
pagi harinya Bimo baru oulang dari tempat diskotik ternama di kota ini.
"dari mana saja kamu Bim ?" suara bariton itu menghentikan langkahnya.
"papa !" seru Bimo menoleh ke arah suara.
"duduk papa ingin bicara" ucap Papa Yusuf
Bimopun menurut fia duduk berhadapan dengan sang papa
" papa sudah tahu kalian sedang bertengkar dan kamu sampai tidak pulang semalaman dan memilih ke bar kan ?" ucap Papa Yusuf membuat Bimo terkejut.
" papa tau dari mana ?" tanya Bimo.
" gak penting papa tahu dari mana yang jelas kamu harus tau jika wanita itu ada rasa trauma sendiri" ucap Papa Yusuf
"maksud papa apa " tanya Bimo bingung
" Bigini sayang Papa sama Mama sudah tau semuanya isterimu menggunakan alat kontrasepsi kan untuk mencegah kehamilan" ucap Mama Claudia yang muncul dari belakang.
" iyah mah padahal Bimo ingin memiliki banyak anak karna Bimo dari kecil hanya menjadi anak tunggal" ucap Bimo mengutarakan isi hatinya.
" iya sayang Mama juga tau tapi, kamu tidak bisa memaksakan kehendak kamu sendiri karna yang menggendong anak kamu selama sembilan bulan itu isterimu " ucap Mama Claudia.
"apalagi isteri kamu punya anak di usia sangat muda di mana usia seperti itu harusnya mencari jati dirinya dan masih mementingkan egonya "ucap Papa Yusuf.
sementara itu , Nadine sedang curhat di kamar bersama sahabat-sahabatnya.
"Ra apa yang gue takutin akhirnya jadi kenyataan " ucap Nadine saat sedang Video Call dengan Rara dan Risa.
__ADS_1
"duh gue juga gak bisa bantu apa-apa Nad" ucap Risa.
"gue cuma berharap Mas Bimo mau maafin gue" ucap Nadine lirih.
" emang sampe separah apa sih Nad?" tanya Rara.
" parah banget Ra sampek mas Bimo gak pulang semalaman " ucab Nadine sendu.
"apa?!"ucap mereka kaget dan tak percaya masalah yang di buat Nadine sampai separah itu.
Nadine hanya mengangguk pelan
..."ya sudah loe yang sabar aja mungkin Tuhan lagi nguji ...
rumah tangga loe" ucap Risa.
sementara Nadine hanya mengangguk lesu.
"apa aku terlalu berlebihan ya tanpa tau perasan isteriku " ucap Bimo dalam hati.
Papa Yusuf dan Mama Claudia membiarkan anak mereka merenungi kejadian ini dan mengambil hikmahnya.
mereka memilik je taman belakang ketemu cucu kesayangannya
"halo cucu opa " saat sudah sampai di taman belakang
"halo opa oma" ucap keduanya kompak.
"lagi ngapain ini?" tanya Mama Claudia.
__ADS_1
" agi main boneka oma " ucap Raina.
"wah seru dong oma boleh ikut ?" tanya Mama Claudia
meeeka mengangguk dan mengajak sang oma bermain
" opa oma , Mama sama Papa lagi belantem ya ?" celetuk Riana di saat mereka bernain boneka.
"enggak kok sayang mama sama Papa gak lagi berantem kok " ucap Papa yusuf sambari tersenyum
" tapi kok tadi malem Papa teliak-teliak " ucap Raina
"emm mungkin lagi bercanda sama mama sayang " ucap Bi Mur.
Mereka hanya maengangguk dan kembali bermain sementara Bi Mur kembali ke belakang karna sudah ada oma opanya.
sementara yang menggantikan menjaga si kembar adalah Bi Mur karna Suster sedang Cuti .
sementara itu, Bimo melangkah menuju kamar mereka
dia merasa bersalah karna perbuatanya semalam.
CEKLEK
suara pintu di buka menampakkan sosok laki-laki tampan sedang berdiri menatap sang isteri yang sedang meringkuk di balik selimut.
hati Bimo serasa nyeri melihat wanitanya tersakiti karna perubahanya.
Bimo melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu naik keatas kasur dan ikut tertidur di samping sang isteri.
__ADS_1
BERSAMBUNG...................