
mereka semua menoleh kearah pintu masuk disana berdiri wanita cantik mengenakan dres warna hitam putih lengan panjang dengan sepati hak tinggi.
"sayang hati-hati dong ingat kau sedang membawa dua nyawa jadi harus berhati-hati" ucap suami sang wanita.
"iya sayang maaf hehe soalnya aku kangen banget sama kakak ipar" ucap sang wanita.
suaminya hanya bisa menghela nafas m3ndengar ucapan sang isteri.
"Seila, Dimas" panggil Nadine pada pasangan muda tersebut.
"kakak ipar " teriak Seila seraya berhambur pada sang kakak ipar.
"sayang hati-hati" gerutu Dimas pada sang isteri yang berlari kearah Nadine.
"iya-iya bawel" ucap Seila seraya cemberut.
mereka semua saling pandang pada sepasang suami isteri muda itu dengan rasa heran.
"Dim loe kok kayaknya khawatir banget sama Seila? " tanya Dirga
"ya jelas lah gue khawatir Siela sekarang sedang bawa dua nyawa " ucap Dimas seraya tersenyum.
"maksud loe? Seila hamil? " tanya Nadine.
Seila dan Dimas hanya mengangguk seraya tersenyum manis.
membuat mereka sedikit terkejut namun juga bahagia
"wah selamat ya atas kehamilanya" ucap Risa
" udah berapa minggu? " tanya Nadine mengelus perut adik iparnya itu.
"sudah enam minggu " ucap Seila trsenyum pada sang kakak ipar.
"apa orang tuamu sudah di beri tahu? " tanya Bimo
"belum kak nanti saja kalau sudah masuk tujuh bulan keatas aku masih trauma tentang kehamilanku yang dulu" ucap Seila.
"sudah jangan di ingat sekarang kan sudah di ganti sama Allah" Ucap Nadine
"sekarang semua sudah menrmukan pasanganya masing-masing ya gak nyangka gue" ucap Risa tersenyum mengingat perjalanan mereka.
" ya sekarang tinggal loe aja yang belum Ra jadi kapan? "tanya Nadine menyenggol sahabatnya.
"emm mungkin kalau gak sabtu ya minggu tapi kalau gak lupa" ucap Rara seraya terkekeh.
mereka semua tertawa bersama mendengar celotehan Rara.
sementara Dirga hanya menghela nafas
" ingat jangan kalian lama-lama pacaranya pamali nanti malah jagain jodoh orang" ucap Bimo menasehati.
"ya pak kami tahu" ucap Dirga singkat.
Rara yang melihat ekspresi sang kekasih merasa bersalah karena sudah dari beberapa bulan yang lalu ia diajak menikah oleh Dirga tapi selalu menolak.
sementara Nadine tampak murung merenungi nasipnya
ia sebenarnya juga sangat ingin mengandung kembali
__ADS_1
ia juga sangat menginginkan hamil lagi tapi apalah daya Allah belum berkehendak.
Bimo yang melihat sang isteripun segera mengalihkan topik pembicaraan.
"sudah sudah mari kita makan" ucap Bimo menyuqpi sang isteri.
"duh romantisnya kalian memang panutan walaupun sudah menikah hampir lima tahun, tapi kalian tetap mesra" ucap Risa.
"itu harus Ris karena mempertahankan itu lebih sulit daripada memulai" ucap Bimo.
mereka mengangguk setuju dengan statement yang di ucapan Bimo.
dan akhirnya mereka menikmati makananya masing-masing.
setelah selesai makan, mereka srmua keluar dari ruang vvip menuju parkiran untuk pulang kerumah masing masing.
"awh "pekik seorang wanita saat Bimo tak sengaja menabraknya saat berjalan menuju mobil bersama sang isteri.
"maaf maaf saya tidak sengaja " ucap Bimo membantu wanita tersebut.
"eh iya gak papa mas" ucap wanita itu tersenyum kearah Bimo.
"tampanya pria ini" gumam wanita itu dalam hati.
"mas ngapain disini? "tanya seseorang dari belakang
Bimo menoleh kebelakang seraya tersenyum.
"sayang ini tadi aku gak sengaja nabrak mbak ini yaudah kita pulang yuk anak-anak pasti sudah menunggu" ucap Bimomenarik tangan sang isteri.
"permisi mbak mari " ucap Nadine tersenyum kearah wanita itu.
tak lama, setelah mobil Bimo menhilang dari pandanganya, teman-teman wanita itu menghampirinya.
"woy nglamun aja liatin apa? " tanya temanya.
"huh ganteng banget" ucapnya
"siapa yang ganteng? " tanya temenya lagi.
"tadi gue ketemu sama pangeran idaman gue tapi dia sudah punya isteri dan anak"
"Meisa loe tuh ya emang bener-bener loe kan baru putus dari Edward kemarin masak udah jatuh cinta lagi" ucap temanya seraya menggelengkan kepala.
"Mita sayang hilang satu tumbuh seribu" ucap Meisa tersenyum senang.
"bener-bener loe ya ratu cinlok" ucap Mita
"ya gak papa Free is my life" ucap Meisa tertawa.
"dasar freak" ucap Mita menggelengkan kepala krmudiwn mereka masuk kedalam mobil.
sementara itu Nadine masih kepikiran dengan perempuan yang bersama suaminya itu.
ia merasa jika wanita itu menyukai sang suami.
"mas aku kok ngerasa perempuan itu menyukaimu" ucap Nadine.
"perempuan? perempuan yang mana? " tanya Bimo bingung.
__ADS_1
"perempuan yang tadi yang swma mas itu" ucap Nadine.
"sayang mana mungkin sih dia suka sama mas kan kita baru pertama kali bertemu jadi gak mungkin dia suka sama aku" ucap Bimo terkekeh kecil.
"mas aku tuh serius tau feling seorang wanita itu kuat apalagi seorang isteri" ucap Nadine.
seketika Bimo menghentikan mobilnya ia menatap lekat sang isteri.
"kamu cemburu? " tanya Bimo menatap intens mata sang isteri.
Nadine hanya mengangguk kecil membuat Bimo gemas dengan tingkah sang isteri.
"mas ih" ucap Nadine saat sang suami mencubit kedua pipinya.
"sayang sakit ya maaf ya abis aku gemes liat kamu yang lagi cemburu" ucap Bimo menhelus pipi sang isteri.
"mas aku serius loh"ucap Nadine membentak sang suami.
membuat Bimo yang awalnya tersenyum, kini menatap sang isteri dengan serius kemudian menghela nafas.
"sayang mana mungkin sih aku tergoda dengwn wanita yang baru aku kenal satu menit? " tanya Bimo.
" iya kamu memang tidak menyukainya, tapi dia siapa yang akan menjamin jika dia tidak jatuh cinta padamu" ucap Nadine.
"sayang tamu tidak akan datang jika tuan rumah tidak membukakan pintu" ucap Bimo.
"iya mas tapi kamu juga harus ingat kucing tidak akan menolak jika di beri ikan asin" ucap Nadine.
merekapun selalu mengobrol dan tak terasa mereka telah sampai di kediaman mereka.
"eh tuan nyonya baru pulang? " tanya Bi Mur setelah membuka pintu.
" iya bi anak-anak mana? " tanya Nadine.
"kami di sini mah pah " ucap Riana yang baru dari belakang rumah.
"sayang ngapain disitu? " tanya Nadine
"kami lagi main sama kucing mah" ucap Riana menggenfong s3ekor kucing persia.
"wah lucunya kalian dapat darimqna kucingnya? " tanya Bimo.
"dari eyang pah tadi eyang kesini" ucap Raina.
"mereka nyariin mamah sama papah? " tanya Nadine
" enggak kok pah mereka kesini karena mau nganterin kucing ini lalu pergi lagi" ucap Raina.
"kok aneh biasanya kan selalu nanyain kita nas " ucap Nadine.
" sudah lah sayang mungkin mereka ada urusan dan sedabg buru-buru" ucap Bimo.
"yasudah ya sayang mama sama papa mau masuk dulu nau istirahat" ucap Bimo mengecup kening puteri kembarnya.
"kalian jangan lupa tidur siang dan belajar" ucap Nadine.
BERSAMBUNG.........
JANGQN LUPA LIKE COMENT AND VOTE SEBANYQK-BANYAKNYA
__ADS_1
MATUR SUWUN 😍😍