
Sejak pertemuan tarakhir mereka dengan kolega yang berasal dari Rusia, wajah Gala tampak cemberut. Ia bahkan tidak menatap wajah Yara saat gadis itu melontarkan pertanyaan padanya. Jawaban yang diberikan Gala pun hanya singkat.
“Ada apa sih, Om? Dari tadi aku bertanya loh? Kenapa jawabannya hanya, hmm … mengangguk … iya ... Tidak! Aku kan jadi kesal,” jujur Yara.
“Ask your self!” (Tanyakan pada dirimu!)
“Loh? Kenapa?” tanya Yara mengernyitkan dahi.
Gala tak menggubris.
Pertemuan mereka dengan Tuan Elgand meninggalkan kesan buruk bagi Gala. Pasalnya pria yang berasal dari Rusia itu sangat menyukai Yara sampai-sampai pandangannya tak mau lepas dari wajah molek milik Yara. Dari awal pertemuan hingga akhir, bisa dibilang hanya dua puluh persen membahas tentang bisnis dan delapan puluh persen membahas tentang pribadi Yara.
Hal itu membuat Gala muak dan langsung mengakhiri pertemuan. Gala bahkan tidak mau menandatangani kontrak bersama perusahaan yang dipimpin Elgand. Padahal pria itu membuang waktunya hanya untuk datang ke Indonesia dan bertemu dengan pemimpin Lincoln Group. Gala sebagai Presiden Blackfire Company, menggunakan kekuasaannya untuk menolak kerja sama tanpa alasan yang jelas.
“Bukankah bagus jika perusahaanku bekerja sama dengan perusahaan Elektro milik Tuan Elgand?” tanya Yara lagi.
“Tidak bagus.”
“Alasannya?”
“Ya alasannya karena memang tidak bagus.”
“Ishh, alasan macam apa itu?”
“Jika perusahaan kalian saling memiliki kerja sama, maka kalian akan sering berhubungan dan bahkan berkomunikasi. Dan aku tidak suka itu!” ketus Gala.
Shanks terkekeh pelan saat mendengar ucapan Gala. Ia sangat peka dengan perasaan bosnya itu. Tuan Gala cemburu, haha! Baru kali ini tuan kulkas menunjukkan perasaan cemburunya dengan ceroboh.
“Di mana-mana ya, kalau orang memiliki hubungan kerja sama ya tetap harus berkomunikasi satu dengan lainnya!”
“Tidak. Perusahaannya tidak bagus,” bantah Gala.
Yara memanyunkan bibirnya. “Terserah Om saja.”
Gala menyunggingkan bibir.
Beberapa saat kemudian tibalah mereka di mansion. Shanks baru saja memarkirkan mobil, Yara langsung segera turun tanpa menunggu Shanks membukakannya pintu.
“Ternyata jadi orang dewasa itu sangat melelahkan!” gerutu Yara.
Saat gadis itu hendak memasuki lift, ia mendapati Kinan yang sedang duduk dengan beberapa wanita seumuran Kinan. Dengan reflek Yara menghentikan langkahnya dan menunggu Gala.
“Ada apa?” tanya Gala.
Yara terdiam.
Gala menatap sorot mata Yara yang memandangi Kinan bersama wanita-wanita paruh baya lainnya. Kinan sempat menancapkan tatapan tajam pada Yara sehingga membuat gadis itu terpaku membisu.
“Iya, aku juga tidak mau dekat-dekat dengan dia!” ketus Kinan sambil menatap manik Yara.
“Kalau begitu usir saja dari sini. Ini ‘kan rumahmu!” sambung seorang wanita teman Kinan.
"Inginnya sih begitu. Aku takut jangan sampai anakku Gala, tertular virus mematikan yang di bawah gadis itu!"
__ADS_1
Yara mencengkeram jemarinya. Gala yang melihat itu langsung menghampiri para wanita yang sedang asik menggibah istrinya.
Wanita-wanita itu menjadi gentar saat sosok Gala tiba-tiba muncul di hadapan mereka. Tak ada yang berani mengeluarkan suara sedkit pun, bahkan Kinan bungkam.
“Apa kalian tidak memiliki kerjaan lain selain menggosip di rumah orang?!”
Semua tak berani menatap manik Gala.
“Saya kira kalian seharusnya pulang! Suami kalian pasti sedang menunggu kalian!”
Gala mengusir para wanita-wanita itu. Mereka pun bubar. Kinan yang mendapat perlakukan buruk dari Gala, langsung menatap Yara dengan penuh kebencian.
“Sekali lagi Mama berbicara buruk tentang istriku, aku juga tidak akan segan-segan menghukum Mama dengan tidak memberikan uang belanja!”
Degg!
Kinan melebarkan maniknya. Ancaman Gala membuat dirinya panik bukan kepalang. Bagaimana tidak, Gala merupakan sumber penghasil uang di keluarga Rodderick. Karena Zian telah pensiun dari jabatannya, maka Gala-lah yang meneruskan bisnis keluarga mereka.
“Mama tidak berbicara buruk mengenai Yara. Mama hanya berbicara berdasarkan faktanya saja,” mencibir.
“Cukup! Mama tahu ‘kan bagaimana sifatku. Jadi jangan memancingku melakukan sesuatu yang akan merugikan Mama.”
Kinan kini terdiam. Ia berlalu meninggalkan Gala.
Yara melihat Kinan telah pergi, ia pun segera menghampiri Gala yang tampak emosi. “Om?”
Gala menatap manik Yara.
“Maafkan aku, Om. Karena gara-gara aku, Om sampai bertengkar dengan Mama. Om seharusnya tidak usah berlebihan membelaku.”
Yara memegang tangan Gala. Untuk ke sekian kalinya mereka bersentuhan fisik. Gala kembali melihat sosok Elyora dalam diri Yara.
Jika begini terus, aku akan menganggapnya sebagai Elyora! Aku tidak ingin itu terjadi. Gala pun melepas genggaman Yara dan berlalu meninggalkan gadis itu.
Yara merenggangkan otot pada tubuhnya dan hendak menyusul Gala. Namun sebuah hantaman keras terdengar sehingga membuat dirinya menghentikan pergerakan. “Bunyi apa itu?” gerutunya.
Suara samar-samar pun mulai terdengar. Yara berjalan pelan menuju sumber suara. Langkahnya terhenti di sebuah pintu. Ia tidak sengaja mendengar suara Chiren yang meringis kesakitan. “Astaga! Apa yang terjadi?” gumamnya sembari membuka pintu, namun ia menghentikan tindakannya saat mendengar suara pria.
“Sudahku bilang aku tidak mengenal perempuan itu!” ketus Leon.
“Tidak mungkin! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika kau dan perempuan itu masuk ke dalam kamar hotel!”
“Kau salah orang!” elak Leon.
“Leon, kau selingkuh ‘kan dengan perempuan itu? Jawab dengan jujur?!” desak Chiren.
“Tidak! Jangan mengada-ada kamu ya! Aku tidak selingkuh!”
“Baiklah. Sesuatu yang busuk pasti dengan cepat akan tercium!”
“Jangan berpikiran aneh tentangku!”
“Jika kau terbukti selingkuh, maka aku akan menceraikanmu. Lupakan soal kerja sama antara keluarga kita! Aku juga akan memberitahu Papa, bagaimana kau memperlakukanku di rumah ini!”
__ADS_1
Degg!
Leon melotot. Ucapan ancaman dari Chiren mampu membuat batinnya terguncang. Pasalnya, ayah Chiren adalah orang berpengaruh yang bekerja sama dengan Blackfire Company. Jika hubungan kerja sama antara kedua keluarga itu terputus, maka kerugian besar akan terjadi. Zian dan Gala pasti tidak akan tinggal diam. Leon membayangkan betapa ngerinya sang ayah dan kakaknya.
“Tidak Chiren. Aku minta maaf telah membuatmu sakit hati. Tapi aku bersumpah jika aku tidak memiliki perempuan lain selain dirimu!” memeluk Chiren.
Sedari tadi Yara mendengarkan pertengkaran hebat kedua kakak iparnya. "Ada apa dengan keluarga ini?!"
"Permisi Nona, Tuan Gala memanggil Anda," tutur Shanks yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Astaga! Kau mengagetkanku," mengelus dadanya.
"Silahkan, Nona."
"Om Shanks, apa kau mendengarnya juga?" tanya Yara berbisik.
"Mendengar apa Nona?"
"Ituloh, pertengkaran Om Leon sama istrinya."
"Oh soal itu. Ya saya mendengarnya. Mereka memang selalu bertengkar karena Tuan Leon memiliki simpanan."
"Hah? Ja--jadi benar kata Chiren? Om Leon memang selingkuh?!" terkejut.
"Apa Tuan Gala belum menceritakan rahasia keluarga Rodderick?"
Yara menggeleng. "Kata Om Gala, dia akan menceritakannya tapi tunggu waktu yang tepat."
Shanks mengangguk paham. "Kalau begitu mungkin ini adalah saat yang tepat. Tuan Gala memanggil Nona, pasti untuk membahas masalah keluarganya."
"Hmm, kau benar Shanks."
"Baiklah Nona. Saya pamit dulu."
"Iya. Hati-hati di jalan Om!"
"Jangan panggil saya Om, Nona. Saya belum menikah. Usia saya masih tiga puluh tahun."
"Tapi bagiku umur tiga puluh tahun sudah om om."
Shanks hanya mengangguk, mengiyakan ucapan Yara.
"Baiklah, Shanks. Aku ke kamar dulu."
Yara berlari menuju lift dan bergegas ke kamarnya. Ia sudah tak tahan lagi dengan rasa penasarannya tentang keluarga Rodderick. Sesampainya di depan kamar, ia langsung membuka pintu dan tak tahu jika Gala sedang berkeliaran di kamar tanpa sehelai benang.
Ceklekk!
"Ahhhhhhhhhhhhh!" teriak Yara nyaring. Ia tak sengaja melihat penampakkan tak senonoh suaminya. "Astaga! Leher Jerapah!!" ketusnya lagi sambil menutup kedua mata dengan telapak tangannya. "Anu Om kelihatan!"
Gala melonjak. Ia juga tak kalah terkejut dengan penampakan Yara yang tiba-tiba muncul tanpa mengetuk pintu. Untuk kedua kalinya Yara melihat tubuh polos Gala tanpa busana. Dan kali ini Yara melihat dengan sangat jelas kejantanan Gala, bagaikan leher jerapah.
To be continued ...
__ADS_1
Dukungan kalian akan sangat membantu Author. Makasih sebelumnya 🥰🤗