ruangannya Arata yang telah kembali di baringkan hingga di pasangkan berbagai alat-alat rumah sakit masih merasa sama saja dengan sebelumnya, Memang kondisinya sudah membaik namun yang diinginkannya saat ini adalah pulang ke rumah.


" Jun akan kemari sebentar lagi, Dia bilang akan membawa seseorang untuk menemui anda. " Ucap Hana setelah membaca pesan singkat dari Jun


Arata yang penasaran dengan seseorang yang akan di bawa Jun hanya dapat menunggu dengan sabar, Sementara itu Hana yang akan di gantikan oleh Jun sesaat lagi segera merapihkan barang-barangnya, Rencananya Hana akan pulang untuk mandi dan membuatkan makanan untuk Arata setelah itu kembali lagi jika semua sudah beres.


Suara pintu terkuak seketika membuat Arata dan Hana menoleh, Senyum ceria Hana ketika menyambut Jun terlihat begitu jelas hingga beberapa saat kemudian setelah Jun mempersilahkan seseorang masuk, Tampak langkah anggun dari seorang wanita cantik tiba-tiba membuat Hana tercekat.


" Ibu. " Gumam Hana yang baru tahu kalau ternyata yang di bawa Jun kemari adalah Sana

__ADS_1



" Selamat siang tuan Misugi, Perkenalkan nama saya Sana Arizawa dan saya adalah ibu kandung Hana, senang bertemu dengan anda. " Ucap Sana yang begitu lembut seraya membungkukkan tubuhnya tanda hormat, Arata hanya membalasnya dengan anggukan pelan.


" Ayah kenal dia kan? Dia seorang desiner terkenal dan tanpa kita sadari ternyata mereka adalah ibu dan anak, Bukankah sekarang kita sama? " Lontar Jun yang mengartikan lain kalimatnya barusan.


" Sebaiknya kita tidak lama-lama di sini, Paman membutuhkan waktu untuk istirahat, Karena Ibu sudah bertemu dengan paman sebaiknya kita pulang, dan biarkan Jun yang menemani beliau. " Sahut Hana membuat Jun terkejut mendengar Hana yang menyebut Ayahnya dengan sebutan paman.


Setelah Hana dan Sana pamit undur diri, Jun tiba-tiba menghampiri ayahnya dengan wajah yang ceria sehingga membuat sang ayah bertanya-tanya soal ekpresinya itu.


" Ayah, Terima kasih. " Ucap Jun semakin membuat Ayahnya kebingungan


" Terima kasih untuk apa? " Tanyanya dengan penasaran


" Karena sudah membiarkan Hana memanggilmu dengan sebutan paman. " Jun berkata demikian karena sebelumnya Hana sempat bercerita tentang panggilan untuk ayahnya, ia tak menyangka setelah Hana menghabiskan waktu bersama dengannya dapat membuat Hana memanggil beliau dengan sebutan paman.


" Kau ingin menikahinya? " Jun melongo kaget lebih dari sebelumnya, matanya yang membelalak seperti ingin keluar.


" Apa yang Ayah katakan, Kesehatan ayah jauh lebih penting saat ini. " Balas Jun pelan


" Apa Ayah baru saja memberikan restu untukku dan Hana segera menikah.? " Jun menatap Ayahnya dengan penuh harap


" Kau boleh menikah dengan Hana, Ayah akan memberikan restu untuk kalian. " Kata-kata yang keluar dari mulut ayahnya seakan menembakan peluru kebahagiaan pada jantung Jun, Akhirnya yang di harapkan terwujud juga.


Saking bahagianya Jun sampai memeluk ayahnya serta mencium tangannya sembari mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar, Walaupun kemarin Ayahnya telah berbuat kesalahan rasanya semua itu terhapuskan dengan restu baru yang telah di berikannya.


\*


Dean berlari meninggalkan tempatnya ketika ia melihat Hana yang baru saja memasuki gedung, Hana yang melihatnya segera memanggil nama Dean hingga mengejarnya menuju lift yang sebentar lagi terbuka. Hana berhasil menahan pintu untuk tidak tertutup saat Dean berada di dalam sana, pria itu mengalihkan pandangannya seakan tak berani menatap Hana.


" Aku ingin bicara denganmu. " Ucap Hana lirih


" Aku sibuk, maaf. Lain kali saja " lanjutnya segera keluar dari lift namun di tahan oleh Hana

__ADS_1


" Kumohon untuk tidak menghindariku, Jangan membuatku sampai membencimu karena masalah ini. " Sahut Hana sontak membuat Dean pasrah dan mengurungkan niat nya untuk melarikan diri


Sebenarnya Dean sudah tahu kalau hari ini pasti akan terjadi, Hari di mana dirinya bertemu dengan Hana membahas soal kerja sama yang telah di lakukannya dengan Rin. Setelah Dean mau untuk di ajak bicara mereka pun pindah lokasi di sebuah cafe yang tak jauh dari gedung agensi JM Entertainment.


Di sana, Hana memesan dua gelas capucino caramel pada pramusaji setelah pesanan mereka tiba Hana hanya mengaduk gelas capucinonya hingga caramelnya menjadi satu dengan capucino tersebut, Sementara itu Dean tampak menatap gelas capucinonya dengan tatapan kosong walau sebenarnya saat ini ia sedang gugup untuk memulai percakapannya dengan Hana.


" Apa yang di katakan oleh Rin itu benar.? " Tanya Hana penuh selidik


" Aku bekerja sama dengan Rin itu memang benar, Tapi soal foto itu aku tidak pernah menyangka kalau Rin sampai melakukannya dengan cara yang kotor. "


" Apa alasanmu melakukan ini padaku ? Bukankah selama ini kita sudah berteman cukup dekat.?"


Dean terlihat menahan jawabannya, entah kenapa rasanya sangat sulit untuk berkata yang sebenarnya bahwa alasan dirinya melakukan ini hanya untuk mendapatkan Cinta Hana.


" Katakan Dean! Jangan membuatku marah dengan sikapmu ini." Hana mulai berubah kesal dengan sikap Dean yang masih bungkam


" Aku melakukannya agar kau dan Jun berpisah. " Jawab Dean


" Kenapa kamu sampai tega melakukannya Dean? "


" Karena aku menyukaimu Hana!! "


Hana terdiam, Pupilnya membesar menandakan ucapan Dean barusan membuat Hana sangat terkejut.


" Tolong jangan marah padaku Hana, kau boleh tidak membalas perasaanku tapi tidak untuk membenciku. " Pinta Dean dengan penuh harap


" Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal ini juga padaku dan Jun, padahal aku sudah sangat mempercayaimu bahkan saat aku dan Jun putus kau orang pertama yang membuatku bangkit dan terus berusaha untuk kembali padanya, Aku kecewa padamu, sangat.. sangat kecewa. "


Dean beralih dari kursinya dan mulai bersujud meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Hana, melihat Dean melakukan hal itu tentu membuat Hana merasa tidak enak sehingga ia dengan cepat menarik lengan Dean untuk kembali berdiri.


" Kali ini aku akan memaafkanmu, tapi aku minta satu hal padamu. "


" Apa itu? "

__ADS_1


" Berhenti untuk menyukaiku, dan carilah wanita lain karena Kau pantas mendapatkan wanita lain yang lebih baik dariku. " Ujar Hana sebelum akhirnya meninggalkan Dean yang dalam keadaan hancurnya itu.


__ADS_2