
hari ini Nadine dan kedua qnak kembarnya beserta Seila sedang berada di mall milik Bimo.
mereka memutuskan belanja dan jalan-jalan di mall.
sementara Bimo sedang berada di Sekolah dan setelah jam makan Siang ia harus kembali ke kantor karna ada meeting mendadak.
jadi ia menyuruh adik sepupunya untuk menemani Nadine dansi kembar.
karna mereka tidak ada kegiatan dan merasa bosandi rumah.
Seilapun awalnya menolak karna ia juga harus bekerja walaupun bekerja di tempat sang kakak.
tapi Bimo memberikan tawaran menggiurkan bagi Seila apalagi kalau bukan belanja gratis.
siapa sih wanita yang bisa menolak ajakan itu apalagi dengan kata "Gratis" termasuk pula Seila.
setelah mereka sampai di cafe di dalam mall, Seila segera memesankan kakak ipar dan keponakan kembarnya makanan kesukaan mereka.
"kakak pesan apa? " tanya Seila pada Nadine.
"ice cofe dan omelete" ucap Nadine.
"ok kalau kalian apa sayang?" tanya Seila pada Si kembar.
"eskrim cokelat" ucap Raina.
"salad buah" ucap Riana
"ok hanya itu? " tanya Seila pada keponakanya
si kembar hanya mengangguk
Seila berdiri memanggil pelayan
tak lama, pelayan menghampiri meja Seila.
"kami pesan eskrim coklat satu, salad buah satu, omelete dua dan ice coffe dua" ucap Seila pada pelayan cafe.
"baik di tunggu ya mbak " ucap pelayan seraya beranjak pergi
"tumben kamu traktir kita ada apa? " tanya Nadine pada Seila.
Seila hanya tersenyum menanggapi pertanyaan kakak iparnya.
" hehehe gak apa-apa sih kak lagi seneng aja karna ini" ucap Seila seraya memperlihatkan jari manisnya yang terdapat cincin berlian.
Nadine melotot dqn membuka mulutnya lebar
"kamu... " ucap Nadine terhenti saat Seila menganggukan kepala seraya tersenyum.
"kok bisa? " tanya Nadine masih bingung tapi juga ikut senang.
belum Seila menjawab pelayan sudah datang meletakkan pesanan mereka. " nanti aku cerita sekarang kita makan dulu" ucap Seila seraya mengambil omrlete dan ice coffe
Nadine hanya mengangguk seraya menyantap pesananya
begitupun dengan si kembar. mereka, sudah asyik memakan eskrimnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar.
__ADS_1
setelah mereka menyelesaikan acara makanya, Seila mengajak sang kakak ipar dan si kembar ke toko pakaian.
sambil berjalan, Seila menceritakan semuanya dari awal
Nadine tersenyum ada rasa lega di dalam hatinya karna akhirnya Seila mampu menyingkirkan trauma masa lalunya,
mereka masuk kedalam toko baju dan membeli benerapa dress dan beberapa pakaian anak.
" mbak ini semua tolong tolong dibungkus ya sama ini juga" ucap Seila seraya menunjuk beberapa helai pakaian
"baik mbak di tunggu ya " ucap pelayan seraya membungkus pakaian yang telahmereka pesan.
setelah puas berbelanja pakaian, mereka memasuki toko tas.
Seila memilih beberapa tas Dior dan Gucci
Nadine melongo melihat tingkah sang adik ipar
'Seila cukup kau menghabiskan banyak uang hari ini" ucap Seila seraya berteriak.
"gak papa kak aku baru saja mendapat bonus dari kak Bimo" ucap Seila tersenyum.
Nadine hanya mengangguk pelan dan mengikuti sang adik sepupu menuju tempat lainya.
mereka kini aampai di tempat jam tangan Dior favoritnya.
setelah puas berbelanja, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Bimo.
bersamaan Bimo dan Dimas yang sudah sampai di rumah.
"wah kau benar-benar ya menghabiskan uangku untuk belanja sebanyak itu" ucap Bimo saat Seila dan Nadine telah sampai di dalam rumah.
" sudah-sudah kalian ini bertengkar yerus gakmalu sama si k3mba4? " tanya Nadine kepada kakak adik itu
sementara Dimas hanya menggeleng seraya tersenyum melihat tingkah calon isterinya.
setelah berdebat dengan Bimo Seila memutuskan membuat minum untuk Dimas.
karena ingin belajat menjadi isteri yang baik.
setelqh selesai, Seila menyerahkan segelas teh panas pada Dimas.
Bimo yang melihat tingkah adiknya, merasa ada yang aneh.
"kok cuma Dimas buat aku mana? " tanya Bimo menatap Seila.
" yee kan kakak kan punya isteri ya minta sama isteri kakak dong " ucap Seila mengejek Bimo.
sementara Nadine sudah berganti pakaian santai dan membawa anak kembarnya kekamar mereka.
"sekarang kalian istirahat ya mama mau ke depan dulu menemui om Dimas dan tante Seila" ucap Nadine seraya mengelus dan mencium kepala si kembar.
si kembar hanya mengangguk dan langsung memejamkan matanya karna memang mereka sudah sangat mengantuk dan kelelahan.
setelah lima belas menit, Nadine keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana Seila dan Dimas berada.
"sayang apa kamu lelah? " tanya Bimo seraya memeluk sang isteri dan mendudukan tubuh Nadine disampingnya.
__ADS_1
" hehehe lumayan bikin aku pegalsih mas tapi gak apa-apa aku hepy kok" ucap Nadine tersenyum lebar.
Bimo mengelus kepala sang isteri
"jangan capek capek ingat di sini ada calon adik si kembar" ucap Bimo seraya mengelus perut sang isteri.
"tunggu dulu jangan bilang kakak ipar sedang hamil? " Seila bertanya pada kedua orang tersebut.
mereka berdua hanya mengangguk seraya tersenyum.
" ya amplop kenapa tidak bilang sih maaf ya kakak ipar tadi aku ajak kakak berjalan cukup lama" ucap Seila s3raya mengatupkan tangan di dada.
Bimo yang mendengar itu melotot tajam kearah sang adik sepupu.
"jadi kau mengajak isteriku berjalan jauh? " Bimo bertanya.
"hehehe iya ya tapi kan aku gak tau kalau kakak ipar sedang hamil kak" ucap Seila membela diri.
"sudah lah mas aku gak apa-apa " ucap Nadine melerai petengkaran saudara itu.
Bimo menghela nafas panjang seraya mengelus perut sabg isteri dan m3ngecup keningnya.
"weh ada kita di sini loh " ucap Seila sinis.
"kenapa memang? kalau kalian keberatan kalian boleh pergi" usir Bimo pada kedua orang tersebut.
"huh dasar bucin sebentar lagi aku juga akan menyusul" ucap Seila membuat Bimo menatap sang adik sepupu.
"apa kamu bilang? aku gaksalah dengar kan? " tanya Bimo.
" hehehe iya bro gue dan Seila akan secepatnya menikah dan akan memiliki keluarga yangharmonis dan bahagia seperti kalian" ucap Domas tersenyum.
"wah gak nyangka loe bisa naklukinsinga betina ini" ucap Bimo menatap sinis Seila.
"lalu kapan kalian akan menikah" ucap Nadine ikut bertanya.
"secepatnya kak setelah Dimas melamar aku di negaraku nanti Dimas akan menemui Mama sama papa" ucap Seila.
mereka semua mengangguk faham dan berlanjut mengobrol hangat.
sore hari, setelah sholat ashar Nadine dan Bimo duduk di balkon kamar seraya menikmati udara sore hari.
Bimo mengelus perut sang isteri dan sesekali mencium perut yang masih rata itu.
"sayang apa kamu sudah jarang mual? " tanya Bimo pada sang isteri.
"emm udah jarang sih mas oh iya kapan kita memberitahu Mama dan papa soal ini? " tanya Nadine seraya mengelus perutnya yang masih rata.
"nanti saat pernikahan Seila" ucap Bimo tersenyum.
Nadine mengangguk dan menggandeng lengan sang suami menuju kamar karna hawanya sudah dingin
💕💕💕💕💕
BERSAMBUNG............
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN RATE BINTANG SEBANYAK MUNGKIN.
__ADS_1
MATUR SUWUN. 💋💋