
pagi harinya Nadine dan sang suami sedang bermesraan di kamar.
"sayang nanti kamu berangkat jam berapa biar mas antar" ucap Bimo seraya mengelus kepala sang isteri.
Nadine mendongak dan menatap sang suami.
"hmm mungkin jam sepuluh memang ada apa mas." tanya Nadine
" nanti mas antar ya sebelum pergi ke kantor karna hari ini mas gak ngajar" ucap Bimo tersenyum.
kemudian Nadine beranjak turun untuk m3masak makanan dan bekal si kembar.
"mau kemana sayang?" tanya Bimo menahan sang isteri.
"mas ih aku mau buat sarapan dan bekal anak-anak sekolah" ucap Nadine saat Sang suami merengkuh pinggang dari belakang.
"hmm iya iya sayang sekarang ayo aku juga ingin membangunkan mereka." ucap Bimo menggandeng sang isteri.
Nadinepun tersenyum lebar dan menggandeng m3sra tangan sang suami.
mereka keluar menuju tempat masing-masing.
Nadine menuju dapur sementara sang suami menuju kamar si kembar.
Nadine segera memasak perkedel ayam dan jagung dan sayur sop serta sandwich untuk bekal si kembar.
"pagi bi " ucap Nadine seraya menuju kulkas dapur.
"eh nyonya ada yang bisa bibi bantu ?" tanya bi Mur
"oh nggak bi aku cuma mau masak perkedel jagung sayur sop sama sandwich aja " ucap Nadine seraya mulai memotong kentang dan wortel
sementara Bimo sedang berusaha membangunkan putri kembarnya.
"sayang ayo bangun kalian kan sekolah" ucap Bimo seraya mengecup wajah qnak kembarnya.
"hmm iya pah lima menit lagi ya" ucap Riana seraya terpejam.
Bimo yang merasa gemas mulai mengelitik kaki sang putri
alhasil mereka tertawa terbahak-bahak.
"hahaha ampun pah iya-iya kita mandi" ucap Raina seraya bangun dan berlari kekamar mandi di ikuti Riana.
sem4ntara itu Bimo menyiapkan seragam sekolah si kembar.
tak lama mereka keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono
"papa keluar dulu kita mau ganti baju" ucap Riana seraya mengibas-ngibaskan tanganya keudara.
" iya deh papa tunggu di luar awas kalau lama papa gelitikin nanti" ancam sang papa.
"ih papa iya iya janji gak lama" ucap Raina cemberut
setelah lima menit pasangan ayah dan anak itu turun menemui sang mqma yqng sudah menyiapkan sarapandan bekal mereka.
"morning mama sayang " ucap Riana seraya mengecup pipi sang mama.
"morning sayang ayo sarapan dulu" ucap Nadine tersenyum dan mulqi mengisi piring suami dan anak-anaknya dengan nasi dan lauk pauknya.
__ADS_1
"mah pah kita pengen adik" celatuk Riana memulai percakapanya.
"uhuk-uhuk " Nadine tersedak dan menatap sang suami.
"emm kok tumben kalian bicara begitu?" tanya Bimo pada sang putri kembar.
"hehehe kemarin di sekolah ada temen kita yang di antar mamanya sama dede bayi terus dedek bayinya lucu banget dan kata temen kita punya adik itu seru banget mah" ucap Riana antusias.
Nadine dan Bimo saling pandang.
"sudah sudah ayo di lanjut makan " ucap Bimo.
setelah mereka selesai makan Nadine dan Bimo mengantarkan sang anak ke sekolah mereka.
"dadah mama papa" ucap si kembar seraya melqmbaikan tangan.
"dah sayang yang pinter ya jangan nskal " ucab Nadine
setelah si kembar masuk ke dalam kelas, mereka berdua kembali ke rumah.
dalam perjalanan pulang, Nadine termenung mrmikirkan ucapan anak-anaknya.
walaupun mereka masih belum genap tiga tahun, tapi Nadine tak mau mengecewakan anak-anaknya.
"mas aku... " ucap Nadine ter potong.
"sudahlah jangan di fikirkan kita akan memberi penjelasan pada mereka nanti" ucap Bimo yang tau arah pembicaraan sang isteri.
Nadine kembali diam tak terasa kini mereka sudah sampai rumah.
ia turun dari mobil berjalan masuk kedalam rumah.
"mas ayo berangkat aku udah siap" ucap Nadine tersenyum manis
Bimo mengangguk dan mereka masuk kedalam mobil menuju kampus sang isteri.
sesampainya disana ia disambut oleh Rara dan Dirga.
"wah Nad baru datang nih " tanya Rara.
"ya kan loe lihat sendiri kalau gue baru dateng" ketus Nadine.
"hehehe santai dong neng kok ketus banget" ucap Rara sewot.
"sayang mas langsung ke kantor ya kamu hati-hati nanti kalau sudah pulang kabari mas ya " ucap Bimo menyodorkan tanganya.
Nadine hanya mengangguk dan meraih tangan sang suami.
"assalamu'alaikum" ucqp Bimo seraya masuk ke mobilnya.
"wa'alaikum salam " ucap Nadine
tak lama, Nadin dan teman- temanya masuk dan terlihat Nadine di hampiri seorang pria
Bimo sempat melihatnya hatinya menjadi gusar setelah melihat kejadian tadi.
sesampainya di kantor, Bimo langsung masuk ke ruang CEO dengan wajah yang sangat murung.
"kau kenapa? " tanya Dimas seraya memberikan berkas yang harus di tandatangani oleh Bimo.
__ADS_1
"hmm entahlah aku merasa cemburu saja melihat isteriku bertqtapan mesra dengan pria lain" ucap Bimo menghela nafas panjang.
"hah jadi kakak cemburu dengan pria yang dekat dengan kakak ipar begitu? hih mengerikan jika itu terjadi padaku aku akan berpikir dua kali untukbersama orang tersebut karna aku tak mau di kekang" ucap Seila yang membuat Dimas diam seketika.
"heh justru kamu harus bersyukur mempunyai pasangan yqng cemburu itu tandanya ia sayang" ucap Bimo tak terima.
"sayang apanya masak iya ngobrol sebentar langsung cemburu kqlau aku lebih baik tidak punya pasangan" ucap Seila tegas.
"kau sudah dengar sendiri kan Dimas Seila adalah wanita independent ia tak mau di kekang walau dengan pasanganya sekalipun." ucap Bimo setelah Seila pergi.
Dimas hanya bisa menghela nafas m3ndengar penuturan gadis pujaanya itu.
"gue udah terlalu c8nta sama adik loe Bim apapun yabg terjadi gue akan berjuang " ucap Dimas tegas.
" ok kalau begitu kembali bekerja karna hari ini kita ada meeting dengan perusahaan besar" ucap Bimo bersamaan Seila yang sudah kembali keruangannya.
"siap pak bos" ucap Dimas
tak lama jam makan siang pun tiba
Bimo tergesa-gesa menuju mobilnya
"hei kakak mau kemana kau?" tanya Seila yang melihat kakak sepupunya sangat terburu-buru.
setelah sampai kampus,Bimo segera menggandeng sang isteri menuju mobilnya.
tampak sepasang mata menatap mereka dengan tajam.
sementara Vino dan Stevan hanya bisa senyum seraya geleng-geleng kepala.
"kamu kenapa sih mas ih" ucap Nadine kesal.
saat ini mereka sedang terjebak macet karna waktu siang seperti ini adalah jam anak sekolah pulang.
Bimo hanya diam tak menjawab pertanyaan sang isteri
tak lama mereka sampai di rumah.
Bimo segera turun dqn menarik sang isteri masuk kedalam rumah.
kemudian membawanya menuju kamar
sesampainya di kamar, Bimo segera mendorong sang isteri ke ranjang
"mas kamu sebenarnya kenapa ?" tanya Nadine yang benar-benar kesal.
"aku cemburu melihatmu mengobrol dengan teman priamu itu" ucap Bimo dengan suara berat.
"hah kamu cemburu?" tanya Nadine
Bimo tak menjawab ia melanjutkan aksinya.
siang itu mereka berdua melakukan olah raga siang hari.
siang yang panas menjadi tambah panas dengan kegiatan mereka.
💕💕💕💕
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
jangan lupa dukung author yuk dengan caraLike Coment dan Vote karya ini matur suwun💋💋