
“Suamiku dan sahabatku … “ lirih Chiren dengan bibir yang gemetar. “Berkhianat padaku!”
“Chi—chiren … “ ucap Leon. “Sejak kapan kau di sini?”
“Kau tidak perlu tahu, yang pasti aku sudah mendengar semua ucapan kalian!”
“Chiren maafkan ak—”
“Tutup mulutmu! Aku yang akan bertanya padamu. Apa pria yang kau kencani saat SMA adalah Leon?”
Janetha mengangguk pelan.
Chiren menelan liurnya dan bersikap tenang.
“Chi—” ucapan Leon terpotong saat Chiren mengangkat tangannya dan memberi isyarat pada Leon untuk jangan bersuara.
“Lalu … apa pria yang menghamilimu adalah Leon?” tanya Chiren dengan nada pelan dan bibir yang gemetar.
Janetha mengangguk lagi. Ia menunduk kepala dan tak berani menatap manik Chiren.
“Kenapa … kenapa kau tidak memberitahuku lima tahun lalu? Apa karena aku sudah memberitahumu lebih dulu jika calon suamiku adalah Leon, orang yang sama, yang telah menghamilimu?”
“Chiren cukup! Hik … hik … hik!”
“Aku tidak butuh air matamu. Kau penghianat Janetha! Menyebut namamu saja sudah membuatku jijik!”
Janetha tiba-tiba tersungkur di kaki Chiren dan terisak. Chiren terkejut, namun ia membiarkan sahabatnya itu bersujud di kakinya, memohon pegampunan darinya. Sedangkan Leon tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menyaksikan adegan dramatis itu.
Chiren tersenyum dengan air mata yang terus berjatuhan. “Selama lima tahun aku dibodohi sahabat dan suamiku. Selama lima tahun aku mencoba menjadi istri yang baik, tapi ternyata lelaki yang sangat aku cintai telah menghamili wanita lain. Wanita itu juga ternyata adalah sahabatku yang paling aku sayangi. Dan bahkan mereka telah memiliki anak yang sudah berumur lima tahun!”
“Chiren … “ gumam Leon dengan suara yang sangat pelan.
“Kau tahu, Suamiku … kau telah membunuhku! Membunuh secara karakter dan psikis lebih menyakitkan dari pada membunuh secara fisik. Membunuh mental lebih mengerikan daripada membunuh dengan cara menyakiti tubuhku. Dan kau telah membunuhku secara mental! Aku merasa seperti orang sinting saat ini! Aku berasa gila! Hahah!”
Leon dan Janetha menjadi takut dengan perilaku Chiren.
“Chiren jangan berkata seperti itu!” ketus Leon.
“Aku sudah gila! Hahahah! Bwuhahahahha!” gelak tawa Chiren meledak. Tangannya bergetar hebat namun ia mencoba menahan getaran itu dengan cara mengepalkan jemarinya dengan erat.
Tiba-tiba tubuh Chiren melemas ia nyaris jatuh di lantai, tapi seorang pria yang tak lain adalah Gala segera menopang tubuhnya. Kehadiran Gala lebih membuat Leon dan Janetha tidak dapat bernapas. Aura gelap dewa kematian telah mengkungkung mereka. Situasi menjadi dingin dan mencekam.
__ADS_1
“Kak Gala … “ lirih Chiren sembari melemparkan senyum tipis.
“Kau bisa berdiri?” tanya Gala.
Chiren mengangguk. Gala kemudian memberi isyarat pada Yara untuk menggandeng Chiren dan berjaga-jaga jika wanita itu kembali pingsan.
“Ga—gala … sedang apa juga kau di sini?”
BUKKK!
Satu pukulan maut mendarat tepat di pipi Leon. Semua orang panik bukan kepalang.
“Berdiri kau!” ucap Gala pada Janetha yang masih berlutut. Wanita itu segera menegakkan tubuhnya.
“Gala, apa kau sudah gila?!” ketus Leon.
BUKK!
Pukulan kedua kembali mendarat di bibir Leon. Semua orang yang menyaksikan perkelahian itu menjadi panik. Bahkan beberapa aparat keamanan telah berada di lokasi. Namun mereka tidak bisa menghentikan perkelahian itu saat melihat siapa kedua lelaki itu.
“Suamiku, sudah cukup! Orang-orang melihatmu. Mereka merekam tindakanmu! Jangan gegabah!” teriak Yara.
“Aku tidak peduli, Istriku. Reputasi keluarga Rodderick memang sudah lama terkoyak! Dan saat ini aku akan membuatnya lebih hancur bagai serpihan beling! Aku tidak akan munafik lagi dan menutup semua kepalsuan keluarga Rodderick!”
Dengan sigap orang-orang itu yang merupakan wartawan langsung mendekat dan meliput berita. Ini merupakan kesempatan berlian bagi mereka, karena berita ini pasti akan menjadi viral dan tranding topic.
“Pastikan kalian merekam ini dengan benar!” ketus Gala.
“Baik, Tuan.”
Gala menarik napasnya dan menghembuskan dengan perlahan. “Saya tahu tidak etis melakukan konferensi pers di sini. Tapi dengarkan saya baik-baik! Saya Gala Zayn Rodderick, Presiden dari Blackfire Company. Seperti yang kalian lihat sekarang, saya sedang berkelahi dengan adik saya, Leon. Saya langsung ke intinya saja. Keluarga Rodderick yang kalian lihat di berbagai media yang selalu memamerkan keharmonisan dan keakuran, sebenarnya itu semua palsu!”
DEG!
Semua orang yang menyaksikan siaran langsung itu menjadi ribut. Mereka bertanya-tanya satu sama lain.
“Semua yang kami tunjukkan hanyalah kepalsuan! Keluarga Rodderick sebenarnya telah hancur karena kepentingan bisnis dan politik! Orangtua saya memiliki wanita dan pria simpanan! Mereka tidak hidup berlandaskan cinta! Mereka hanya suami dan istri di atas kertas saja tapi tidak dalam dunia nyata! Adik saya menikah dengan istrinya sekarang karena kepentingan bisnis antar keluarga. Dia memiliki wanita yang ia cintai dan memiliki anak dengan wanita itu.”
“Suamiku … “ lirih Yara. Maniknya telah berkaca-kaca.
“Aku telah memikirkan ini dengan sangat matang untuk membuka kedok keluarga saya pada publik! Bagi kalian yang bekerja sama dengan perusahaan Blackfire dan ingin membatalkan kontrak atau mencabut saham kalian, saya persilahkan dengan senang hati! Saya juga akan mengganti rugi dengan biaya yang sangat besar jika kalian mengingini itu! Saya telah muak hidup dalam kepalsuan! Jabatan, kekuasaan, harta kekayaan, tidak menjamin kebahagiaan. Walaupun kehidupan keluarga kami tak pernah kekurangan sedikit pun soal materi namun kami sebenarnya telah kehilangan jati diri kami sebagai keluarga yang seharusnya hidup akur dan harmonis!”
__ADS_1
Semua orang yang tadinya gaduh, kini mejadi tenang saat mendengar ucapan Gala. Mereka mendengarkan ia dengan sangat baik. Malahan ada juga yang telah bersimpati, sampai meneteskan air mata. Mereka menyadari jika kekayaan dan jabatan belum tentu membuat seseorang bahagia. Dan suatu bukti nyata, mereka telah melihat dan menyaksikan kesaksian sang presiden Blackfire.
“Saya telah siap menerima segala konsekuensi dari tindakan saya ini!”
“K—kak Gala … hik … hik” Chiren terisak kembali. Ia sangat tersentuh dengan ucapan Gala pada publik.
“Semuanya bubar!” ketus Gala.
Semua orang pun bergegas meninggalkan tempat itu. Gala menatap Leon dengan tajam. Sedangkan Janetha masih terisak tanpa bersuara. Sedari tadi ia menundukkan kepala dan tak berani menatap khalayak. Ia benar-benar terlalu malu menampakkan wajahnya pada orang banyak, khususnya Chiren dan Gala.
“Leon … “ lirih Chiren.
Situasi kembali tegang.
“Ayo bercerai!” celetuk Chiren dengan cairan bening yang telah membanjiri pipinya.
Semua orang tercengang mendengar telak Chiren.
“Chiren … jangan berkata seperti itu! Aku tidak mau bercerai denganmu. Aku mencin—"
“Cukup!”
Dengan kaki yang gemetar, ia berjalan meninggalkan tempat itu. Leon mencoba mengejar Chiren, namun dengan sigap, tangan Gala langsung menahan pergelangan tangan Leon. Lelaki itu pun menatap Gala dengan heran. “Lepaskan tanganku!”
“Apa kau mau menambah lukanya?” geram Gala dengan rahang mengerat.
Leon terdiam. Ia menatap Janetha.
“Mommy … “ panggil Leonard tiba-tiba.
Semua orang menatap anak kecil itu.
“Mommy … are you ok?”
Janetha mengangguk dengan bibir yang mengatup rapat. Bulir air mata tak henti-hentinya menggenangi pipinya. Ia mencoba menahan kepedihannya, namun ia tak kuasa lantaran Leonard telah memegang tangannya.
“Mommy, kenapa menangis? Siapa yang menyakitimu?” tanya Leonard dengan pelan.
“Hik … hik … hik … Leonard, sudah saatnya kita pergi. Ayo, Sayang,” menggenggam tangan Leonard dan beranjak dari tempat itu.
To be continued ...
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian 🥰🤗