Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)

Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)
BAB 61 : Malaikat Terindah


__ADS_3

“Tidak, Suamiku! Aku tidak setuju dengan keputusanmu itu!”


“Istriku, tolong dengarkan aku. Aku melakukan semua ini demi keluarga kita, keluarga Rodderick!”


“Tapi itu egois, Suamiku! Sampai kapan kau akan merahasiakannya pada Chiren?! Sebagai istri, dia harus tahu kebrengsekkan suaminya!”


“Lalu, apa kau mau Chiren tersakiti lebih dalam lagi?! Sedangkan dia sementara mengandung anak Leon!”


“Aku tahu. Aku tahu jika Chiren tahu soal ini maka dia akan hancur sehancur-hancurnya! Lebih baik sakit hati satu kali, daripada sakit hati secara berulang-ulang! Kau tahu, Suamiku, itu sangat menyiksa batin perempuan!”


Gala mengacak rambutnya. Ia mengepal jemarinya.


“Selama lima tahun menjalin pernikahan, Chiren selalu diperlakukan buruk oleh suaminya, lantaran dia tidak menyukai Chiren. Selama lima tahun Chiren tersiksa batin dan fisik. Namun demi mempertahankan rumah tangganya, Chiren rela diperlakukan seperti itu. Padahal Chiren adalah wanita cantik, cerdas dan berasal dari keluarga terpandang. Dia bisa saja mencari pria yang lebih baik dari Om Leon. Dia bisa mendapatkan lelaki yang memperlakukannya bagai ratu! Chiren bisa menemukan kebahagiaannya meski tanpa Om Leon!”


“Bagaimana kalau Chiren akan keguguran lagi jika mengetahui kebenarannya?”


Yara terdiam.


“Dia sudah keguguran sebanyak tiga kali dan jika mengetahui masalah ini, maka dia akan keguguran yang keempat kali. Jika itu terjadi, maka dia tak bisa mengandung lagi untuk selama-lamanya. Itulah yang dikatakan dokter kandungannya.”


Yara terkejut. Bulir air mata mulai menggenangi pipinya. “Kasihan sekali, Chiren.”


“Aku sudah memikirkan ini baik-baik, Istriku. Jika Janetha pergi dari kehidupan Leon selamanya, maka tidak akan ada lagi yang tersakiti. Dan semoga dengan Chiren melahirkan anak, Leon akan berubah dan bersikap baik padanya. Itulah yang aku pikirkan.”


“Ta—tapi … ini salah. Ini benar-benar salah!” tersedu. “Kenapa tidak dari awal saja kau memberitahu Chiren? Supaya dia tidak menikah dengan Om Leon. Biarkan saja Om Leon bertanggungjawab terhadap wanita yang bernama Janetha itu!”


“Aku juga menghendaki yang demikian. Namun, keluarga kami terlalu egois! Demi kepentingan bisnis, mereka rela mengorbankan kebahagiaan anak mereka! Mama dan Papa sama sekali tidak merestui hubungan Leon dan Janetha. Mereka malah mengusir Janetha dan menghancurkan harga dirinya. Mereka juga menyuruh Janetha untuk menggugurkan kandungannya.”


“Tega sekali mereka … hik .. hik,” terisak.

__ADS_1


Gala mendekap tubuh Yara. Ia menyandarkan kepala Yara di dada bidangnya sembari mengelus puncak kepala istrinya. “Maafkan aku, Istriku. Aku tidak becus menjadi seorang penengah keluarga ini. Aku gagal menjadi seorang kakak!”


“Suamiku, jangan menyalahkan dirimu. Apa kau lupa, kita pernah berjanji untuk menyatukan keluarga ini? Ada aku disini bersamamu. Kita akan melewati ini bersama-sama. Aku tidak akan membiarkanmu menanggung penderitaan ini sendirian. Mari kita tanggung bersama-sama, itulah sebuah keharusan bagi pasangan menikah.”


Mendengar ucapan Yara membuat manik Gala berkaca-kaca. Ia benar-benar tersentuh dengan apa yang diucapkan Yara. Selama ini ia telah melupakan tugas penting setelah menikah. Ia tidak sendirian lagi, ia memiliki istri yang hebat dan cerdas. Ia memiliki istri yang tangguh dan tegar. Gala menyadari jika bertindak sendirian maka masalah tidak akan terselesaikan.


Saat ini ia memiliki penopang yang luar biasa. Kehadiran Yara dalam kehidupannya, membuat dunia Gala berubah seratus delapan puluh derajat. Waktu lalu, Gala hidup dalam bayang-bayang gelap lantaran menangungg penderitaan dengan sendirian. Namun, dengan adanya Yara dalam hidupnya membuat segala persoalan terasa enteng, meski sebenarnya itu sangat berat. Yara benar-benar malaikat terindah.


“Istriku, terima kasih telah hadir dalam hidupku. Kau mengubah segalanya,” ucap Gala, memberikan kecupan hangat di puncak kepala Yara.


Yara tersenyum. “Lalu … apakah kau akan mendengarkan saranku?”


“Aku akan memikirkannya kembali.”


“Tidak, Suamiku. Kau harus memikirkannya sekarang ini juga! Malam ini Janetha akan berangkat. Jadi sebaiknya kau harus memberikan keputusan bijakmu.”


Gala terdiam kembali.


“Aku … aku takut salah mengambil keputusan. Aku telah salah dari dulu. Aku tidak ingin kesalahan yang sama kembali terulang. Karena akan menyakiti banyak orang.”


“Baiklah. Aku serahkan semuanya padamu. Aku akan mendengarkan semua keputusanmu. Sebaiknya pikirkanlah baik-baik.”


***


Di tempat lain, seorang wanita sedang duduk menonton televisi di dalam kamar sambil menunggu kedatangan seseorang. Wanita itu tak lain adalah Chiren. senyumnya tak berhenti merekah karena ucapan Leon tebesit terus dalam benaknya. Perlakuan Leon pada kemarin malam membuat Chiren merasa jika suaminya telah berubah.


“Aku pulang,” ucap Leon yang baru saja muncul dari balik pintu.


Dengan sigap, Chiren langsung berdiri dan menyambut kedatangan suaminya. Ia langsung membuka jas dan dasi yang Leon kenakann. Tak hanya itu, ia juga melepaskan sepatu Leon. Semua itu dilakukan Chiren dengan senang hati. Karena menurutnya itu merupakan tugas istri untuk suami.

__ADS_1


Leon tidak menolak perlakukan Chiren. Biasanya, jika Chiren melakukan itu, maka Leon segera menepis tangan Chiren dengan kasar sehingga Chiren tak dapat menjalankan kewajibannya sebagai istri. Kali ini suasana tampak berbeda, Leon hanya berdiam diri memandangi perilaku Chiren.


“Apa kau sudah makan, Suamiku?” tanya Chiren.


“Belum.”


“Mau makan di luar?” tanya Chiren.


“Jika kau ingin, ayo kita makan di luar,” ucap Leon.


Wajah Chiren kembali semringah. “Aku mau! Sebentar aku siap-siap dulu!”


“Ayo mandi bersama,” ajak Leon.


Chiren tersipu malu. Sudah lama mereka tidak mandi bersama. Terakhir kali beberapa tahun lalu, saat mereka baru saja menikah. Tentu saja karena itu masih panas-panas menjalin hubungan suami istri. Leon pun melirik Chiren hanya sebatas pemuas nafsunya saja pada waktu itu.


Leon segera membopong tubuh Chiren dan membawanya di kamar mandi. Ia menyalakan tombol dan secara otomatis, air mulai menggenangi bak mandi sehingga terisi penuh. Leon melepas semua pakaiannya sehingga tidak ada yang tersisa, dan Chiren pun demikian. Tubuh keduanya telah polos tanpa sehelai benang.


“Masuklah, Istriku,” ajak Leon.


Chiren masuk ke dalam bak mandi yang sudah terisi air hangat. Taburan busa telah membumbung di dalam bak itu. Posisi tubuh Leon memangku tubuh Chiren sehingga dengan leluasa tangan Leon mulai memijat lembut dua benda lunak yang menempel di dada Chiren.


Adik kecil Leon telah terbangun. Dengan posisi seperti tadi, Leon mulai memasukkan kepunyaannya ke dalam gerbang istrinya. Keduanya saling memberikan kenikmatan satu sama lain. Pertempuran yang berlokasi di dalam bak mandi terus berlangsung selama satu jam lebih.


Perasaan Chiren terasa sangat lega. Tak hanya Chiren, Leon pun demikian. Leon menyadari ada perbedaan yang signifikan saat ia bercinta dengan wanita lain dan dengan Chiren. Saat bersama istrinya, perasaan Leon terasa tenang dan teduh. Meski gaya bercinta Chiren tak sedahsyat wanita penghibur lainnya.


Namun saat bertempur dengan wanita lain, hal yang pada umumnya ia rasakan adalah kepuasaan sesaat. Namun setelah itu, ia pasti akan bosan dan mengganti partner bercinta. Berbeda dengan Chiren, meski tidak sepanas wanita lain, Leon tidak merasa bosan bercinta dengan istrinya. Pikir Leon, mungkin saja karena ia tak dapat mengganti posisi Chiren sebagai istrinya. Jadi wanita lain hanya menjadi sampingannya saja.


To be continued …

__ADS_1


Gaiss sebenarnya hari ini ada beberapa bab yang akan diterbitkan untuk menebus update yang bolong kemarin hari. Tapi ... bab-bab itu terhapus karena virus. Sudah mencoba memperbaikinya, bahkan sudah lihat tutorial di youtube, namun nihil. Dan Author sangat sakit hati :') Apakah ini karma karena telah menyiksa karakter Chiren? Maafkan Author 😭


__ADS_2