
di sebuah sekolah elite di kota x seorang gadis sedang mengerjakan jian dengan sangat fokus mengotak atik komputer dan sesekali tersenyum kala ia berhasil mengerjakanya.
" fokus banget sihvsayang ngerjain ujianya?" tanya Bimo yang menghampiri sang isteri.
"iya dong biar lulus dengan nilai bagus" ucap Nadine sumringah.
kemudian dia mulai mengerjakan ujianya kembali setelah dua jam mengerjakan ujianya akhirnya selesai
"akhirnya selesai juga ya " gumam Nadine pada dirinya sendiri.
kemudian berjalan keluar meninggalkan ruang ujian menuju parkiran
"sudah sayang" tanya Bimo
Nadine hanya menganggur seraya tersenyum
mereka akhirnyq masuk ke dalam mobil dan Bimo melajukan mobilnya menyusuri jalan membelah ibukota.
tiba-tiba di tengah jalan, Nadine melihat sesuatu
"stop pa "pekik Nadine membuat Bimo reflek mengerem mendadak.
"ada apa sayang" tanya Bimo
"itu aku pengen rujak buah sama asinan buah" ucap Nadine sembari menunjuk tukang rujak dan asinan buah yang kebetulan satu lokasi.
bimo sejenak terbengong dia berpikir sejenak dan lamunanya di buyarkan sang isteri.
"pah kok malah diem ih" ucap Nadine menghoyangkan badan Bimo
"eeh iya aayang aku turun" ucap Bimo gelagapan
__ADS_1
Bimopun terun dan membeli pesanan sang isteri lalu kembali ke mobil. sesampainya di dalam mobil Bimo segera menyerahkanpesanan sabg isteri
" ini sayang" ucap Bimo seraya menyerahkan kantung pesananya.
" terimakasih papa sayang " seraya mencium pipi suaminya.
Bimo tercengang bukan karna dicium sang isteri tapi karna bermain dengan perasaannya sendiri
"emm sebaiknya aku twnya saja daripada penasaran" ucap Bimo dalam hati
"saywng apa kau sedang hamil" tanya Bimo hati-hati.
"uhuk-uhuk" Nadine tersedak silvanya sendiri
"sayang kau tak apa " ucap Bimo cemas.
"i-iya aku gak apa-apa kok pa" ucap Nadine gugup
"tidak mungkin aku hamil kan aku sudah pakai alat itu " ucap Nadine dalam hati.
sesampainya di kediaman Bimo, Raina danRiana segera berhambur ke dalwm pelukan mama papanya.
"Mama sama papa dali mana" ucap Raina
papa habis dari luar sayang ini papa sama Mama bawa sesuatu untuk kalian" tunjuk Bimo pada kantung plastik besar yabg berada di tangannya.
"hole itu apa pah" ucap Riana antusias.
" ini eskrim sayang" ucap Nadine seraya mengecup puncak kepala anak anaknya.
"hole eskim mau yang cokat " ucap Riana dengan ekspresi lucu.
__ADS_1
"aku mau lasa mangga" ucap Raina dengan wajah sama seperti saudara kembarnya.
"hahaha kalian lucu banget sih papa jadi gemas"ucap Bimo mencubit kedua anak kembarnya.
sementara Nadine hanya diam dengan pikiran kemana-mana.
"sayang kau kenapa" tanya Bimo menepuk bahu sang isteri.
"eh pah aku gak kenapa-napa kok aku cuma capek aja ingin istirahat" ucap Nadine seraya pergi kekamarnya
"ya sudah kalian makan ekrimnya ya papa mau nyusul mama" ucap Bimo seraya mengelus kepala anak kembarnya.
"iya pah " ucap si kembar serentak
sementara di dalam kamar Nadine tampak gelisah bagaimana jika benar dia hamil dia tidak mau hamil lagi selain karna trauma prosese lahiranya, dia juga tidak mau hamil di saat menuntut ilmu seperti waktu sekolah.
"CEKLEK"
pintu di buka dan tampaklah sosok pria tampan yang dudah menjadi suaminya selama tiga tahun ini.
"kau kenapa?" tanya Bimo seraya memeluk pinggang sang isteri dan mengecup tengkuknya.
"aku tak apa apa hanya kurang fit aja" ucap Nadine berbohong.
"hmm aku tau kau berbohong kau pasti kepikirankan dengan ucapanku tadi" tanya Bimo membslikan tubuh sang isteri.
"jika kau hsmil juga tak apa-apa aku masih sanggup untuk kerja lebih keras lagi" ucap Bimo
GLEG
Nadine seperti susah menelan sivanya sendiri.
__ADS_1
"sudah yuk kita keluar di luarvada Mama sama Papa" seraya menggabdeng twngan aang isteri .
Nadine hanya mengangguk