Suami Dingin Itu Adalah Guruku

Suami Dingin Itu Adalah Guruku
BAHAGIA


__ADS_3

hari ini, hari bersejarah bagi Seila dan Dimas.


terutama pada Dimas karna ia kini berhasil menaklukan hati gadis pujaanya tersebut.


pagi ini di rumah Seila yang berada di negara E semua tengah di sibukan dengan semua kegiatan.


setelah dua bulan sebelumnya, keluarga Dimas yang di wakilkan oleh pamanya karna sang ayah yang telah tiada


FLASHBACK ON


mereka berangkat dari negara A menuju negara E yang menempuh jarak normal sekitar dua ratus kilo meter.


untungnya Bimo meminjamkan jet pribadinya pada keluarga Dimas jadi sedikit memakan waktu.


sementara Seila sudah pulang ke negaranya dari beberapa hari sebelum acara lamaranya.


sesampainya di negara E, Dimas dan keluarganya di sambut hangat oleh kelurga Seila.


"assalamu'alaikum"sapa Pak Bagas selaku paman dari Dimas.


"Wa'alaikum salam mari silahkan masuk " ucap Bu Revi ramah.


mereka semua masuk di dalam ruang keluarga dan langsung pada intinya


"emm om tante saya kemari ingin meminta izin sekaligus meminta restu pada om dan tante untuk meminang anak tante" ucap Dimas


"apa kau yakin ingin meminang puteriku" tanya Pak Doni Sanjaya pada Dimas


"saya sangat yakin om karna saya sangat menyayangi Seila puteri om " ucap Dimas seraya menatap Seila yang sangat cantik hari ini.


"baiklah jika kau bersungguh-sungguh ingin meminang puteriku" ucap Bu Reviani Puteri.


"jadi.. " ucap Dimas menunggu jawaban kedua orang tua Seila dengan perasaan cemas.


"iya Dimas papa terima lamaran kamu" ucap Pak Doni tersenyum lebar.


Dimas merasa sangat bahagia saat itu karna keinginanya akan segera terkabul.


" terimakasih om" ucap Dimas seraya mencium punggung tangan calon mertuanya.


"ehh jangan panggil om dong panggil papa" ucap Bu Reviani Puteri.


"iya tante eh mah" ucap Dimas gugup


"terimakasih ya Dim kamu telah berhasih meyakinkan qnak mama soal pria" ucap Ibu Reviani seraya menyeka air matanya


" iya mah sama-sama aku janji akan menjaga Seila dengan jiwaku" ucap Dimas sungguh - sungguh.


Bu Reviani hanya mengangguk seraya tersenyum.


begitupun dengan Pak Doni sanjaya ia juga sangat senang melihat kebahagiaan sang puteri tercinta.


akhirnya lamaran itu berjalan dengan lancar.


FLASBACK OFF


Bimo dan keluarganya telah tiba dari tadi malam mereka semua menginap di hotel yang ada di negara E.


sebenarnya Bimo merasa keberatan karna mengingat sang isteri kini tengah hamil muda yang menurutnya sangat riskan.

__ADS_1


tapi ia tak kuasa menolak karna sang isteri yang memang keras kepala.


pagi ini acara ijab qobul akan segera di mulai Seila tampak cantik menggunakan kebaya warna putih dan Dimas juga menggunakan pakaian senada


setelah semuanya siap Seila dan Dimas segera duduk di depan pak penghulu guna melakukan ijab qobul


setelah kata "SAH" terucap rona bahagia terpancar dari pasangan pengantin baru tersebut.



Bimo dan Nadine pun ikut bahagia menyaksikan pernikahan Seila dan Dimas.


karna mereka tau perjuangan Dimas untuk mendapatkan Seila.


setelah selesai ijab qobul Seila dan Dimas di persilahkan ber istirahat sejenak karna acara resepsinya akan dimulai.


Dimas dan Seila masuk kedalam kamar mereka yang telah di dekor secara mewah oleh Bu Reviani mamanya Seila.


karna Bu Reviani sangat bahagia dan bersyukur karna sang puteri mampu melawan rasa traumanya.


Seila agak sedikit kikuk saat mereka berada di dalam kamar.


apalagi saat Dimas memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.


jantung Seila hampir Saja lepas dari tempatnya nafasnya memburu dan tubuhnya berkeringat.


"kamu masih takut? " tanya Dimas pada wanita yang kini menjadi isterunya secara sah.


"tidakaku hanya merasa gugup saja" ucap Seila tersenyum kearah Sang Suami.


"ya sudah kamu mandi duluan nanti aku menyusul" ucap Dimas.


Dimas yang melihat itu sangat senang karna akhirnya ia bisa menikahi pujaan hatinya.


setelah lima belas menit Seila keluar menggunakan dres polos menghampiri sang suami


Dimas merasa sangat bersusah payah untuk menelan Salivanya melihat kemolekan tubuh sang isteri.


"sabar Dimas nanti malam kau bisa sepuasnya" gumam Dimas dalam hati.


tak mau berlama-lama menatap sang isteri yang membuat Dirinya s3makin tersiksa, Dimas segera masuk kedalam kamar mandi.


sementara itu di sebuah hotel keluarga Bimo dan keluarga Nadine sedang berkumpul di restaurant yang berada di dalam hotel.


mereka sedang menyantap makan siang dan bersendau gurau.


terlihat si kembar juga sangat ceria


"sayang kamu mau makan apa? " ucap Bimo membelai rambut sang isteri.


"emm ayam kecap kayaknya enak deh mas aku mau itu" ucap Nadine manja.


"baiklah jika kamu menginginkanya" ucap Bimo seraya mengelus perut sang isteri kemudian beranjak dari tempat duduk guna memanggil pelayan


Mama Maya dan Mama Claudia saling pandang begitupun dengan papa Yusuf dan Papa Hendrawan.


"Nad apa kamu sedang hamil sayang" tanya Mama Maya


" iya mah Nadine sedang hamil usianya dua belas minggu" ucap Bimo yang di angguki sang isteri.

__ADS_1


"alhamdulilah ya Allah akhirnya Mama bisa gendong bayi lagi" ucap Mama Claudia girang.


"Bimo kau harus jaga kandungan isterimu itu" ucap Papa Hendrawan.


"siap pah pasti akan Bimo jaga dengan sekuat tenaga" ucap Bimo


mereka sangat senang mendengar kabar bahagia ini termasuk si kembar


"jadi kita akan jadi kakak dong pah mah? " tanya Raina


"iya sayang gimana seneng gak" ucap Bimo


"seneng banget pah mah" ucap mereka kompak


tak lama, pesanan merekapun datang mereka semua menikmati makananya.


setelah selesai makan, Bimo mengajak isteri dan anak-anaknya untuk istirahat karna malam harinya mereka akan menghadiri resepsi Seila dan Dimas.


"gimana sayang apa kamu lelah? " tanya Bimo saat mereka sudah berada di kursi dalam kamar.


sementara si kembar berada di kama4 sebelah orqng tuanya.


" enggak kok mas aku gak capek aku bahagia karna akhirnya Seila mau membuka hati untuk Dimas" ucap Nadine tersenyum


"ya sudah kita istirahat agar nani malam bisa kembali fress"ucap Bimo seraya menggendong sang isteri menuju ranjang.


dan dengan oerlahan membaringkanya


" tidur ya sayang" ucap Bimo seraya mengecup kening dan perut sang isteri kemudian memeluk tubuhnya.


Nadine mengangguk seraya memeluk sang suami


tak lama, terdengar dengkuran halus dari sang isteri.


Bimo tersenyum lalu ikut memejamkan mata.


malam hari pun tiba Nadine mrngenakan dress berwarna kuning dan Bimo mengenakan jas berwarna senada.


begitupun dengan si kembar yang mengenakan gaun yang sama.


sementara Seila dan Dimas mengenakan gaun dan jas berwarna senada.





mereka terlihat sangat serasi


"sayang kau begitu cantik" ucap Dimas berbisik pada Seila


Seila hanya tersipu malu.


selamat bro udah berhasih naklukin adek gue" ucap Bimo


"terimakasih bro" ucap Dimas teryum


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2