Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)

Stuck With An Old Man (Tahap Revisi)
BAB 59 : Memberitahu Gala


__ADS_3

Tol tok tok …


“Gala … Yara … “ panggil Oma Amber dari balik pintu.


Tak ada sahutan dari dalam kamar.


“Apa mereka masih tidur?”


Tok tok tok …


Seseorang membukakan pintu.


Amber tersentak saat melihat Gala yang muncul di depannya hanya menggunakan boxer. Segera Amber memalingkan wajahnya. “Ehm .. ma—maaf karena Oma telah mengganggu kalian,” ucapnya tersendat.


“Tidak, Oma,” tutur Gala dengan raut wajah yang baru saja bangun tidur.


“Ayo makan malam. Sejak tadi kalian belum turun-turun ke bawah. Jadi Oma khawatir.”


“Iya, Oma. Aku akan membangunkan Istriku.”


“I—iya. Nanti saja kalian lanjutkan pembuatan bayi setelah makan malam. Supaya kalian memiliki banyak tenaga.”


Gala terkekeh. “Baik, Oma.”


Amber memerah. Ia bergegas meninggalkan menantunya dan turun ke bawah. Senyumannya merekah saat melihat ada perubahan yang signifikan terhadap Gala dan Yara. “Semoga saja Yara cepat hamil.”


Di dalam kamar, Yara masih memejamkan matanya. Masih dengan tubuh yang telanjang dan hanya tertutup selimut berwarna ungu.


“Istriku … “ panggil Gala.


“Hm,” gumam Yara masih belum membuka mata.


“Ayo bangun dan mandi bersama. Oma sudah menyiapkan makan malam untuk kita.”


“Lima menit lagi, Suamiku,” tutur Yara dengan nada manja.


Gala mengangguk. “Baiklah, aku mandi duluan ya.”


“Hm,” mengiyakan.


Pria itu menuju kamar mandi dan membersihkan badannya. Beberapa saat kemudian, Yara terbangun dari tidurnya.


“Istriku, apa kau sudah bangun?” teriak Gala dari dalam kamar mandi.


“Sudah,” jawabnya singkat.


“Tolong hubungi Shanks, dan minta dia bawakan pakaian gantiku di mobil.”


“Iya, sebentar, aku hubungi Shanks dulu.”


“Terima kasih, Istriku.”


Yara meraih telepon genggamnya dan menghubungi Shanks. Tak menunggu waktu yang lama, Shanks tiba di depan pintu kamar Yara dan mengetuk.


To tok tok …


“Nona, ini aku,” tutur Shanks.


Yara memakai handuk dan membukakan pintu.


“Ini baju Tuan Gala,” menyodorkan.


“Baik. Terima kasih Shanks.”

__ADS_1


“Sama-sama Nona.”


Yara menutup pintu kembali dan meletakkan pakaian ganti Gala di atas ranjang. Ia pun segera melepas handuknya dan menyusul Gala di kamar mandi. Keduanya mandi bersama, namun seperti biasanya, mereka kembali melakukan ritual wajib.


“Suamiku, hentikan. Aku sudah dua kali keluar. Aku capek,” ucap Yara yang baru saja mengeluarkan sesuatu di bawah sana.


“Iya. Sudah, ayo mandi,” ajak Gala.


Gala memandikan Yara dan menyabuni badan istrinya. Begitu pun sebaliknya. Setelah sekian lama berada di dalam kamar mandi, akhirnya mereka pun keluar dari dalam sana dan memakai baju.


“Suamiku, ada yang ingin aku katakan.”


“Apa itu?” tanya Gala sembari mengeringkan rambut Yara menggunakan pengering rambut.


“Tadi aku bertemu Om Leon.”


“Di mana?”


“Di tempat piknik.”


“Ohya? Sedang apa dia di sana?”


“Om Leon bersama seorang wanita.”


“Pasti simpanannya. Dasar anak itu tak ada kapok-kapoknya!”


“Bukan hanya itu. Wanita itu bersama dengan seorang anak laki-laki.”


Gala mengernyitkan dahi. “Apa dia berkencan dengan seorang janda?”


“Nama wanita itu adalah Janetha.”


Deg!


Gala terperanjat. Ia menekan tombol off sehingga pengering rambut itu berhenti mengeluarkan suara bising. “Si—siapa?” tanyanya lagi memastikan.


“Kau bilang perempuan itu bersama seorang anak kecil?”


“Iya. Kira-kira usia anak itu sekitar lima atau enam tahun.”


Gala melonjak. “Jangan-jangan … “


“Ada apa Suamiku? Apa kau kenal wanita satu anak itu?”


“Ya! Wanita itu adalah mantan kekasih Leon.”


“Benarkah?”


“Iya. Dan anak itu … pasti anaknya Leon!”


Deg!


Giliran Yara yang terkejut bukan kepalang. “A—anak Om Leon?”


“Lima tahun lalu, Leon menghamili wanita yang bernama Janetha. Namun ia tidak bertanggung-jawab karena dia akan dinikahkan dengan Chiren. Dan kau tahu, Janetha adalah teman baik Chiren. Hal itu membuat Janetha tak bisa menuntut Leon karena yang akan dinikahi Leon adalah teman dekatnya.”


“Astaga! Pantas saja anak kecil itu memanggilnya Daddy!”


(Lima tahun lalu di kediaman keluarga Davis)


“Apa kau kemari untuk menyuruhku menggugurkan kandungan ini?” ketus Janetha.


“Tenanglah dan jangan salah paham,” ucap Gala.

__ADS_1


“Lalu untuk apa kau datang kemari?”


Gala menatap manik Janetha. “Atas nama adikku, aku minta maaf,” menunduk kepala.


Janetha terkejut. “Me—mengapa kau yang datang dan minta maaf? Di mana laki-laki itu?!”


“Aku tidak tahu di mana dia. Sekali lagi atas nama keluargaku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya padamu,” berlutut di depan Janetha.


Shanks yang melihat itu, langsung bergegas mengangkat tubuh Gala, namun Gala memberi isyarat untuk jangan melakukan itu. Tak hanya Shanks yang terperanjat, Janetha pun ikut membesarkan maniknya saat melihat seorang Gala Zayn Rodderick, berlutut di hadapannya.


Menurut Gala harga dirinya tidak akan rendah, saat berlutut dan meminta maaf pada seorang wanita yang telah menderita atas perbuatan keluarganya. Baru kali itu seorang Gala bertindak seperti itu. Ia benar-benar meminta maaf pada Janetha dengan sangat tulus.


Ia juga merasa bersalah. Pikir Gala, jika ia tidak menolak pernikahannya dengan Chiren, maka Leon akan bertanggung-jawab dan menikahi Janetha. Namun karena keegoisannya, maka Leon harus menggantikannya untuk menikah dengan Chiren. tentu saja Gala melakukan itu semua, karena ia telah terikat janji dengan seseorang.


“Tu—tuan Gala, tidak perlu melakukan ini. Berdirilah!” ucap Janetha.


“Aku tidak akan berdiri sebelum kau memaafkan keluargaku.”


Rasa sakit hati Janetha memang tak bisa diobati dengan kata maaf. Namun melihat Gala yang berlutut memohon pengampunannya, membuat wanita itu merasa iba. Mulutnya memang sangat berat untuk mengatakan jika ia akan memaafkan keluarga Gala. Setelah mengingat perlakukan orangtua Gala yang menginjak-injak harga dirinya, dan mengingat bagaimana Leon menyuruh ia untuk membunuh bayi itu.


Janetha terisak kembali. Hatinya sangat sakit dan hancur. Berat baginya untuk memaafkan keluarga Rodderick. “Aku belum bisa memaafkan keluargamu, Tuan. Tapi aku mohon berdirilah. Aku akan mempertimbangkannya.”


Gala beranjak berdiri. “Jangan menggugurkan kandunganmu!”


Janetha menatap Gala dengan heran.


“Aku akan melakukan apa saja untukmu dan anak itu. Tapi aku mohon menjauhlah dari kehidupan, Leon.”


Deg!


“Kalau aku menjauh dari Leon, apa kau bersedia untuk menggantikan Leon dan menjadi ayah dari bayi ini?”


Gala mengepalkan jemarinya. “Maafkan aku. Kalau menikahimu aku tidak bisa. Aku sudah memiliki calon istri.”


“Cih!” Janetha terkekeh pelan. “Hehe! Aku hanya bercanda. Aku memang berencana menggugurkan anak ini. Tapi … setelah mendengar tawaranmu, aku berubah pikiran.”


“Katakan padaku apa yang kau inginkan?”


“Aku akan pergi dari kehidupan Leon. Lagipula, Chiren adalah sahabatku. Aku tidak ingin menyakitinya. Biar saja aku yang terluka. Aku ingin Chiren bahagia, karena dia telah banyak membantuku.”


“Terima kasih atas pengertianmu.”


“Permintaanku adalah … maukah kau mengirimku ke luar negeri dan mengongkosiku selama di sana? Aku akan melahirkan bayi ini dan menetap di sana!”


“Baik. Aku akan menuruti permintaanmu.”


“Ada lagi … “


“Katakan!”


“Berikan aku modal untul membangun bisnis di sana. aku ingin membuka butikku sendiri karena aku suka merancang busana.”


“Baik. Apa hanya itu saja?” tanya Gala.


“Ya!”


“Aku akan mengurus keberangkatanmu dan memberimu modal. Tapi kau harus berjanji untuk tidak mengganggu Leon dan keluarganya.”


“Aku janji. Bukankah sudah kubilang jika calon istri Leon adalah sahabatku? Aku tidak akan merusak hubungan mereka.”


“Bagus. Besok pagi kau akan segera berangkat ke Paris. Aku rasa itu adalah tempat yang cocok untukmu yang memiliki cita-cita sebagai desainer. Tidak perlu khawatir dengan tempat tinggalmu. Aku akan mengurus semua, sampai pada keperluanmu.”


Janetha mengangguk.

__ADS_1


To be continued ...


Berikan dukungan untuk Author 🤗🥰


__ADS_2