Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)

Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)
BAB 55 : Nona Muda Somplak


__ADS_3

Video tak senonoh Amoera saat menggoda Gala dengan tubuhnya, telah viral di media sosial. Media telah digegerkan dengan berita besar itu. Pasalnya tubuh bugil Amoera sangat terlihat jelas di video itu. Dengan sekejap perusahaan yang dirintis Richard telah hancur lebur.


Video itu dengan sangat cepat tersebar. Entah siapa yang mengunggahnya di media. Namun Amoera telah menyimpan dendan terhadap Yara karena Yaralah yang merekam aksi itu. Ia sampai diusir dari keluarga dan dipojokkan semua orang. Tak hanya dirinya, keluarganya pun telah menjadi sorotan publik.


Keluarga Hunberg telah dihujat habis-habisan oleh netizen. Mereka terlalu malu untuk keluar dari rumah. Sedangkan Amoera telah mengasingkan diri di sebuah apartemen miliknya. Meski segala fasilitasnya telah disita Richard, namun ia masih memiliki uang simpanan untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya untuk sementara.


Bagi Richard, tak ada gunanya mengadakan konferensi pers untuk mengklarifikasi masalah Amoera. Karena memang sudah jelas-jelas video itu bukanlah editan. Richard sangat malu menunjukkan wajahnya pada orang-orang. Ia memilih menenangkan diri di rumah dan membatasi diri untuk tidak menonton televisi dan membuka ponsel.


Dan siang itu Gala dan Shanks baru saja tiba di kantor. Segerombolan reporter telah menunggu kedatangan Gala untuk mewawancarainya. Beberapa pengawal bertubuh kekar menahan reporter-reporter itu saat Gala telah turun dari dalam mobil. orang-orang itu tampak berdesak-desakan hanya untuk mencari kebenaran tentang video asusila yang telah viral.


Di dalam video itu terdapat wajah Gala yang telah disensor. Namun beberapa orang telah mengetahui siapa sosok pria yang telah pingsan di video itu. Sedangkan wajah Amoera tidak di sensor. Hanya buah dada dan *********** yang diburamkan. Meski demikian lekuk tubuh Amoera sangat tampak.


“Tuan Gala, apa benar video itu asli dan tidak diedit?”


“Tolong berikan tanggapan Anda mengenai keaslian video itu.”


“Tuan, apa benar wanita yang telanjang di video itu adalah Nona Amoera yang merupakan model ternama sekaligus CEO Sugar Group?”


“Jika benar, mengapa Nona Amoera bersikap seperti itu? Apakah kalian memiliki hubungan?”


“Tuan Gala, tolong berikan pendapatmu tentang berita hangat ini?”


Deretean pertanyan menghujani Gala yang hendak memasuki pintu perusahaan. Ia tidak menggubris pertanyaan-pertanyaan itu karena baginya, meladeni para reporter yang yang banyak itu hanya akan membuang waktunya saja. Sedangkan ia memiliki pertemuan dengan dewan-dewan perusahaan untuk membicarakan masalah Sugar Group.


“Apa Tuan Gala mengkhianati istri Tuan dan berselingkuh dengan Nona Amoera?!”


Deg!


Gala menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan terakhir. Ia membuka kacamata hitamnya dan menatap reporter wanita itu dengan tajam. Raut Gala berubah menjadi garang dan mengerikan. Jelas saja karena ini menyangkut istrinya. Jangan sampai Yara menonton siaran langsung ini karena ia pasti akan terluka. Begitu pikir Gala.


Semua orang berhenti memberikan pertanyaan dan terdiam di posisi mereka masing-masing. Tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun saat melihat raut Gala yang beringas menatap mereka. Para reporter itu dengan perlahan memundurkan langkah mereka sembari menunduk kepala.


“Dengarkan saya baik-baik. Saya sangat mencintai istri saya. Saya tidak akan pernah berkhianat padanya! Jadi jangan pernah bertanya lagi mengenai hal ini! Saya tidak ingin istri saya tersinggung sedikitpun!”


Semua orang yang ada di sana mengangguk paham. Mereka tidak berani lagi bertanya pada Gala. Nyali mereka seketika menciut hanya dengan menerima tatapan ganas dari seorang Gala Zayn Rodderick. Mereka membiarkan Gala memasuki gedung pencakar langit itu dan kemudian bubur dari perkumpulan.

__ADS_1


Di kediaman keluarga Rodderick juga tampak heboh. Para pelayan sedang berbisik-bisik satu sama lain mengenai video viral itu. Namun mereka seketika bungkam saat Yara telah muncul di ruang makan. Yara menjadi heran dengan sikap para pelayan itu. Pasalnya ia baru saja bangun.


Semalam Yara dan Gala bergulat sampai beberapa ronde sehingga membuat tulang-tulang Yara terasa sakit. Dan pagi hari saat bangun, Gala juga meminta jatahnya sebelum pergi ke kantor. Makanya Yara sangat kelalahan dan kembali mengistirahatkan tubuhnya. Tak disadari Yara, rupanya ia telah bangun kesiangan.


“Yara!” panggil Chiren.


Yara segera menoleh.


“Yara … apa kau yang mengunggah video itu?”


“Video yang mana?” mengerutkan dahi.


“Ja—jadi bukan kau?”


“Aku tidak mengerti. Aku baru saja bangun, jadi otakku masih lambat mencerna maksudmu.”


“Coba kau lihat ini,” menyodorkan gawainya.


Kesadaran Yara kembali. Ia membelalakkan matanya sembari menatap layar ponsel Chiren yang memperlihatkan adegan beberapa hari lalu yang di rekamnya. “Astaga!”


“Si—siapa yang mengunggah video ini? Aku bersumpah bukan aku yang melakukannya!” ketus Yara panik.


“Lalu siapa yang mengunggahnya?” tanya Chiren.


“Aku juga tidak tahu. Apa jangan-jangan Suamiku?” terka Yara.


“Bisa jadi, Yara. Tapi apa benar? Secara Kak Gala tidak mungkin memperumit masalah ini.”


“Nanti aku tanyakan saja padanya.”


“Baiklah. Ohya, apa kau hari ini tidak ke kantor?” tanya Chiren.


“Inginnya sih ke kantor karena sudah lama tidak memantau pekerjaan kantor. Tapi Suamiku membuat badanku sakit semua. Tadi malam dan tadi pagi dia menghajarku habis-habisan di ranjang. Jadi semua tulangku terasa sakit,” jelas Yara polos.


Chiren menelan liurnya dengan kasar. Ucapan Yara benar-benar polos bagai anak kecil. “Be—benarkah?”

__ADS_1


“Iya, Chiren. Kau lihat leherku dan dadaku,” memperlihatkan leher dan dadanya yang dipenuhi label kepemilikan Gala.


“Ya ampun! Beringas juga ya kak Gala,” ucap Chiren melonjak.


“Sangat-sangat ganas, Chiren. Dia bahkan tak mengijinkanku istirahat! Padahal aku sudah beberapa kali menyemprotkan ingus di bawah sini,” menunjuk ***********.


Chiren kembali terkejut. Ia kemudian terkekeh mendengar cerita Yara yang begitu somplak. “Yara, kau bisa saja. Itu bukan ingus.”


“Iya aku tahu. Tapi teksturnya bagai ingus. Kenyal-kenyal empuk gitu.”


“Hahah!” kau bisa saja, Yara.


Tanpa disadari keduanya, pembicaraan mereka didengar oleh para pelayan. Mereka yang medengar cerita Yara melekukan bibir karena merasa lucu dengan cara bicara Yara yang blak-blakan.


“Ups, sepertinya banyak yang mendengar ceritamu, Yara,” ucap Chiren.


Yara menatap pelayan-pelayan itu yang tampak menunduk saat Yara menyorot mereka. “Tidak apa-apa. Lagian ucapanku memang benar kok. Kalian jangan takut begitu. Aku tidak akan melahap kalian kok. Aku hanya akan mencincang tubuh kalian,” gurau Yara tersenyum licik.


Para pelayan itu bergidik ngeri.


“Haha! Kalian percaya ya? Hahaha!”


“Jangan diambil hati ya. Nona Yara, orangnya memang suka bergurau,” tutur Chiren.


“Benar sekali.”


Kehadiran Yara di kediaman keluarga Rodderick memang sangat bermanfaat. Dengan tingkahnya yang kocak, para pelayan akhirnya bisa tertawa setelah sekian lama mereka tidak mengekspresikan rasa senang mereka karena mereka tidak bebas akrab dengan majikan mereka.


Selama bertahun-tahun mereka bekerja pada keluarga Rodderick, sikap mereka menjadi dingin seperti majikan mereka. Sampai-sampai mereka lupa bagaimana melekukan bibir mereka untuk membentuk senyuman.


Dan akhirnya setelah sekian lama tidak tersenyum, mereka pun kembali merasakan kehangatan saat berada di keluargaa Rodderick. Itu semua berkat Yara. Mereka sangat berharap keluarga yang porak-poranda itu dapat utuh kembali.


To be continued ...


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya. Makasih semua 🤗🥰

__ADS_1


__ADS_2