
hari ini, dua pasangan muda itu tengah berada di sebuah pantai yang berada di negara Seila.
ya Dimas dan Seila masih betah untuk berlama-lama tinggal di negara ini.
karena masih sangat murni semuanya
udaranya pun masih sangat segar karna belum terlalu banyak sampah di negara itu.
Bimo dan sang isteri beserta anak kembar mereka juga belum beranjak dari negara itu.
sementara para orang tua telah meninggalkan negara itu untuk kembali ke negara asalnya.
karna sudah banyak sekali berkas yang harus di tsnda tangani.
dan mau tidak mau Papa Yusuf yang akan menggantikan posisi Bimo di kantor.
sebenarnya papa Yusuf merasa sangat keberatan jika harus menggantikan posisi Bimo karna Beliau ingin bersantai di masa tuanya.
namun, karena Bimo yang sedikit memaksa dan juga merasa kasihan pada menantunya karena menantunya belumpernah berlibur ketempat yang jauh semenjak menikah.
dengan berat hati akhirnya papa Yusuf bersedia menggantikan Bimo walaupun hanya dalam tiga hari.
"waah indah sekali" ucap Nadine girang saat melihat betapa jernihnya air laut dan bersihnya. bibir pantainya.
"kau suka? " tanya Bimo seraya memeluk sang isteri dari belakang dan mengecup lehernya.
"suka sekali mas terimakasih" ucap Nadine seraya mengecup singkat bibir sang suami.
"jika kau suka nanti kita akan kemari lagi sekalian Babymoon" ucap Bimo seraya melu**t bibir mungi sang isteri.
"hei yang pengantin baru itu sebenarnya siapa sih" ucap Seila setengah kesal pada kedua orang tersebut.
" yee sirik aja kau kalau mau sana sama suamimu" ucap Bimo mengrjek sang adik.
"ish dasar bucin" ucap Seila seraya melengos dan mencebikan bibirnya.
"kau kenapa sih? kan sekarang sudah ada aku jadi kalau kamu mau kita bisa seperti mereka" bisik Dimas pada sang isteri.
"Seila gelagapan karna ia baru saja menyandang status isteri pada pria di hadapanya ini.
Dimaspun tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia segera menggendong sang isteri dan membawanya ke kamar karena usahanya semalam gagal karna mungkin terlalu rapet
sementara Bimo memandang kedua orang itu dengan tatapan mengejek.
"heh dasar bucin" ucap Bimo saat Dimas dan Seila berlalu pergi.
"kamu juga bucin" ucap Nadine yang membuat Bimo salah tingkah.
"hehehe gak papa sama isteri srndiri ini" ucap Bimo seraya mencubit pipi sang isteri.
"awh sakit mas ih" ucap Nadine memberenggut.
Bimo segera mengusap-usap Pipi sang isteri
__ADS_1
"pah mah sini main" teriak Riana pada orangtuanya.
sontak Bimo dan Nadinepun menoleh dan tersenyum lalu menghampiri anak-anaknya.
hampir saja mereka melupakan anak-anak mereka karena saking asyiknya memadu kasih.
"wah kalian berdua lagi buat apa? " tanya Nadine seraya mendudukan dirinya di pasir pantai secara kasar.
Bimo yang melihat itu melotot pada sang isteri.
"sayang kalau duduk pelan-pelan jangan kasar" ucap Bimo setengah berteriak.
"ish mas aku gak budeg tau aku masih normal kupingku" omel Nadine karna merasa kesal Bimo membentaknya.
"hehehe maaf sayang aku kan khawatir sama kamu" ucap Bimo seraya tersenyum.
"lagipula aku duduknya sudah pelan-pelan mas kok kamu jadi posesif gini sih? " ucap Nadine masih merasa kesal.
" ya wajar lah mas posesif sayang kamu kan sedang membawa calon anak kita" ucap Bimo seraya mengelus perut sang isteri.
kemudian mereka berdua kembali menemani si kembar bermain pasir dan bercanda bersama.
sementara di sebuah kamar sepasang pengantin baru sedang menikmati indahnya romansa pengantin baru.
Dimas tak henti-hentinya menciumi wajah sang isteri.
dan kecupan-kecupan itu berubah menjadi rangsangan yang dahsyat bagi Seila membuat wanita itu terbuai
maka dari itu, ia melampiaskan siang ini untuk mrnuntaskan hasratnya yang sempat tertunda
Dimas memandang sang isteri saat dirinya meminta izin pada sang isteri.
Seilapun mengangguk pelan seraya tersenyum.
" tahan ini pasti akan sakit kamu harus bersabar" ucap Dimas berbisik pada sang isteri.
"awh sakit " ucap Seila seraya menitihkan air mata merasa perih yang sangat amat yang Seila rasakan.
Dimas menghentikan aktivitasnya seraya nemandang sang isteri.
"maaf ini memang sakit tapi aku jamin tak akan lama" ucap Dimas lirih di trlinga sang isteri.
Seila hanya mengangguk dan Dimas melanjutkan aksinya
Seila sesekali meremas sprei saat Dimas menjamah daerah sensitifnya.
dan siang itu Dimas dan Seila menghabiskan siang yang panjang hanya di dalam kamar.
siangpun berganti sore keluarga kecil Bimo dan Nadine baru kembali ke hotel
Nadine langsung menuju kamar mandi setibanya ia di dalam kamar hotel.
ia segera mandi dan berganti pakaian legend para emak-emak apalagi jika bukan daster kebanggaan para wanita yang sudah menikah itu.
__ADS_1
setelah mandi, Nadine segera berbaring untuk istirahat sejenak sebelum sholat maghrib tiba.
sementara Bimo baru selesai berbincang dengan sang ayah mengenai bisnis mereka dan besok harus sudah kembali ke negara A untuk meeting dengan klien besar dari Negara D.
Bimo masuk kedalam kamar dan mendapati isterinya sedang terlelap di atas tempat tidurnya.
Bimo tersenyum dan menghampiri sang isteri lalu mengecup keningnya dan beranjak dari sana menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan ibadah Sholat ashar.
setelah selesai sholat Bimo menghampiri sang isteri hendak membwngunkanya.
namun Nadine sudah terbangun lebih dulu.
"eh mas aku ketiduran ya? " tanya Nadine seraya mengucuk-ucek matanya.
Bimo tersenyum kearah sang isteri.
"tidak apa-apa sayang mas tau kamu lelah" ucap Bimo seraya menghampiri dan memeluk sang isteri.
"seharusnya mas bangunin aku aja kan gak baik tidur waktu ashar" jawab Nadine
"gak papa sekali-kali yang penting jangan keseringan" ucap Bimo seraya tersenyum.
"ayo siap-siap kita makan malam setelah sholat maghrib" ucap Bimo karna sekarang sudah menunjukan pukul lima sore artinya adzan maghrib akan berkumandang sebentar lagi.
setelah sholat maghrib Nadine suami beserta anak-anaknya sudah keluar dari kamar untuk melakukan makan malam
tak lama, Seila dan Dimaspun juga baru keluar dari kamar.
Seila tampak kesal pada suaminya pasalnya waktu yang hanya satu jam berubah menjadi setengah hari karna Dimas yang tak ada puasnya.
"sayang minta maaf ya lain kali janji gak akan seperti itu " ucap Dimas memelas
"au ah males" ucap Seila yang beranjak pergi untuk mengambil Desert
Dimas hanya tersenyum kecut karna ini memang salahnya yang tak memberi Seila ruang gerak dan terkesan posesif.
"yang sabar bro nanti juga akan baik sendiri" ucap Bimo Seraya menrpuk bahunya.
Dimas hanya mengangguk pelan seraya tersenyum kecut memandang sang isteri.
"kenapa tuh muka? " tanya Nadine
"kesel tahu kakak ipar aku bahkan gak bisa gerak sama sekali" omel Seila ambigu tapi masih di fahami oleh Nadine.
"sabar Seila kau seharusnya bersyukur itu berarti Dimas puas denganmu" ucap Nadine.
"masak sih? " tanya Seila.
Nadine hanya mengangguk dan mereka berdua menuju meja makan untuk makan malam.
BERSAMBUNG...........
HAI HAI HAI JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIWN DENGAN LIKE COMENT AND VOTE YAA
__ADS_1