
pagi ini, Nadine masih tampak kesal dengan ulah sang suami yang tiba-tiba bertingkah aneh kemarin sore.
apalagi semalam ia tidak di beri ruang gerak dan di kurung di dalam kamar semalaman.
alasanya pun tidak masuk akal karna takut ia terlena.
"udah lah sayang jangan ngambek terus mas minta maaf" ucap Bimo yang baru selesai mandi dan melihat sang isteri masih menatapnya kesal.
Nadine tak menjawab ia malah langsung menuju kamar mandi untuk bersiap mengajak di kembar mengunjungi eyangnya.
tiga puluh menit kemudian, Nadine telah selesai dengan ritual mandinya.
ia melewati sang suami begitu saja tanpa melirik sama sekali pada sang suami.
Bimo yang merasa di acuhkan mulai geram ia menarik handuk kimono sang isteri membuatnya terpekik keras.
"auh ih mas lepas!!" sentak Nadine mendorong tubuh sang suami agak keras.
"sayang maafkan mas ya plis jangan diamkan mas seperti ini " ucap Bimo seraya menggenggam tangan sang isteri.
"lagian mas itu kenapa sih tumben banget kayak gini" ucap Nadine masih dengan nada kesalnya.
"entahlah sayang mas merasa gak enak aja lihat kamu ngobrol sama cowok seasyik itu" ucap Bimo.
"ah mas lebay banget sih gitu doang cemburu" ucap Nadine menghela nafas panjang.
"iya sayang mas memang berlebihan mas minta maaf"ucap Bimo tersenyum.
"ya udah di maafin kalau gitu aku izin sama mas ya mau kerumah mamah sama papah" ucap Nadine yang juga tersenyum.
"mas antar ya kebetulan mas gak ada jadwal kekantor sama ke kampus" ucap Bimo.
Nadine hanya mengangguk dan tersenyum.
kemudian ia keluar kamar menuju kamar si kembar.
sementara Bimo menganti pakaian santai kaos oblong dan celana pendek.
"sayang bangun yuk kita kerumah eyang" ucap Nadine seraya menepuk tubuh si kembar.
"hmm iya mah " ucap Raina seraya bangun dan mengucek matanya kemudian beranjak dari ranjang danmenuju kamar mandi.
Nadine tersenyum dan mengambil pakaian anak-anaknya
setelah lima belas menit si kembar sudah s3lesai dengan ritual mandinya.
kemudian mereka menghampiri sang mama dan segera memakai baju yang di pilihkan sang mama.
"kita jam berapa mah kesananya?" tanya Raina antusias.
"nanti sayang setelah sarapan kita turun yuk sarapan sama papah juga" ucap Nadine seraya menggandeng tangan anak-anaknya menuju ruang makan.
"morning papa" ucap si kembar saat sudah sampai di meja makan.
"morning sayang " ucap Bimo tersenyum
Nadine segera duduk mengambil piring dan meletakan nasi beserta lauknya kemudian di serahkan pada suami dan anak-anaknya
setelah itu, ia mengambil untuk dirinya dan mulai menyantap makananya.
"emm kita gak nginep ya mah ?" tanya Riana.
__ADS_1
"enggak sayang kapan-kapan aja ya " ucap Nadine.
mereka hanya mengangguk pelan
setelah selesai makan mereka segera bersiap menuju mobil.
"mas aku sudah mengambil keputusan" ucap Nadine saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"keputusan apa sayang?" tanya Bimo bingung.
Nadine menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapanya.
"aku akan mencoba untuk mengabulkan permintaan anak-anak " ucap Nadine.
Bimo mencerna kata-kata sang isteri kemudian ia baru faham dengan maksud sang isteri.
"sayang kalau kamu belum siap jangan di paksa ya aku gak mau kamu melakukan itu karna terpaksa" ucap Bimo menggenggam tangan sang isteri.
Nadine menggeleng seraya ters3nyum ke arah sang suami.
"gak papa mas aku malah merasa bersalah jika mengabaikan keinginan kalian" ucap Nadine tersenyum.
" ya sudah mas ikut saja asalkan kamu gak merasa ter takan" ucap Bimo tersenyum dan mengelus rambut sang isteri.
Bimo melajukan mobil menuju kediaman sang mertua
tak berapa lama, mereka telah sambil di rumah sang mertua.
"assalamu'alaikum " ucap mereka kompak.
"wa'alaikum salam eh Tuan Nyonya silah kan masuk" ucap bi Yuli membuka pintu rumah.
"oh nyonya dan tuan besar sedang berada di taman belakang" ucap bi Yuli
Nadine dan keluarga kecilnya berjalan menuju taman belakang.
"assalamu'alaikum pah mah" ucap Nadine seraya menghampiri dan mencium tangan kedua orang tuanya.
"wa'alaikum salam eh sayang kok kemari tidak memberi kabar ?" tanya Mama Maya seraya menyambut anak menantu dan cucunya.
"hehehe iya mah kebetulan kami semua sedang libur jadi daripada gak ngapa-ngapain kita kesini saja" ucap Bimo seraya duduk di kursi taman.
" oh begitu kalau begitu kalian sering-sering ya main kemari" ucap Mama Maya.
mereka hanya mengangguk dan tersenyum
tak berapa lama, bi Yuli datang membawa minuman dan kue lapis kesukaan Nadine.
"silahkan di nikmati tuan nyonya " ucap bi Yuli seraya meletakan semua makanan dan minumqn ke atas meja.
"terimakasih ya bi " ucap Nadine.
"Bim bagaimana perusahaan kamu apakah berkembang pesat?" tanya Papa Hendra pada menantunya tersebut.
"alhamdulilah lancar pah" ucap Bimo seraya menyqntantap cemilan.
lalu merekq mengobrol hangat sesekali tampak canda tawa terdengar
setelah Sholat Dzuhur, kelua4ga kecil Bimo memutuskan intuk pulang.
"sayang kenapa kok kalian gak menginap saja di sini " ucap Mama Maya memeluk kedua cucunya.
__ADS_1
"hehehe iya mah kapan-kapan deh kita kesini lagi dan menginap soalnya besok kita mulai sibuk kembali" uca Nadine seraya mencium dan memeluk sang Mama.
"janji ya " ucap Mama Maya
"iya mah janji " ucap Bimo.
"assalamu"alaikum" ucap mereka s3mua seraya masuk kedalam mobil.
"wa'alaikum salam " ucap Mama Maya dqn papa Hendrawan seraya melambaikan tangan.
sesampainya di rumah, Nadine dan Bimo turun dan masuk kedalam rumah seraya menggendong si kembar menuju kamar mereka.
sesampainya di kamar si kembar, Nadine dan Bimo segera meletakkan mereka di kasur kemudian menyelimuti dan menutup pintu.
setelah selesai mereka masuk ke dalam kamar.
Nadine membersihkan tubuhnya di kamar mandi seraya mrngqmbil wudhu.
stelah selesai Nadine keluar kamar mwndi Nadine menghampiri sang suami.
"mas ayok mandi terus kita sholat" ucap Nadine
Bimo mengangguk dan berjalan menuju kqmar mandi.
setelah lima belas menit Bimo keluar dari kamar dan melaksanakan sholay dzuhur berjamaah.
setelah selesai Nadine dan Bimo merangkak naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.
"sayang apa kamu yakin akan keputusanmu?" tanyw Bimo memastikan.
"aku yakin mas " ucap Nadine tersenyum seraya memeluk tubuh sang suami.
"ya sudah kita istirahat nanti sore kita kerumahsakit" ucap Bimo mengecup kepala sang isteri.
Nadine mengangguk dan kemudian memejamkan mata
tak lama, Ia terlelap Bimo tersenyum memandang sang isteri lalu ikut memejamkan mata dan tersenyum.
sore harinya mereka pergi ke rumahsakit dan menuju ruangan Dokter Yuni.
"ada yang bisa saya bantu tuan nyonya?" tanya Dokter Yuni.
"saya ingin melapaskan alat kontrasepsi saya Dok" ucap Nadine to the poin.
" oh kalau begitu mari ikut saya" ucap Dokter Yuni seraya berjalan menuju ruangan.
Nadine mengangguk dan mengikuti arah sang Dokter sementara Bimo menunggu di luar.
setelah lima menit mereka berdua keluar dari ruang pemeriksaan.
"bagaimana Dok " tanya Bimo setelah sang isteri duduk di sampingnya.
"semua sudah selesai tuan tapi harus menunggu dua hari untuk melakukanya" ucap Dokter Yuni tersenyum
" ok terimakasih banyak Dok " ucap Nadine seraya keluar dari ruang periksa di ikuti sang suami.
💕💕💕
BERSAMBUNG.....
jangan lupa Like Coment dan Vote sebanyak-banyaknya ya karya author.
__ADS_1