
kini Mobil bu Alya dan pak Handoko telah sampai di sebuah bangunan tua
Handoko dan sang isteri segera m3masuki bangunan tersebut.
mata mereka membelalak seketika melihat pemandangan di depanya.
"Meisa !" sentak Bu Alya saat melihat sang puteri dengan beringas menampak dua orang anak yang sudah tampak tak berdaya.
Meisa yang merasa namanya di sebut langsung menoleh kearah belakang.
Deg
jantungnya seakan ingin lepas dan badanya membeku seketika.
"ma-mama" suara Meisa bergetar saat melihat sang ibu mematung di depan pintu masuk.
"sa-sayang ap-apa yang kamu lakukan nak " ucap Bu Alya bergetar.
Meisa seketika membeku ia merasa hancur melihat sang ibu menangis di hadapanya.
karena ia dari kecil tak pernah melihat sang ibu menangis.
"apa yang membuatmu seperti ini nak? " tanya bu Alya menghampiri sang puteri"apa salahku ya Tuhan kenapa kau hukum aku melalui puteriku? " ucap Bu Alya jatuh terduduk serya menangis tersedu.
"mama " ucap Meisa berhambur memeluk sang ibu yang masih sesenggukan.
"kenapa? kenapa kau melakukan ini sayang " tanya bu Alya
"aku hanya ingin memiliki pria itu mah " ucap Meisa
bu Alya menggelengkan kepala seraya tersenyum
"tidak sayang pria itu sudah memiliki keluarga" ucap Bu Alya
"mamah tau darimana? " tanya Meisa
"mama tau semua sayang bahkan mamah juga tahu jika Inez adalah anakmu" ucap Bu Alya seraya mengusap air matanya kasar.
"bajingan " umpat Meisa menyadari sesuatu.
Bu Alya menatap sang puteri dengan tatapan sendu
"lepaskan mereka sayang jangan ganggu mereka mama akan menikahkan kamu dengan Adi " ucap Bu Alya memeluk puterinya.
"tidak ma aku tidak mau menikah dengan om Adi aku hanya ingin menikah dengan mas Bimo" ucap Meisa meninggikan suaranya.
"cukup Meisa! " ucap seseorang yang berjalan masuk mrmbuat Meisa menoleh ke sumber suara.
"kau! " tunjuk Meisa
" iya ini aku Meisa sayang kembalilah padaku dan kita akan menjadi keluarga kecil yang sesungguhnya.
"heh aku tidak akan pernah sudi menikah denganmu " ucapnya tersenyum sinis.
"sayangkau tidak boleh egois nak jika kau tidak mau menikah bagaimqba dengan Inez? " tanya Bu Alya lembut
__ADS_1
sejujurnya ia sangat hancur mendapati puteri kandungnya seperti ini.
namun ia harus kuat demi semua orang
"taruh saja dia di panti karena aku tidak mau menerimanya " ucap Meisa.
"sayang kau tidak bolehberbicara seperti itu ingat sayang bagaimana jika nasib inez menimpamu? " tanya Bu Alya
sementara pak Handoko dan om Adi memperhatikan interaksi antara ibu dan anak sedari tadi
"hua maafkan aku mah aku hilaf" ucap Meisa histeris memeluk kedua lututnya.
Bu Alya tersenyum ia tahu sebenarnya puterinya tak sejahat itu.
"sudah sayang yqng penting kau harus janji jangan seperti ini lagi" ucap Bu Alya memeluk sang puteri.
Pak Handoko dan Adi menghampiri ibu dan anak tersebut.
Meisa mengurai pelukanya dan memandangi sang Ayah yang sedari dulu tak pernah ia anggap lalu ia merosot membungkukan badanya memegang lutut sang ayah seraya memohon ampun
"ampuni Meisa pah " ucap Meisa sesenggukan
" tidak apa-apa sayang papah mengerti" ucap Pak Handoko seraya mengangkat tubuh Meisa agar berdiri lalu memeluknya.
Bu Alya merasa lega m3lihat pemandangan di depanya tersebut
"kau mau kan menikah dengan Adi? " tanya Bu Alya pada puterinya.
' tidak aku tidak mau mah aku sadar selama ini aku salah jadi aku tidak mau merasa semakin bersalah dengan menerima om adi" ucap Meisa.
" tapi mah om Adi suami tante Iren Meisa tidak mau menambah dosa dengan menyakiti tante Meisa lebih dalam.
"aku tidak apa apa" ucap seseorang yang membuat Meisa terperangah kaget.
"Tan-tante " ucap Meisa terbata lidahnya kelu tenggorokanya tercekat setelah melihat orang yang sudah ia lukai.
Meisa menghampiri tante Irane dan langsung memeluk tante Irene untuk memohon ampun
"ampun tante ampun " ucap Meisa seraya memrluk kaki Irene
" tidak apa-apa mungkin aku yang salah" ucapnya tersenyum
"maksudnya apa? " tanya Meisa mendongak
" ya mungkin aku yang salah karena kalian sudah jatuh cinta dari awal kalian bertemu" ucap Irene tersenyum getir " tapi dengan Percaya Dirinya aku malah salah faham mengira Mas Adi menyukaiku dan mrnyuruhnya menikahiku" sambungnya.
"sekarang kalian sudah tidak perlu khawatir karena aku sudah menggugat Mas Adi di pengadilan pagi tadi dan suratnya akan datang dua sampai tiga hari kedepan"
"dan masalah aku kalian tak perlu khawatir karena aku akan berobat keluar negeri dan akan menetap di sana jadi kalian bisa bernafas dengan Lega tanpa bayang-bayang dariku" uccapnya tersenyum.
"aku bolehkan mencium Inez untuk yang terakhir kalinya? " tanya Irene.
mereka hanya mrngangguk tanda setuju lalu sang pelayanmenyerahkan baby Inez di pangkuan Iren.
"sayang kamu baik-bai ya di sini bunda akan selalu menyayangimu" ucap Inez seraya menviumi bayi mungil tersebut.
__ADS_1
"setelah ini aku akan mrnyerahkan diri pada pihak berwajib " ucap Meisa
sontak membuat mereka semua menoleh pada Meisa
"sayang apa kau yakin? " Mamah akan bicara pada keluarga Bimo pasti mereka akan mengerti.
"jangan harap " ucap seseorang yang masuk dengan beberapa polisi di belakangnya
"papa" ucap Sikembar yang langsung memeluk papanya.
"kau tidak apa apa sayang? " tanya Bimo pada puterinya.
mereka semakin erat memeluk sang papa dan menangis kencang.
"sudah sayang kalian aman sama papa " ucap Bimo memeluk kedua puterinya.
"pak cepat bawa dia" ucap Bimo pada pak polisi.
"baik" ucapnya seraya langsung memborgol tangan Meisa menggiringnya keluar.
" tunggu" ucap Bu Alya menghentikan langkah petugas keamanan.
"apa boleh mereka menikah dulu sebelum masuk penjara? " tanya Bu Alya menunjuk pada Meisa dan Adi.
Bimo hanya mengangguk dan berjalan membawa si kembar keluar dari bangunan tersebut.
akhirnya Meisa dan Adi telah menikah dan Meisa kembali ke dalam tahanan dan langsung di jatuhi hukuman lima tahun.
sementara itu di taman belakang seorang wanita tengah melamun di bangku taman.
"sayang sudah ya jangan melqmun terus " ucap Mama Claudia menghampiri sang menantu.
Nadine hanya menoleh dan tersenyum pada ibu mertuanya.
"Mama" ucap seseorang Membuat Nadine dan Mama Claudia menoleh kesumber suara.
tubuhnya mematung melihat pemandangan didepanya lalu segera memeluk tubuh Anak kembarnya.
"mama hua" ucap Riana memeluk sang mama
" tenang sayang kalian sudah aman" ucap Nadine mrmeluk kedua puterinya.
"bagaimana ini bisa terjadi Bim? " tanya Mama Claudia pada sqng putera.
Bimo lalu menceritakan semuanya pada Mama dan isterinya.
"syukurlah jika semua sudah selesai" ucap Mama Claudia lega.
sementara Nadine hanya Diam menatap sang suami dengan ekspresi sulit di artikan.
BERSAMBUNG..........
JANGQN LUPA LIKE COMENT DQN VOTE S3BANYAK-BANYAKNYA
MATUR SUWUN
__ADS_1