
hari ini, Seila dan Nadine sudah di perbolehkan pulang ol3h Dokter Yuni dan Dokter Malik.
wajah bahagia tengah menyelimuti kedua wanita muda itu.
pasalnya mereka bisa keluar dari tempat keramat tersebut.
"mudah-mudahan kita tidak akan pernah memasuki tempat ini dalqm keadaan bersedih kecuali k3bahagiaan yang kita dapat" ucap Nadine seraya melihat bangunan megah itu.
"Aamin kak" ucap Seila menimpali.
sesampainya mereka di depan rumah sakit, Dimas segera menghampiri sang isteri dan membawanya masuk kedalam mobil begitupun Nadine yang di bawa masuk oleh Bimo.
"Mah maaf aku langsung membawa Seila kerumah baru kqmi" ucap Dimas menghampiri Bimo dan kedua orang tuanya.
"lho Dim apa tidak sebaiknya kalian tinggal di rumah Mama? " tanya Mama Claudia.
"tidak mah aku sudah m3mbelikan rumah baru untuk Seila dan anak-anak kami kelak" ucap D8mas tersenyum.
"ya sudah jika kau mrmaksa tapi ingat jaga keponakanku dengan baik jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali" ucap Papa Yusuf memperingati.
"baik pah kalau begitu kami permisi dulu" ucap Dimas berjalan kearah mobilnya.
"Dimana alamatmu? biar nanti mama sama papa bisa berkunjung ke rumahmu?" tanya Mamah Claudia.
Dimas segera memberikan alamat rumah barunya pada Mama Claudia.
"wah hebat kau sudah punya rumah sendiri" ucap Bimo merasa bangga dengan pencapaian sahabat sekaligus asistenya itu.
"ya tidak sia-sia aku menumpang makan di rumahmu selama ini dan sekarang aku sudah bisa beli rumah dan beli mobil ya walaupun mobil bekas" ucap Dimas tersenyum kecil.
"gak apa-apa bekas yang penting bisa di gunakan" ucap Papa Yusuf
setelah itu, ia masuk mobil dan menjalankanya menuju rumah barunya.
sementara itu, Seila yang batu keluar dari rumah sakit tertidur pulas sepanjang perjalanan.
Dimas hanya tersenyum melihat kearah sang isteri.
tak lama mobil sampai di halaman rumah berlantai dua dengan gaya minimalis dan berwarna biru putih itu.
Seila terbangun dan tampak kebingungan karena mobil sang suami berada di depan sebuah rumah yan asing baginya.
"sayang ayo turun" ucap Dimas seraya menepuk pundak sang isteri.
"eh iya" ucap Seila kaget.
"honay ini rumah siapa? " tanya Seila
" ini rumah kita yang akan kita tinggali bersama anak-anak kita kelak" ucap Dimas seraya mengecup jemari sang isteri.
mendadak Seila merasa sedih.
__ADS_1
"andai saja.. " belum selesai ia berucap, Dimas sudah meletakan jarinya di bibirnya.
"sudah ya jangan di ingat lagi" ucap Dimas membelai rambut Seila.
merekapun masuk kedalam rumah yang di dominasi warna biru putih tersebut.
Seila tampak sangat antusias dengan bangunan tersebut.
semua interiornya sesuai dengan kesukaanya simpel dan elegant.
"wah honey bagaimana kamu tahu ini semua kesukaanku? " tanya Seila masih menatap interior dan perabotan rumah barunya.
"hehe rahasia" ucap Dimas seraya mencubit pipi Dimas.
"awh sakit sayang" ucap Seila memanyunkan bibirnya.
"ayo kital8hat-lihat yang lain"ucap Dimas seraya menarik 5angan sang isteri menuju ruangan lainya.
"woah ini... " ucap Seila menggantung saat melihat sebuah kolam renang di dalam sebuah kaca seperti berada di dalam aquarium.
"iya sayang apa kamu suka? " tanya Dimas memeluk pinggang sang isteri.
"suka sekali terimakasih sayang" ucap Seila se4aya mengecup pipi sang suami.
kemudian mereka melanjutkan berkeliling d8 semua sudut rumah.
Seila melihat empat orang pelayan sedang menunduk hormat saat Seila dan Dimas melewati mereka.
Dimas seg3ra membawa sang isteri ke ruang keluarga.
"biarkan lah sayang rumah kita memang tidak sebesar rumah mereka tapi aku mampu menggaji pelayan-pelayan itu" ucap Dimas tersenyum.
"tapi sayang.. " belum sempat berbicara bibir S3ila sudah di bungkam oleh bibir Dimas.
"sayang"!! pekik Seila
"lagipula mereka adalah orang-orqng yang kekurangan dari segi ekonomi jadi aku membantu mereka" ucap Dimas tersenyum.
"eh ya kenapa kamu tidak membawa ibu dan adik ipar kemari? " tanya Seila menatap sang suami.
"aku sudah membujuknya beratus kali tapi, ibu bilang tidak mau mengganggu kita karena kebanyakan m3nqnyu tidak mau di ganggu oleh ibu mertuanya.
"siapa yang bilang aku suka jika ibumu tinggal di sini dan menemaniku" ucap Seila.
Dimas hanya mengedikan bahu dan tersenyum.
"entahlah kita istirahat saja ya nanti sore kita pergi ke suatu tempat" ucap Dimas mengajak sang isteri untuk beristirahat.
kembali Seila di buat kagum oleh interior kamar mereka dengan cat warna biru dan perabot warna putih dan dengan tempat tidur juga senada, kamar tifur mereka tampak sejuk dwn nyaman.
"ini semua kesukaanmu kan? dan ini" ucap Dimas menyerahkan sesuatu pada isterinya.
__ADS_1
"ini semua miliku? " tanya Seila menatap sang Suami dengan mata berkaca-kaca.
" iya sayang apa kau suka? " tanya Dimas
"aku suka sekali terimakasih" ucap Seila seraya memeluk sang suami.
Dimas tersenyum pada sang isteri yang sudah tertidur dalam dekapanya.
"semua akan aku berikan padamu sayang selagi aku bisa"ucap Dimas menatap sang isteri dan kemudian ikut terlelap.
sore harinya, Dimas dan Seila sudah bersiap menuju tempat yang di janjikan Dimas padanya.
setelah keluar rumah ia baru menyadari jika ada yang berbeda.
"honay ini.. " ucap Seila menggantung.
" iya sayang aku membelinya bersamaan dengan rumah ini" ucap Dimas tersenyum.
"tapi mobil ini kansangat mahal sayang apa tabunganmu cukup?" tanya Seila.
"aku membeli bekas pakai sayang jadi tidak terlalu mahal dan ini lamborgini keluaran tahun lalu tentu saja masih bisa aku jangkau" ucap Dimas tersenyum.
Seila mengangguk dan segera masuk kedalam mubil dan mobilpun melaju menuju tempat yang di tuju Dimas.
dua puluh menit, mereka sudah sampai di sebuah restaurant seafood.
Dimas dan Seila segera turun dari mobil.
matanya menatap tidak percaya bangunan di depanya yang bertuliskan " SIELA'S SEAFOOD"
"ini miliku? " tanya Seila masih memandang nama restaurant itu.
"iya sayang mulai sekarang kau yang memiliki restaurant ini dan kau tidak perlu bekerja di Saloka Groub lagi biar aku saja yang menjadi kaki tangan Bimo aku gak mau kamu terjadi sesuatu seperti kemarin.
"tapi sayang" ucap Seila ingin protes tapi tanganya segera di tarik oleh Dimas menuju tempat pembuatan Desert.
"ini jika kamu bosan berada di rumah, kamu bisa datang kesini dan membuat Desert sesuka hatimu" ucap Dimas tersenyum.
wah terimakasih sayang" ucap Seila memeluk sang suami.
tak lama, terdengar suara mobil dari depan restaurant.
mereka segera menuju depan restauran dan tampak mobil sedan terparkir disana.
" ini punya siapa honey? " tanya Seila seraya menatap mobil itu.
"ini mobil yang nantinya aku bawa kekantor sementara mobil itu milikmu" ucap Dimas menunjuk mobil bergantian
" terimakasih honey sku mencintaimu" ucap Seila mengecup bibir Dimas dan memeluknya erat.
BERSAMBUNG.........
__ADS_1