
Jun datang ke rumah Sana sambil membawa sebuket bunga Mawar kesukaan Hana, walaupun sudah di larang untuk menemuinya Jun tetap nekat dan akan terus memperjuangkan cintanya bagaimana pun juga. Jun menekan bel rumah sebanyak tiga kali hingga memunculkan sosok yang ingin di temuinya, baru dua detik pintu terbuka Hana sudah menutupnya lagi namun dengan cepat Jun menahannya dengan sepatunya sehingga pintu masih dalam keadaan terbuka walau sedikit.
" Aku minta maaf, " Ucap Jun seakan tak bosan dengan ucapan maafnya baik itu di pesan singkat atau pertemuan langsung seperti saat ini.
" Aku sudah bilang untuk tidak menemuiku, kenapa kau masih saja datang seperti ini. " Balas Hana di balik pintu
" Aku tidak akan menyerah sampai kau mau memaafkanku. " Lanjut Jun lagi
" Pergi!!!! " Teriak Hana membuat kedua mata Jun melebar sempurna.
Hana mencoba mendorong pintu lebih kuat tak peduli dengan kaki Jun yang masih berada di sana, Jun yang merasa kesakitan segera menarik kakinya hingga suara pintu tertutup terdengar sangat keras. Sebelumnya Hana pernah melakukan hal yang sama seperti ini dan kemudian melihat keadaan Jun dengan cemas namun tidak untuk kali ini, Pintu tidak terbuka lagi ketika Jun berharap Hana akan keluar.
Jun meletakkan buket bunga yang di pegangnya di depan pintu, Sebelum benar-benar pergi Jun meneriaki Hana untuk tetap datang setiap hari agar dia mau memaafkannya, Setelah itu Jun pun pergi dengan keadaan kaki yang pincang menuju mobilnya. Hana yang masih berada di balik pintu hanya dapat meringkuk sedih berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
\*
Walaupun saat ini masih dalam keadaan sedih, Hana harus tetap profesional menjalankan perannya sebagai seorang artis, dengan tampil penuh percaya diri dalam proses pemotretan majalah star Hana mulai mengenyampingkan egonya dan berusaha tampil maksimal di depan kamera.
Sejak batalnya pernikahan dirinya dan Jun, Hana sering mendapat pertanyaan soal hal tersebut namun sampai saat ini Hana masih belum mengeluarkan pernyataan terkait batalnya pernikahan mereka. Setelah proses pemotretan sesi pertama berakhir Hana tiba-tiba di beritahu oleh stylist nya bahwa di luar ada seorang pria yang sedang menunggunya, meskipun Hana belum melihat siapa yang datang dirinya sudah menebak bahwa pria itu tak lain adalah Jun.
" Tolong beritahu padanya kalau hari ini aku sibuk. " Ucap Hana dan mendapat anggukan pelan dari stylist nya itu
Setelah stylistnya memberitahu Jun bahwa Hana sedang sibuk dan tak bisa di temui, Jun hanya dapat pasrah namun tidak meninggalkan lokasi dan memilih untuk tetap menunggu Hana selesai.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 dan saat ini proses syuting sudah berakhir, Beberapa kru sedang membereskan perlengkapan sementara itu Jun tampak mengintip melalui celah pintu mencari sosok Hana yang saat ini belum juga keluar.
__ADS_1
Begitu Hana keluar bersama Yamato, Jun dengan cepat menghampirinya kemudian menanyakan kabar Hana di sambut senyuman yang tak lepas dari paras tampan pria itu. Hana menatapnya dingin tanpa membalas pertanyaan Jun, kemudian Hana melanjutkan langkahnya tanpa mengucapakan apapun.
Baru saja Jun hendak memanggil nama Hana, tiba-tiba saja ada pria lain yang datang dan memanggil namanya terlebih dulu. Pria itu adalah Ryota teman Hana sejak kecil, Melihat Hana yang merespon Ryota dengan sangat baik membuat Jun sedih namun tak membuatnya menyerah untuk mendekati Hana.
" Aku punya kabar baik untukmu, Bisa kita bicara di tempat lain ?" Tanya Ryota.
" Tidak bisa. !!! " Sahut Jun cepat
" Bisa, sebaiknya kita pergi sekarang." Lanjut Hana membuat Ryota kebingungan
" Hana sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu. " Jun kembali melontarkan pernyataan sehingga membuat Ryota semakin bingung melihat mereka berdua
" Kata siapa aku sedang sibuk. ? " Serang Hana
" Itu tadi. "
" Kalau begitu karena kau tidak sibuk biarkan aku bicara denganmu, "
" Aku sibuk, Ryota sudah duluan mengajakku bertemu. Ayo Ryota kita pergi." Ajak Hana melanjutkan langkahnya menuju van yang sudah terparkir di pinggir jalan
Ryota sempat melirik Jun bingung namun setelah itu kembali melanjutkan langkahnya mengikuti Hana yang sudah memasuki van, Jun hanya dapat terdiam melihat mereka pergi meninggalkannya seorang diri.
\*
Sekeras apa pun Jun menutupi kesedihannya di depan umum tidak membuatnya harus seperti itu ketika sedang sendiri, Ketika di landa masalah Jun selalu lari menghampiri alkohol karena dengan minuman itu satu-satunya cara agar dia merasa sedikit lebih tenang.
__ADS_1
Jun menuang sebotol whiskey ke dalam gelas kaca kemudian menggoyangkan gelasnya secara memutar dengan tatapan kosong ke arah gelas tersebut, Pikirannya kacau dan tak menenentu melampiaskan emosi seperti ini sudah biasa baginya. Jun menenguk gelas whiskey nya tanpa jeda, ia menggelengkan kepala nya yang mulai terasa pusing akibat minuman tersebut.
Sudah dua botol yang di habiskan Jun tanpa sisa, Wajahnya mulai memerah dan pandangannya pun sudah tidak jelas lagi, Kesadarannya sudah mencapai akhir namun tangannya kembali meraih satu botol whiskey yang masih tersegel, seseorang dengan cepat merebut botol itu dan menatap Jun dengan tajam.
" Sudah cukup, dokter melarangmu meminumnya terlalu banyak. " Tegur Katakura yang dengan cepat menyingkirkan botol itu dari hadapan Jun
" Berikan whiskey itu lagi, aku tidak peduli dengan omongan dokter, aku kau mabuk.. Uhukk.. Uhukk.. " Jun mulai terbatuk-batuk akibat mengonsumsi alkohol terlalu banyak, sebelumnya dokter telah memperingatkan untuk tidak meminum minuman yang beralkohol tinggi tapi Jun masih tetap melanggarnya
" Kau selalu melampiaskan kesedihan mu dengan alkohol, Minuman ini tidak akan membantu mu menyelesaikan masalah. " Gertak Katakura berhasil membuat Jun diam kembali
" Kau tidak mengerti bagaimana sedihnya aku, Hana sudah tidak mau lagi menemuiku.., karena jantung ini.., karena jantung ini bukanlah milikku.., " Isak Jun sambil memegangi dadanya
Sebelum Katakura datang dia bertemu dengan Rey, kemudian Rey mulai menceritkan yang sebenarnya pada Katakura sehingga membuat pria itu langsung menuju rumah Jun karena merasa bahwa hal ini pasti akan terjadi, dan benar saja ketika Katakura datang Jun sudah menghabiskan dua botol whiskey dan saat ini dirinya terlihat lemah tak berdaya.
Katakura menggerakan manik matanya ke arah Jun yang berjalan menuju dapur, entah apa yang akan di lakukannya dalam keadaan mabuk seprti itu. Melihat Jun yang mengambil pisau segera membuat Katakura meloncat ke arahnya kemudian merebut pisau tersebut walau sebelumnya Jun menolak untuk memberikan pisau tersebut.
" Apa yang akan kau lakukan bodoh? " Katakura yang berhasil merebut pisau itu segera mundur beberapa langkah dari Jun.
" Berikan pisau itu, Aku ingin jantung ini segera pindah dari tubuhku agar Hana dapat memaafkan ku.. "
" Jangan bodoh Jun !! Kau akan mati jika melakukannya, hentikan kelakuan bodoh mu ini dan sadarlah. !!! " Sentak Katakura lagi
Jun tersungkur tak berdaya sambil menjambak rambutnya dengan tangisan yang tersedu-sedu, Katakura ikut menjatuhkan tubuhnya dan menyentuh pundak Jun sambil menenangkannya, Perlahan tapi pasti Jun mulai tenang dan jatuh pingsan akibat efek dari minuman itu. Setidaknya hal ini dapat menenangkan Jun sehingga Katakura dengan lembut membawanya ke kamar, Perhatian Katakura pada Jun terlihat seperti seorang kakak yang mengurus sang adik dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1