Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)

Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)
BAB 44 : Penggila Harta


__ADS_3

Acara ulang tahun sedang berlangsung. Mata Kinan tak berhenti menjeling ke sana kemari, mencari sosok Gala dan Yara. Sudah satu jam lebih keduanya tidak nampak di sana. Kinan pun menyuruh Pak Angga, kepala pelayan rumah itu, untuk menyusul Gala dan Yara di kamar.


"Tente, aku belum melihat Gala," tutur Amoera.


"Sama. Tente juga. Kenapa mereka lama sekali?!"


"Jangan-jangan si wanita j*lang itu yang menghasut Gala untuk tidak ikut merayakan ulang tahun Tante," ucap Amoera memprovokasikan.


"Tante juga curiga! Awas saja wanita itu! Aku akan mempermalukannya saat dia muncul!"


Para tamu dari kalangan atas tampak asik berbincang dengan Zian. Sedangkan Kinan sedari tadi bersama dengan Amoera hanya sibuk memperhatikan sekitar mereka, berharap sosok yang mereka nantikan tiba di ruangan itu.


Segerombolan wanita sosialita dari latar belakang keluarga terpandang, menghampiri Kinan dan Amoera. Mereka memberikan selamat disertai dengan ciuman ala wanita-wanita elit seraya menyodorkan hadiah untuk Kinan.


"Makasih semuanya," tutur Kinan semringah.


"Ohya, aku penasaran dengan menantumu," ucap wanita berambut sebahu.


"Ada kok. Tadi ada di sini. Hmm, mana ya dia," mencari sosok Chiren. "Menantuku sedang hamil, mungkin dia sedang duduk di tempat lain."


"Hamil? Bukankah Tuan Gala baru saja menikah? Memangnya istrinya sudah hamil duluan?!" singgung wanita yang mengenakan gaun berwarna merah menyala.


Wajah Kinan berubah menjadi masam. "Maksud kalian istri Gala?"


"Iya. Kalau istrinya Tuan Muda Leon sudah banyak kali kami lihat."


Kinan terdiam. Tak sudi rasanya ia mengakui Yara sebagai menantunya. Namun ia tetap mengontrol diri demi nama baik keluarga Rodderick. "Hmm, mungkin sebentar lagi mereka akan muncul," tuturnya dengan senyum paksa.


"Oh begitu," mengangguk pelan. Wanita berambut sebahu itu melempar pandang ke arah Amoera yang berdiri dengan anggun di samping Kinan. "Halo Nona Amoera," sapanya.


"Halo Nyonya Stendward," tersenyum ramah.


"Kau semakin cantik dan berseri. Ohya, bagi tips dong, gimana caranya biar badan tetap seksi dan buah dada serta bokong berisi sepertimu. Kami juga ingin loh punya body ideal like you."


"Aku hanya mengatur pola makan yang sehat dan juga rajin berolahraga setiap hari," ucap Amoera seraya mengebaskan rambutnya ke belakang sehingga belahan dadanya yang padat nampak.


"Wow! It's amazing!" membelalakan mata saat melihat buah dada Amoera yang teramat besar.


"Kalau aku punya badan sepertimu, aku yakin seratus persen, suamiku tidak akan pernah berpaling dariku!" ketus wanita lainnya.


Amoera terkekeh.

__ADS_1


"Nyonya Rodderick, kenapa Anda tidak jadi menikahkan Nona Amoera dengan Tuan Gala? Padahal 'kan Nona Amoera idaman semua pria?"


"Benar! Sudah cantik, seksi, cerdas, model dan bergelimang harta. Kenapa yang jadi istrinya Tuan Gala adalah wanita yang bukan dari kalangan atas?!"


"Aku setuju! Memang sih dulunya keluarga Lincoln adalah keluarga terpandang dan kaya raya. Tapi setahuku, semenjak kematian direktur Ray dan istrinya, perusahaan mereka sudah gulung tikar! Masih untung Nyonya Amber Lincoln dapat menangani krisis perusahaan mereka!"


Mendengar setiap sindirin pedas dari wanita-wanita itu membuat Kinan mengeratkan rahangnya. Tak hanya Kinan, Amoera pun tampak panas dan jengkel. Ia meremas jemarinya dengan erat. Wajahnya tampak memerah lantaran menahan emosi.


"Iya ya. Bagaimana Tuan Gala bisa memilih wanita seperti itu? Padahal masih banyak wanita cantik dari kelas atas yang bisa dijadikan istri. Secara 'kan keluarga Rodderick sangat pemilih. Aku tidak menyangka keluarga Rodderick memilih menantu seperti itu!"


"Saya mencintai istri saya!" ketus Gala tiba-tiba.


Semua orang yang ada di sana melonjak hebat. Rupanya Gala sedari tadi telah mendengar semua cibiran pedas dari wanita-wanita paruh baya itu. Gala merangkul pundak Yara dan mengecup lembut puncak kepala istrinya. Lagi-lagi semua orang menganga.


"Gala, Yara ... " lirih Kinan, pura-pura peduli.


"Kalau bukan karena permintaan istri saya, Kalian sudah lama saya usir dari tempat ini. Tak hanya itu, saya juga akan mencabut saham saya di perusahaan kalian! Namun, berterima kasihlah pada Istriku!" celetuk Gala, dingin.


"Ma--maafkan kami Tuan. Kami terlalu lancang. Dan trima kasih Nona Rodderick karena berkat Anda, Tuan Gala berubah pikiran."


"Tidak masalah. Saya juga sadar diri dengan posisi saya. Tapi jangan pernah meremehkan saya bersama dengan keluarga saya! Akan saya buktikan jika saya bisa bersanding dengan Tuan Gala Zayn Rodderick," ketus Yara dengan lugas.


Mereka menunduk kepala.


"Yara, jangan ambil hati ya, Sayang," ujar Kinan, manis.


"Tidak, Ma," tersenyum kecil.


"Ma, aku dan Yara memiliki hadiah untukmu," ujar Gala.


"Ohya?"


Gala memberi kode pada Shanks dan dengan segera Shanks memberikan paper bag. Semua orang yang melihat logo dari tas itu melebarkan manik. Jelas saja karena sebagai manusia-manusia yang hidup berdampingan dengan harta, mereka sangat mengetahui barang berkelas itu.


Seketika mata mereka juga beralih menatap leher Yara. Ia mengenakan kalung berlian edisi terbatas yang harganya dapat mengguncangkan jiwa setiap wanita sosialita. Amoera tertegun. Ia sangat yakin jika benda berharga itu adalah pemberian Gala.


"Semoga Mama suka," ucap Yara.


Kinan mengangguk dengan mata yang telah bermunculkan binar bening. Ia segera mengeluarkan kotak berwarna hitam itu dan membuka kotak itu. Hampir saja liurnya meleleh saat melihat kalung berlapis berlian yang masih tersegel rapi di dalam sana.


Tak hanya Kinan, wanita-wanita penggila harta itu langsung mendekatkan wajah mereka ke dalam benda segi empat itu. Kilauan cahaya yang dikeluarkan kalung itu mampu membuat badan mereka melemas.

__ADS_1


"Gala ... Ini yang selama ini Mama cari, Sayang! Kalung ini hanya ada dua di dunia! Yang satunya telah dimiliki Ratu Elisabeth dan yang satu lagi ... " menghentikan ucapannya. Ia kembali menatap kalung itu dengan penuh takjub.


"Berterima kasihlah pada Yara, Istriku. Dia yang memilihkannya untuk Mama."


Secepat kilat, Kinan mendekat ke arah Yara. Dengan netra yang tampak berubah seperti berlian, ia memeluk Yara tiba-tiba dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya masih asik memegang kotak perhiasan itu. "Yara, menantuku, kau sangat the best! Seleramu sangat luar biasa!" pujinya.


Yara sedikit terkejut dengan perlakuan Kinan. Ada rasa risih saat Kinan memeluknya. Namun ia juga berusaha untuk bersikap profesional. Apalagi wanita-wanita itu telah menyorotinya dengan tatapan penuh kagum.


Ishhh Tante Kinan kok malah sok akrab dengan j*lang itu! Dasar gila harta! Giliran dikasih yang beginian, sifat matrenya melunjak! ucap Amoera dalam hati.


"Ternyata Nona Yara sangat pengertian ya sama mertua."


"Iya. Sudah cantik, baik masih muda lagi. Seleranya juga bukan kaleng-kaleng."


"Salut deh sama Istri Tuan Gala. Mau juga ah punya menantu pengertian seperti Nona Yara."


Wanita-wanita itu berbondong-bondong memberikan hujan pujian untuk Yara. Sedangkan Amoera terlihat sangat jengkel. Ia menatap Yara dengan tatapan tajam sembari merutuki Yara dalam hatinya.


"Trima kasih atas pujiannya," ucap Yara menunduk. Ia kemudian beralih menatap Amoera dengan menarik sudut bibirnya. Pasti kau sangat emosi 'kan, Tante Montok?! Hahah!


"Gala, bisa kita bicara sebentar?" tutur Amoera.


"Bicara saja di sini."


"Ini mengenai produk yang gagal waktu lalu. Aku ingin membahas ini berdua saja denganmu."


"Baik kalau begitu."


Amoera melemparkan senyum licik pada Yara.


"Aku berikan waktu sepuluh menit," tutur Gala lagi.


"Baik."


"Istriku, aku tinggal sebentar. Kau tak apa?"


Yara membalas tatapan Amoera dengan tajam. Ia tahu jika wanita itu merencanakan hal yang licik. "Ehm, Suamiku ... jangan lama-lama ya," ucapnya dengan manja.


Gala mengangguk dan mengecup kening Yara di depan Amoera, Kinan dan wanita-wanita paruh baya yang sedari tadi berdiri di sana. Amoera mengepalkan jemarinya saat menyaksikan keromantisan Gala dan Yara.


*Seharusnya aku yang ada di posisi itu! Sialan kau Yara! Tunggu saja, aku pasti akan membuat Gala bertekuk lutut padaku dan m*embuatnya mencampakkanmu!

__ADS_1


To be continued ...


Dukung Author lewat vote, like dan komen agar Author tetap semangat crazy up 🤗🥰


__ADS_2