Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)

Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)
BAB 39 : Ide Shanks


__ADS_3

"Ahhh! Sial! Kenapa tidak terkirim dari tadi!"


Shanks tampak gelisah. Sedari tadi ia mondar-mandir di pinggiran superyacht sembari mengangkat ponselnya tinggi-tinggi. Sesekali Shanks menaiki sebuah palang yang tak lain adalah pagar di deck kapal pesiar, demi untuk mencari jaringan.


"Shanks!" teriak Gala panik. Segera Gala berlari menghampiri Shanks karena ia melihat asistennya yang sedang naik di pagar besi.


Gala mengira jika Shanks akan melompat dan mengakhiri hidup. Padahal asistennya itu hendak mencari sinyal supaya video tutorial terkirim di Whatsappnya Gala.


"Woy! Apa yang kau lakukan?!"


Shanks terkejut bukan kepalang. Hampir saja pria itu terjun bebas ke laut lantaran mendengar suara berat majikannya dan melihat Gala yang menghampirinya dengan tiba-tiba.


"Tu--tuan! Aku kaget. Untung saja aku tidak keseleo dan jatuh," ujar Shanks.


"Bukankah kau berniat untuk menjatuhkan dirimu?"


"Tidak, Tuan. Aku sama sekali tidak berniat bunuh diri. Aku masih ingin menikah dan punya anak."


"Lalu kenapa kau berdiri di situ?" menatap tajam Shanks dengan ujung maniknya.


"Oh ini, Tuan ... Video yang Tuan minta tidak bisa terkirim karena jaringan."


"Sial!" pekik Gala.


"Aku sedang berusaha, Tuan. Tunggulah sedikit lagi," ucap Shanks masih berdiri di atas pagar seraya mengangkat ponselnya.


Gala kembali gelisah. Ia mengetuk ujung jemarinya di lantai berulang-ulang dan menatapi jam tangannya. Antara siap bertempur dan malu lantaran belum berpengalaman sama sekali. Gala juga berpikir mengenai Yara.


"Shitt!" gerutu Shanks.


"Why?"


"Sudah tidak ada lagi jaringan, Tuan."


"Kalau begitu aku pinjam ponselmu saja," meraih ponsel Shanks.


"Baik, Tuan."


"Menurutmu, apa Istriku tidak akan merasa aneh denganku saat menonton video panas ini?"


"Tentu saja tidak, Tuan. Nona Muda 'kan sudah bilang kalau beliau sudah siap," tutur Shanks penuh percaya diri.


Gala menarik sudut bibirnya. "Awas saja kalau aku disangka gila olehnya! Kau tidak usah repot-repot melompat dari sini, karena aku sendiri yang akan membuangmu ke laut!"


"Ba--baik, Tuan." Ahhh bisa meninggal di makan hiu aku! Batinnya.


Dengan langkah yang setengah berlari, Gala menuju kamar di mana Yara berada. Rasa tidak sabar dengan malam pertama bersama Yara membuat jantung Gala melompat-lompat ke sana kemari. Dengan bersandarkan video tutorial, Gala berharap malam pertamanya bisa berkesan baik supaya dapat diingat seumur hidup mereka.


Selang beberapa menit, Gala tiba di kamar. Ia mendapati tubuh Yara yang telah terlentang di atas kasur. Gala segera mendekat ke arah ranjang. "Apa dia sudah tidur?" gumamnya.


"Suamiku, kau lama sekali. Huayemmm," ujar Yara tiba-tiba.


"Ada kesalahan teknis tadi. Tapi ini sudah bisa," tutur Gala.


"Memangnya video apa yang kau maksud, Suamiku?"

__ADS_1


Gala tak menggubris. Ia berjalan menuju depan televisi yang teramat besar dan menyambungkan ponsel Shanks dengan televisi itu sehingga apa yang ditayangkan dalam ponsel, dapat terlihat di televisi raksasa itu.


"Istriku ... "


"Ada apa?"


"Mari kita menonton bersama," berjalan menuju ranjang.


"Wahh, kau sangat romantis," tersenyum lebar.


Gala duduk di samping Yara. Pria itu tampak gugup. Peluh mulai menyucur di dahinya. Ia melihat Yara yang sedang asik menunggu film ditayangkan.


"Suamiku, apa ini film horror? Kenapa openingnya seorang wanita sendirian di kamar? Cahayanya juga tampak remang," tutur Yara.


Gala mematikan lampu utama dan meninggalkan cahaya remang di sudut kamar.


"Tidak apa 'kan kalau aku matiin lampunya?"


"Hmm," mengangguk. "Asalkan ada Suamiku di sini, maka aku tidak akan takut," menatap bola mata Gala.


Gala merangkul pundak Yara dan tersenyum lebar membalas tatapan istrinya.


Video tutorial yang diputar Gala sedang berlangsung. Tampak seorang pria berotot telah masuk ke dalam kamar tempat gadis itu berada. Awalnya kedua orang itu masih berbicara dan berperilaku normal. Namun lama-kelamaan kedua makhluk itu mulai berciuman.


Yara yang menyaksikan aksi itu, hanya terdiam. Ada rasa kaku dan canggung namun ia tetap berusaha mengontrol tubuhnya. Ciuman itu semakin lama semakin membara. Tangan pemeran pria mulai menjalar ke segala area sensitif gadis itu.


"Su--suamiku, ini film apa? Kenapa mereka berdua seperti kerasukan?" lirih Yara.


"Ini video tutorial malam pertama kita. Aku tidak tahu memulainya dari mana. Kita berdua bisa melihat contoh dari kedua orang itu," menunjuk layar televisi dengan maniknya.


"Iya," jawab Gala singkat.


"Tapi suamiku, aku 'kan ... "


"Aku tahu. Kau tenang saja, Istriku. Aku akan membuat malam pertama kita menjadi sangat berkesan seumur hidup."


Yara menggeliang mendengar ucapan Gala. Dalam hatinya ada rasa bahagia, namun ada juga rasa takut, gugup, malu yang sedang mendominasi. Entah apa yang harus dilakukan wanita itu untuk menanggapi ucapan Gala.


Adegan demi adegan telah disaksikan Gala dan Yara. Setelah melihat ciuman panas, mulailah si pemeran pria melepas busana si wanita sehingga tak sehelai pun yang tertinggal di sana. Tubuh wanita itu tampak polos. Giliran si pria yang melepas semua pakaiannya.


Gala dan Yara melotot. Jantung keduanya memompa dengan cepat. Sesekali Yara menutup matanya karena tak sanggup melihat adegan gila yang sedang dilakoni kedua manusia dibalik layar. Sedangkan Gala tak mengalihkan matanya sedikit pun dari sana.


"Suamiku, aku takut," lirih Yara.


"Jangan takut Sayang. Aku akan hati-hati," ucap Gala dengan napas yang mulai memburu.


Tubuh pemeran pria dan wanita telah sama-sama polos. Si pria kembali menerkam bibir si wanita, sedangkan tangan si pria telah berkelana di area sensitif si wanita dan memecal kedua buah montok itu dengan ganas.


"Ahhh!" teriak Yara tiba-tiba membuat Gala yang tampak tegang melonjak karena terkejut. "Ini lebih mengerikan dari pada film horror!" tukasnya.


"Istriku ... " menatap wajah Yara.


"Eh a--ada apa?" Yara membalas tatapan Gala.


Pandangan Gala beralih menyorot dua tempurung yang baru mekar milik Yara. Wajah Gala memerah dan suhu tubuhnya memanas. Rasa ingin menerkam Yara begitu kuat bergejolak. Ia kemudian langsung menyantap bibir Yara dengan hati-hati dan penuh kelembutan.

__ADS_1


Gadis itu tersentak. Ia hanya bisa berdiam dan mengikuti permainan suaminya. Perlahan Gala mulai menyentuh area sensitif itu sehingga membuat tubuh Yara bergetar hebat. Perasaan keduanya sudah tak terkontrol. Gala yang sudah tak tahan dengan nafsunya, sedangkan Yara baru saja merasakan nikmat aneh di dalam dirinya.


"Istriku?" bisik Gala.


Yara tak menggubris. Suara berat Gala serta embusan napas suaminya sangat terasa menembus kulit leher Yara.


Adegan yang diperagakan dua lawan jenis di layar tv sangat-sangat panas. Pasalnya, si pria telah memasukkan senjata pamungkasnya pada gua si wanita sehingga erangan dan ******* si wanita terdengar memenuhi ruangan itu.


Gala yang mendengar rauangan itu membuat dirinya semakin bersemangat. Tangannya pun terlihat aktif berkelana ke sana kemari menyusuri tempat-tempat langka yang belum pernah dikunjungi. Yara meremas jemarinya saat permainan tangan Gala mulai lihai.


"Suamiku ... shhh!"


"Aku tahu. Aku akan hati-hati."


"Bukan begitu. Tapi aku masih datang bulan. Memangnya boleh?"


Gala menghentikan aktivitasnya. "Aku juga tidak tahu. Apa aku tanya Shanks saja?"


"Ah jangan! Aku malu," lirih Yara, memerah.


"Kalau soal pengetahuan bisnis aku mahir, tapi kalau tentang wanita dan tamu bulanannya, aku tidak tahu-menahu dengan itu."


"Kalau aku hanya tahu tentang menstruasi, tapi kalau masalah melakukan hubungan intim saat kedatangan tamu bulanan, aku tidak tahu."


"Ahh sial! Tidak ada jaringan lagi di sini," berdecak kesal.


Yara tak sengaja menatap layar tv. Maniknya melebar saat melihat Leher Jerapah milik si pemeran pria, masuk ke dalam sangkar si wanita. Teriakan kenikmatan keluar dari mulut si wanita.


"Ahhh! Di suntik oleh benda tumpul itu pasti rasanya sakit sekali! Mana punyanya raksasa lagi! Tidakkkkkk! Aku tidak mau!" menggeleng kepala. Ia beralih menatap bawah pusar Gala. Aku pernah melihat si Leher Jerapah itu. Punya Suamiku lebih panjang dan besar dibandingkan si pria gila di televisi itu.


"Istriku, memang kalau masih pertama mungkin akan sedikit sakit. Tapi kalau sudah mahir seperti mereka, aku jamin pasti kau akan ketagihan."


Degg!!


"Da--dari mana kau tahu, Suamiku?"


"Shanks yang bilang tadi."


"Apa ini juga ide Shanks?"


"Apanya?"


"Semua kejutan ini."


"Tidak. Kalau kejutan romantis itu ideku. Tapi menonton video tutorial malam pertama adalah ide Shanks. Dia juga memberitahuku hal-hal mengenai hubungan intim suami istri."


"Memangnya si Shanks sudah berpengalaman?"


"Tidak sama sekali. Tapi dia raja film biru."


Yara melonjak.


"Dia sebenarnya pria mesum," ucap Gala santai.


To be continued ...

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian lewat like, vote dan komen. Dukungan kalian akan sangat membantu Author. Makasih semua 🥰🤗


__ADS_2