
hari ini, Bimo dan keluarga kecinya berkunjung ke kediaman orang tua Bimo.
"sayang siap-siap yuk kita pergi kerumah opa sama oma" ucap Bimo sat mereka sedang sarapan.
" memang ada apa mas ?" tanya Nadine seraya meletakkan sendok di piring.
" hole kita ke lumah opa sama oma" ucap sikembar girang.
Bimo tersenyum lalu mengelus rambut anak-anaknya dengan sayang.
"gak ada apa-apa sayang aku hanya rindu orang tuaku" ucap Bimo seraya menoleh ke arah isterinya.
Merekapun bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Bimo.
selama perjalanan ke rumah orang tua Bimo, si kembar tak henti-hentinya menyanyi dan tak lama kemudian mereka tertidur.
Bimo tersenyum melihat putri kembarnya tertidur di bangku belakang.
Nadine pun ikut tersenyum melihat mereka.
"hehe gak kerasa ya mas sekarang anak-anak sudah besar" ucap Nadine tersenyum
"he, em padahal baru kemarin mereka lahir sekarang sudah besar" ucap Bimo ikut menimpali ucapan sang isteri.
setelah lima belas menit merekapu sampai di kediaman Papa Yusuf.
"assalamu'alaikum" ucap Bimo seraya mrmencet bel rumah.
"wa'alaikum salam" terdengarsuara sahutan dari dalam tak lama kemudian, pintu terbuka dan mencul wanita paruh baya.
'eh Tuan Bimo Nyonya Nadine silahkan masuk" ucap bi Yanti pembantu rumah ini.
mereka semua masuk ke dalam rumah dan menuju ruang keluarga.
"kok sepi bi mama sama papa kemana?"tanya Bimo karna me,nyadari rumah yang tampak sepi.
" oh tuan besar dan nyonya besar sedangmenjemput...." ucapan bi Yanti terhenti saat terdengar suara dari luar.
"assalamu'alaikum" ucap seseorang dari luar.
"wa'alaikum salam" ucap Bimo seraya menghamiri suara tersebut.
"eh Bim kapan sampai? kenapa gak bilang kalau mau kesin?" ucap Mama Claudia seraya memeluk anaknya.
"oh Bimo baru aja dateng sama Nadine sama anak-anak" ucap Bimo seraya berjalan ke dalam.
tiba-tiba " hai beruang kutub" ucap seseorang di balik pintu.
bimo menoleh ke asal suara dan mendapati seorang gadis cantik berdiri di ambang pintu.
"kau! sejak kapan kau ada di sini?" tanya Bimo menatap gadis itu.
"dia baru sampai " ucap Seseorang yang muncul dari balik pintu.
__ADS_1
"papa! jadi papa sama mama tadi pergi menjemput Seila ?" tanya Bimo.
mereka hanya tersenyum seraya mengangguk.
" kak Bim mana kakak ipar sama keponakanku?" tanya Seila.
" mereka ada di dalam sedang di ruang keluarga" jawab Bimo seraya tersenyum ke arah Seila.
Nadine yang sempat melihat sang suami di gandeng manja oleh wanita cantik, tiba-tiba hatinya merasa panas.
ia segera mengalihkan pandanganya ke arah lain begitu Bimo dan Seila menghampirinya.
Seila yang melihat kejadian itu menahan tawa kemudian dengan sengaja mencium pipi Bimo yang membuat Nadine ingin menelan mereka.
Bimo melotot melihat adik sepupunya yan menciumnya terang- terangan.
sementara Papa Yusuf dan Mama Claudia tertawa pelan sembari geleng-grleng krpala saat melihat anak-anaknya.
"sayang kenalin ini Seila Agnes Sanjaya adik sepupu aku" ucap Bimo seraya memperkenalkan Seila.
Nadine tampak kikuk karna dia sudah salah paham dengan Suami dan adik sepupu suaminya.
Seila yang melihat gelagat aneh kakak iparnya tersenyum.
" tidak apa-apa kakak ipar itu sudah hal wajar orang ywng gak tau kita pasti mengira kita itu sepasang kekasih" ucap Seila tersenyum manis.
"bagaimana kau tau kalau aku sedang cemburu" ucap Nadine menunduk karna merasa malu.
dia merasa senang karna sang isteri mencemburui dirinya.
" kau sangat imut jika cemburu lain kali aku akan membuatmu cemburu" bisik Bimo dan langsung mendapat cubitan panas dari sang isteri.
"aww sakit sayang" pekik Bimo seraya mengusap pinggangnya yang terasa panas.
" makanya jangan macem-macem lagian aku kan gak tau kalau itu adik sepupumu" ucap Nadine.
" ya karna aku tinggal di Negara E kak dan waktu kak Bimo dan kakak ipar menikah aku sedang sidang kelulusan" ucap Seila tersenyum.
Seila Agnes Sanjaya adalah Puteri pertama dari pasangan Doni Sanjaya dan Reviani puteri.
mereka tinggal di negara E karna ingin hidup terpisah dari keluarga saloka.
kemudian mereka memilih negara E untuk membangun Bisnis dan keluarga kecil mereka.
sebenarnya Doni tidak ingin terpisah dari keluarga besarnya tapi kondisi saat itu sangat genting dan CAUS sehingga mereka mau tidak mau harus memisahkan diri agar selamat
Nadine hanya manggut manggut.
" eh ada si kembar cantik ponakan aunty" ucap Seila seraya menoel pipi gembulnya.
"kau kelihatan sayang sekali dengan anak kecil, makanya cepat menikah nanti keburu jadi nenek-nenek." ucap Bimo mengejek sang adik.
"enak saja aku sedang mencari cinta sejatiku tau" ucap Srila sewot.
__ADS_1
"cinta sejati apaan bukanya kau masih merasa trauma" ucap Bimo yang membuat Seila langsung merasa murung.
Nadine yang menyadari hal itu segera menyenggol bahu sang Suami.
Bimo yang mengerti maksud dari isterinya lantas menghampiri sang adik dan memeluknya.
"maaf " ucap Bimo lirih
"Seila hanya menunduk dengan air mata yang masih mengalir.
Mama Claudia yang menyadari itu segera memeluk sang keponakan dan membawanya duduk di kursi ruang keluarga.
Nadine yang melihat itu menjadi sangat bingung kemudian ia membawa anak-anaknya menuju ruang krluarga.
sesampaimya di sana, Seila tampak di peluk oleh Mama Claudia.
"Seila kakak benar-benar minta maaf padamu kakak masih tidak menyangka jika kejadian itu masih membuatmu trauma. " ucap Bimo berjongkok seraya memegang tangan Seila.
"makanya kalau bercanda jangan kelewatan Bim yang di alami Seila itu tidak mudah apa lagi dengan kondisi dia yang masih sangat belia" ucap papa Yusuf menasehati.
" iya pah aku minta Maaf" ucap Bimo
tak lama, bi Yanti datang membawa cemilan dan minuman hangat.
"silahkan di nikmati " ucap bi Yanti seraya berlalu pergi.
"minum dulu Seila biat lebih tenang" ucap mama Claudia menyodorkan teh hangat pada Seila.
Seila mengangguk dan segera meneguk teh tersebut
setelah Seila lebih tenang, mereka menuju ruang makan karna ini sudah jamnya makan siang
"Seila kakak benar-benar minta maaf ya" ucap Bimo menggenggam tangan adiknya.
" iya kak maaf juga karna aku sudah mengacaukan suasana " ucap Seila
"hustt jangan ngomong gitu kamu itu sudah mamah anggap anak sendiri " uxap Mama Claudia.
"iya Seila jangan pernah merasa sendiri" ucap Papa Yusuf.
"udah jangancengeng ntar kakak traktir makan permen milkita " ucap Bimo mrnggoda sang adik.
" ye emang aku anak kecil apa dasar om-om genit" ucap Seila
"enak saja aku ini masih muda tau" ucap Bimo sewot.
" hahaha" mereka semua tertawa bersamaan.
💕💕💕
hai hai jangan lupa Like Coment dan Vote sebanyak mungkin ya
maaf jika author merivisi sebagian cerita hehe
__ADS_1