
sore harinya, Nadine dan sang suqmi sedang berada di taman belakang.
"sayang kau lihat itu bentuknya indah sekali" ucap Bimo seraya menatap kagum kearah layang-layang berbentuk merpati itu.
Nadine mendongak melihat keatas mengikuti arah pandang sang suami.
Nadinepun juga merasa takjub melihat layang-layang itu.
tak lama, si kembar muncul dari dalam rumah menghampiri orang tuanya.
"pah mah kita kemah yuk kata temen aku tadi di srkolah katanyq selu loh kemah " ucap Raina seraya duduk di pangkuan sang papa.
Nadine dan Bimo saling menatap.
" kok tumben kwmu minta kemah nak?" tanya Nadine.
" iya mah kita lagi pengen aja " ucqp Riana seraya duduk di pangkuan sang Mama.
" iya pah ayo ayo" ucap Riana merengek.
Bimo tersenyum kearah putri kembarnya kemudian tersenyum.
" iya iya ayo" ucap Bimo seraya menggandeng tangan Raina di ikuti Nadine dan Riana.
tak lama kemudian kemah dadakwn pun sudah jadi karna di bwntu Bi Mur.
"hole jadi kita kemahnya" ucap Riana girang.
Bimo dan sang isteri hqnya tersenyum.
malam harinya tepat jam tujuh mereka membuat acara BBQ dan kemudian mrnyalakan api unggun.
Nadine memilih duduk di bangku taman sementara Bimo masih sibuk bakar jagung dan bakar ayam.
__ADS_1
tak lama kemudian terdengar bel rumah berbunyi.Bi Mur yang mendengar itu segera berlari ke depan.
CEKLEK.
pintu di buka menwmpakkan seorang wanita cantik bersama pria tampan.
" eh Non Risa silahkan masuk" ucap Bi Mur sopan.
"semua kemana bi ?" tanya Risa karna melihat rumah sepi.
"oh Tuan dan Nyonya sedang di belakang karna nona kembar ingin berkemah di belakang" ucap Bi Mur seraya menuju taman belakang.
sementara Nadine dan Bimo tengah duduk di taman membiarkqn anak-anak mereka menikmati jagung bakar dan ayam bakar.
"sayang apa kau bahagia?" tanya Bimo seraya merangkul sang isteri.
"kau ini bicara apa sih pah ya jelas aku bahagia" ucap Nadine membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.
" ya tergantung masalahnya lah masa kalau kamu selingkuh aku harus ada di sampingmu" ucap Nadine seraya tertawa.
" tidak akan pernah sayang hanya kamu satu-satunya Ratu di rumah ini dan hatiku" ucap Bimo sungguh-sungguh.
Nadine tersenyum seraya memeluk sang suami dengan erat.
Bimo membalas pelukanya dan berkali-kali mengecup kepala isterinya.
"wah mesranya nih dua orang" ucap sesorang dari belakang.
"kalian" ucap Bimo terkejut
"tumben ada tenda di sini?" tanya Roni.
" iya anak anak minta kemah disini makanya buat tenda" ucap Bimo seraya menunjuk arah si kembar.
__ADS_1
"Risa ngapain loe kesini bukanya ini malam pertama kalian ?" tanya Nadine menaik turunkan alisnya.
" hehehe gue kesini sekalian pamit soalnya gue mau ikut suami ke kota E " ucap Risa
Nadine terbelalak kaget.
"apa?! jadi loe mau ikut Roni ? terus kuliah loe gimana?" tanya Nadine seraya berkaca-kaca.
"emm gue juga akan pindah sih Nad " ucap Risa sendu.
Bimo yang melihat sang isteri menangis, srgera memeluknya untuk mrnrnangkanya.
" sudah sayang gak usah nangis kan udah kewajiban dia ikut suami " ucsp Bimo menenangkan.
"dia itu sahabat aku dari SMP pah jadi aku merasa sedih aja di tinggal Risa pergi" ucap Nadine dengan air matanya.
" kan masih bisa Video Call sayang" ucap Bimo.
" iya Nad tenang aja kita masih bisa Vc,an kok " ucap Risa menimpali.
" terus loe udah pamit sama Rara" tanya Nadine mengurai pelukanya.
"udah dia nangis kejer karna gak mau di tinggal ya tapi gimana gue kan harus ikut suami ya fia akhitnya ngerti" ucap Risa.
setelah itu Risa pulang dan keluarga kecil Nadine pun kembali ke dalam rumah untuk istirahat.
"sudah jangan bersedih terus nwnti juga akan ketemu lagi " ucsp Bimo saat mereka sudah berada di kasur.
" aku tagih janjimu yang pagi tadi " ucap Bimo seraya melancarkan aksinya.
Nadine hanya pasrah dan akhirnya mereka bersenang-senang memadu kasih.
BERSAMBUNG....................
__ADS_1