
Nadine sampai di Universitas Trisakti pada pukul sembilan pagi.
sesampainya di kampus, ia langsung di hadang oleh Risa dan Rara.
Nad baru datang?" tanyaRisa seraya menepuk bahu sahabatnya.
"astaghfirullah kalian buat gue kaget aja" ucap Nadine seraya mengelus dadanya.
" hehehe sory deh kalo loe kaget gue cuma mau ngasih ini" ucap Rara seraya menyerahkan s3buah undangan.
" ini apa?" tanya Nadine
"buka aja pasti loe kaget" ucap Rara tersenyum.
kemudian Nadine membuka amplop tersebut dan seketika matanya melotot seraya mulutnya terbuka lebar.
"Risa loe mau nikah sama Roni ?" tanya Nadine tak percaya.
sementara Risa hanya nyengir kuda.
"cie yang udah mau sold out nih " ucap Nadine menggoda sahabatnya.
"terus loe gak mau nyusul Ra ?" tanya Nadine menoleh pada sahabat lainya.
"emm gue sebenarnya masih tiga tahun lagi sih Nad soalnya masih mau have fun sama kalian tanpa hambatan " ucap Rara jujur.
"ya udah yang Penting loe nyaman aja sama pilihqn loe gue dukung" ucap Nadine seraya mengelus pundak Rara.
"ya sudah kita ke kantin yuk aku laper" ucap Risa seraya menggandeng tangan Sahabat dan Saudara kembarnya.
__ADS_1
mereka bertiga menuju kantin.
sepanjang jalan menuju kantin, mereka menjadi pusqt perhatian terutama Nadine.
siapa sangka, Wanita berusia srmbilan belas tahun itu sudah mempunyai dua anak.
mungkin jika tidak mengenalnya, mereka masih beranggapan jika Nadine masih gadis.
Salah satu yang memandang kagum Nadine adalah Stevan Nugraha Mahasiswa paling tampan dan juga cerdas.
Stevan sudah mengagumi Nadine dari pertama Dia masuk sebagai Mahasiswa di kampus TRISAKTI.
tanpa Stevan sadari, dari kejauhan seorang pria menatap tajam kearah Stevan.
Nadine dan Sahabatnya sudah sampai di kantin dwn langsung memesan menu yang mereka inginkan.
tak lama, Dirga dan Ronipun ikut gabung.
"duh yang mau halal gas terus" ucap Dirga melirik arah Risa dan Roni.
"makanya cepetan di halalin keburu nanti di ambil orang " Roni
"yah si Rara yang belum mau nikah tapi gue dukung kok karna gue gak mau mengekang Risa" ucap Dirga
semua orang mengangguk paham
💋 💋 💋
Sementara itu, di pusat kota J seorang pria tengah memperhatikan wanitanya saat sedang presentasi.
__ADS_1
sebenarnya wanita itu tahu jika dari tadi ia sedang di perhatikan.
tapi ia mengabaikanya dan memilih fokus mempersiapkan presentasi.
"Seila kamu gak lapar" tanya Dimas setelah mereka selesai presentasi.
"aku mas8h agak sibuk kamu saja yang makan" ucap Seila menolak secara halus.
terdengar helaan panjang dari arah sana Dimas mrnatap lekat wajah gadis pujaanya itu.
ingin rasanya ia memeluk dan mengatakan bahwa ia tak seperti masa lalunya.
" Seila sampai kapan kau akan mengabaikanku " tanya Dimas pada akhirnya karna sudah tidak tahan dengan sikap cuek Seila.
Seila menghela nafas panjang dan berkata
"aku tidak tau aku bisa menerimamu atau tidak aku masih terlalu takut untuk memulainya" ucap Seila hampir menangis.
Dimas segera menyentuh tangan Seila tapi cepat-cepat ia lepas karna tidak mau gadis pujaanya bertambah traumanya.
"tapi jika kau ing8n berteman denganku aku akan menerimamu" ucap Seila seraya tersenyum manis.
Dimas menghela nafas mendengar perkataan Seila.
tidak kah ia mengerti bahwa Dimas ingin menjadikan Seila Ratunya bukan sekedar teman?
oh ayolah harus dengan apa lagi Dimas meyakinkanmu Seila.
tapi tidak apa setidaknya ada kabar baik dan sedikit kemajuan untuk hubungannya dengwn pujaanya itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG........................